#Takbir
Explore tagged Tumblr posts
ceritaksara · 5 days ago
Text
Takbiran
Beberapa hari selama 10 malam terakhir, aku sedikit banyak merenung perihal takbiran. Sejak kecil umi selalu melarang anaknya ikut takbiran (pawai perlombaan) melarang dengan keras. Alasannya tidak sunnah tidak ada dalilnya, madharat dan lain lain lah. Meskipun saat itu sebetulnya aku tidak setuju dengan pendapat umi, tapi aku hargai dan aku taati. Dan saat ini, aku jadi berpikir. Ternyata larangan umi secara faedah memang betul. Aku menemukan banyak ke ganjalan dalam takbiran ini.
Pertama, persiapan latihan takbiran ini intensif dilakukan di 10 malam terakhir, sudah pasti memecah fokus ibadah. Terlebih seringkali mereka latihan sampai jam 12 lebih. Beberapa kali saat aku berangkat iktikaf, aku melihat di beberapa daerah yang tengah berlatih. Di malam terakhir Ramadhan, hampir di beberapa tempat melakukan gladi bersih. Mereka bertakbir sambil berjalan keliling untuk "try on" segala koreografi mereka. Dan aku aneh melihatnya. Dimana esensi bertakbir itu sebagai ucapan mulia menyambut hari Fitri? Kalimat itu jadi seperti "seragam" untuk lomba mereka. Entah ini sepertinya pandanganku saja. Dan terakhir mungkin. Di malam terakhir, atau malam 1 Syawwal, mereka mempersiapkan seluruh acara dan melangsungkan acara hingga larut malam. Aku rasa sedih aja, kalau ada di posisi mereka. Seperti kehilangan kesempatan untuk bermuhasabah
Yah, itu kurang lebih ke ganjalan ku, tapi percayalah aku bukan berarti "anti takbiran" aku besar di lingkungan takbiran. Sejak kecil takbiran selalu jadi hal yang kami tunggu. Aku dan saudara saudaraku selalu excited menyambut di depan rumah kami. Setiap ada rombongan takbiran datang, kami langsung keluar rumah. Aku sesenang itu, dengan kamera pcoket sony yang kami punya aku akan mengabadikan semua momen.
Aku tidak mengharamkan takbiran seperti itu. Hanya saja aku punya keganjalan, apabila aku masuk ke dalam inti lingkaran itu. Dan mungkin saat ini, aku bisa berkata seperti ini berdasarkan pengamatanku, hanya dari kulitnya saja, tapi belum tentu keresahan ku ini betul betul terjadi dalam realita nya kok.
Semoga, kami semua. Baik yang takbiran maupun tidak. Tetap mampu memahami esensi dari perpisahan Ramadhan ini dengan kaffah.
Dan semoga amal ibadah kami semua selama bulan Ramadhan ini, diterima Allah SWT. Dan jadikan kami dri bagian orang bertaqwa itu. Semoga tahun depan dapat berjumpa lagi dengan bulan Mulia.... Amiinn...
1 Syawwal 1446 H
2 notes · View notes
enha88 · 2 years ago
Text
Semoga Allah mudahkan kita untuk dapat mengamalkannya.
4 notes · View notes
jumeratnabila · 2 years ago
Text
Takbeer of Tashreeq
After each Fardh Salaah Recite from Fajr of 9th Dhul Hijjah until Asr of 13th Dhul Hijjah, the Takbeer should be read once.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar,
Laa ilaaha il-Lallaahu, Wallaahu Akbar, Allaahu Akbar, Wa Lil-Laahil-Hamd
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allah is the Greatest, There is no God but Allah, Allah is the Greatest and to Allah be all praise ,Allah is the Greatest,
The Takbeer is recited audibly by men, and softly by women, immediately upon completion of the Fardh salaah.
Adjust your daily routines and make the most of these precious days.
2 notes · View notes
soltlane1 · 2 days ago
Text
Explaining Sahih Muslim Book 4 - Hadith 168-173
Explaining Sahih Muslim Book 4 – Hadith 168-173 Chapter 33: Reciting Out Aloud in As-Subh And Reciting to The Jinn. Ibn ‘Abbas reported: The Messenger of Allah (ﷺ) neither recited the Qur’an to the Jinn nor did he see them. The Messenger of Allah (ﷺ) went out with some of his Companions with the intention of going to the bazaar of ‘Ukaz and there had been (at that time) obstructions between…
0 notes
yaomme · 6 days ago
Text
youtube
Minal Aidin Walfaizin, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita semua!
1 note · View note
muslimah255 · 2 years ago
Text
Tumblr media
From Riyad as-Salihin
0 notes
hasan-sharif · 2 years ago
Text
0 notes
worstloki · 11 months ago
Text
negative connotations to Arabic phrase ‘God is Great’ incorrect. average praying Muslim does takbir (says Allahu Akbar) a minimum 95 times a day and should have been counted.
#minimum#like MIMIMUM.#each day#like that’s just for the 5 prayers#only the obligatory ones it doesn’t include the additional voluntary ones most people also tend to do at some point#it doesn’t include regular use of the phrase in conversation#the phrase is literally used as an exclamation#like if you say ‘Allahu akbar my shift is over! I can go home alhumdulilah!’#like I don’t know what to tell you#western news-media connotations are so weird#you literally yell takbir to celebrate as well#saw a thing where everyone did takbir every time someone donated a huge amount to charity like brooooooooo#people be laughing so hard and getting Allahuakbar Allahuakbar out while wheezing#you score a goal? Allahu akbar alhumdulilah#this is very normal culturally transmitted info#Christian Arabs use the phrase as well like it's Arabic come on western media you’re not even trying#it’s such a joke#95 doesn't even include the 2 calls to prayer#it doesn't count people who do the extra allahu akbar (x33) after each prayer#doesn't include anything recited before bed#like. these are not uncommon things people choose to do. like...... BRO???#if you've ever seen Muslims praying in a group the person leading the prayer does the takbir out loud. that's literally how it's done#there are like 7 or 5 'Allahu akbar's in each round of prayer#you can't NOT say that part out loud it's literally THE part that has to be said out loud in each prayer#this information is very available online#you can say it before doing anything idk why it became a big deal in the west especially#it's some strange xenophobic Islamophobic normalise killings in those regions of the world mix#I’ve been getting recommended so many Arabic anime edits idk what to tell you#call everyone habibi it’s good for you#one of the most popular world languages fr
20 notes · View notes
demon64 · 4 months ago
Text
youtube
Recently decided to give this song a listen, and honestly, I do quite like it. It's got a good beat by Cheapshot while both Ryu and Tak got good flow, I would say a pretty good song even if some of lyrics have not aged the best. The record this song is on, Megadef, was released back in 2003, very different time than now, especially with what language is exactly seen as good or bad to use.
So... if you're good with fun enough music that may have not exactly aged the best lyrically, then I say give it a listen. If you're not up for that, I say that is very, very fair.
3 notes · View notes
jenteranews · 6 days ago
Text
Sinergi Forkopincam Cidadap Amankan Malam Takbir 1446 H, Jaga Kekhusyukan dan Kebersamaan Umat
JENTERANEWS.com – Malam takbir Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, berlangsung khidmat dan aman berkat sinergi aparat keamanan dan masyarakat. Kapospol Cidadap, Aipda Rian Aripianto, bersama anggota Bhabinkamtibmas, Danposramil Cidadap Serka Sugiarto, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) terjun langsung mengamankan jalannya malam…
0 notes
soltlane1 · 3 days ago
Text
Explaining Sahih Muslim Book 4 - Hadith 163-167
Explaining Sahih Muslim Book 4 – Hadith 163-167 Chapter 31: Moderation When Reciting Qur’an In A Prayer When It Is to Be Recited Out Loud, And Making it Neither Too Loud nor Too Soft, And When There Is the Fear of Negative Consequences If It Is Recited Out Loud. Ibn ‘Abbas reported: The word of (Allah) Great and Glorious: ‘And utter not thy prayer loudly, nor be low in it” (xvii. 110) was…
0 notes
kebumen24-com · 6 days ago
Text
Polres Kebumen Siaga! Antisipasi Kerawanan Malam Takbir dan Idul Fitri 1446 H
KEBUMEN, Kebumen24.com – Mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat malam takbir dan perayaan Idul Fitri 1446 H, Polres Kebumen menggelar apel siaga pengamanan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Minggu (30/3/2025). Dengan meningkatnya mobilitas warga, pengamanan ketat diterapkan untuk mencegah kemacetan, aksi kriminalitas, dan gangguan ketertiban lainnya. Continue reading Polres…
0 notes
madurapost · 6 days ago
Text
Gema Takbir Sumenep, Merajut Kebersamaan di Malam Kemenangan
SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menyelenggarakan Gema Takbir Idul Fitri dengan nuansa kebersamaan dan kekhusyukan pada Minggu, 30 Maret 2025 malam. Tradisi tahunan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Ribuan warga tampak antusias mengikuti acara ini, yang berlangsung dalam…
0 notes
holopiscom · 6 days ago
Text
800 Polisi Sidoarjo Siap Amankan Malam Takbir Idul Fitri
JAWA TIMUR – Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Christian Tobing memimpin apel pengamanan malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah di lapangan apel Polresta Sidoarjo, Minggu 30 Maret 2025. Pelaksanaan apel ini dilakukan dalam rangka kesiapan personel dalam mengamankan malam takbir. Guna menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo, di saat malam perayaan Hari Raya…
0 notes
deliciousexpertbasement · 6 days ago
Text
Sebelum takbir berkumandang malam itu, saat semua serba menyebalkan dan gusar takdisangka-sangkakan. Hari panas terik, ketika sepeda motor sedang tidak mau bekerjasama lagi.
Di setiap jalan tidak pernah tidak berhenti dan harus melakukan hal yang biasa ketika sepeda motor bermasalah.
Lelaki berusia paruh baya dan ia tidak bisa disebut tua, rambutnya dicat. Dia dengan rambut dicat cokelat kemerahan dari warna asli putih itu. Kusebut saja dia bernama Bapak Pikok, karena yang bisa pertama terbayang adalah cat rambutnya atau Pikok-nya. Jangan tanya soal istilah Pikok itu, sangat panjang.
Penelusurannya akan memakan waktu lama. Sedang Bapak Pikok yang ternyata sangat sombong itu sudah entah di mana sekarang. Dia sudah berada di pasar siang itu. Terlihat ada obrolan dengan pedagang kelapa parut yang bertubuh sedang berbaju tanpa lengan warna hitam bercelana pendek. Di seberang kiosnya ada pedagang lain yang juga masih belum terlihat membereskan kiosnya walau hari sudah sangat terik di luas pasar.
Ia berkemeja warna biru tangan pendek gambar motif berbunga-bunga putih coklat, entah tidak jelas apa bunga atau gambar lain.
Kemeja khas kemeja yang mungkin serupa bermotif asal Honolulu, Hawaii. Tidak aku pedulikan di awal aku lewati lorong tanah basah itu. Aku hanya menginginkan bisa pulang dengan apa yang adikku pesan dalam perjalanan itu.
Dia mengenakan celana panjang. Dengan warna yang tidak bisa aku pastikan juga baik teksturnya dari kejauhan berwarna krem putih kecoklatan, sepatu berbahan apa juga itu tidak bisa jelas kupastikan.
Satu lagi, waktu aku melewati sekilas di lorong itu. Dia merokok dan sepintas benakku dia dan beberapa orang di sana saling kenal baik. Tidak terpikir olehku akan terjadi hal yang seperti aku lihat beberapa menit kemudian saat aku mau pulang secepat aku bisa. Karena aku tahu aku hari itu bisa terlambat pulang.
Kupikir pula mereka bersahabat, jadi takperlu tadi perasaan khawatir yang di waktu-waktu selanjutnya takterbendung. Karena aku tidak sedikit juga memedulikan, hanya saja sikapku sungguh gusar dan sesal bertumbuh sepulangku dari pasar dengan hanya sebungkus kecil bawang goreng yang bisa kudapati dari penjual sayur yang pastinya masih menunggu hari datang petang.
Aku tidak menyimak pembicaraan dia dan pedagang itu. Lama kujawab dalam perkiraan pastilah urusan hutang. Atau kalau memang dia preman pasar yang meminta uang keamanan, pasti urusan itu yang dibicarakan. Aku lewat saja meninggalkannya karena yang aku perlukan pasti tidak akan aku peroleh dari pedagang itu.
Laki-laki itu berkata, "aku sundul dengan kepala semua yang berani!"
Aku tidak bisa, kalaupun aku bisa mungkin hasilnya tidak serupa yang aku suka. Menolong pria pedagang kelapa parut itu, setidaknya membalas pukulan jika dia memukul atau mengeluarkan ancaman melalui sendok garpu khusus peralatan berkemahku yang selalu aku bawa. Pada sendok itu ada pisau kecil yang biasa untuk memotong makanan keras atau pejal. Aku lupa banyak hal saat itu. Aku hanya tahu aku pasti takut juga. Takut karena tiba-tiba yang kulihat itu dan aku sedang di puasa terakhirku.
Sebelumnya kendaraan yang tidak bisa lagi disebut baru. Kendaraan itu bermasalah juga. Kupikir dibawa ke bengkel tempo hari bisa bekerja mesin tanpa hal serius. Di sepanjang jalan ia terus berhenti tiba-tiba.
Kuparkir akhirnya berhasil di pasar siang itu untuk kebutuhan yang bertambah. Kebutuhan untuk esok di hari raya. Setelah sebelumnya aku pergi mengantar pesanan yang dibuat istriku untuk bibinya di pemukiman yang dilalui sungai. Di panas terik itu, aku serta merta meledak juga dalam kekalahan. Permukiman tempat dulu keluarga istriku memulai perjalanan hidup.
Adikku perlu nangka mentah dan bawang goreng. Entah aku tidak tahu untuk apa. Terbayang di benak ini untuk makanan khas Minang yang serupa Gudeg. Penambah keunikan ragam masakan yang tengah ia pelajari karena suaminya seorang asli seberang.
Tentang lelaki yang aku maksudkan. Lelaki berkacamata hitam yang pada akhirnya meledak dia di lorong pasar. Tangannya terkepal bersarang di wajah seorang pedagang kelapa parut. Ya seingatku dia, yang malang itu seorang pria gempal yang terkejut dan sulit menahan gerakan yang tiba-tiba.
Pria pedagang kelapa parut itu duduk termangu menahan kaget dan rasa aneh di kening, mungkin di pipi kirinya. Pukulan itu terlepas, setelah perbincangan yang takjelas terdengar itu.
Aku sebelumnya tidak sadar kalau pria berkacamata itu seorang preman. Tidak tahu juga, mungkin penagih hutang atau orang yang kurang waras.
Pasar sudah tidak lagi seramai pagi, esok hari juga pasti tidak akan seramai pagi tadi. Karena esok itu hari raya.
Sesudahnya, aku berpikir dan orang-orang yang mendengar ceritaku setuju. Menghindar lebih baik dari menghadapinya. Barangkali ada yang bersikap.
Seharusnya, ya seharusnya. Orang yang berpendapat lain itu berusaha menarik sesalku. "Seharusnya melihat keadaan itu, turun tangan dan biar kapok. Kau'kan bukannya belajar beladiri?"
Ya itu lain cerita. Sungguh aku lupa itu juga. Aku lupa aku pemilik sabuk hitam dan peminat MMA. Aku bahkan pernah ikut bertanding banyak dan sesekali ada menang kalah.
Sungguh, ini hal yang membuat dada berdegup kencang. Aku tidak bisa berlaku teguh memilih. Di saat realitas memerlukan seorang menegakkan kebenaran. Jiwa ini seperti tidak berada di tempatnya.
0 notes
trendingmovies2025 · 1 month ago
Text
1 note · View note