#keadilan ekologis
Explore tagged Tumblr posts
Text
Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) X Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat, Senin (15/1/2024).
2 notes
·
View notes
Text
Bedah buku fiqh ekologi karya Dr Agus Hermanto M.H.I
*Buku "Fikih Ekologi" karya Dr. Agus Hermanto, M.H.I., mengupas secara mendalam bagaimana perspektif Islam memandang dan memberikan panduan terkait isu-isu lingkungan hidup. Dalam konteks dunia modern yang menghadapi berbagai tantangan ekologis seperti pemanasan global, polusi, dan eksploitasi sumber daya alam, buku ini hadir sebagai panduan berbasis nilai-nilai agama yang relevan.
*Isi Buku •Landasan Teoritis dan Spiritualitas Ekologi dalam Islam Dr. Agus Hermanto memulai dengan menjelaskan konsep tauhid (keesaan Allah) sebagai landasan utama kesadaran ekologis. Alam dilihat sebagai ciptaan Allah yang memiliki hubungan timbal balik dengan manusia. Segala tindakan manusia terhadap lingkungan harus berlandaskan prinsip keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab.
•Fikih sebagai Kerangka Solusi Buku ini menawarkan pendekatan fikih yang relevan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengintegrasikan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang mengajarkan pelestarian alam, seperti larangan berbuat kerusakan di muka bumi (fasad), serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
•Praktik Nyata Fikih Ekologi Bapak Agus Hermanto, M.H.I., memberikan contoh nyata tentang bagaimana fikih bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti efisiensi penggunaan air, pengelolaan sampah, perlindungan hewan, dan pelestarian sumber daya alam. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga solusi praktis untuk isu-isu kontemporer.
•Konteks Global dan Lokal Buku ini juga menyoroti bagaimana fikih ekologi dapat diterapkan dalam konteks global dan lokal. bapak Agus Hermanto, H.M.I., mengajak pembaca untuk memahami bahwa krisis lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas budaya dan agama.
•Keunggulan Buku Pendekatan Komprehensif: Penulis berhasil menghubungkan konsep fikih klasik dengan tantangan ekologis modern. Relevansi Praktis: Buku ini memberikan solusi aplikatif yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Bahasa yang Mudah Dipahami: Meski membahas isu yang kompleks, buku ini disampaikan dengan bahasa yang ringan dan sistematis.
•Kesimpulan Buku "Fikih Ekologi" merupakan karya penting yang mengingatkan pembaca akan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dr. Agus Hermanto berhasil memadukan ajaran agama dengan solusi untuk permasalahan ekologis. Buku ini cocok dibaca oleh para pemimpin agama, akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih jauh hubungan antara Islam dan pelestarian lingkungan.
Buku ini bukan hanya wacana akademik, tetapi juga ajakan untuk bertindak demi menjaga alam sebagai amanah dari Allah.
2 notes
·
View notes
Text
Refleksi Kelas Sosial #1
Tanpa akal yang rasional, sepertinya akan sedikit sulit untuk membedakan filsuf dan sofis di zaman sekarang yang penuh keumuman ini.
Sofis dikenal dengan kecerdasannya yang diperjualbelikan demi kekuasaan, bukankah di zaman sekarang banyak juga golongan sarjana yang seperti itu? Mereka menggunakan ilmunya untuk penghambaan materi semata. Tanpa menyelidiki apakah ilmunya digunakan untuk keadilan atau justru menyebabkan ketidakadilan. Lihat saja kasus UKT 2024 ini, birokrasi kampus yang katanya dipenuhi orang terdidik justru akal sehatnya diperdagangkan demi kepentingan pribadi bahkan keinginan itu didukung oleh instansi. Namun banyak juga orang yang mewajarkan, toh dosen dapat gaji dari mengajar wajar saja ukt mahal, belanya.
Sofis juga dikenal dengan retorikanya yang meyakinkan dan terkadang masuk akal namun dibalik itu justru mereka menyesatkan, bukankah pejabat-pejabat kita pun seperti itu? Ketika ada kebijakan yang kita rasa tidak sesuai dan malah mengacaukan kehidupan rakyat, tapi kebanyakan kita justru yakin-yakin saja, mudah percaya berkat kesederhanaan diri sang penguasa. Kita seolah-olah merasa pejabat itu berada di pihak kita, namun aslinya kita sedang dininabobokan oleh janji manis, kita musti sadar bahwa mereka cenderung menyembunyikan kebenaran yang tidak menguntungkan bagi kepentingannya. Lihat saja kasus-kasus perampasan kepemilikan tanah warga demi proyek besar, warga dijanjikan lapangan pekerjaan tetapi tak juga kunjung ada. Namun sebagian kita mewajarkan, toh pembangunan juga untuk kesejahteraan bersama, belanya.
Mirisnya lagi, di era informasi ini kebanyakan kita mulai sulit membedakan benar dan salah, contohnya pemilu 2024 kemarin, debat pilpres terasa tak berguna. Kebanyakan kita lebih tertarik dengan goyangan, makanan gratis, serangan fajar sad boy ehe, ketimbang narasi-narasi terkait kebijakan pemerintahan kedepan yang lebih masuk akal dalam mensejahterakan masyarakat. Pernyataan influencer ber-followers banyak lebih didengarkan, mudah viral ketimbang ahli ekologi, ahli hukum, dan guru besar lainnya yang mengkaji kebijakan-kebijakan para calon presiden. Namun, kebanyakan kita enggan peduli, toh yang penting pilih presiden yang gaul, kaya raya, banyak artis dipihaknya, nanti bagi-bagi duit lagi kalau sudah naik jadi presiden, belanya.
Di zaman yunani, filsuf bernama sokrates lah yang paling menunjukkan anti terhadap kaum sofis, walaupun pada akhirnya ia dihukumi sebagai pemberontak dan dipaksa membunuh dirinya dengan meminum racun, namun hal itu diterima oleh sokrates, sebab ia ingin menunjukkan betapa ia menjaga kebenaran yang ia pegang walaupun nyawa sebagai taruhannya. Perlu kita ketahui juga, sokrates berada pada kalangan orang berada sebab ibunya adalah seorang bidan, mungkin saja hal itu menjadi sebab wajarnya sokrates tidak takut ketika memberontak kebijakan pemerintah di yunani, berbeda halnya dengan sofis yang geraknya terbatasi sebab penghasilannya bergantung pada patuhnya ia ke penguasa. Liat saja guru-guru honorer saat ini yang gajinya sungguh tidak manusiawi, apakah mereka berani menyuarakan ketidakadilan pemerintah dengan perut kosong? Tentu tidakkan. Lihat saja sebagian dosen-dosen di negeri ini, jarang yang berani menentang kediktatoran birokrat apalagi pemerintahan sebab kehidupannya bergantung di tangan penguasa tersebut.
Ini mungkin akan membuatmu sedikit bingung.
Yah saat ini kebanyakan kita sulit membedakan filsuf dan sofis. Hingga wajar jika kebenaran terlihat hanya bersifat relatif. Terkadang sofis kita anggap sebagai filsuf, dan bisa jadi yang kita anggap filsuf justru berhati sofis. Tapi saya tidak menyudutkan sokrates yaa.. jangan salah paham, saya hanya ingin menjelaskan bahwa perjuangan juga butuh materi agar tak ada keterikatan dengan penguasa.
Pada akhirnya yang ingin saya sampaikan, menjadi manusia tidak cukup hanya dengan memiliki pikiran cerdas dan materi yang cukup, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakan pikiran dan materi itu dengan bijak.
Apakah kamu termasuk filsuf atau sofis di kehidupan ini?
4 notes
·
View notes
Text
Esai
sagea dan masa depan ekologi
Anggaplah kita sedang lupa tentang perjuagan mama Aleta baun di Nusa tenggara timur yang berjuang selama Bertahun-tahun untuk menghentikan aktivitas penambangan batu marmer di tempat keramat suku molo. Perusahaan tambang marmer itu beroperasi tanpa konsultasi dengan masyarakat setempat. Perlawanan itu di picu karena di saat aktivitas penambangan di mulai, ada berbagai macam bencana yang melanda masyarakat sekitar.
Akibat dari perusahaan tersebut adalah penggundulan hutan, tanah longsor dan meracuni sungai yang merupakan bahan makanan, minuman, obat dan juga pewarna alam dalam menenun bagi penduduk setempat.
Pada 1990-an Aleta baun bersama tiga wanita lain menggalang dukungan dari desa ke desa, berjalan kaki selama enam jam, ini bukan jarak tempuh yang dekat.
Gerakakan protes yang di lakukan oleh mama Aleta telah mendapatkan balasan kekerasan dari para penambang sehingga mama Aleta dengan terpaksa lari ke hutan bersembunyi dari ancaman pembunuhan. Di tengah-tengah intimidasi Aleta baun tetap mengkampanyekan perlawanan meolak penambangan batu marmer yang sudah berlangsung sejak 1980-an.
Hingga pada 2016 Aleta baun berhasil menggalang ratusan penduduk desa, dengan berjumlah 150 orang yang terdiri dari perempuan dengan gerakan menenun di depan pintu masuk tambang dan menduduki bukit anjaf juga bukit nausus di kaki gunung selama satu tahun. sementara kaum pria membantu dengan mengasuh anak, memasak dan mengirimkan makanan pada kaum wanita yang terus menenun menghalangi aktivitas penambangan, meski ancaman kekerasan dan intimidasi menghampiri setiap saat.
Atau anggaplah kita tidak tahu menahu soal gerakan memeluk pohon di wilayh perbukitan dan pegunungan india yang menggantungkan hidup pada hutan. Hutan menyediakan bahan makanan, pakan ternak, sumberdaya air dan tanah. keselarasan dengan alam sangatlah penting karena hutan adalah segala-galanya bagi mereka.
Perlawanan pun muncul, akibat kendali hutan di ambil alih oleh pemerintah. Gerakan yang di bangun, mulai dengan pembakaran rumah secara sengaja oleh orang-orang dari kumaon dan menjadikan hutan sebagai rumah. karena bagi mereka hutan sudah seperti rumah ibu mereka. pembukaan hutan itu hanya untuk kepentingan komersial sehingga bisa menghilangkan hak-hak tradisional warga tempatan.
Salah satu pelopor gerakan itu adalah chandi prasad bhatt, juga sebagai pekerja sosial yang menganut ajaran Mahatma gandhi yang membangun kemandirian dan kewirausahaan hingga mendirikan usaha kecil dengan memanfaatkan sumberdaya hutan. Mereka bertekad mempertahankan hak-hak hutan dari korporasi yang akan mengeksploitasi hutan. semangat protes terus di kobarkan.
Dari dua toko gerakan penyelamatan lingkungan tersebut, mengingatkan kita kepada seorang perempuan berumur 70-an tahun. seorang Pejuang lingkungan yang menantang kehadiran pertambangan karena di anggap merusak lingkungan bahkan sumber daya air, pangan, hutan serta merusak ekostem yang ada di daerahnya. Ia sampai hari ini masih terus eksis menyuarakan keadilan ekologi di desa sagea-kiya. Sehat selalu mama Ama. Semoga jou Allah ta’ala menganugerahi badan yang sehat dan umur yang panjang.
Mama Maryama
Ibu rumah tangga; pejuang lingkungan di desa sagea-kiya
Pesan leluhur yang di teruskan oleh mama Ama pada generasi hari ini “Gae re gele neste rfaftote bo tjaga re tpalihara pnuw re boten enje fafie” Artinya, “leluhur pernah berpesan bahwa kita harus menjaga dan pelihara kampung ini dengan baik-baik”.
Boki moruru yang menurut cerita, sebagai satu tempat perjumpaan dan bersemayamnya cinta kasih Mon takawai dan putri Sarimadago. Untuk melindungi tempat bersejarah itu, maka kita harus hidup selaras berdampingan dengan keindahan alam sagea-kiya yang telah di wariskan secara turun temurun, mama Ama berdiri menantang perusak lingkungan sejak tahun 2014 dan sampai saat ini, semangat perjuangan belum pernah pudar.
Di dalam aksi unjuk rasa yang melibatkan perempuan dan pelajar, mama Ama sempat meneteskan air mata saat melihat anak-anak sekolah berseragam merah putih berjalan di bawah terik panasnya matahari. “saya tara simore kalau tambang ini masuk, inga tong pe ana-ana punya masa depan.” (saya tidak bangga kalau tambang terus beroperasi, karena mengingat masa depan anak cucu) kata mama Ama sambil mengusap air mata.
Desa sagea dan kiya, masyarakatnya yang hidup berdampingan dengan alam, ini berlangsung selama ber-abad-abad. Danau yonelo dan talaga lagaelol yang merupakan sumber penghasilan, sungai boki moruru sebagai sumber air, pemandangan yang estetik, air yang jernih dan hutan yang lebat. Kini dalam bayang-bayang kehancuran, ulah dari rakusnya pemerintah dengan menjadikan tambang sebagai satu-satunya sumber penghidupan.
Jika investasi tambang ini di permasiv, menjadikan hutan yang lebat jadi gundul, maka kerusakan dan bencana ekologi akan menghampiri kita. Apakah kita tidak pernah tahu? seperti apa pulau gebe, moor nopo di halmahera timur yang di genangi lumpur, desa kawasi di pulau obi yang laut dan suber air minum di cemari, bahkan desa lelilef dan sawai yang hari ini menjadi bukti nyata rusaknya ekosistem yang makin parah dan juga tempat langganan dengan banjir yang berakibat pada pembukaan lahan secara besar-besaran oleh PT. iwip.
Jangan karena untuk kesenangan sementara, kita biarakan exavator yang menjelma sebagai predator dan datang lalu meneror, menancapkan kuku besinya pada perut bumi yang menyebabkan makin menipisnya lapisan ozon. Tidak hanya perang nuklir yang mengakibatkan jutaan orang kehilangan nyawa dan tempat tinggl, akan tetapi pertambangan, ketiadaan sumber air, pangan dan mata rantai kehidupan lainnya juga akan berakibat pada jutaan orang kehilangan nyawa dan tempat tinggal pula.
Eric weiner seorang penulis buku the geography of bills, mengatakan “ketika pohon terakhir di tebang, ketika sungai terakhir di kosngkan, ketika ikan terakhir tangkap, barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang”. Dalam buku memandang arti kebahagiaan itu, Eric memandang bahagia tidak harus mewah, cukup dengan melakukan sesuatu yang sederhana tapi memilliki makna dan arti yang besar.
Bahagia tak harus mengorbankan alam, cukup kita hidup selaras dengannya, maka keadilan ekologi akan seimbang. Hal ini telah terjadi pada kehidupan warga sagea-kiya sebelumnya dan saat ini masih di lindungi oleh mereka yang merasakan tentang batinnya ekologi.
Di zaman modern serba teknologi ini, telah merubah cara pandang kita sesama manusia, cara kita memandang alam hingga lupa bagaimana cara kita menunjukkan kasih sayang. Jika saling berpelukan bukan menunjukkan satu cara yang arif, jika memeluk manusia adalah cara yang berbahaya maka marilah kita memeluk pohon sebagai tanda kecintaan kita terhadap alam.
Dalam perjuangan mama Ama, akan menginspirasikan banyak kalangan perempuan untuk menjadi mama Ama yang baru sehingga berdiri menantang penguasa dan katakan bahwa boki moruru, talaga yonelo, lagaelol, sungai dan pohon adalah ekonomi warga yang permanen. Hanya dengancara ini kita bisa mencegah lajunya devorestasi dan hancurnya keragaman hayati.
Mereka yang sedang berjuang melestarikan alam adalah bagian dari kita. Maka mari kita jadikan ini sebagai perjuangan bersama untuk bumi yang lebih lestari. Jika kebersamaan adalah jalan menuju keberhasilan, maka kelak akan di kenang sebagai gerakan yang menunjukkan kekuatan perempuan dalam konservasi dan melindungi ekologi.
“sio rela minyou tailama minyou duka la re balisa” (jika kita memandang lautan yang teduh di atas keteduhan itu menyimpan berita duka maka kita pun turut berduka; syair lala)
“siksa re melarat ene tharap iso pa masolo itero” (sengsara dan menderita bukan orang lain yang merasakan tapi kita). “itero ta bot falgali tharap kngat lima nalik pa” (torang sudah yang mo baku bantu jangan harap orang lain).
#Jaga kampung #Rawat budaya
-Oleh San Merah
3 notes
·
View notes
Text
Kerusakan Lingkungan di Gorontalo Masif, WALHI Nilai Pemda Naif Ambil Langkah
Nusatimes.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) melaksanakan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup I WALHI Gorontalo, Kamis (23/1) di Hotel Damhil, Kota Gorontalo. Kegiatan ini mengusung tema “Pulihkan Gorontalo Wujudkan Keadilan Ekologis”. Defri Sofyan Eksekutif daerah WALHI Gorontalo mengatakan, kerusakan lingkungan hidup di Gorontalo masif dan ketimpangan sosial sangat tinggi. WALHI…
0 notes
Text
Yayasan Bina Desa Membuka 2 Posisi Lowongan Pekerjaan, Penempatan di Jakarta Timur
YAYASAN BINA DESA JOB VACANCIES 2025 Bina Desa merupakan Lembaga Organisasi Non-Pemerintah (ORNOP) di bidang pemberdayaan sumber daya manusia pedesaan yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1975. Bina Desa memiliki Visi terwujudnya kehidupan dan tatanan masyarakat yang memperhatikan keadilan gender, keadilan sosial dan keadilan ekologi secara holistik, demokratis, adil dan sejahtera. Serta Misi…
0 notes
Text
Fikih Ekologi Menurut Pemikiran Dr Agus Hermanto M.H.I didalam buku Fikih Ekologi Karangan Dr Agus Hermanto M.H.I
Berikut penjelasan tentang Fikih Ekologi berdasarkan pemikiran Dr. Agus Hermanto yang terdapat dalam buku "Fikih Ekologi" karangan beliau:
Definisi Fikih Ekologi * Fikih Ekologi adalah cabang ilmu fikih yang membahas hukum Islam terkait interaksi manusia dengan lingkungan. Ini mencakup prinsip dan aturan pelestarian alam, pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan, dan pencegahan kerusakan lingkungan. * Secara istilah: Fikih Ekologi merupakan pemahaman mendalam atas hukum-hukum syariah untuk menyelesaikan masalah interaksi antara makhluk hidup dengan sesamanya dan lingkungannya.
Latar Belakang Perlunya Fikih Ekologi * Krisis Lingkungan: Krisis lingkungan hidup yang terjadi saat ini mendorong perlunya kajian Fikih Ekologi untuk mencari solusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. *Tanggung Jawab Manusia: Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Fikih Ekologi memberikan panduan tentang bagaimana menjalankan tanggung jawab tersebut. * Ajaran Islam: Islam memberikan panduan lengkap tentang interaksi manusia dengan alam. Fikih Ekologi menggali dan merumuskan panduan tersebut secara lebih sistematis.
Prinsip-Prinsip Fikih EkologiFikih Ekologi didasarkan pada beberapa prinsip kunci, antara lain: * Tauhid: Mengakui Keesaan Tuhan dan alam sebagai ciptaan-Nya. * Khalifah: Manusia sebagai wakil Tuhan di bumi, bertanggung jawab untuk mengelolanya dengan baik. * Mizan: Menjaga keseimbangan ekosistem dan keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam. * Amanah: Tanggung jawab manusia terhadap kelestarian alam. * Rahmatan Lil 'Alamin: Bersikap rahmat bagi seluruh alam.Ruang Lingkup Kajian Fikih EkologiRuang lingkup Fikih Ekologi sangat luas, mencakup: * Interaksi manusia dengan manusia: Bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain dalam konteks sosial dan lingkungan. * Interaksi manusia dengan lingkungan: Bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan binaan, seperti pembangunan dan tata kota. * Interaksi manusia dengan alam: Bagaimana manusia berinteraksi dengan alam, seperti pelestarian dan pencemaran.
Maqashid Syariah (Tujuan Hukum Islam) dalam Fikih EkologiFikih Ekologi didasarkan pada maqashid syariah (tujuan-tujuan hukum Islam), yaitu: * Memelihara Kemaslahatan: Fikih Ekologi bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi manusia dan lingkungan. * Mencegah Kemudaratan: Mencegah tindakan yang merusak lingkungan. * Keseimbangan: Menjaga keseimbangan antara kepentingan manusia dan kelestarian alam.Kerusakan Lingkungan dan PenanggulangannyaBuku ini membahas berbagai bentuk kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air, pencemaran udara, dan kerusakan daratan, serta menawarkan solusi penanggulangannya berdasarkan prinsip-prinsip Fikih Ekologi.
Ekologi Kampus Dr. Agus Hermanto M.HI. memberikan perhatian khusus pada konsep "Ekologi Kampus" atau "Green Campus," yaitu mewujudkan kampus yang berwawasan lingkungan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain penghijauan, pengelolaan sampah, dan penghematan energi.
1 note
·
View note
Text
Opini : Upaya Merawat Lingkungan Hidup Berbasis Konsep Maqashid Syariaholeh A Mutakin Menurut Dr. Agus Hermanto, M.H.I
Dr. Agus Hermanto, M.H.I, dalam berbagai tulisannya, sering menekankan pentingnya merawat lingkungan hidup sebagai bagian integral dari maqashid syariah (tujuan syariat). Maqashid syariah bertujuan untuk menjaga lima aspek utama kehidupan manusia: agama (hifz ad-din), jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-‘aql), keturunan (hifz an-nasl), dan harta (hifz al-maal). Dalam konteks lingkungan hidup, perhatian terhadap maqashid syariah dapat diartikan sebagai berikut:
Hifz Ad-Din (Menjaga Agama): Lingkungan yang sehat dan lestari mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT sebagai Khalifah di bumi. Merusak lingkungan dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan oleh Allah.
Hifz An-Nafs (Menjaga Jiwa): Lingkungan yang bersih dan sehat mendukung kehidupan manusia, karena polusi dan kerusakan lingkungan dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental manusia.
Hifz Al-‘Aql (Menjaga Akal): Kerusakan lingkungan dapat mengganggu kemampuan manusia untuk berpikir secara jernih akibat polusi atau kekurangan sumber daya alam. Menjaga lingkungan adalah bentuk tanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang mendukung kecerdasan manusia.
Hifz An-Nasl (Menjaga Keturunan): Pelestarian lingkungan menjamin keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. Ini adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab antar-generasi.
Hifz Al-Mal (Menjaga Harta): Sumber daya alam adalah bagian dari harta yang harus dilestarikan dan digunakan secara bijak agar tidak terjadi eksploitasi yang merugikan.
Dr. Agus Hermanto menghubungkan konsep maqashid syariah dengan etika lingkungan, menunjukkan bahwa perilaku manusia terhadap lingkungan harus berdasarkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab. Ia juga menekankan bahwa Islam mendorong manusia untuk menjadikan bumi sebagai tempat yang layak huni dengan menjaga ekosistem dan menghindari tindakan destruktif. Menurut beliau, upaya merawat lingkungan berbasis maqashid syariah dapat dilakukan dengan berbagai langkah, seperti:
Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan sebagai bagian dari ibadah.
Implementasi kebijakan berbasis keadilan ekologis.
Penguatan kesadaran tentang bahaya kerusakan lingkungan dalam perspektif syariah.
Pendekatan ini tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga praktis, karena mengintegrasikan prinsip keislaman dengan solusi nyata terhadap tantangan lingkungan global.
1 note
·
View note
Text
Produsen Minyak Sacha Inchi Asli di Malang , Hub 0889-8964-3555
Hubungi 0889-8964-3555, Dalam industri nutrasetika yang terus berkembang, peran produsen minyak Sacha Inchi menjadi kunci dalam menyediakan solusi kesehatan yang berkualitas tinggi. Artikel ini akan menjelajahi keunggulan produsen dalam memahami esensi kualitas, keberlanjutan, dan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh minyak Sacha Inchi.
Hubungi kami via https://wa.me/6288989643555
Kualitas Bahan Baku yang Unggul
Produsen minyak Sacha Inchi unggul dalam memilih dan menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi. Proses ekstraksi dimulai dengan pemilihan biji Sacha Inchi yang terbaik, memastikan kandungan nutrisi optimal dalam minyak yang dihasilkan.
Inovasi dalam Proses Ekstraksi
Keahlian produsen tidak hanya terletak pada pemilihan bahan baku, tetapi juga dalam inovasi dalam proses ekstraksi. Proses modern yang digunakan memastikan bahwa minyak Sacha Inchi diekstraksi dengan efisiensi tinggi, meminimalkan kerugian nutrisi selama produksi.
Pemahaman Mendalam tentang Kandungan Nutrisi
Dalam upaya untuk menyediakan produk berkualitas tinggi, produsen memahami secara mendalam tentang kandungan nutrisi yang dimiliki oleh minyak Sacha Inchi. Ini termasuk pemahaman mendalam tentang asam lemak omega-3, vitamin, dan antioksidan yang membuat minyak ini menjadi suplemen kesehatan yang berharga.
Komitmen pada Standar Kualitas Tinggi
Komitmen pada standar kualitas tinggi menjadi landasan utama produsen minyak Sacha Inchi. Mereka mengikuti pedoman regulasi yang ketat untuk memastikan bahwa setiap tahap produksi memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ditetapkan.
Ketersediaan Produk Berkelanjutan
Dalam pandangan produsen, ketersediaan produk berkelanjutan adalah prioritas. Ini melibatkan upaya untuk menjaga pasokan minyak Sacha Inchi yang stabil, menjauhkan bisnis dan konsumen dari ketidakpastian pasokan.
Pembinaan Hubungan dengan Petani Lokal
Produsen minyak Sacha Inchi sering berkolaborasi dengan petani lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan memastikan pasokan biji yang berkualitas. Ini menciptakan hubungan saling menguntungkan yang membantu masyarakat lokal dan mendukung ekonomi lokal.
Fokus pada Keberlanjutan
Keberlanjutan adalah aspek integral dalam operasi produsen. Mereka mengusahakan penggunaan praktik keberlanjutan dalam setiap langkah produksi, termasuk pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan upaya untuk mengurangi dampak ekologis.
Penelitian dan Pengembangan Berkelanjutan
Produsen minyak Sacha Inchi yang unggul terlibat dalam penelitian dan pengembangan berkelanjutan. Ini mencakup upaya untuk terus meningkatkan proses produksi, menemukan inovasi baru, dan menggali manfaat kesehatan potensial dari minyak Sacha Inchi.
Komitmen pada Etika dan Keadilan Sosial
Etika dan keadilan sosial menjadi fokus penting bagi produsen. Mereka berkomitmen untuk memberikan imbalan yang adil kepada petani dan pekerja yang terlibat dalam produksi, menciptakan dampak positif dalam rantai pasokan secara keseluruhan.
Kemitraan dengan Ahli Kesehatan
Produsen minyak Sacha Inchi terlibat dalam kemitraan dengan ahli kesehatan. Mereka berkolaborasi dengan dokter, ahli gizi, dan peneliti untuk memahami lebih dalam manfaat kesehatan dari minyak ini, serta menyediakan informasi yang tepat kepada konsumen.
Transparansi dalam Informasi Produk
Dalam semangat transparansi, produsen memberikan informasi produk yang transparan kepada konsumen. Ini mencakup asal-usul bahan baku, metode ekstraksi, hasil uji laboratorium, dan informasi nutrisi yang membantu konsumen membuat keputusan informan.
Berkomitmen pada Edukasi Konsumen
Produsen minyak Sacha Inchi bukan hanya penjual produk, tetapi juga pendidik. Mereka berkomitmen pada edukasi konsumen dengan menyediakan sumber daya, artikel informatif, dan panduan pemakaian untuk meningkatkan pemahaman konsumen tentang manfaat kesehatan minyak Sacha Inchi.
Produsen minyak Sacha Inchi memiliki peran sentral dalam memberikan solusi kesehatan berkualitas tinggi kepada konsumen. Dengan pemahaman mendalam tentang kualitas, keberlanjutan, dan manfaat kesehatan, produsen menciptakan produk yang bukan hanya menjadi suplemen, tetapi juga investasi dalam kesehatan jangka panjang.
Hubungi kami
WA : 0889-8964-3555
Link Whatsapp
0 notes
Text
Kualitas dari Supplier Sacha Inchi, Hub 0889-8964-3555
Hubungi 0889-8964-3555, Dalam industri nutrasetika yang terus berkembang, peran produsen minyak Sacha Inchi menjadi kunci dalam menyediakan solusi kesehatan yang berkualitas tinggi. Artikel ini akan menjelajahi keunggulan produsen dalam memahami esensi kualitas, keberlanjutan, dan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh minyak Sacha Inchi.
Hubungi kami via https://wa.me/6288989643555
Kualitas Bahan Baku yang Unggul
Produsen minyak Sacha Inchi unggul dalam memilih dan menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi. Proses ekstraksi dimulai dengan pemilihan biji Sacha Inchi yang terbaik, memastikan kandungan nutrisi optimal dalam minyak yang dihasilkan.
Inovasi dalam Proses Ekstraksi
Keahlian produsen tidak hanya terletak pada pemilihan bahan baku, tetapi juga dalam inovasi dalam proses ekstraksi. Proses modern yang digunakan memastikan bahwa minyak Sacha Inchi diekstraksi dengan efisiensi tinggi, meminimalkan kerugian nutrisi selama produksi.
Pemahaman Mendalam tentang Kandungan Nutrisi
Dalam upaya untuk menyediakan produk berkualitas tinggi, produsen memahami secara mendalam tentang kandungan nutrisi yang dimiliki oleh minyak Sacha Inchi. Ini termasuk pemahaman mendalam tentang asam lemak omega-3, vitamin, dan antioksidan yang membuat minyak ini menjadi suplemen kesehatan yang berharga.
Komitmen pada Standar Kualitas Tinggi
Komitmen pada standar kualitas tinggi menjadi landasan utama produsen minyak Sacha Inchi. Mereka mengikuti pedoman regulasi yang ketat untuk memastikan bahwa setiap tahap produksi memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ditetapkan.
Ketersediaan Produk Berkelanjutan
Dalam pandangan produsen, ketersediaan produk berkelanjutan adalah prioritas. Ini melibatkan upaya untuk menjaga pasokan minyak Sacha Inchi yang stabil, menjauhkan bisnis dan konsumen dari ketidakpastian pasokan.
Pembinaan Hubungan dengan Petani Lokal
Produsen minyak Sacha Inchi sering berkolaborasi dengan petani lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan memastikan pasokan biji yang berkualitas. Ini menciptakan hubungan saling menguntungkan yang membantu masyarakat lokal dan mendukung ekonomi lokal.
Fokus pada Keberlanjutan
Keberlanjutan adalah aspek integral dalam operasi produsen. Mereka mengusahakan penggunaan praktik keberlanjutan dalam setiap langkah produksi, termasuk pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, dan upaya untuk mengurangi dampak ekologis.
Penelitian dan Pengembangan Berkelanjutan
Produsen minyak Sacha Inchi yang unggul terlibat dalam penelitian dan pengembangan berkelanjutan. Ini mencakup upaya untuk terus meningkatkan proses produksi, menemukan inovasi baru, dan menggali manfaat kesehatan potensial dari minyak Sacha Inchi.
Komitmen pada Etika dan Keadilan Sosial
Etika dan keadilan sosial menjadi fokus penting bagi produsen. Mereka berkomitmen untuk memberikan imbalan yang adil kepada petani dan pekerja yang terlibat dalam produksi, menciptakan dampak positif dalam rantai pasokan secara keseluruhan.
Kemitraan dengan Ahli Kesehatan
Produsen minyak Sacha Inchi terlibat dalam kemitraan dengan ahli kesehatan. Mereka berkolaborasi dengan dokter, ahli gizi, dan peneliti untuk memahami lebih dalam manfaat kesehatan dari minyak ini, serta menyediakan informasi yang tepat kepada konsumen.
Transparansi dalam Informasi Produk
Dalam semangat transparansi, produsen memberikan informasi produk yang transparan kepada konsumen. Ini mencakup asal-usul bahan baku, metode ekstraksi, hasil uji laboratorium, dan informasi nutrisi yang membantu konsumen membuat keputusan informan.
Berkomitmen pada Edukasi Konsumen
Produsen minyak Sacha Inchi bukan hanya penjual produk, tetapi juga pendidik. Mereka berkomitmen pada edukasi konsumen dengan menyediakan sumber daya, artikel informatif, dan panduan pemakaian untuk meningkatkan pemahaman konsumen tentang manfaat kesehatan minyak Sacha Inchi.
Produsen minyak Sacha Inchi memiliki peran sentral dalam memberikan solusi kesehatan berkualitas tinggi kepada konsumen. Dengan pemahaman mendalam tentang kualitas, keberlanjutan, dan manfaat kesehatan, produsen menciptakan produk yang bukan hanya menjadi suplemen, tetapi juga investasi dalam kesehatan jangka panjang.
Hubungi kami
WA : 0889-8964-3555
Link Whatsapp
0 notes
Text
25th: Something inspired of 11th image on your phone
Gambar ke-11 yang tersimpan di hp ku adalah tangkapan layar dari tulisan Cak Imin tentang taubat ekologis. Beliau membuka tulisannya dengan ayat ke-41 surat Ar-Rum dari Al-Qur'an serta ensiklik Paus Franciscus: Laudato Si'. Pendekatan yang sungguh baik untuk membawa isu lingkungan ke hadapan masyarakat dari negara yang katanya termasuk negara paling religius di dunia. Aku sendiri baru mendengar istilah taubat ekologis saat debat kemarin. Tapi konsepnya sungguh familiar sejak dulu.
Salah satu hal yang membuatku bersyukur pernah menjadi mahasiswa biologi adalah memiliki kesadaran tentang lingkungan yang mungkin lebih banyak dibandingkan jika aku bukan mahasiswa biologi. Kami mempelajari banyak hal tentang lingkungan, dari ekologi hingga biologi konservasi. Aku nggak asing dengan campaign lingkungan sejak dulu, dan ini juga yang membuatku hingga kini banyak mikirin isu lingkungan, meski ketika masuk ke implementasi tidak semudah itu bahkan sebagai individu.
Dulu aku sempat bilang ke teman kuliah, apa mungkin memang ini cara dunia berakhir, lewat tangan-tangan kotor manusia itu sendiri? (wkwk sangat pesimistik, jangan ditiru). Karena jujur kadang semakin belajar mengenai keadilan lingkungan makin hopeless. Solusi yang diperlukan begitu kompleks dan melibatkan banyak pihak. Aktor yang mendorong perburukan keadaan juga nampaknya sulit sekali dijegal. Belum lagi banyak yang berlindung di balik kekuasaan, membuat diri ini mikir lagi, kita yang rakyat biasa bisa apa?. Makanya aku selalu respect sama perjuangan banyak pihak yang melawan itu semua, cuma bisa mendukung dan menyebarkan kesadaran akan usaha mereka di akun-akun kecilku.
Dari sini juga kepedulianku sama isu-isu pemilu ini hadir. Karena untuk mengatasi masalah kompleks ini, peran pemerintah sangat diperlukan lewat perumusan kebijakan yang baik. Yang bisa menyasar ke titik-titik masalah yang beragam besar kecilnya tanpa pandang bulu. Ini juga yang bikin aku menyimak debat keempat kemarin dengan seksama, meski berujung lebih kecewa dengan kondisi debat yang tidak sekondusif? sesi sebelumnya. Semoga Allah selamatkan Indonesia dari orang-orang yang memandang sebelah mata urgensi isu lingkungan ini.
0 notes
Text
Visi dan Misi Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada Pemilu 2024
BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar Sidang Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum Tahun 2024 yang berlangsung di Gedung KPU, Selasa (14/10/2023). Berdasarkan Penetapan yang tertuang dalam Berita Acara Nomor 1635/PL.01-BA/03/2023 sebagai berikut: - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1, H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. dan Dr. (H.C.) H. A. Muhaimin Iskandar; - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2, H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka; dan - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. dan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD. Adapun visi dan misi dari masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, sebagai berikut : - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1, H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. dan Dr. (H.C.) H. A. Muhaimin Iskandar. - Visi : INDONESIA ADIL MAKMUR UNTUK SEMUA - Misi : - Memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah melalui kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air; - Mengentaskan kemiskinan dengan memperluas kesempatan berusaha dan menciptakan lapangan kerja, mewujudkan upah berkeadilan, menjamin kemajuan ekonomi berbasis kemandirian dan pemerataan, serta mendukung korporasi Indonesia berhasil di negeri sendiri dan bertumbuh di kancah global; - Mewujudkan keadilan ekologis berkelanjutan untuk generasi mendatang; - Membangun kota dan desa berbasis kawasan yang manusiawi, berkeadilan, dan saling memajukan; - Mewujudkan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, berakhlak, serta berbudaya; - Mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera dan bahagia sebagai akar kekuatan bangsa; - Memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara, serta meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia dalam kancah global untuk mewujudkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia; - Memulihkan kualitas demokrasi, menegakkan hukum dan HAM, memberantas korupsi tanpa tebang pilih, serta menyelenggarakan pemerintahan yang berpihak pada rakyat. - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2, H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka - Visi : BERSAMA INDONESIA MAJU MENUJU INDONESIA EMAS 2045 - Misi : - Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM); - Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru; - Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro-maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi; - Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda (generasi milenial dan generasi Z), dan penyandang disabilitas; - Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri; - Membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan; - Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan; - Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. - Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 3, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. dan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD - Visi : GERAK CEPAT MENUJU INDONESIA UNGGUL - Misi : - Manusia Indonesia yang sehat, terdidik, dan sejahtera; - Indonesia unggul dalam bidang inovasi dan teknologi; - Ekonomi yang tangguh dan berdikari; - Hilangnya kemiskinan dan ketimpangan antarwilayah dari akarnya; - Ekosistem digital yang mengutamakan akses internet cepat dan terjangkau; - Pembangunan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan; - Demokrasi terjaga melalui pemberantasan korupsi dan pemerintahan inklusif berlandaskan supremasi hukum; - Indonesia bangsa terhormat di kancah internasional, serta pertahanan yang tangguh dan modern. (bpn) Read the full article
0 notes
Text
Mengevaluasi Efek Negatif Korupsi yang Merajalela di Indonesia
Korupsi telah lama menjadi permasalahan serius yang merajalela di Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan mengevaluasi efek negatif dari praktik korupsi yang merusak sektorsektor penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Korupsi tidak hanya merugikan perekonomian, tetapi juga melibatkan dampak sosial, politik, dan ekologis yang merugikan. Salah satu sektor yang paling terkena dampak adalah ekonomi. Praktik korupsi menyebabkan aliran dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik diarahkan ke tangan segelintir individu yang korup. Ini menghambat pertumbuhan ekonomi yang sehat dan adil, serta menghasilkan ketidakstabilan ekonomi yang merugikan masyarakat luas. Efek negatif korupsi juga dapat dirasakan dalam sektor pendidikan. Penyuapan dalam sistem pendidikan mengakibatkan penurunan standar akademik dan menghambat akses pendidikan yang adil bagi semua warga negara Indonesia. Korupsi di sektor ini juga menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan sebagai sarana untuk mencapai mobilitas sosial dan kemajuan. Tidak hanya itu, korupsi juga berdampak pada sektor kesehatan. Dana yang seharusnya digunakan untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau dipakai untuk memperkaya diri sendiri. Akibatnya, masyarakat kurang mendapatkan akses terhadap perawatan medis yang memadai, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil dan terpinggirkan. Dalam konteks politik, korupsi mengancam demokrasi itu sendiri. Penyalahgunaan kekuasaan dan pemilihan yang tidak adil dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses politik dan memperkuat ketidaksetaraan politik. Praktik korupsi yang merajalela juga menghambat partisipasi publik dan mempersempit ruang bagi suarasuara yang berbeda untuk didengar dan dihargai. Selain itu, korupsi juga memiliki dampak ekologis yang serius. Praktik korupsi dalam sektor lingkungan menyebabkan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam dan merusak ekosistem yang rentan. Pembabatan hutan yang ilegal, pencemaran air dan udara, serta kegiatan ilegal lainnya yang didorong oleh korupsi mengancam keberlanjutan lingkungan hidup kita dan meningkatkan risiko bencana alam. Efek negatif korupsi yang merajalela ini membawa dampak jangka panjang yang merugikan bagi Indonesia. Membasmi korupsi dan memulihkan sistem yang adil dan transparan memerlukan kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Langkahlangkah pencegahan korupsi harus dilakukan di semua tingkatan. Peningkatan transparansi dalam penggunaan anggaran publik, pemberlakuan undangundang antikorupsi yang tegas, dan penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu sangat penting untuk memerangi korupsi. Pendidikan dan kesadaran masyarakat juga berperan penting dalam memerangi korupsi. Pendidikan tentang nilainilai integritas dan antikorupsi seharusnya menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Masyarakat perlu diberdayakan untuk melaporkan praktik korupsi dan menjadi bagian dari gerakan antikorupsi. Selain itu, peran media massa dalam mengungkap kasus korupsi dan memberikan ruang bagi suarasuara yang berbeda juga sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Media massa harus menjalankan tugasnya sebagai penjaga independensi dan keadilan dalam masyarakat.
Cek Selengkapnya: Mengevaluasi Efek Negatif Korupsi yang Merajalela di Indonesia
0 notes
Text
Kisah Menarik dari Karya Terpilih Denny JA ke 58: Virus Corona sebagai Manifestasi Ratu Adil
Pada tahun 2020, dunia dikejutkan oleh munculnya virus corona yang menyebar dengan cepat di seluruh penjuru dunia. Virus ini pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok dan segera menyebar ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Dalam keadaan yang sulit ini, banyak yang mencoba mencari pemahaman tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ada makna mendalam di baliknya. Dalam karya Denny ja 58 yang terpilih, ia menyajikan argumen menarik bahwa virus corona sebenarnya adalah manifestasi dari Ratu Adil. Konsep Ratu Adil adalah sebuah kepercayaan yang banyak dianut di berbagai budaya dan agama di dunia. Ratu Adil dianggap sebagai sosok yang akan datang untuk membawa keadilan dan keseimbangan kembali ke dunia yang kacau. Dalam pandangan Denny JA 58, virus corona adalah manifestasi fisik dari kekuatan Ratu Adil yang bekerja di dunia ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pandangan Denny ja 58 dan menggali lebih dalam tentang kisah menarik di balik karyanya yang kontroversial ini. Pertama-tama, mari kita jelajahi lebih lanjut tentang konsep Ratu Adil. Dalam berbagai kepercayaan, Ratu Adil dianggap sebagai sosok yang akan muncul pada saat-saat sulit dan membawa perubahan positif. Konsep ini memiliki akar yang dalam dalam sejarah manusia dan sering kali dikaitkan dengan keadaan sosial dan politik yang tidak stabil. Dalam pandangan Denny JA 58, virus corona adalah tanda bahwa Ratu Adil sedang bekerja di balik layar untuk membawa perubahan positif. Namun, pandangan Denny JA 58 ini juga menuai kontroversi. Banyak yang meragukan hubungan antara virus corona dan Ratu Adil. Bagaimana mungkin sebuah virus yang membawa penderitaan dan kematian dapat dianggap sebagai manifestasi dari keadilan dan keseimbangan? Bagaimana bisa kita mempercayai bahwa ada makna mendalam di balik wabah global yang sedang kita alami saat ini? Dalam karyanya, Denny JA 58 mencoba menjelaskan pandangannya dengan menyajikan berbagai argumen. Salah satunya adalah bahwa virus corona sebenarnya adalah hukuman bagi manusia yang telah melanggar keseimbangan alam. Manusia telah mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dan melanggar prinsip-prinsip ekologi yang seharusnya diikuti. Virus corona adalah bentuk hukuman yang diberikan oleh Ratu Adil untuk mengingatkan manusia tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Selain itu, Denny JA 58 juga mengemukakan bahwa virus corona telah memberikan pelajaran berharga bagi umat manusia. Virus ini telah memaksa kita untuk berhenti sejenak dan merenung tentang kehidupan kita yang terlalu sibuk dan terlalu fokus pada kemajuan material. Virus ini telah mengingatkan kita tentang nilai-nilai yang sebenarnya penting, seperti keluarga, kesehatan, dan solidaritas sosial. Meskipun kontroversial, karya Denny JA 58 ini memberikan pandangan yang menarik tentang virus corona dan makna mendalam di baliknya. Apakah pandangan ini benar adanya atau tidak, kita tidak dapat dengan pasti mengetahuinya. Namun, hal ini mengajak kita untuk merenung tentang peran manusia dalam menjaga keseimbangan alam dan menghormati nilai-nilai yang sebenarnya penting dalam hidup. Dalam menghadapi pandemi ini, penting bagi kita untuk tetap tenang dan saling mendukung. Kita harus mengambil pelajaran dari virus corona dan berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Kita harus belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghormati nilai-nilai yang sebenarnya penting. Dalam kesimpulannya, karya terpilih Denny JA 58 tentang virus corona sebagai manifestasi Ratu Adil memberikan pandangan menarik tentang krisis global yang sedang kita alami saat ini. Meskipun kontroversial, karya ini mengajak kita untuk merenung dan belajar dari pandemi ini. Virus corona merupakan pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghormati nilai-nilai yang sebenarnya penting dalam hidup.
Cek Selengkapnya: Kisah Menarik dari Karya Terpilih Denny JA 58: Virus Corona sebagai Manifestasi Ratu Adil
0 notes
Text
Menyongsong Tahun Politik, Walhi Riau Dorong Kepedulian Lingkungan sebagai Agenda Prioritas
PEKANBARU – Di tengah tahun politik yang penuh dinamika, WALHI Riau menggelar diskusi dan buka bersama dengan tema "Keadilan Ekologis di Tahun Politik" di Kantor Walhi Riau, hari ini. Acara ini dihadiri oleh Susanto Kurniawan dari Dewan Nasional Walhi, Jay Jasmi dari Dewan Daerah Walhi Riau, Riko Kurniawan, Direktur Paradigma, serta tokoh masyarakat Riau, Azlaini Agus. Diskusi ini membahas tentang urgensi politik hijau sebagai agenda utama para calon yang berkontestasi dalam pemilu mendatang. http://dlvr.it/SmTfgS
0 notes
Text
Kerusakan Lingkungan di Gorontalo Masif, WALHI Menilai Pemerintah Daerah Naif Mengambil Langkah
Nusatimes.id (Gorontalo) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) melaksanakan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup I WALHI Gorontalo, Kamis (23/1) di Hotel Damhil, Kota Gorontalo. Kegiatan ini mengusung tema “Pulihkan Gorontalo Wujudkan Keadilan Ekologis”. Defri Sofyan Eksekutif daerah WALHI Gorontalo mengatakan, kerusakan lingkungan hidup di Gorontalo masif dan ketimpangan sosial sangat…
0 notes