#Konstantinopel
Explore tagged Tumblr posts
landschaftsmalerei · 1 year ago
Photo
Tumblr media
Konstantinopel am Abend, 1882 von Ivan Konstantinovich Aivazovsky (Undatiert, )
46 notes · View notes
kaelula-sungwis · 2 years ago
Video
Yerebatan Sarnıcı by Bastian Kratzke Via Flickr: Famous Basilica Cistern in Istanbul. Last time I was in Istanbul it had been closed for renovation, luckily this time it was open to visit again. Laowa 15mm 2.0 on Sony A7III
3 notes · View notes
coffeenewstom · 4 months ago
Text
Kretisches Kaffeetagebuch: Agia Sofia - die Höhle der Weisheit Gottes
Hätten wir nicht gewusst wonach wir suchen, wir währen achtlos daran vorübergefahren. Kein Wunder, liegt dieser Ort doch versteckt in einer Höhle. Um die zu erreichen muss man erst einmal 270 Stufen überwinden, nach oben natürlich. Hier im Fels der Topolia-Schlucht liegt die geheimnisvolle Höhle – und einer der mystischsten Orte Kretas! Von unten sieht man nur einen schmal wirkenden Spalt. Die…
0 notes
datenarche · 1 year ago
Link
0 notes
hoerbahnblog · 1 year ago
Text
"Geschichte der Völkerwanderungen" – Mischa Meier spricht mit Uwe Kullnick über Europa, Asien und Afrika vom 3. bis zum 8. Jahrhundert n.Chr. – Histothek on Stage
[vc_row][vc_column][vc_column_text]Hörbahn on Stage Wer war Helmut Gröttrup? “Geschichte der Völkerwanderungen” – Mischa Meier spricht mit Uwe Kullnick über Europa, Asien und Afrika vom 3. bis zum 8. Jahrhundert n.Chr. – Histothek on Stage Einführende Lesung durch Mischa Meier (Hördauer ca. 20…
Tumblr media
View On WordPress
0 notes
madameli · 1 year ago
Text
Tumblr media
0 notes
vegetiva · 4 months ago
Text
0 notes
queen-of-wisdom · 6 months ago
Text
You know, I actually wanted to make a Konstantinopel/Istanbul joke but then I realized, it's no one's business but the turks.
0 notes
cajram · 1 year ago
Text
Gör frågesporten om kända murar!
Vilka skulle den Kinesiska muren hålla undan? Du har säkert hört talas om den Kinesiska muren många gånger. Den byggdes som försvar mot en farlig fiende. Men vilka var det man ville försvara sig emot? Vad heter muren som romarna byggde? Romarna lät bygga en mur på de brittiska öarna. Den skulle skydda dem mot barbarerna. Vad har muren för namn? Få reda på detta + mer om andra kända…
View On WordPress
0 notes
deutsche-bahn · 1 year ago
Text
Tumblr media
Laut einer Psychologin und ihrem gottverdammten Anti-Stress-Therapiepony bin ich der angespannteste Mensch den sie im Kontext ihrer Arbeit jemals erlebt hat. Ich behaupte einfach mal, dass ich so ein Alexander der Große-Gen habe und eigentlich für weltherrschaftsergreifende Feldzüge nach altertümlichen Stil bestimmt war. Mangels Heer und, idk, militärischer Fachkompetenz lebe ich stattdessen meinen Größenwahn auf beeindruckend schlecht geplanten Bahnreisen aus.
In ca 16 Stunden geht's wieder auf eine kleine Flixbus-Odyssee. Nach Tschechien werde ich es also definitiv schaffen, Problem wird nur der fUCKING BAHNSTREIK BIS MONTAG. Planmäßig, PLANMÄßIG komme ich schon erst am Sonntag um 22 Uhr wieder zuhause an. Ich muss um 5 Uhr Montag aufstehen und zur Arbeit. Das Wettbüro ist eröffnet, werde ich aus dem ICE direkt zur Arbeit stolpern? Strande ich in Dortmund? Bleibe ich einfach in Tschechien? Tie my body to a chariot and drag me around the city walls because that seems like a more pleasant way to go out at this point
306 notes · View notes
mamadkhalik · 8 months ago
Text
Yang Membuat Hidup
Apa yang membuat peradaban hidup? jawabanya adalah Iman.
Kita memahami bahwa Islam itu pasang surut di setiap zamanya. Ketika Islam meredup di suatu tempat, Allah memunculkan suatu kaum untuk menyalakan api dakwah kembali di tempat lain.
Ingatkah kau dengan korupnya Bani Umayyah? dengan kezaliman pemimpin-pemimpin itu, Allah menghadirkan kembali Khalifah yang shaleh dan peduli akan masyarakatnya, Beliau adalah Umar bin Abdul Azis Sang Khulafaurrasyidin ke-5.
Ketika Bani Umayah mulai lalai, munculah Bani Abbasiyah dengan kegemilangn ilmu pengetahuanya. Ketika Abbasiyah sedang lemah karena cinta dunia, munculah Turki Seljuk yang gagah berani dari Asia Tengah untuk menyelamatkan Izzah kaum Muslimin.
Beberapa masa setelahnya, Turki Seljuk dilanda perpecahan, munculah dinasti Zankiyah dilanjutkan dengan Ayyubiyah yang memiliki cita-cita untuk membebaskan Al-Quds kembali.
Bersama dengan itu, Ayyubiyah mulai dilanda perpecahan internal, Turki Rum Seljuk mengambil peran dengan melindungi kaum Muslimin dari arah barat. Kilic Arslan dan Aleadin Keykubad menjadi momok bagi Pasukan Salib yang melewati Anatolia agar tidak terlalu jauh masuk ke bumi Syam.
Di belahan bumi lain, pelarian Bani Umayah, Abdurrahman Ad-Dakhil terpilih menjadi pemimpin Andalusia dan mengembalikan persatuan Umat Islam di sana. Naik turunya peradaban, Andalusia mulai lemah sampai akhirnya muncul Panglima yang bukan dari keturunan dinasti mengambil kepemimpinan, Muhammad bin Abi Amir Al-Mansur atau yang dikenal Alamanzor menyelamatkan muka umat Islam atas serangan Kerajaan Kristen Utara.
Andalusia pecah kembali menjadi kerajaan kecil sampai lemah, akhirnya ditaklukan kembali oleh Bani Murabithun, dilanjutkan Bani Muwahiddun yang menegakan kembali nilai-nilai Islam
Kembali ke Anatolia, Turki Rum Seljuk mulai lemah dengan kedatangan Mongol dan perpecahan suku Turki. Munculah Suku Kayi dengan Suleyman Shah, dilanjutkan Ertugrul Ghazi, lalu besarkan oleh Osman Ghazi yang dikemudian hari membentuk Kesultanan Turki Usmani sampai menaklulan Konstantinopel.
Di Tanah Jawi Nusantara, Malaka di gempur habisan-habisan oleh portugis. Mereka hendak mengobarkan perang Salib atas dasar dendam di Andalusia. Dari Malaka perlawanan berpindah dari Barus, Aceh, Pasai, dan sekitarnya.
Di Jawa, gema jihad terdengar ke telinga Mataram Islam hingga memberangkatkan pasukan untuk menyerang Malaka dan Sunda Kelapa. Bersama koalisi Mataram, Cirebon, dan Banten, Sunda Kelapa ditaklukan yang kemudian hari menjadi Jayakarta.
Berpindah ke tempat lain, ertempuran berkobar di Jazirah Al-Mulk (Maluku). Kaum kafir yang menyebarkan fitnah di jawa dari Mataram Islam ke Giri Kedaton, mulai mengadu domba umat Muslim di Ternate Tidore. Sampai masa kelicikan portugi membunuh Ayah dari Sultan Baabulah, yang akhirnya Sang Sultan mengobarkan Jihad seluruh Maluku, menghancurkan Portugis ke akar-akarnya.
Pertempuran beralih ke Mataram Islam kembali ketika fitnah sudah merajalela. Pertempuran di pimpin oleh Pangeran Mangkubumi yang mengepung Jenderal De Klerk di Benteng Ungaran sampai mati, kemudian melanjutkan perjuangan dengan mendirikan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat sebagai antitesis dari Kesultanan lain yang memilih tunduk kepada Belanda.
Setelah itu, cucunya Pangeran Diponegoro melanjutkan estafet perjuangan dengan menyerukan Perang Sabil gabungan Kaum Ulama, Priyayi, Keraton bersatu padu melawan Penjajah.
Jadi, apa rahasia dari perjuangan setiap zaman itu? apa yang membuatnya perjuangan hidup dari satu tempat ke tempat lain? Jawabanya adalah Iman.
Arsa Coffee Library, 18 Juni 2024
Tumblr media
28 notes · View notes
wulfhalls · 2 years ago
Text
byzantine emperor alexios I komnenos: greetings my good personal friend pope urban ii pls help a fellow brother in christ against the seljuk dynasty 🙏 im specifically asking u for military aid for the sole purpose of repelling the encroaching enemy force and ejecting them from my domain 🙏 nothing more nothing less I have this one specific concrete plea
pope urban ii: yeah no u got it absolutely im here for u im here to hear so to speak im all over this I got u and the message fr
pope urban ii at clermont 1095: lads LADS listen my good personal friend byzantine emperor alexios I komnenos wants us to *looks at smudged writing on hand* go ape shit and reconquer the holy land!!!!!!!!!!!!!!! everyone who goes gets fast tracked to heaven and all ur sins are forgiven and if u scan this qr code u can print out a cross and put it on ur cloak to get 15% off the first cup of wine once we reach konstantinopel lets ball!
byzantine emperor alexios I komnenos:
Tumblr media
97 notes · View notes
aliviazahra · 6 months ago
Text
Permasalahan Dunia Islam Masa Kini
Rasulullah SAW. membawa risalah kenabian sekitar 1.400 tahun lalu untuk menyempurnakan agama tauhid yang telah ada sejak manusia pertama diciptakan yaitu Adam AS.  Agama tersebut merupakan Islam yang berasal dari akar kata Salam, yang berarti selamat. Islam merupakan agama yang sempurna dengan menurunkan kitab Al-Qurán yang merupakan kabar gembira dan peringatan bagi manusia, sebagai peta atau arah jalan yang benar. Apabila manusia telah mengikuti Al-Qurán dan Sunnah (segala hal yang dicontohkan Rasulullah SAW) maka ia akan selamat.
Al-Qurán diturunkan sebagai solusi atas seluruh permasalahan dalam hidup,  namun di masa kini umat Islam semakin jauh dari petunjuk yang benar yakni Al-Qurán. Hal ini dikarenakan lemahnya kepemimpinan Islam di dunia Internasional. Merujuk pada sejarah, setelah terjadi perang dunia kedua muncullah negara super power yaitu Amerika Serikat dan sekutunya. Dunia seakan dibuat tunduk dengan Amerika dan nilai-nilai yang dibawanya. Nilai-nilai itu adalah sekularisme dan liberalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Perang pemikiran (ghawzul fikr) yang dibawa oleh pengaruh barat secara tidak langsung merubah tatanan dunia. Dunia di cekoki dengan hal-hal semu seperti food, fashion, and fun. Anak muda Islam dengan akidah yang belum kuat mudah tergoda dengan pemikiran-pemikiran ini. Standar kesuksesan saat ini telah bergeser menjadi hal-hal yang bersifat materialistis. Sosial media yang berkembang dan tantangan arus globalisasi yang kuat tidak diimbangi oleh kualitas SDM yang baik membuat anak muda saat ini mudah terombang-ambing.   
Pemikiran-pemikiran self oriented yang menggembor-gemborkan pencapaian diri sangat terasa di kehidupan anak muda Islam saat ini. Dengan massifnya sosial media membuat seluruh anak muda haus akan capaian-capaian duniawi yang seakan tidak ada habisnya. Isu-isu mental health juga menambah sederet permasalahan anak muda. Jika kita melihat kembali sejarah saat ummat Islam mengalami masa-masa emasnya, anak muda memiliki kekuatan yang besar. Kita bisa mencontoh Muhammad Al Fatih, di usianya yang masih 21 tahun dapat menaklukkan Kota Konstantinopel. Di zaman Nabi Muhammad SAW, anak-anak muda menjadi kekuatan dakwah. Kita bisa melihat Ali bin Abi Thalib, Musháb bin Umair dan masih banyak lagi sahabat nabi yang memeluk Islam di masa muda dan ikut bersama-sama dengan Nabi berdakwah menegakkan Islam. Namun, saat ini anak muda disibukkan dengan dirinya sendiri sehingga tidak memiliki kekuatan.
Pemikiran-pemikiran sekularisme tidak hanya menjangkiti anak muda, di dunia pemerintahan baik Indonesia secara khusus maupun negara-negara lainnya seakan berlomba-lomba meningkatkan pendapatan negaranya melalui jalan apapun. Uang seakan menjadi ukuran segalanya. Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) selalu menjadi indikator dalam menentukan maju atau tidaknya suatu negara. Peningkatan PDB selalu diikuti oleh ketimpangan yang tinggi dikarenakan orang-orang yang memiliki pendapatan menengah ke atas semakin mudah mendapatkan uang dan suka menumpuk harta sedangkan masyarakat menengah kebawah sulit mencari sumber rezeki. Penguasaan kekayaan yang timpang ini dikarenakan masyarakat masih belum memasukkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pejabat-pejabat rakus dengan membuat kebijakan yang menguntungkan diri sendiri tanpa melihat kemaslahatan ummat.
Ghawzul fikr yang semakin massif ini berdampak pada banyak hal. Di dunia pendidikan, kurikulum pendidikan yang masih jauh dari nilai-nilai fitrah dan masih suka berganti-ganti. Kurikulum pendidikan saat ini membentuk anak Indonesia menjadi mental pekerja yang tujuannya hanya menghasilkan uang. Nilai-nilai karakter sulit untuk ditanamkan. Di dunia kesehatan, semakin banyak trend-trend makanan fast food yang membuat kesehatan ummat semakin buruk. Trend kulineran dan makan-makan sangat mudah di temui di youtube. Padahal jika kita melihat nilai-nilai Islam, makanan dapat melemahkan nafsu dan akan melemahkan iman. Thibbun nabawi yang seharusnya menjadi pola hidup sehat dengan meniru pola hidup Rasulullah seakan-akan jauh dari masyarakat.  
Permasalahan lain yaitu belum bersatunya ummat Islam. Ego antar golongan yang tinggi dan menganggap dirinya paling baik membuat ummat Islam sulit bersatu. Tak jarang antar satu ulama dan ulama yang lain apabila berbeda pendapat saling menghujat dan saling melemahkan. Adanya kelompok ummat islam yang telah disusupi oleh pemahaman-pemahaman liberal juga mempersulit persatuan ummat Islam. Saat ini ummat Islam juga dilanda oleh permasalahan penjajahan Israel atas Palestina. Masjidil Aqsha, yang merupakan kiblat pertama ummat Islam dan bumi Syam yang merupakan tanah yang di berkahi saat ini masih dalam masa-masa konflik. Selain di Palestina, terdapat wilayah-wilayang lain dengan kondisi ummat muslim yang masih dalam tekanan penjajahan bahkan genosida, yaitu Rohingya, dan Uighur. Pengaruh geopolitik sangat besar mempengaruhi kondisi ummat Islam. Amerika Serikat saat ini mulai dalam masa-masa krisis dan ketidak stabilan ekonomi, sementara kekuatan China mulai mengganti. Kondisi ini yang mengakibatkan ketidakstabilan kondisi di dunia. Negara-negara Islam masih memiliki pengaruh yang lemah di dunia Internasional.Upaya diplomasi maupun mengutuk keras atas tindakan Israel yang disuarakan oleh negara-negara Islam seakan tidak berpengaruh terhadap Israel. Negara-negara Islam belum bisa bersatu dan menekan Israel. Di antara umat Islam sendiri, juga masih banyak perbedaan berkaitan dengan pembelaan terhadap saudara-saudara kita di Palestina.
4 notes · View notes
chocohazel · 1 year ago
Text
Mastatho'tum!
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan” — Al Baqarah: 195
Suatu ketika dikisahkan ada seorang anak muda yang menegur Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu ‘anhu dengan ayat di atas. Teguran ini beralasan, karena di usia sepuh–nyaris satu abad, Abu Ayyub Al Anshari terus saja memenuhi panggilan jihad fii sabilillah. Maka menurut anak muda ini, ikut perang dengan fisik yang kian lemah dan tidak lagi gesit sebagaimana anak muda adalah pilihan yang beresiko. Dan ia khawatir bahwa Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu ‘anhu malah tergolong sebagai orang yang menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan.
Namun alih-alih gentar, ketika anak muda itu membacakan ayat tersebut, Abu Ayyub justru gusar. Ia lalu bertanya, “wahai anak muda, tahukan kau apa makna ayat yang kau bacakan itu?” Abu Ayyub tahu betul apa maknanya. Sebab ia hidup dan menyaksikan sendiri bagaimana peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat tersebut. Dan konteksnya sungguh berbeda dengan apa yang dipahami oleh si anak muda.
Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu mengisahkan, “Setelah Allah memberikan kejayaan kepada Islam, para pengikutnya bertambah banyak, maka kami saling berbisik sesama kami, ‘Harta kita sudah ludes dan Allah sudah memenangkan Islam. Bagaimana kalau kita cuti sejenak dari jihad untuk mengurusi kembali urusan bisnis, ladang, ternak.’ Lalu mereka menghadap kepada Rasulullahﷺ untuk mengajukan izin cuti dari jihad dan pengorbanan. Lalu turunlah ayat “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan.” — Al Baqarah: 195
Abu Ayyub selanjutnya menegaskan, “kebinasaan adalah bila kami terbelenggu dengan harta dan meninggalkan jihad.”
Sebagaimana kisah yang populer, di akhir hidupnya Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu ‘anhu menemui syahid yang ia rindukan setelah sempat berwasiat untuk dimakamkan di tempat terdekat dengan keberadaan musuh yang dapat dijangkau oleh muslimin. Mastatho'tum. Delapan abad berselang, makam Abu Ayyub Al Anshari kemudian menjadi salah satu penguat ketika pengepungan empat puluh hari yang dilakukan oleh sebaik-baik pemimpin juga sebaik-baik pasukan pembebas Konstantinopel tampak mengalami kebuntuan.
Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu berhasil dengan sempurna menjadi teladan bagi siapa saja yang mengaku mengambil bagian dalam jalan juang dakwah. Sebab setelah turun ayat
“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” — At Taubah: 41
terhapuslah semua alasan bagi kita untuk mengabaikan seruan-seruan yang sejatinya justru menyelamatkan diri kita dari kebinasaan.
Maka penuhilah seruan-seruan itu dan kejarlah mastatho’tum.
Terakhir, jika keraguan terhadap diri sendiri membuatmu mengerdilkan potensi hingga membatasi perjuangan; ingat kembali bahwa mastatho’tum adalah titik yang kita temui ketika kita berjuang maksimal—mengerahkan seluruh yang kita punya sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita.
Aulia kepada Aulia
14 notes · View notes
hoerbahnblog · 2 years ago
Text
"Metropolen der Moderne" – Friedrich Lenger spricht mit Uwe Kullnick über europäische Stadtgeschichte seit 1850 – Histothek on Stage
[vc_row][vc_column][vc_column_text]Hörbahn on Stage Wer war Helmut Gröttrup? “Metropolen der Moderne” – Friedrich Lenger spricht mit Uwe Kullnick über europäische Stadtgeschichte seit 1850 – Histothek on Stage Lesung und Gespräch erfolgten als Zoom-Meeting. Wir bitten die fehlerhafte Tonqualität der Aufzeichnung zu entschuldigen.  Einführung durch Friedrich Lenger (Hördauer ca. 09…
Tumblr media
View On WordPress
0 notes
madameli · 1 year ago
Text
Tumblr media
0 notes