#tidak berdaya
Explore tagged Tumblr posts
Text
10 emoticon ekspresif dan unik kaomoji sedih
Berikut adalah 10 emoticon ekspresif, unik, dan relevan yang merepresentasikan emosi atau situasi “sedih”: (T_T)╥﹏╥ Deskripsi: Wajah menangis dengan air mata berjatuhan dan garis vertikal yang mempertegas kesedihan. Nuansa: Kesedihan mendalam, putus asa, merasa sangat terpukul. Contoh Percakapan: “Aku gagal lagi… (T_T)╥﹏╥” (ಥ﹏ಥ) Deskripsi: Wajah dengan air mata mengalir deras. Nuansa: Sedih,…
#frustasi#hampa#kecewa#kehilangan#kelelahan#kepasrahan#kesedihan#malu#mendalam#menyesal#putus asa#sedih#semangat#terharu#terpukul#tidak berdaya
0 notes
Text
308
Salah satu rasa paling mengerikan sejauh ini adalah tidak berdaya sama sekali.
1 note
·
View note
Text
KEINGINAN KAMAR : NAFSUKU MEMBUAK DIKLINIK
Sejak dua menjak ni, banyak betul masalah kesihatan dikalangan ramai orang. I berharap korang semua sihat selalu dan jaga diri elok-elok ye. Jangan lupa jugak untuk melancap tiap-tiap hari jugak, baru rasa selesa dan tenang menjalani kehidupan seharian.
I pun dah tak sihat untuk beberapa minggu, asyik demam naik turun je. Asyik kena melawat dan jumpa doktor je, kekadang rasa malas jugak tapi dalam diam minda I masih ligat berfantasi melihat figura-figura manusia di sekeliling I.
Dalam salah satu lawatan aku ke klinik, I ternampak akan seorang remaja lelaki yang sedang menemani seorang warga emas yang bertongkat. I rasa warga emas tersebut adalah ayah kepada remaja tersebut kerana remaja tersebut tidak berenggang langsung dengan warga emas tersebut.
Tibalah giliran mereka untuk dipanggil ke bilik konsultasi, I nampak remaja ni dengan penuh kesabaran dan cermat membawa ayahnya masuk. Doktor bertugas pada hari itu adalah seorang doktor wanita yang bernama doktor Lina. Doktor Lina ni doktor kacukan India dan Melayu, kulitnya sedikit gelap tapi tubuhnya kurus dan agak "fit". Doktor tersebut memakai seluar jeans ketat dan kemeja T berwarna kelabu yang agak ketat. Ukur lilit buah dadanya dan punggugnya memang jelas disebalik pakaiannya. Pintu bilik konsultasi tertutup dan otak I ligat berimaginasi sebaik sahaja pintu ditutup. I membayangkan diri I sebagai Dr Lina dalam bilik konsultasi tersebut
************************************************************************
"Ya encik, sakit apa ye," Tanya Dr Lina kepada warga emas dan remaja tersebut sambil menyuruh remaja tersebut duduk di kerusi. Remaja tersebut hanya tersenyum dan berdiri teguh disebelah ayahnya.
"Ayah saya doktor, dia selalu rasa letih dan lemah. Makan pun kurang," jawab remaja tersebut. Dr Lina pun mendengar sambil mengambil tekanan darah si ayah.
"Owh, ini perkara biasa. ayah awak kan berumur, dah 70 lebih dah, tekanan darah ayah awak ni sedikit rendah. Saya boleh beri ubat untuk menaikkan tekanan darah ayah awak ke paras normal," kata Dr Lina sambil membuka laci mejanya. Selepas beberapa minit mencari, Dr Lina mengeluarkan sebiji ubat berwarna biru berbentuk seperti berlian dan menyuruh si ayah mengambil ubat tersebut. Dr Lina tersenyum melihat si ayah menelan ubat tersebut.
"Ok sekarang awak kena tolong ayah awak untuk stabilkan tekanan darahnya," kata Dr Lina kepada si anak. Dr Lina mengambil tongkat si ayah dan mengunci pintu biliknya, tongkat diletakkan di hujung bilik, menyebabkan si ayah tidak dapat berganjak dari tempat duduknya.Dr Lina kemudiannya mengorat langkah ke arah si anak yang agak keliru dengan kelakuan Dr Lina.
Tanpa diduga, Dr Lina dengan tangkas menarik seluar si anak dan melondehkannya dengan satu tarikan. Si anak terkejut dan panik, tangannya menutup kemaluannya yang terdedah kepada Dr Lina dan ayahnya.
"D..D..Dr buat apa ni?" tanya si anak dengan nada cemas dan cuba menarik balik seluarnya. Dr Lina memijak seluar si anak dan menyebabkan si anak tersadung dan terjatuh. Dalam keadaan kelam kabut Dr Lina berjaya menanggalkan seluar si anak dan mencampaknya ke hujung bilik.
"Nak tolong ayah awak la, takkan tak boleh," Ejek Dr Lina sambil menyandarkan si anak ke dinding bilik dalam keadaan terduduk. Si ayah tidak dapat berbuat apa kerana tongkatnya diletakkan di hujung bilik dan dia tidak berdaya.
"Kalau tak buat macamni, tekanan darah ayah awak takkan kembali normal," kata Dr Lina sambil memposisikan dirinya di hadapan si anak. Kepala si anak tersandar di dinding dan menghadap kelangkang Dr Lina, manakala si ayah pula duduk di kerusi dan menghadap punggung Dr Lina.Dr Lina melondehkan seluar jeans dihadapan si anak dan merapatkan cipapnya ke muka si anak.
"Selagi I tak suruh berhenti kamu jangan henti," kata Dr Lina sambil mennyesakkan cipapnya kemuka si anak. Si anak cuba melawan tapi dengan cepat seluruh mukanya dilitupi oleh kelangkang Dr Lina. Paha Dr Lina "memegang" muka si anak, menyebabkan si anak kaku tersandar di dinding. Dr Lina kemudiannya mula menunggang muka si anak, pinggulnya bergerak kedepan belakang. Si ayah hanya mampu melihat si anaknya dipergunakan sebagai objek kepuasan dihadapannya. Tanpa kesedaran, batang si ayah menegak melihat si anak diperlakukan sebegitu.
"Sssssss ahhh, ahh,ahhnn," mulut Dr Lina berzikir dalam ghairah. Di dalam mindanya, menggunakan si anak dihadapan si ayah merupakan salah satu fantasi yang paling dia suka. Sudah beberapa banyak anak yang dirosakkannya di hadapan ayah mereka.
Minda Dr Lina menjadi lebih ghairah. Pergerakannya makin laju dan suaranya makin nyaring. Si anak tidak melawan seperti sebelumnya. Tangannya mencengkam rambut si anak dan menunggang selaju mana yang Dr Lina mampu sehinggalah Dr Lina klimaks.
"Dah, tengok, ayah awak pun dah terpancut, tekanan darah dia dah normal," kata Dr Lina sambil memakai seluarnya kembali. Rambut dan muka si anak dibasahi jus cipap Dr Lina, batang si anak berdenyut-denyut memancut air mani dan kain pelikat si ayah pulak basah dengan air maninya sendiri.....
#hot malay#lucah melayu#malay hijab#malaygirl#malaysia#melayu sedap#melayuboleh#melayucantik#melayumantap#melayugersang#malaysg#melayu hot#melayu tudung#melayu lancap#melayunakal#melayusundal#minah melayu#modal melayu#lucah#tudung lucah#cerita lucah#cerita#tudung mantap#tudung lancap#tudung hot#gadis tudung
787 notes
·
View notes
Text
Aku suka perasaan ini, perasaan tidak berdaya dan membutuhkan Allah.
Walaupun terkadang harus diawali dengan kejadian tidak menyenangkan : entah dari perilaku atau tutur kata orang lain yang tanpa sengaja menyakiti, dari beratnya jalan perjuangan mewujudkan mimpi, atau hal-hal lainnya
Kuakui ketika semuanya mudah seringkali aku lalai dan harus memaksakan diri untuk mengingat Allah.
Semoga pelan-pelan, perasaan merasa butuh ini selalu hadir di hati dalam kondisi apapun. Dalam kondisi mudah, sulit, bahagia maupun sedih.
Karena sejatinya seorang hamba memang selalu butuh Tuhan-Nya, setidaknya untuk menenangkan hatinya.
559 notes
·
View notes
Text
Menyampaikan Apa yang Dirasakan
Salah satu seni yang sulit saat dewasa adalah menyampaikan apa yang dirasakan. Tidak hanya urusan rasa dalam asmara, tapi juga di pekerjaan, juga di keluarga, di pernikahan, di pertemanan, juga di hal-hal lain yang sifatnya membuat kita tidak nyaman dan berpikir keras terhadap keadaan yang sedang terjadi. Banyak hal di saat dewasa yang sulit kita ceritakan, bahkan untuk bertanya kepada orang lain, kita pun takut untuk dihakimi, takut untuk dinilai tidak loyal, takut untuk dinilai mengadu domba, takut dinilai kurang bersyukur, takut diketahui kelemahan kita oleh orang lain.
Ketidakberanian kita untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, jujur pada kondisi diri, jujur pada apa yang sedang memenuhi ruang hati dan pikiran sudah sangat akut. Sementara, badan kita tidak bisa berbohong. Ia gemetar, ia asam lambung, ia psikosomatis, ia jari-jemarinya bergetar dan kebas, ia mengalami sakit kepala hebat, ia tidak bisa tidur nyenyak. Badan kita memberi sinyal-sinyal yang terus menerus kita halau, kita kuat-kuatkan karena merasa kitalah yang salah di keadaan ini. Kita yang kurang berusaha. Kita yang kurang teliti.
Lupa untuk melihat dalam konteks yang lebih luas bahwa sebenarnya lingkungan kitalah yang salah, orang lainlah yang tak mampu membendung emosi dan ambisinya, keadaan yang sebenarnya sangat mampu untuk kita ganti dengan satu-satunya cara yaitu keluar dari jalan tersebut.
Memberanikan diri kembali setelah kita kehilangan rasa berdaya, kehilangan keberhargaan diri, kehilangan keberanian, kehilangan keyakinan kepada diri kita sendiri bahwa nggak apa-apa loh untuk mengambil jalan lain. Meninggalkan apa yang sedang kita jalani untuk memilih takdir lainnya yang lebih baik.
Sulit sekali memang menjadi berani setelah seluruh ketakutan itu telah dibenamkan dan ditanamkan kedalam diri kita. Seolah-olah kita tidak ada pilihan lain. Seolah-olah kita tidak akan berhasil jika mengambil jalan yang berbeda.
Kita masih punya pilihan yang ada di depan mata. Jarak kita kepada pilihan itu hanya sejengkal keberanian. Sesuatu yang selama ini digerus dari diri kita. Maka, janganlah takut. Kita tahu persis, apa yang sedang kita rasakan dan alami. Kita tahu persis, bagaimana kehidupan kita ini ingin kita jalani seperti apa. Jangan terjebak terlalu lama.
(c)kurniawangunadi

204 notes
·
View notes
Text
Dewasa Menjadi Diam
Semakin dewasa semakin susah mengakui rasa lelah dalam diri, sebab tahu tak ada yang peduli sedang hidup terus berlanjut. Bukan salah mereka, toh kita kerap secara kolektif berpikir bahwa orang dewasa mampu menyelesaikan masalahnya.
Kurasa benar, tapi sepertinya kita turut mengesampingkan bagaimana proses menyelesaikan itu. Perasaan apa yang bergumul di hati mereka, ketakutan macam apa yang mereka lihat, dan banyak hal yang sejatinya tak jauh beda dengan perasaan-perasaan saat kita masih bertumbuh dan diwajarkan untuk meluapkan semua kekhawatiran.
Pada akhirnya kita terbiasa memendam, hingga kadang tak mengenali mana yang patut dipendam mana yang harus dikeluarkan.
Suatu kali saat mencoba untuk jujur dengan apa yang kita pikirkan dan dirasakan, kita dituding menjadi manusia tak berdaya dan tak mampu mengendalikan hidup sendiri. Hidup dalam emosi dan perasaan. Lain kali kita memilih diam, kita dianggap tak mampu menyampaikan pendapat dan tak punya pendirian.
Orang-orang di sekitar selalu saja punya celah untuk membuat kita tersudut, jatuh dan tersingkir. Sengaja atau tidak sengaja, mungkin memang pada dasarnya manusia di desain untuk saling melihat kesalahan manusia lain. Sedangkan untuk melihat kebaikan kita membutuhkan ekstra pengetahuan yang mudah didapatkan namun lebih mudah dilupakan dan diabaikan.
Sayangnya tulisan ini pun akan berakhir di titik, tak ada yang bisa kita lakukan dengan itu. Kita hanya kembali kepada nasehat lama, berbaliklah dari mereka, lanjutkan hidupmu seberapa sia-sia pun ia. Kau sudah terlalu hanya untuk sekedar berdebat tentang salah dan benar. Bukankah kebenaran juga terkadang tak membawa kau pada ketenangan?
Sekali lagi, menjadi dewasa berakhir menjadi kita yang diam tak peduli apa yang kita rasakan.
199 notes
·
View notes
Text
rasa takut..
kadang aku tak mengerti harus bagaimana Allaah, aku selalu merasa sedang berdiri di tepi jurang. takut sekali. sementara pengetahuanku sungguhlah terbatas, kemampuanku pun demikian.
kadang aku pun tak paham perihal jalan mana yang harus aku pilih lebih dulu, atau jalan mana yang aku harus aku tempuh agar aku bisa lebih cepat sampai pada tujuanku. namun lagi-lagi kemampuan dan pengetahuanku amatlah sedikit. aku takut sekali.
kadang aku tak bisa memahami perihal jalan hidup yang setiap harinya ku lalu dengan tidak mudah. dan rasa takut selalu saja datang setiap waktu seperti tak mengenal rasa lelah. akibatnya banyak hal membuatku semakin jatuh dan satu persatu pergi meninggalkan. aku takut sekali ya Rabb. aku takut akan diriku, yang tak pernah bisa ku pahami meski berkali-kali aku mencobanya dengan keras. aku tak paham.
kadang ada satu keadaan yang memaksaku untuk menaruh semuanya sebagaimana mestinya, sebagaimana pada tempatnya. namun tetap saja jalan itu tertutup untukku. dan aku tak tahu harus melakukan upaya apalagi agar jalan keluar itu ku temukan. agar aku tak lagi berada ditempat gelap yang membuatku takut dan putus asa.
kadang aku selalu meyakinkan diriku, bahwa sesuatu yang buruk semuanya akan berlalu,. aku selalu meminta diriku untuk terus bersabar dan bertahan apapun badainya. sehari lagi, sehari lagi, dan lakukan itu setiap hari. namun aku masih saja merasakan lelah yang tak berujung.
ya Rabb, kekuatan hanya datang dariMu. kesedihan dan kebahagiaan pun demikian datangnya dariMu. Engkau menghendaki orang-orang yang memang Engkau kehendaki. Engkau beri Ilham kepada mereka yang memang Engkau kehendaki.
maka jadikan aku termasuk hamba yang selalu Engkau kehendaki kebaikan apapun itu ada padaku. buat aku sabar, kuat, dan jalan keluar apapun yang sedang menjadi beban pada diriku. karan jika Engkau serahkan aku pada diriku sendiri, aku sungguh-sungguh tak mampu ya Allaah. aku kecil, lemah, tak berdaya, tak memiliki kekuatan sedikitpun.
beri aku selalu jalan keluar dikala aku sedang merasa kalut, takut, dan putus asa. beri aku kemampuan untuk bertahan, berpikir,dan kesabaran agar menemukan jalan keluar.
ya Rabb, saat dunia berpaling dariku, aku masih mengimani bahwa hanya Engkau yang akan tetap kekal dan tinggal. hanya Engkau yang bisa menolongku ditempat paling jauh ataupun tergelap sekalipun. hanya Engkau saja.
maka tolong aku, untuk hal-hal yang tidak aku tahu, tidak aku mengerti, tidak memiliki kemampuan, tidak memiliki pengetahuan, tidak memiliki keberanian, tidak memiliki rasa sabar,. tolong aku untuk bertahan bahwa setelah rasa sakit, sedih dan kalut ini akan ada rasa bahagia dan syukur yang berlipat setelahnya.
menerka prasangka || 12.57
#tulisan#menulis#catatan#nasihat#wanita#kebaikan#perjalanan#syukur#doa#rumahtanggamuda#terberkati#cinta
99 notes
·
View notes
Text
Sebuah Tulisan Penguat Hati
“Allah tahu kapan waktu terbaiknya. Allah lebih tau.”
Jadi inget salah satu kutipan nasihat dari Ustadz Nuzul Dzkiri bahwa skill yang perlu dimiliki oleh seorang hamba adalah menunggu pertolongan Allah.
Ya, kadang kita tuh ga sabaran. Kita pengen cepetan padahal Allah lebih tau waktu yang tepat. Maka menunggu pertolongan Allah itu adalah hal yang perlu kita latih sebagai seorang hamba yang tak berdaya. Menunggu yang bukan sekadar berdiam diri. Tapi menunggu dengan ikhtiar yang sabar. Ikhtiar yang ikhlas semata-mata karena Allah.
Ceritanya aku haid lagi pagi ini. Tepat ketika hendak sholat tahajjud. Air mataku sudah siap tumpah saat itu. Tapi suami menyambut dengan senyuman terbaiknya seraya berkata dengan lembut,”Ingat ay, jangan sedih. Kan ini semua dari Allah.”
Aku tersenyum. Mencoba menutupi kesedihan karena harusnya aku bersyukur memiliki sosok yang mendukungku dalam setiap keadaan. Tapi tetap saja ada air mata yang lolos untuk jatuh. Buru-buru aku menyelimuti diri dengan selimut agar tangisan itu tak nampak olehnya.
Ya Rabbbi, kami berprasangka baik bahwa Engkau sedang persiapkan hadiah terbaik untuk kami. Mungkin Allah sedang menata kondisi kami agar siap menjadi orangtua terbaik. Dan kami yakin, ini adalah jalan takdir terbaik dari Allah.
Bisa jadi belum sekarang karena Allah ingin kami beramal pada ladang pahala yang lain. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi Allah tahu semuanya.
“Nak, Umma dan Abuyya sudah ingin bertemu. Tapi Allah minta kami menunggu. Husnudzonnya Allah sedang siapkan kondisi terbaik kami sebelum bertemu denganmu, nak. Semoga di saat waktunya tiba kita bertemu dalam sebaik-baik keadaan dan juga iman. Agar kami bisa menjadi ladang pahala untukmu dan kamu menjadi ladang pahala juga untuk kami. Semoga kami menjadi hamba Allah yang sabar menunggu pertolongan Allah ya, nak. Semoga bisa berkumpul di dunia sebelum kembali bersama di surga Allah.”
Sambil menahan nyeri Haid || Sabtu, 29 Juli 2024 || Semangat wahai diri~


207 notes
·
View notes
Text
"Tidak ada doa khusus pembuka Ramadhan yang sama untuk setiap orang. Karena semua orang memulai Ramadhannya dari titik yang berbeda."
"Apa doamu untukku?"
"Semoga Ramadhanmu tahun ini menjadi waktu istirahatmu. Dari apapun yang telah membombardirmu 3 tahun ke belakang. Dari kebodohan dan ketidaktahuan yang mencederai akal dan nafs—perangkat penghambaanmu. Dari pengejaran dunia tanpa tepi. Dari kebergantungan pada makhluk yang menyesakkan dadamu seperti mendaki langit. Dari amanah satu ke amanah lainnya. Dari cinta-cinta yang tidak bertuju kepada haknya. Dari seluruh luka dan air mata yang membuat engsel hatimu karat.
Kamu tidak perlu merasa bersalah jika targetmu tahun ini tidak spektakuler secara kuantitatif. Menurutku Tuhan akan mengkuantifikasi seluruh proses taabaa wa ashlahaa—yang di mata manusia itu alat ukurnya tidak kasat mata. Mungkin Rajabmu belum menanam. Mungkin Sya'banmu belum menyiram. Mungkin setahun ke belakang kamu hanya mampu mengondusifkan tanahmu. Dan itu tidak apa-apa.
Selalu ada yang dapat dipanen di Ramadhan, dari hal yang sebenarnya kamu tanam secara tidak sadar selama kamu diperjalankan. Atau justru dari yang Tuhan tumbuhkan sendiri di hatimu. Dari benih super unggul-Nya yang pasti tumbuh tidak peduli bagaimanapun kondisi tanahnya. Mungkin kita bukan petani, melainkan kitalah tanah itu? Dan bulan-bulan yang berlalu begitu saja hanyalah cara kita memberikan kesempatan untuk tangan Allah membajak dan menggemburkan kita. Pada akhirnya berubah atau tidaknya kita hanya tentang seberapa jauh kita mengizinkan diri kita dipengaruhi oleh-Nya.
Kalau kamu pikir semuanya berlari mulai besok, kenyataannya tidak. Ada orang-orang yang panik sebelum hilal terbit karena ajakan curi start bergema di mana-mana sedang dia belum mempersiapkan perangkat berlari yang memadai. Maka mengondisikan diri untuk siap berlari pun sebenarnya adalah bentuk ibadah dan curi start juga.
Selamat beristirahat. Selamat bernafas dengan lapang dada, menghirup kesegaran hikmah-Nya. Selamat berobat dari luka yang disebabkan eratnya lengan yang enggan melepaskan. Selamat menikmati leganya perpisahan dengan yang kamu genggam sebelumnya. Mudah-mudahan Allah ampuni, ridhai, dan hargai."
"Itu doa yang terlalu megah untukku yang lemah. Tapi dapat memutarbalikkan paradigmaku mengenai Ramadhan yang selama dua dekade hidupku ini identik dengan berlari.
Rupanya aku tidak harus berlari, apalagi bersaing dengan yang lain. Aku hanya perlu istitho'ah. Seperti perintah Allah, "mastatho'tum min quwwah" yakni living my live to the fullest capacity. Dan istitho'ah tidak sama dengan berlari.
Tahun ini aku masih merupakan 100% tanah yang tidak berdaya dan mengandalkan tangan Allah saja. Tahun depan, semoga Allah layakkan aku menjadi tanah sekaligus petani yang mindful dan berdaya. Lalu apa doamu untuk dirimu sendiri?"
"Aamiin. Aku sebenarnya bertanya-tanya titik startku itu apa? Dan apa yang ingin kucapai secara konkret? Pada akhirnya ini berkaitan dengan grand design hidupku. Jadi doaku, semoga aku dimatangkan untuk ditempatkan di posisi baru yang sedang aku coba ajukan juga pada-Nya. Terkait peribadahan, aku hanya mengharapkan diriku tidak jadi hamba yang bohong. Aku enggan berpura-pura mencapai tujuan dan jika selama ini ternyata masih begitu, aku ingin memperoleh pengampunan. Aku ingin langkahku konsisten, menyesuaikan pada pola pikir dan tulisanku. Dan mudah-mudahan seumur hidup, aku senantiasa memelihara kesediaan diri, akal, nafs, jasmani, agar mau dimuridkan oleh-Nya. Doaku hanya seperti itu dan tidak perlu bagus-bagus. Yang penting bentuk pengaminannya."
"Aku baru paham ternyata doa juga berkerangka dan aku jadi tidak ingin ikut-ikutan standar di doa orang kebanyakan. Aku yang kenal diriku, aku tahu apa kurangku yang membuatku jauh dari-Nya. Aku tahu apa lebihku yang bisa kudoakan agar Allah jadikan itu sebagai kendaraan. Aku tahu aku mau sejauh apa dan sampai titik mana.
Dan ternyata 'apa doamu?' terdengar lebih berpengharapan ketimbang 'apa targetmu?'. Target itu seperti perjalanan seorang diri. Sedangkan kita bahkan butuh melibatkan-Nya dalam perjalanan menuju-Nya.
Terima kasih atas doanya, kamu membantuku mengenal diriku. Jadi aku bantu sumbangkan aamiin untuk doamu yang mendoakan kita itu."
"Selamat mengaamiinkan doa dengan langkah kerendahan hati, sesama hamba."
— Giza, untukmu yang ingin beristirahat. Bahkan larinya pun adalah istirahat. Apa doamu?
105 notes
·
View notes
Text
Menangis bukan berarti lemah. Menjeda diri sejenak dari segala rutinitas dan memilih tidur bukan berarti menyerah dan menyalahkan takdir. Tidak mengapa bila pada akhirnya tubuhmu memilih tidur sejenak untuk beristirahat dan memulihkan tenaga, jua pikiran.
Sebab barangkali memang itu cara Tuhan membiarkanmu rehat dan kembali memikirkan cara demi cara untuk menyelesaikan apa yang sedang dialami. Tidak mengapa untuk terlihat tidak berdaya. Sebab kita hanya manusia.
Mari tapaki pelan-pelan jalan ini. Mari selesaikan sedikit-demi sedikit. Kamu tak memilih menghabisi diri sendiri saja sudah hebat dan tanda dari Tuhan bahwa badaimu akan berlalu. Bahwa pintu keluar itu ada.
@terusberanjak
61 notes
·
View notes
Text
10 emoticon ekspresif dan unik kaomoji lelah
Berikut adalah 10 emoticon ekspresif, unik, dan relevan yang merepresentasikan emosi atau situasi “lelah”: (。-ω-)zzz Deskripsi: Wajah mengantuk dengan mata tertutup dan simbol tidur “zzz”. Nuansa: Sangat lelah dan mengantuk, ingin segera tidur. Contoh Percakapan: “Kerja seharian, rasanya (。-ω-)zzz” (┐「ε:) Deskripsi: Karakter berbaring miring dengan pose lemas dan wajah pasrah. Nuansa: Kelelahan…
#apatis#bingung#emosi#emosional#frustasi#istirahat#kecewa#kelelahan#kewalahan#lelah#mengantuk#menyerah#motivasi#pasrah#pelukan#pusing#sangat lelah#tidak berdaya
0 notes
Text

Ternyata kita masih kalah oleh dunia. Masih kalah dengan rasa takutnya, keresahannya, rasa khawatirnya. Berapa banyak hal yang membuat kita tidak tenang ketika melangkah keluar? Berapa banyak riuh yang sedang melingkar di dalam diri kita, padahal kita sedang melakukan rutinitas sehari-hari kita diluar; bekerja. Takut dengan atasan, takut dengan kewajiban dipekerjaan. Masalah-masalah dunia membelenggu kita, dan kita tidak berdaya. Karena mungkin kurangnya kita dalam bertawakkal sebagai hamba.
@menyapamakna1
#tumblr#menyapamakna#menyapa makna#menyapa makna1#makna#menyapamakna1#nasehat#motivasi#renungan#reminder#tulisancinta#tulisan cinta#cinta#tulisan tumblr#tulisantumblr#tulisan nasehat#tulisannasehat#tulisan nasihat#tulisannasihat#nasihat#tulisanmotivasi#tulisan motivasi#tulisan#motivasi hidup#motivasi islami#motivasiislami#motivasihidup#healing#health#self healing
111 notes
·
View notes
Text
Bagaimana bisa aku percaya dengan segala harap dari pendosa sepertiku?
Namun aku lupa bahwa Allah mencintai seorang pendosa yang bertaubat dibanding seorang alim yang sombong.
Ada rasa sesak dada menikam pikiran yang semakin berantakan.
Aku lupa, bahwa obat paling mujarab untuk kegelisahan hanya dengan mengingat Allah. Dan sayangnya aku sering lalai.
Bagaimana diriku begitu lantang meneriakan kebahagian, jika masih meragu pada diri sendiri.
Aku lupa lagi, disetiap langkahku yang lemah Allah lah yang menguatkan. Diriku merasa bisa sendiri padahal tidak berdaya dan lemah tanpa pertolongan-Nya.
Dan bagimana jika inginmu berbanding terbalik dengan ingin-Nya?
Kalau boleh Allah adalah tujuan dan dirimu lah yang aku harapkan. Jika tidak dengan dirimu aku masih punya Allah sebagai tujuan.
______ Ditulis menuju malam.
72 notes
·
View notes
Text
Aku sengaja membiarkan beberapa orang berfikir keliru. Aku diam sebenernya bukan karena takut atau tidak berdaya.
Melainkan hasil dari pengendalian diri.
Aku ingat bagaimana aku dibicarakan, aku juga memahami dengan baik bagaimana aku di perlakukan.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lebih sulit tidak membalas ketimbang membalas. Lebih tangguh tidak goyah daripada terpancing marah.
Ilmu tenang itu mahal, datangnya dari badai yang hebat. Tidak semua orang mampu memilikinya.
Ruangsemesta, 26 Aug 2023
#senjabercerita#jejaksemesta#goresanpena#tentangrasa#my writing#writing#writers on tumblr#introvert#self improvement#be myself
484 notes
·
View notes
Text
Nasihat Hari Ini Ada satu nasihat yang benar-benar menjadi pengingat kita sebagai seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Agar jangan sampai salah dan keliru dalam memiliki pandangan hidup. Allah telah menciptakan kebahagiaan hidup ada di dalam diri, bukan di luar diri. Sehingga ketika kita menyadarkan kebahagiaan, keberhargaan, ketenangan, keberdayaan hidup di sandarkan pada sesuatu yang ada di luar seperti uang, harta benda, jabatan, banyaknya jaringan, status sosial. Begitu hal-hal itu hilang atau kekurangan, maka hilang semua kebahagiaan, berkdayaan, ketenangan, dan keberdayaan tadi. Berantakan hidup kita. Betapa banyak narasi-narasi yang dibangun di atas trauma, di atas perspektif manusia bahwa agar kita tenang tentang masa depan, harus punya banyak uang. Agar berdaya, harus punya uang. Agar kita merasa bahagia, harus punya ini dan itu. Akhirnya kita menyandarkan semua itu kepada sesuatu selain Allah. Kita lupa bahwa Allah-lah Yang Maha Memberi Rezeki. Dan rezeki itu telah memiliki ketetapan dalam timbangan-Nya. Ketika ada hal-hal dalam hidup hanya dilihat dari mata rasionalitas manusia, logika-logika yang menjebak diri pada pemahaman yang terbatas. Hingga kita lupa bahwa cara hidup kita bukanlah tentang apa yang menurut kita benar dan baik, tapi apa yang menurut Allah benar dan baik. Memang sama sekali tidak mudah untuk bisa menerima semua sekejab mata, tapi mari kita berproses ke sana. Pelan-perlahan membuat hidup kita berjalan di atas landasan dan cara pandang yang tepat. Agar hidup ini lebih tenang, tenang di dunia sekaligus tenang di akhirat.
288 notes
·
View notes
Text
"Lakuna"
Semak-semak belukar telah memperlihatkan dirinya bahwa sudah rimbun, terpampang jelas tiap-tiap bagiannya tanpa ada sedikitpun sudut yang bercelah. Tapi tidak dengan diriku, yang tampak memiliki rongga pada dada, hingga hati. Sementara isi kepalaku ramai oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut jawaban.
Kekosongan ini begitu menyesakkan. Ia menghimpit rongga dadaku begitu lamanya. Dan tiap rintik bening yang menjatuhkan dirinya pada netraku, seakan-akan melarang dan mengutuk aku agar tidak membuka mata. Karena ia bersumpah dan pasti akan masuk ke dalam celahku untuk lebih mendatangkan perih.
Kekosongan ini begitu menyiksa. Lambat laun ia membunuhku. Menarik deru napas dengan sangat kasar, menyeret ragaku menuju kekeringan di tengah dalamnya laut. Menyerangku dengan tetesan air hujan yang deras, sementara aku tak berdaya terlentang di atas tanah.
-Rahl, 6225
#28hariberprosa#jejaringbiru#puanberaksara#tadikamesra#lakuna#sastra#puisi#aksara#sajak#poetry#poem#write#writers on tumblr#writing#tulisan#karya tulis#sesak#katakata#sad poem#sedih#prosa#tumblr fyp#foryourpage#reading#long reads#penulis indonesia#popular posts#fypツ#pengarangrahl
25 notes
·
View notes