#Tanpa kontrak
Explore tagged Tumblr posts
Text
Kepala IBAB Probolinggo Larang Wartawan Meliput Proyek Rehabilitasi
PROBOLINGGO, MaduraPost – Kepala Instalasi Budidaya Air Payau (IBAB) Probolinggo di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur, Dodik Heriadi, melarang wartawan melakukan peliputan terkait rehabilitasi gedung dan kolam di IBAB. Larangan ini mencakup pengambilan gambar maupun kegiatan jurnalistik lainnya. Menurut Dodik, pelarangan ini merupakan instruksi langsung dari DKP Jatim. “Wartawan…
#Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah#Apbd#DKP#IBAB#Instalasi Budidaya Air Payau#Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan#Kontraktor langganan#Layanan Pengadaan Secara Elektronik#Lpse#lsm macan kumbang#PBJ#Pengadaan Barang dan Jasa#Pengecatan pagar#PL#Probolinggo#Proyek Penunjukan Langsung#Rehab rumah dinas#SPK#Surat Perintah Kerja#Tanpa kontrak#Wartawan dilarang meliput
0 notes
Text
Ordal
Siang ini aku dapat endorse gratis dari bos, tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah soal sekolah, ya walaupun masih perlu proses ini itu, terutama soal proposal. Terus terjadilah percakapan ini:
w : keknya alur hidupku memang ordal deh bos : plis, semua orang itu ordal. orang yang tanpa ordal itu cuma 1 diantara 5 trilliun orang. w : ya allah, kenapa gak dari awal aja ordal nya biar aku gak capek
Pas masih sekolah, aku hanya mengandalkan nilai rapot/UN untuk masuk ke SMA favorit, juga kuliah di PTN. Pas S2, ya lewat jalur tes biasa.
Pas masuk dunia kerja, sejujurnya aku gak pernah tembus jalur "biasa" atau interview. Pasti gagal terus.
Pas baru lulus S2, daftar dosen di salah satu uni top indo, kompetitornya alumni uni tsb juga lulusan TMU, ya tentu saja aku kalah telak. Terus aku kerja di ex-kantor, ya lewat interview, lolos, tapi ternyata setelah setahun disana aku baru tau kalo aku ini "titipan" ordal.
Selesai dari sana (2th), aku mencoba peruntungan di UN cabang indo, tentu saja melewati tes tulis dan interview, dan gagal. Selidik punya selidik, yang diterima itu alumni UCL. Yah mungkin juga faktor kampus, who knows, apalah w lulusan DN, awokwok. Lalu aku coba lagi ke NGO internasional penempatan jakarta, kualifikasi nya sangat aku banget lah pokoknya, dengan experience kerja 3-4 tahun. Nyampe interview tuh, eh gagal juga. Terus dapet kerjaan part-time di lembaga rezim, karna satu hal, lulusan kampus ini wkwkwk, jadi semacam udah jadi benchmark kalo lulusan sini kerjanya bagus. Well, yaa bole diadu lah sama lulusan luar mhehehehe.
Lalu aku bekerja dengan ex-bos ku di kantor lama, beliau pindah ke kantor baru dan mengajak kerja bareng. Gas. Padahal di saat yang sama, ada tawaran buat masuk ke jejaring NGO-gov yang aku bidik selama ini, tapi aku tolak karna aku sudah mengiyakan dengan bos ku duluan. Long story short, setelah 6 bulan bekerja, aku baru tau kalau, untuk kerja di kantor ini, dengan level yang sama dengan ku, ya mereka mesti interview dulu, while aku tinggal ttd kontrak aja.
Makanya kalo ada yang nanya soal kerjaan, gimana cara masuk kantor XYZ, aku kurang relate dengan jalur biasa. Bagiku, ordal adalah koentji. TAPI, dengan catatan, dapat jalur ordal ini dengan kapabilitas juga, bukan kosongan.
12 Juli 2024
20 notes
·
View notes
Text
Banyak Uang? Koin D2E Solusinya!
1. Desentralisasi dan Keamanan
Koin kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, beroperasi di dalam jaringan desentralisasi yang memanfaatkan teknologi blockchain. Desentralisasi berarti tidak ada pihak tunggal yang mengendalikan mata uang digital ini, yang dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko manipulasi atau kebijakan pemerintah yang berlebihan.
2. Potensi Pertumbuhan Nilai yang Cepat
Sebagai aset baru, koin kripto memiliki potensi pertumbuhan nilai yang cepat. Meskipun fluktuasi nilainya dapat signifikan, banyak investor yang melihatnya sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar dalam jangka panjang. Keberhasilan beberapa koin kripto dalam meningkatkan nilai mereka secara dramatis telah menarik perhatian banyak pelaku pasar.
3. Inovasi Teknologi Blockchain
Teknologi blockchain yang mendasari koin kripto menyediakan basis untuk inovasi dalam berbagai sektor, bukan hanya keuangan. Konsep kontrak pintar (smart contracts) yang dapat dieksekusi otomatis dan transparansi yang tinggi dapat mendukung berbagai aplikasi seperti supply chain, logistik, dan identitas digital.
4. Akses Global dan Inklusif
Koin kripto memberikan akses global tanpa batasan geografis. Ini dapat menjadi solusi yang inklusif untuk masyarakat yang tidak memiliki akses ke sistem keuangan tradisional. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, transfer nilai internasional dapat menjadi lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan metode tradisional.
5. Diversifikasi Portofolio
Investor yang mencari diversifikasi portofolio sering mencari aset yang berkorelasi rendah dengan kelas aset lainnya. Koin kripto, karena sifatnya yang independen dari faktor ekonomi dan kebijakan moneter, dapat menjadi pilihan menarik untuk diversifikasi portofolio, membantu mengurangi risiko keseluruhan.
Meskipun koin kripto tidak tanpa risiko, banyak ahli keuangan dan investor melihatnya sebagai bagian yang menarik dari masa depan keuangan. Dengan teknologi blockchain yang terus berkembang, koin kripto memiliki potensi untuk merubah cara kita berinteraksi dengan keuangan dan membuka peluang baru yang belum pernah ada sebelumnya. Bagi mereka yang memahami risikonya dan bersedia menjelajah dalam pasar yang dinamis ini, koin kripto bisa menjadi aset digital yang menjanjikan untuk masa depan.
Token yang digunakan dalam proyek ini adalah Drive To Earn (simbol token: DTE), yang merupakan token ERC-20 yang berjalan di atas solusi lapisan 2 Polygon pada blockchain Ethereum. Token DTE digunakan sebagai alat pembayaran barang dan jasa dalam proyek. Jika pengguna memiliki token DTE, mereka dapat menggunakannya untuk melakukan pertukaran dan pembayaran bersama dalam platform.
Proyek ini memberikan penghargaan dan insentif kepada peserta atas kontribusi mereka dengan membayar token DTE sebagai hadiah. Peserta akan menerima token DTE berdasarkan aktivitas dan kontribusi mereka dalam platform, dan jika mereka memegangnya, mereka berhak mendapatkan manfaat dan hak istimewa tambahan.
7 notes
·
View notes
Text
Kocakan Hebat
Ini pulak kisah aku. Aku ni perempuan kampung. Tapi kalau pasal berhias dandan, bolehlah dikira hebat. Laki aku pula memanglah handsome dengan kulitnya yang serba cerah. Tapi tubuhnya agak kurus lagi pendek. Aku sendiri berdiri se kaki lebih tinggi daripadanya. Rupa paras aku ni memanglah cukup layak bergelar ratu. Sudahlah kulit aku putih melepak, lembut dan halus pulak tu. Manakala potongan tubuh aku pula jelas menjanjikan seribu kebahgiaan buat para lelaki.
Walaupun dah hampir dua tahun kami kahwin tapi masih lagi belum dapat anak. Namun aku tak kisah sangat tentang itu. Bahkan aku rasa lebih baik. Umur aku pun baru saja masuk 20. Dan buat masa ni aku tak nak rungsing resah menjaga budak. Tambahan pula aku memang suka mengongkek. Jadi terfikir juga aku. Kalau dah dapat anak nanti, tentulah aku tak akan dapat bekalan kongkek yang secukupnya. Jadi sekarang ni selalu gak aku dapat. Itu pun kalau tak period dan laki aku tak gi kerja luar.
Aku tinggal di sebuah rumah kampung. Di sebelah rumah aku, pada jarak lebih kurang 10 meter, terdapat sederet tiga pintu rumah sewa. Itulah jiran jiran aku yang terdekat. Ianya dihuni oleh 20 hingga 30 orang lelaki yang tinggal secara bujang. Kesemuanya ialah pekerja buruh kelapa sawit yang aku agak berketurunan Bangladesh. Rata ratanya nampak agak berumur dan sudah berkeluarga. Jiran jiran aku yang lain tu agak jauh sikit dari rumah aku. Mereka terdiri dari para petani dan pekebun yang menjadi masyarakat kekal di sini.
Laki aku pulak kerja sebagai kontraktor dan selalu balik jauh malam. Tapak kerjanya taklah jauh tapi dia selalu kena keje luar. Dalam seminggu tu memang adalah beberapa hari dia tak balik rumah. Macam pada hari tu dia dapat kontrak yang agak jauh. So hari tu dia pesan kalau sempat dia akan balik. Kalau tak sempat dia tak baliklah.
Jadi malam tu aku pun taklah kunci pintu. Aku memang selalu tak kunci pintu rumah. Maklumlah selama hidup di sini belum pernah ku dengar adanya hal hal yang tak senonoh seperti mencuri ke apa ke. Dan aku punya stail pulak, bila tidur memang suka gelap habis. Sebab aku cepat terjaga kalau ada cahaya. So malam tu aku pun tidurlah macam selalunya. Mungkin lebih kurang setengah jam lepas tu aku pun terus terlena.
Memang kebiasaannya aku tidur dengan hanya berkemban kain batik saja. Tanpa memakai panties dan coli. Sebab laki aku tu bila nampak aku pakai cam tu dia memang cukup marah. Bila dia naik marah aku akan dikongkeknya sebagai hukuman. Aku pun buat buatlah meminta ampun supaya tidak lagi dihukum. Tapi semakin bersungguh aku merayu, semakin ganas pula dia menghukum. Walhal itulah yang memang sangat sangatnya aku hajatkan. Memang selalu dia kena tipu begitu.
Pada malam tu tiba tiba aku terjaga kerana terasa betis aku dipegang lembut. Aku tak bersuara. Dalam hati aku berkata mujurlah abang balik malam ni. Dapat juga mengongkek seround dua. Ku rasa tangan yang tadinya berada di betis mula berpindah ke buah dada aku. Mula mula ianya terletak sahaja di situ tanpa bergerak gerak. Kemudian terasa hujung jari telunjuknya menyentuh nyentuh puting aku.
Aku mula merasakan kenikmatan. Akibatnya puting aku pun mula mengeras. Kain batik yang terikat di dada aku mula terurai dan terbuka perlahan lahan. Dengan pantas hujung lidahnya menyambar sentuhan ke puting aku. Fuhh…. nikmatnya tak terkata.. Sementara itu tapak tangannya mula merayap ke perut aku. Ia menggosok gosok lembut di situ.
Aku ni memang jenis pompuan yang suka bila perut aku di gosok. Entah kenapa aku tak pun tahu. Tapi memang aku syok habis kalau perut aku di gosok begitu. Ini memang selalu aku minta laki aku buat. Jadi bila bila masa sekalipun tak payah lagi diberitahu. Tau tau saja tangannya dah sampai ke bawah. Sambil itu kain aku perlahan lahan dilurutkan hinggalah terpisah dari tubuh ku. Maka terbogellah tubuh aku di dalam kegelapan malam itu.
Tindakan laki aku tu amat tak ku duga sama sekali. Maklumlah dia tu agak warak orangnya. Memang selama ini pun dia berkeras melarang aku dari bertelanjang bulat. Tapi masa dia tiada di rumah selalu gak aku engkari larangannya tu. Bila sekali sekala dia balik awal, terkena gak aku. Jawabnya pedihlah telinga aku mendengarkan kutbahnya yang panjang lebar. Namun pada malam tu dia sendiri pula yang telah melurutkan kain aku hingga aku terbogel habis. Aku pun ikut ajelah mood laki aku tu. Dah memang begitu pun yang aku ingini.
Aku dapat rasakan hujung lidahnya mula menjilat jilat ke serata tubuh ku. Teknik antara sentuh dengan tidak itu cukup luar biasa penangannya. Mengeliat habis aku masa tu. Di dalam suasana yang serba gelap, aku hurungi kenikmatan yang amat hebat. Seluruh perasaan aku tertumpu pada kesedapan itu.
Hujung jarinya mula menyentuhi lurah kangkang kesayangan ku. Sekejap dilaluinya ke bawah dan sekejap lagi dilaluinya ke atas. Kemudian dipusing pusingkan pula pada persekitaran mutiara jingga di situ. Dengan lembut ianya ditarik tarik. Kelainan jejak asmara laki aku tu teramatlah ketara. Namun perubahan itu memang menepati kehendak nafsu aku. Mana tidaknya. Seni permainan jarinya begitu istimewa. Cukup tepat ia menuju ke sasaran gudang nafsu aku. Suasana malam itu memang berbeza. Biasanya dia hanya buat sedikit asmara ringkas sejurus sebelum mengongkek aku. Tapi kali agak lama dan menyeluruh pula coraknya.
Bak orang ngantuk disorongkan bantal aku rasakan. Air mazi ku pun mulalah keluar dengan banyaknya. Dicucuk cucukkan jarinya itu sekejap ke dalam dan sekejap keluar. Manakala lidahnya pula mula menjilat jilat ke atas dari dada hinggalah terus ke tengkuk. Dengan penuh geram telinga aku digigit gigitnya. Begitu juga pada belakang telinga dan tengkok. Mengelegak nafsu aku bila diperlakukan sebegitu rupa. Pembaharuan teknik asmara laki aku tu benar benar membuatkan aku berasa sungguh bahagia.
“Emmmmm… Arrrrr… Isssshhhh…” Tanpa disedari aku mula meraung raung kegelian. Semakin lama semakin lantang bunyinya. Di tengah tengah kedinginan malam, kelantangan sebegitu memang jelas memecahkan kesunyian. Dah tak upaya lagi aku nak hiraukan para jiran yang mendengarinya kelakuan aku tu. Aku benar lemas di dalam lautan nikmat. Desakan syahwat sudah tidak lagi mampu aku perlengahkan.
Di dalam hati aku berkata “Cepatlah sayang. Cepatlah kongkek aku. Abang…!!! Tolonglah kongkek cepaaat.” Maka sejurus kemudian dia pun menterlentangkan kedudukan aku. Selepas itu pantas dia bertindak menindih aku. Kemudian muncungnya terus bertaut ke mulut aku. Selama beberapa minit kami berkulum lidah. Kecenderungan aksi yang sebegitu memanglah amat ku minati. Tapi apakan daya. Selama ini laki aku tu menganggapnya sebagai amat menjijikkan. Jadi bila dah dapat peluang, aku pun pulunlah lidahnya bagai nak gila. Cukup nyaring bunyi bunyian yang terbit semasa aku menyedut nyedut di bawah pangkal lidahnya. Waktu itu mencurah curah air lior laki aku terpancar. Bercerup cerup ianya mengalir masuk ke dalam mulut aku. Air lidah lelaki tersayang itu aku teguk selagi mau. Sepuas puas hati, ku turutkan kehendak tekak aku yang selama ini terkempunan.
Tiba tiba penumpuan aku jadi sedikit terganggu. Kehadiran bulu bulu tebal yang menikam nikam di tepi bibir ku, mula mencetuskan tanda tanya. Setahu aku, tak pernahlah tumbuh sebarang bulu di muka laki aku tu. Aku dilanda kekeliruan. Dalam pada itu kami tetap juga terus bercium. Sambil sambil bercium aku meraba rabakan hujung jari ku pada bibirnya. Memang sahlah terdapatnya kesan kesan misai yang cukup tebal. Aku meraba raba pula ke perutnya. Ternyata ianya agak boroi. Pada hal suami aku punya kempis aja. Maka terjawablah sudah segala persoalan yang bergelodak di hati ku. Memang sahih bahawa lelaki yang sedang ku asmarai itu bukannya laki aku.
Namun si iblis pantas menghampiri aku. Dia sedar betapa rumitnya kemelut yang sedang ku hadapi. Cepat cepat dia bertindak untuk menghalang aku daripada menafikan keterlanjuran. Aku dinasihati supaya tidak melakukan perkara yang terburu buru. Si iblis tidak mahu aku menyesal di kemudian hari. Begitulah bunyi nada keihlasannya. Kebenaran akan kata katanya itu telah berjaya mendapat tempat di hati ku.
Rupa rupanya si iblis ni sudah lama memerhatikan cara aku berfikir. Peranan penting yang tersorok celah kangkang aku tu pun telah diketahuinya. Memang di situlah terletaknya naluri perhitungan aku. Desakan kangkanglah yang selama ini mempergaruhi perbuatan aku. Dengan memperalatkan kelemahan tersebut, si iblis telah berjaya menyempitkan pertimbangan aku.
Dia berjanji untuk menganugerahkan aku suatu kepuasan yang tak pernah ku kecapi selama ini. Kangkang aku dijamin akan merasai tahap kesedapan yang tiada tolak bandingnya. Si iblis merestui bahawa segala kenikmatan itu adalah milek aku. Modalnya hanyalah kerelaan hati ku. Aku perlu merelakan diri supaya terjerumus ke kancah keterlanjuran. Itu sajalah syarat yang mesti aku patuhi.
Berdenyut denyut kangkang aku mendengarkannya. Daya tarikkan tawaran itu terlalu hebat untuk aku ketepikan. Si iblis telah berjaya memporak perandakan gelodak nafsu aku. Terlalu sukar nak ku abaikan kehendak tuntutan syahwat. Kangkang aku pun dah mula memberontak kegatalan. Ia mendesak agar aku berlaku adil di dalam menunaikan hak keperluannya.
Si iblis pula menasihati agar aku menghentikan kekejaman terhadap kangkang aku tu. Cara yang paling wajar ialah tunduk saja kepada kemahuannya. Selama ini pun aku memang selalu mematuhi kehendak kangkang aku tu. Jadi sekarang ni pun wajarlah juga aku mentaatinya. Bila ku fikir fikirkan, memang betullah kenyataan tersebut. Semakin lama semakin yakin aku pada nasihat si iblis itu. Malahan dia juga sanggup berikan jaminan bahawa aku takkan menyesal nanti.
Akhirnya ku terima juga tawaran si iblis itu tadi. Keterlanjuran sudah tak perlu lagi dihindarkan. Bagi aku ianya taklah menjadi kesalahan selagi tiada orang lain yang mengetahuinya. Memang mustahil rahsia kecurangan aku boleh terbongkar. Jelaslah bahawa tiada apa apa pun yang perlu aku risaukan. Dengan berkat bantuan si iblis, segala keraguan yang tersemat di hati ku telah terhakis sama sekali. Malahan aku berasa cukup bersemangat untuk memulakan episod curang. Lelehan air mazi yang dah berlopak di kangkang aku tu jelas membuktikan kesungguhan hajat aku tu.
Dengan penuh rela aku menadah kangkang untuk menyambut kehadiran zina ke dalam tubuh ku. Baru masuk sikit tapi kangkang aku dah terasa cukup terik lagi sendat. Ternyata kangkang aku menghadapi kesukaran untuk memuatkan kejantanan pasangan aku tu. Namun sedaya upaya aku berikhtiar memperbaiki keadaan tersebut. Aku pun kobakkanlah kangkang aku tu selagi mungkin. Akhirnya barulah senang sikit.
Sarang nikmat yang tersedia di kangkang aku tu pun mulalah diterokainya. Dari apa yang ku rasakan, serba serbi ukurannya adalah jauh lebih hebat dari laki aku. Bak langit dengan bumi perbezaannya. Ruang ruang yang selama ini tak tercapai oleh laki aku, kini telah pun mampu dijelajahi. Itu pun belum lagi masuk habis. Namun kesan kegagahannya sudah pun ketara ku rasai. Akhirnya berjaya juga kangkang aku tu menampung sepenuh penuh kejantanannya itu. Buat beberapa ketika ianya leka berkubang di dalam perut aku.
Tak berapa lama kemudian kami pun mulalah mendayungi pelayaran nafsu. Mula mulanya bagaikan berirama dengan rentak hayunan yang serba perlahan. Sedikit demi sedikit ianya beransur ansur bertambah laju. Tapi lama kelamaan henjutannya menjadi ganas dan seterusnya bertambah tambah lagi keganasannya.
Jawabnya bertubi tubilah kangkang aku direjemi oleh kejantanannya yang serba kental. Bagaimana keras sekali pun kangkang aku dihenjut, namun ianya tetap jua ku sambut dengan penuh ketaatan. Selagi tersalurnya kesedapan selagi itulah kangkang aku rela menerimanya. Begitulah mudahnya pendirian falasah nafsu aku tu.
Habuan nikmat yang ku perolehi pada masa tu memang tak dapat nak ku bayangkan. Walaupun memakan masa yang cukup lama, namun ianya tidaklah sia sia. Cara kejantanannya mengongkek kangkang aku tu memang menepati kehendak nafsu ku. Tercunggap cunggap aku melayani henjutan nikmat yang tak putus putusnya terpasak ke dalam kangkang aku. Aku merasai cukup bahgia dengan apa yang diperlakukan ke atas aku. Selama ini memang tak pernah ku sangka akan ujudnya nikmat mengongkek yang sebegini sedap.
Setelah hampir dua jam berlalu, rentak henjutnya terhenti secara tiba tiba. Seluruh kejantanannya selagi mau dibenamkan ke dalam perut aku. Memang terasa cukup padat perut aku bila diperlakukannya begitu. Tapi dalam keadaan sempit itu pun kejantanannya masih lagi mampu menerbitkan kesan kesan denyutan. Ianya memang amat jelas dapat ku rasakan. Terutama di bahagian hujung kejantanannya itu. Sejurus kemudian tak semena mena pula pintu rahim ku terasa hangat disemburi cecair yang serba panas.
Ketika itu sedapnya bukan alang kepalang. Terkemut kemut gila aku dibuatnya. Rupa rupanya semburan yang maha hebat itu ialah pancutan air mani pasangan aku tu. Tak kurang dari tujuh das semburan padu telah dihadiahkan ke dalam perut aku. Manakala selebihnya pula hanyalah beberapa das ledakan kecil. Memang tak terduga aku akan sebegitu dahsyat nikmatnya. Barulah aku sedar betapa hebatnya penangan pancutan air mani terhadap si perempuan. Sememangnya itulah yang layak dikatakan sebagai kemuncak kepada segala nikmat. Kalau nak harapkan laki aku tu entahlah. Air maninya pun macam meleleh aje. Mungkin sebab itulah dia gagal membuntingkan aku.
Setelah sama sama puas, kami pun sama samalah terdampar keletihan. Tapi kocakan cecair panas dalam perut aku tu masih lagi terasa kehangatannya. Ternyata cukup banyak takungan air mani yang tersimpan di situ. Namun yang anihnya tak banyak pula yang meleleh keluar. Agaknya mungkin kerana ianya telah terperangkap jauh di dalam rahim aku. Jadi memanglah tak mudah ianya nak mengalir keluar.
Kepuasan yang telah berjaya ku nikmati itu mulai meredakan gelodak nafsu aku. Ketika itu barulah aku terfikirkan tentang tahap kesuburan aku pada hari itu. Puas aku congak dan puas juga aku hitung. Setelah beberapa kali ku ulangi, jawapannya tetap juga sama. Memang sah bahawa pada masa itulah aku paling subur. Taburan benih benih zuriat telah cukup rata tersemai di dasar telaga bunting aku. Aku ni pula memang langsung tak reti pasal sebarang kaedah mencegah kehamilan. Menilaikan pada kehebatan pasangan aku tu, aku percaya bahawa dia memang mampu membuntingkan aku. Nampaknya terpaksalah aku akuri akan hakikat tersebut. Memang sahihlah perut aku akan buncit kali ni. Agaknya inilah hukuman yang terpaksa aku tanggung kerana terlalu seronok mencurangi laki sendiri.
Walau bagaimana pun, memang istimewa puasnya berseronok melakukan dosa dosa yang sebegini. Keyakinan ku telah banyak didorongani perhitungan bahawa tiada mungkin rahsia aku boleh terbongkar. Sebab itulah aku rela mencurangi laki aku. Tapi nampaknya perhitungan aku nyata tidak tepat. Barulah aku sedar bahawa tuhan tak akan melepaskan aku dengan sebegitu mudah. Bila perut aku dah buncit nanti, hasil keterlanjuran aku akan mulai terpamir. Namun perkara tu taklah aku hiraukan sangat. Kalau sekadar perut yang buncit membunting, itu bukanlah bukti kukuh yang boleh mencurigakan ketaatan aku.
Yang meresahkan aku ialah setelah berlalunya tempoh kehamilan tersebut. Entah rupa siapa si anak luar nikah yang bakal ku lahirkan nanti. Kecut perut aku bila membayangkannya. Sembilan bulan lagi barulah sah terbuktinya segala kecurangan aku. Ketika itu tiada suatu apa pun yang mampu disembunyikan lagi. Orang akan tahu perut aku buncit melalui hasil perbuatan curang. Rahsia yang aku sembunyikan selama sembilan bulan ini pasti akan terburai jua akhirnya.
Lemah semangat aku bila dihantui kesedaran yang sebegitu rupa. Tak dapat aku membayangkan sebarang jalan yang boleh menyelamatkan maruah aku. Kesemua iktiar bagi menutupi keterlanjuran ini nampaknya buntu belaka. Peluang untuk berbalik ke pangkal jalan sudah tertutup sama sekali. Nampaknya nasi sudah pun menjadi bubur.
Di kala perasaan aku benar benar terhimpit, mujurlah si iblis datang mententeramkan hati ku. Budi kesetiaannya itu amatlah ku sanjungi. Dia telah membisikan aku tentang suatu rahsia. Ramai yang mengidamkannya. Tapi hanya segelintir saja yang dapat merasai. Itulah dia rahsia kebahgiaan yang maha hebat.
Si iblis sendiri telah berjanji untuk membantu aku. Dia akan berusaha melorongkan jalan bagi memudahkan aku merebut peluang yang ku idam idamkan. Kata kata dorongannya itu telah mampu melegakan hati ku. Bagi aku si iblislah sahaja yang benar benar mengambil berat terhadap diri ku. Kalau tidak kerana dia maka bermuramlah kebahgiaan hidup ku ni.
Si iblis telah mengajar aku supaya menyedari betapa sempitnya pengertian istilah dosa. Barulah aku nampak betapa luasnya dunia keseronokkan yang bernaung di bawah payung iblis. Pintu nikmatnya sentiasa terbuka untuk menyambut huluran kangkang aku. Kancah kancah kebahgiaannya ada di mana mana saja. Begitulah sedapnya ganjaran yang bakal menanti aku. Hukum dosa dan siksa neraka sudah pun ku anggap sebagai donggeng kosong semata mata. Aku mulai jatuh cinta terhadap anutan sunnah iblis.
Si iblis mempertayangkan semula nikmat kecurangan yang ku perolehi sebentar tadi. Janji janji yang bakal menggandakan kesedapan berkenaan sudah cukup jelas terbisek. Semakin lama semakin ku kagumi akan kesahihan sunnah iblis. Sesungguhnya nikmat zina itu adalah jauh lebih hebat daripada cara halal. Terkemut kemut kangkang aku bila membayangkan kesedapan yang sebegitu rupa. Meluap luap desakan nafsu aku untuk menggiatkan usaha ke arah mencurangi laki aku tu.
Bunting pun biarlah bunting. Apa jadi sekali pun perut aku ni akan tatap jua membuncit. Aku dah bertekad tak nak lagi ambil kesah tentang hal tu. Memang begitulah akibatnya jika dah terlanjur menduakan laki. Aku sanggup terima apa saja suratan nasib aku kelak.
Namun sekarang ni ada perkara lain yang lebih penting untuk diperjuangkan. Aku masih ada sembilan bulan lagi sebelum rahsia kecurangan aku terbongkar. Bagi aku tempoh itu sudah cukup panjang. Tapi aku perlulah memanfaatkannya sebaik mungkin. Maklum sajalah, bila dah bersalin nanti sekurang kurangnya 44 hari aku tak akan dapat mengongkek.
Mulai sekarang, aku berazam akan patuh terhadap segala keinginan kangkang aku. Bisikan si iblis sememangnya betul. Melakukan kecurangan itu sungguh besar nilai kepuasannya. Itu baru saja pengalaman aku yang pertama. Namun awal awal lagi si iblis dah menjanjikan aku habuan kejantanan yang hebat hebat belaka. Ianya akan dipertemukan kepada ku di dalam tempoh sedikit masa lagi. Bukan main gembiranya aku mendengarkan janji janjinya itu.
Namun sebelum aku dapat memperolehi semua itu, aku terpaksalah sanggup mengikat perjanjian dengan iblis. Bebanan syarat syaratnya pula amatlah berat. Pada setiap masa aku diharamkan dari memakai sebarang pakaian dalam. Ianya juga meliputi pakaian tambahan seperti selendang, tudung, topi, coli, panties, setokin, sarung tangan, gaun dalam dan sebagainya. Aku juga mestilah segera membakar semua jenis pakaian dalam yang sedang ku miliki.
Aku juga diarahkan supaya merapikan penampilan diri. Keutamaannya ialah untuk membangkitkan syahwat para lelaki yang memandang aku. Ianya merangkumi perkara yang melibatkan wangi wangian, persolekkan wajah, dandanan rambut, serta kesesuaian pakaian. Senyuman dan pandangan ku juga mestilah jelas dihalakan kepada lelaki yang perlu ku pikat. Undangan hasrat zina perlulah aku pamirkan dengan cara yang sebaik mungkin.
Aku diwajibkan mentaati sesiapa jua lelaki yang menampakkan tanda tanda keinginan untuk menzinai aku. Cubaan untuk menafikan hak mana mana lelaki yang berhajatkan tubuh aku adalah satu keengkaran yang amat berat. Tanpa mengira tempat dan masa, aku mesti rela menghulurkan khidmat zina. Aku dilarang sama sekali daripada mengeluarkan sebarang kata kata yang mungkin tidak disenangi oleh lelaki berkenaan. Sebaliknya pula aku mestilah sentiasa memuji dan berterima kasih kepadanya.
Selain dari keperluan asas seperti makan dan minum, aku juga diharamkan dari menerima sebarang bentuk imbuhan. Si
2 notes
·
View notes
Text
Kehidupan Agustus 2015
Sore itu aku terduduk sendiri di kamarku, seperti biasa bila weekend tiba aku sendiri dan terasa sepi. Tinggal menghitung hari aku akan melepaskan kontrak kerja di tempat yang sudah menerimaku hampir 3 tahun ini. Ada kekecewaan namun ada juga kebahagiaan, semuanya bisa berubah dalam waktu cepat.
Sahabat dekatku yang kerjanya 17 km dari sini juga tiba-tiba memutuskan kontrak kerjanya dan akan pulang ke Padang, aku pun tidak punya alasan lagi untuk perpanjang karna selain sahabatku ini, seseorang yang namanya ada paling dalam di hatiku pun pergi dengan orang yang baru dia kenal. Ku pikir mungkin ini jalan Tuhan untuk mengembalikan aku ke kedua orang tuaku tanpa rasa sesal.
Di televisi aku terus menonton Kokoronotomo, cerita orang Indo ke Jepang dan ngulik soal Jepang, salah satu yang menarik perhatianku wow kok di sana WCnya keren, hahaha.. Tapi aku juga liat suasananya bersih, ingin sekali aku ke sana namun pastilah tidak mungkin. Tiba-tiba random banget sahabatku yang mau balik ke Padang info "Kak, mau ga kita ke Jepang pas sakura nanti dengan budget minimal?" Sambil meracuni dia bilang bisa kok kak kita nyicil dari sekarang yang penting beli tiket dulu karna lagi ada promo, selebihnya nanti pelan-pelan.
Demi mengobati rasa sakitku soal percintaan, ku pikir ini salah satu balas dendam terbaikku untuk memikirkan hal lain, aku okein dan qadarullah bisa sampai juga ke Jepang dengan banyak drama yang ada. Pertama kali pergi dengan stranger, kenalan di bandara tanpa tahu sifatnya satupun kecuali sahabatku tadi. Banyak sekali kejadian random namun yang teringat lebih banyak yang indah indahnya saja sampai balik ke Indo pun aku ga berani memimpikan untuk bisa balik lagi ke Jepang.
Rasanya Jepang menyimpan banyak cerita yang menakjubkan untuk ku dan walau sudah hampir 8th berlalu rasanya masih lekat memori di sana. Jujur saja aku ingin ke sana lagi dan semoga suatu hari nanti aku bisa ke sana lagi hehe. Sekian
6 notes
·
View notes
Text
Review Buku - Lagi Probation
Setelah menjalani dunia kerja sekitar 10 tahunan, buku ini mengingatkan kembali masa-masa awal merintis karir, karena buku ini mengulas dengan sangat apik detail-detail dari awal mencari kerja, seperti proses memantapkan mindset, membuat dan menyebarkan cv, proses wawancara dan tes pekerjaan, membicarakan kontrak kerja serta mencakup bab khusus terkait dengan kegagalan, yaa karena memang dalam hidup tidak ada yang mulus 100% untuk perjalanan hidupnya, dan itulah juga kenapa saya begitu senang membaca buku ini, karena ditulis oleh manusia biasa yang pernah melewati berbagai tahapan kehidupan, secara khusus mencari kerja, karena kalau kita melihat buku seputar karir, biasanya tidak sepersonal buku ini, dimana hanya dijelaskan step by stepnya tanpa memperhitungkan bisa saja kita gagal, bisa saja kita deg-degan waktu wawancara dan lain sebagainya, dan menurut saya inilah yang menjadi faktor istimewa dari buku tulisan Samuel Ray ini.
Review buku ini pun juga ingin saya buat sepersonal mungkin dengan pendapat pribadi tanpa secara langsung "membocorkan" isi buku, karena kalian harus membeli dan membacanya langsung sendiri untuk mendapatkan pelajarannya secara utuh. Izinkan saya mengutip satu kata yang mungkin sudah saya temui dua kali, pertama dari konten Youtube-nya Samuel Ray dan Istri, kemudian saya jumpai juga melalui buku ini, yaitu "Berhenti nyusahin Orang", mindset demikian lah yang sebetulnya perlu dimiliki oleh setiap orang, terutama yang sudah berumur diatas 18 tahun dan sudah memiliki KTP, karena banyak yang tidak "peka", merasa orang tua baik-baik saja, sehingga tidak berusaha mencari kerja yang layak, malah menjadi beban orang tua atau siapapun yang menjamin hidup kita, tapi dengan mindset yang benar tadi, gak nyusahin orang lain, seharusnya kita sadar, bahwa hidup di zaman sekarang ini tidak murah dan perlu uang untuk hidup, jadi sudah selayaknya lah kita berusaha untuk mencari uang sendiri, terserah apakah mau menjadi pengusaha atau pekerja, yang penting bisa dapat uang sendiri.
Hal lain yang menurut saya sangat menarik adalah, buku ini ditulis secara personal oleh orang yang pernah merasakan "perjuangan" mencari kerja, Samuel Ray dalam buku ini menceritakan, bagaimana ia sewaktu sekolah mengalami kegalauan terkait jalur karir yang ingin dipilih sampai akhirnya ia memutuskan kuliah di Jepang, dia menceritakan bukan berasal dari keluarga konglomerat, seperti kebanyakan dari kita, sehingga seperti bisa kita refleksikan ke dalam diri kita sendiri, bahwa perjuangannya beneran real, bukan seperti motivator yang seakan hidupnya mulus terus kaya pantat bayi dan dikelilingi oleh blink blink kekayaan dan koneksi, tapi menceritakan hidupnya sulit atau prihatin, bener-bener berasa real tanpa bermanis kata. Selain itu, seperti kebanyakan kita, Samuel Ray sang penulis juga merasakan perjuangannya saat pertama bekerja dan harus melakukan telesales atau cold calling dan mengalami penolakan, lagi-lagi saya seperti bisa menyetujui setiap tulisan dan apa yang ia rasakan, demi bertahan hidup dan mendapatkan uang gaji setiap bulannya, dan yang paling bisa saya setujui adalah bagaimana mencari pekerjaan atau berbagai macam hal yang ada di kehidupan ini tidak pernah terlepas dari yang namanya kegagalan, tentu kita merasa kecewa saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi pengalaman hidup mengatakan, terkadang memang jalan kearah yang kita inginkan mungkin tidak cuma lurus lurus saja, bisa kita harus berputar, bisa kita harus berganti haluan dan menyadari bahwa tujuan kita ternyata salah selama ini dan ada yang lebih baik, hal-hal seperti inilah yang seharusnya memang disampaikan oleh siapapun yang menuliskan buku tentang karir.
Buku ini padat tapi disertai dengan penyampaian yang enteng dan personal, sehingga tidak terasa kita sudah menyelesaikan buku setebal kurang lebih 250+ halaman karena begitu menyenangkannya belajar dan berefleksi bersama Samuel Ray dalam buku "Lagi Probation" ini, dan lagi-lagi saya ingin mengutip sedikit kata-kata Samuel Ray di awal buku, bahwa apapun tahap kehidupan kita, kita akan selalu berhadapan dengan fase "Lagi Probation", baik itu menjadi pekerja, menjadi suami atau istri atau orang tua dan lain sebagainya, sehingga buku ini pun juga bisa menjadi pengingat bagi kita, seberapa profesional kita saat ini, kita masih harus selalu memiliki mindset "Lagi Probation" untuk bisa survive dalam kehidupan ini, mungkin kata-kata-nya gak tercantum secara plek di buku, tapi itulah yang bisa saya simpulkan setelah membaca buku tersebut. Selamat Membaca!
1 note
·
View note
Text
Retrospeksi Kuartal Ketiga
Percaya, nggak, kalau mengelola asumsi semenakutkan itu?
Jujur, saya tidak pernah niat macam-macam saat berurusan dgn sesuatu. Tidak pernah tertarik berbuat kekerasan, dan kalau datang orang yang menyebalkan hendak berlaku normal seperti biasanya, ya, sudah, terima saja. Sedikit saya rasa saya kerepotan, tapi ya, selama saya tidak kena getahnya, untuk apa saya permasalahkan?
Kadang dalam beberapa kesempatan, saya hanya bertanya saat saya penasaran, tanpa pernah ada niatan memprovokasi siapa-siapa. Jawaban-jawaban seperti "Tolong jangan memprovokasi, ya, Bung," atau "jangan bocor lu!" begitu tersurat menyalahartikan niatan saya. Orang-orang ini mungkin mengadukan atau mendoakan saya macam-macam. Diam-diam barangkali saya jadi bahan omongan. Tapi itu repotnya saya mengelola asumsi: jika ada yang janggal, otak saya sibuk kasak-kusuk. Duh, bagaimanapun tidak bisa saya kendalikan; silakan saja, deh, saya pikir, sambil menyimpan kekecewaan yang saya yakin hanya 30 mikrometer, setara PM 2.5 😩
Dahulu, jika saya lelah atau dongkol, siapa pun itu harus saya konfrontasi. Kini semakin usia bertambah, semakin saya tahan diri. Remah-remahnya kebanyakan saya kunyah dan saya telan. Saya meyakini saja, remah-remahnya akan larut oleh asam lambung dan terbuang di kloset rumah. Saya pikir, dengan menyimpan sedikit demi sedikit kekecewaan, tidak akan berefek apa pun terhadap kehidupan saya.
Sekarang saya tahu pikiran itu keliru.
Belakangan, saya mudah meneriaki anak, memukul kucing, mendebat istri, meneriaki Tuhan sambil motoran, dan dengan sombong mengeklaim bahwa saya bukan orang yang taat. Saya seringkali memang meminta maaf akan sesuatu yang dipandang salah oleh orang-orang, tetapi saya tidak pernah benar-benar merasa bersalah. Saya tetap menumpahkan kesalahan itu kepada mereka yang saya rasa menzalimi saya. Meski kata praktisi positif, jangan bermental korban. Ya ... tapi kalo sudah kalah dan tidak ada penghargaan, mau gimana? Tentu saya akui, tapi untuk berdamai, aduh, tunggu dulu. Sampai sekarang saya masih berhasrat ingin hadapi dan pukul manusia-manusia "pemenang" yang mewah berkata-kata di media sosial, tapi saya tahu selubung dunia nyatanya seperti apa. Saya tidak zen. Sudah puluhan tahun saya berusaha mengelola perasaan kalah, tapi selalu ada seserpih demi seserpih kekecewaan, yang saya tumbuk dan pendam, tanpa sadar menumbuh jadi dendam.
Empat pekan lalu, air rumah saya kering sehingga tiap hari kami harus ambil air dari musala. Maju sepekan, saya kehilangan ponsel kala berjalan kaki menuju stasiun. Sepekan berikutnya, kontrak kerja saya habis sehingga saya harus cari-cari klien freelance lagi. Terakhir, sepekan setelahnya lagi, kami tertabrak motor: motor Revo yang saya andalkan sejak SMA cedera parah, dan rasanya mau saya ikhlaskan saja saat membayangkan biaya servisnya di bengkel. Padahal otak kami masih ngebul soal gimana caranya melunasi uang kontrakan bulan ini.
Saya tersadar saat mengobrol dengan istri soal ketidakberuntungan ini, saya pikir, barangkali semua ini rentetan peristiwa penghapus dosa. Namun, dia timpali dengan segera, "Kayaknya kita yang harus kontemplasi."
Saya paham apa itu kontemplasi. Namun, tidak sepraktis itu saya gunakan dalam setiap momen. Sadar, nggak sadar, saya sering pakai kata kontemplasi setiap kali bicara atau menulis. Culas sekali, saya pikir, diri saya ini.
Apakah ini pernyataan bahwa kini saya telah bermetamorfosis menjadi sepenuhnya berpikiran terbuka? Oh, tentu tidak. Siapa pun, bahkan Rasulullah saja pernah mengutuk seorang pendosa. Apalah saya yang derajatnya lebih rendah ini? Saya bukan ular atau tikus, dan rasanya, nggak ada satu pun manusia yang berhak menyebut diri paripurna. Saya juga masih berusaha bercermin. Bahwa ini masih proses menuju. Sampai mati barangkali, saya masih menuju, belum sampai.
Lagi dan lagi, yang bisa saya lakukan cuma bersikap baik. Entah pada siapa pun, demi menyediakan ruang-ruang yang terang. Betul, saya memang pendendam. Namun, boleh jadi ini pelajaran bahwa mengkhidmati kenyataan tidak semulus perkiraan. Saya, melalui media sosial ini, hanya mengungkapkan pengalaman, serta pikiran saya sekeras-kerasnya, di depan sebanyak-banyaknya orang—yang peduli.
Kalaupun sesekali saya bergumam atau menggerutu di lapak sendiri, alasannya cuma satu: realitasnya bikin saya capek. Kalo sudah capek, saya marah.
Maafkan, ya, jika tulisan saya terlalu suram. Tapi siapa pun kamu yang sedang melalui ini, sadarilah kita gak pernah sendiri. Sebagai orang yang biasa merasa kalah, saya sering kecewa. Yang terpenting, jangan pernah merasa sendiri. Perasaan sendiri adalah sesulit-sulitnya perasaan.
We are not alone.
3 notes
·
View notes
Text
HGN 2023
Hari ini, memang bukan hari guru.
Tapi hari ini, sekolah baru mengadakan upacara hari guru.
So, selamat hari guru untukku dan untukmu.
Kali ini, agak istimewa.
Boleh aku menuliskan sesuatu yang istimewa itu? Bukan maksud ku untuk pamer. Tapi ini bentuk kebanggaan akan usaha dan perjuangan mereka.
Tahun ini, setelah beberapa tahun menyandang status 'Ibu Guru'. Tiba saatnya untuk diberikan kepercayaan lain, yaitu Wali Kelas.
Uwow, menyandang status menjadi wali kelas setelah berada di zona nyaman yang sebenarnya tidak terlalu nyaman ini membuatku overthiking.
Yes, minder lebih tepatnya.
Beberapa hal bermunculan di pikiran, akan jadi apa kelasku nanti? Apa aku bisa menghandle mereka? Apakah mereka akan nyaman denganku? Apakah akan ada masalah diluar kendali seperti cerita wali kelas yang lain? Dan, apakah aku mampu?
Bismillahirrahmanirrahim, ku terima amanah itu dengan tekad hati yang tidak terlalu yakin.
Hingga hari ini, kurang lebih lima bulan telah berlalu.
Jelas, permasalahan yang selama ini ditakutkan muncul perlahan. Tidak berat memang, hanya saja cukup membuat otakku berpikir mengenai solusi terbaik akan hal itu. Berusaha menjadi pihak netral dan berusaha untuk sat set sat set bat bet bat bet. Pontang panting. (Puh sepuh, tolong bagi tips and trik donk Puh).
Mendapatkan kelas yang terdiri dari tiga puluh enam kepribadian ini membuatku belajar banyak hal. Memahami itu pasti, dan beradaptasi itu harus. Memposisikan diri sebagai Ibu itu wajib, tapi menjadi Kakak itu lebih nyaman. Okey, apapun itu asal mereka nyaman dan masih sesuai koridornya. Tak masalah.
Tahun ini, HGNku diwarnai dengan beberapa kejutan yang datang dari mereka. Dengan embel-embel, "kelas solid". Mereka mulai membuktikan hal tersebut setelah sebelumnya ku tantang mereka untuk menjadi kelas solid tanpa huru hara yang sebelumnya selalu muncul saat diskusi kelas berlangsung. Hmm, pancen hal wajib kelas ini harus huru hara dulu baru mlaku. Sampai ketua dan wakil ketua pengen mundur di tengah semester. "Kami gak kuat Bu", kata mereka kala itu. Duh, tepok jidat.
Yang akan ku sampaikan di HGN kali ini ialah: terimakasih atas pelajaran hidup yang berharga ini. Jika bukan dari kalian, saya tidak akan mendapatkannya. Tetap akan saya dampingi kalian, semampu dan sebisa saya sampai kontrak kita berakhir. Walau harus sambat didepan kelas sambil kalian,
"iya ya Bu."
"Woy meneng!"
"Berisik, meneng ya!"
"rungokna heh"
Akan saya hadapi. Haha.
Terimakasih juga untuk bingkisan serta bunganya gengs. Saya sangat amat mengapresiasi.
Dan untukmu yang membaca ini, selamat hari guru untukmu.
Hey, mari tetap lalui hari dengan penuh tanggung jawab. Walau sambat selalu mengiringi. Tak apa, asal itu bisa membuatmu waras dan sehat batin.
Selamat bersibuk ria dengan tumpukan gawean yang sebenernya udah dijejer biar gak numpuk. Tapi koknya malah dikejar deadline.
Baiklah, kita mampu lalui ini.
Daaah, sekian ceritaku sambil menunggu waktu pulang.
Sampai jumpa tahun depan.
2 notes
·
View notes
Text
Cerita Tentang 2022 (Season 1)
Bagiku tahun 2022 adalah tahun dimana aku bertemu manusia-manusia yang memberikan positive vibes buat hidup aku. Bertemu orang baru yang benar-benar menjadi sahabat,saudara, keluarga mungkin teman hidup ( we never know). Setelah mengalami beberapa kegagalan di tahun 2021, ternyata 2022 memberi banyak warna buat perjalanan mengakhiri usia 20-an.
Di awal tahun selagi menunggu panggilan kerjaan setelah selesai kontrak dan gagal SKB CPNS di akhir tahun, aku memutuskan menjadi freelance vaksinasi yang masih gencar pada saat itu khususnya vaksin booster. Bulan Februari, saat melihat grup Nusantara Sehat (NS) ada info bahwa Panitia di BBPK Ciloto membutuhkan alumni untuk menjadi Camp Manager (CM) di Pelatihan NS team batch. Wah, ini kesempatan untuk kembali nostalgia dengan suasana pelatihan yang dulu aku pun melakukannya selama 40 hari di tempa oleh para Komandan TNI. Ingat dulu selagi masih jadi peserta, punya niatan bakal datang lagi ke Ciloto entah itu jadi pegawai, peserta pelatihan, mungkin saja jadi mentor. (Aku selalu amaze dengan cara Allah mengabulkan omongan yang sekiranya kita anggap ringan dan tanpa usaha tapi Allah kabulkan-omongan adalah doa- kiranya begiutu)
Pelatihan adek-adek NS sekarang dibagi dua sesi, online dan klasikal. Jadi, kita datang bertatap muka hanya dapat seminggu sampai pelepasan di Ciloto. Akhir Maret adalh awal perjumpaan aku dengan sembilan alumni lainnya yang direkrut. Panitia pelatihan memang membutuhkan 10 orang alumni untuk jadi CM. Selayakanya teman seangkatan, ternyata kita langsung klop meski berasal dari batch yang beda-beda dan langsung bernostalgia seperti kawan yang sudah lama tidak jumpa.
Mereka adalah orang-orang hebat yang Allah siapkan untuk aku kenali dan temui, kebanyakan berasal dari Sumatra dan Jawa tapi dapat penempatan di Ujung Barat dan Timur Indonesia. Pengalaman mengabdi mereka luar biasa dibandingkan aku. Ada dua Bhayangkari yang selalu menasehati kami yang masih pada jomblo ini dalam hal mencari pasangan tentunya berdasarkan pengalaman mereka. Ada yang sedang menunggu pengumuman Beasiswa Tubel NS dan akhirnya dapat. Ada yang sedang menunggu acc visa kerja buat ke OZ dan akhirnya dapat juga. Ada juga pejuang-pejuang pencari nafkah serta jodoh (sampai saat ini nafkahnya dapat, tapi jodoh belum ada beritanya)
Dari mereka aku belajar saling tolong menolong, saling mengingatkan akan kebaikan, saling mendoakan, saling suport dan tentunya saling mendoakan. Ah iya, disini juga aku bertemu kawan lama seperjuangan kuliah dulu, bertemu adik tingkat yang sekarang sedang mengabdi di Aceh dan Sulawesi, bertemu adik-adik yang setiap melihat instastory mereka sukses bikin aku balik lagi ke Papua karena masih cakep aja pemandangannya.
Mereka juga mengajarkan aku bahwa meski usia tidak lagi muda, tapi cita-cita, mimpi yang ingin dicapai masih sangat mungkin jika kita berusaha, berdoa dan dapat lingkungan serta pertemanan yang mendukung. Dari mereka juga aku punya mimpi baru, punya tujuan baru juga.
Terima kasih kawan, sudah mewarnai awal tahunku dengan positive vibes dari kalian. See you when i see you. Tahun 2023 kita bertemu ya..
9 notes
·
View notes
Text
Memahami Dunia Kripto: Mengenal Mata Uang Digital dan Blockchain
Halo semua pengguna Tumblr! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang sedang hangat di dunia finansial, yaitu kripto. Kripto atau cryptocurrency telah menjadi perbincangan yang menarik dalam beberapa tahun terakhir, dan dengan perkembangan teknologi yang pesat, ini menjadi topik yang layak untuk dieksplorasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu kripto, bagaimana kripto bekerja, dan manfaat serta tantangan yang terkait dengannya.
Apa itu Kripto?
Kripto, atau mata uang kripto, adalah bentuk mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk mengamankan transaksi dan mengendalikan penciptaan unit baru. Bitcoin adalah kripto pertama yang diperkenalkan pada tahun 2009 oleh seseorang atau sekelompok orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Sejak saat itu, banyak kripto lainnya telah muncul, termasuk Ethereum, Ripple, Litecoin, dan masih banyak lagi.
Bagaimana Kripto Bekerja?
Kripto didasarkan pada teknologi blockchain, yang merupakan buku besar terdesentralisasi yang mencatat semua transaksi. Blockchain memungkinkan verifikasi transaksi secara terbuka dan transparan, tanpa memerlukan pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan tradisional. Setiap transaksi dikonfirmasi oleh jaringan komputer yang terhubung, yang dikenal sebagai penambang atau miners.
Manfaat Kripto
a. Desentralisasi
Kripto tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal, seperti bank sentral. Hal ini memberikan kesempatan bagi individu untuk memiliki kendali penuh atas keuangan mereka.
b. Keamanan
Kripto menggunakan teknologi kriptografi yang kuat, membuatnya sulit untuk dipalsukan atau diretas.
c. Kecepatan dan Efisiensi
Transaksi kripto dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, terutama dalam transaksi lintas negara.
d. Akses ke Layanan Keuangan
Kripto dapat memberikan akses ke layanan keuangan kepada mereka yang sebelumnya tidak terlayani oleh sistem perbankan tradisional.
Tantangan dan Risiko
a. Volatilitas
Nilai kripto dapat berfluktuasi secara signifikan dalam waktu singkat, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi para investor.
b. Regulasi
Kripto masih dalam tahap perkembangan dalam hal regulasi di banyak negara. Ketidakpastian regulasi dapat mempengaruhi adopsi dan kepercayaan pengguna.
c. Keamanan Digital
Meskipun kripto sendiri menggunakan teknologi yang aman, serangan siber terhadap dompet kripto atau pertukaran dapat mengakibatkan kehilangan dana.
Masa Depan Kripto
Meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi, kripto telah menunjukkan potensi besar dalam mengubah dunia keuangan. Banyak perusahaan besar dan lembaga keuangan mulai melirik teknologi blockchain dan mencoba mengintegrasikannya ke dalam operasi mereka. Kemungkinan penggunaan kripto di masa depan termasuk pembayaran digital, kontrak pintar, identitas digital, dan banyak lagi.
Jadi itulah beberapa poin penting tentang kripto. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut, ada banyak sumber daya dan komunitas di Tumblr yang dapat membantu Anda mendalami topik ini. Ingatlah selalu bahwa kripto adalah dunia yang dinamis dan terus berkembang, jadi tetaplah terbuka terhadap informasi terbaru dan jangan ragu untuk bertanya dan berbagi dengan komunitas yang ada.
Temukan Solusi Teknologi Terbaik di This Azhar: Informasi Tips dan Trik Terlengkap!
2 notes
·
View notes
Text
Empat Paket Proyek di IBAB Probolinggo Rampung Tanpa Pengumuman Resmi
PROBOLINGGO, MaduraPost – Empat paket proyek Penunjukan Langsung (PL) di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAB) Probolinggo menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan pada bulan Juli lalu tersebut diduga dilakukan tanpa melalui prosedur Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak. Berdasarkan pantauan Madura Post, keempat proyek tersebut meliputi,…
#Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah#Apbd#DKP#IBAB#Instalasi Budidaya Air Payau#Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan#Kontraktor langganan#Layanan Pengadaan Secara Elektronik#Lpse#lsm macan kumbang#PBJ#Pengadaan Barang dan Jasa#Pengecatan pagar#PL#Probolinggo#Proyek Penunjukan Langsung#Rehab rumah dinas#SPK#Surat Perintah Kerja#Tanpa kontrak
0 notes
Text
Tulus
Huhu kembali lagi ke fungsi awal dari tumblr ini yaitu to record what I am grateful for. Terus belakangan ini betulan banyak BANYAK banget yang mau disyukuri HUHU sampai gatau mau mulai dari mana.
Dari my main job dulu kali ya: menjadi 3rd year PhD student di Oxford University.
Kemarin hari Senin dapet surat dari Jardine kalau mereka approve my request for one more year funding extension! Karena di kontrak awal emang bunyinya si Jardine akan mensponsori study selama 3 tahun aja kan. Itu turun dari info DPhil di website Oxford ini https://www.ox.ac.uk/admissions/graduate/courses/dphil-earth-sciences yang bunyinya emang expected length: 3 to 4 years. Tapi sebetulnya untuk ini nggak yang deg-degan banget sih karena ku menyaksikan banyak Jardine scholars doing PhD yang extend sampai 4th year, 5th year, jadi kinda expected tapi tetap aja dengan adanya surat ini jadi lebih yakin dan tertulis hitam-putih kan, jadi berkurang khawatir duit turun atau nggaknya next September. Tmsn juga ga akan nanya-nanyain lagi setiap meeting terkait ini (Jardine nge-cc Tmsn juga di email suratnya soalnya).
I circulated MY R2R and revised ms to all co-authors!!! Jujur ini milestone terbesar yang kucapai 2023 ini sih. Setelah super terpukul dan pusing banget pas dapet rejection Feb kemarin, menunda-nunda ngerjain response yang aslinya ga sebanyak itu, dan sampai dipanggil buat meeting in-person ngobrol sama Tmsn ditanyain “lo ada masalah apa dah kenapa ga selesai2 ni ngerjain revisionnya?” LOL ga gitu sih secara harfiah dia ngomongnya, tapi secara ga langsung maksudnya kaya gitu. Si postdoc w juga kayanya udah capek bgt sama w makanya langsung ngoper ke PI huhu. Tapi iya, ternyata duduk manis rapi fokus ngerjain dengan breaking down the tasks to smaller tasks really did HELP. Sekaran sebetulnya masih banyak sih yang harus dikerjain: rapiin references, nulis paragraph discussion 5.5., dan figures… Tapi at least bigger chunk of the tasksnya udah nggak di w lagi, melainkan di co-authors. Will it get easier after this? Of course not, karena co- authors juga pasti banyak banget feedbacknya. But, at least, ku sudah maju took one small (not that small personally for me) step ahead.
Belakangan ini juga agak rajin main table tennis sama Biao jam 5pm weekday, which is a good progress too(?) since I barely exercised sejak Archu graduated and moved out of Oxford. Archu ini yang selalu booked badminton court di Iffley dan gratis karena dia bayar yearly fee member OU Badminton Club… Main cuma 30 menit sih palingan, tapi cukup keringetan lah ya, apalagi cuacanya cukup hot juga recently.
Nah sekarang sebagai Noni aja tanpa embel-embel phd student, setelah terakhir nulis tentang Beyonce, sesuai judulnya, kali ini nulis Tulus karena baru aja nonton Tulus di London HUHU kurang convenient apa coba, di Indonesia harus rebutan beli tiket turnya dan gakan bisa ngeliat doi sedekat w kemarin :””) terus ya tapi emang satu album Manusia 2022 kemarin bagus banget sih ku gaberhenti dengerin for a whole month kayanya. Terus pas Nadia bilang acara pensi PPI London bakal ngundang Tulus amat sangat excited!!!
Semalem juga telponan vidcall sama Nadia bahas gimana jadi panitia. Tapi keren banget sih emang sekali lagi tepuk tangan untuk mahasiswa-mahasiswa Indonesia di PPI London bikin acara scale-nya segede itu. Terus 15 Juli akan ada mosaic di Bonn Square Oxford seperti tahun lalu tapi ku posisi masih otw Lyon-Oxford sepertinya jadi tidak bisa ikut meramaikan.
Tapi ternyata ya enak banget ya ga jadi pengurus acara apapun tuh. Ga pusing. Bisa tinggal datang aja sebagai peserta. Gaada tanggungjawab untuk stay paling akhir juga tunggu semua orang dan beres-beres….
Tadi pagi! Kelas Pelatnas 2 IGEO isinya 18 orang. Aslinya ada kelas 2 jam juga pas hari Senin sih, tapi berhubung lagi hektik abcd banget minggu lalu jadi gasempet bikin class plan dan hari Senin kemarin lebih impromptu just talk about whatever for 2 hours. Baru terjalani hari ini kelas yang beneran kubayangkan berminggu-minggu lalu. Ku-pos di instastory juga hari ini instruction sheetnya. Hamdalah feedbacknya ok2 banget huhu. Besok masih ada 1 jam tapi bingung ngapain yah… Ada saran…? Sebetulnya dibanding memaksa mereka learning something new, ku lebih pengen nunjukkin learning methods aja sih… Mereka sepertinya masalah utamanya adalah mengalami kebingungan identifying/classifying rocks: apakah ini batuan sedimen atau metamorf atau igneous. Buat w yang sudah bergelut di dunia geologi dari kelas X SMA (aka hampir 14 tahun yang lalu), mungkin memang ga terlalu pusingin nama batu apa. Toh naming something itu kan suatu social construct juga ya (lah jadi philosophical). Iya tapi maksudnya ku berkali-kali bilang “ga penting buat kalian namain nama batu betul apa nggak, yang lebih penting adalah argumennya kenapa kalian bisa sampai ke nama itu, cara pikirnya gimana, apa yang dilihat, apa yang dideskripsi” – tentu saja they are not having it. Ini tipikal w dulu ngedumel kalau ada dosen yang di kelas bukannya ngajarin materi tapi malah ngebacot tentang filosofi ilmu…. TAPI w sekarang adalah dosen itu!!! Gimana dongggggg.
Iya yaudah tapi intinya mau bilang aja super grateful masih punya opportunity untuk share how passionate I am in geology.
Beberapa unfortunate events recently tentu saja ada, tapi untungnya juga super grateful karena Alhamdulillah selalu ada solusi dari kebodohan-kebodohan hidup saya ini. Salah satunya adalah kemarin Senin ku being locked out of the house karena kunci rumah ga kebawa di tas dan pintu rumah tu yang kekunci otomatis modelan pintu hotel gitu. Masalahnya si Kalina lagi mudik ke SA jadi betul-betul I’m on my own now. Nah pusing kan, tapi untungnya masih ada spare key di college(!) dan awalnya ku mau bikin duplikat aja kan, tapi sama Belinda manager accommodation college dibolehin buat pinjam aja huhu BAIK BANGET. Di rumah sebetulnya juga udah ada 2 konci karena dulu ku pernah ngilangin (sampe sekarang masih penasaran ini ilang di mana konci) dan ku duplikat koncinya Kalina 2 biji. Satu buat dipake sehari-hari, dan satu buat serep. Tapi namanya kekunci dari luar rumah ya gimana dua2nya kunci ini di dalam rumah juga… Lesson learnednya adalah: satu kunci serep ini sekarang kutaruh di laci office. Jadi amit-amit ku kekunci dari luar lagi, ku bisa pake kunci yang di ofis. Sebetulnya rada ga perlu juga sih baru berstrategi ini sekarang karena ku bakal move out of this house juga soon… Tapi gapapa namanya juga berikhtiar, her name is also effort….
Kebodohan kedua yang baru saja terjadi recently adalah: pas mau nonton Tulus hari Sabtu kemarin, ku ber-ide untuk ga studi lapangan dulu terkait transport Oxford-London. Jadi pas Beyonce kan ku ngebis dari rumah berangkat jam 15pm masih aman ye, sampe London 16.30pm dan venue 17.30pm. Aman banget tu. Nah ku soktau tanpa ngecek ada strike atau nggak, mikir kalau I will do fine this time if I leave at 15pm juga…. BETAPA SALAHNYA SAYA. Intinya ternyata gaada kereta running from Oxford ke Didcot. Yaudah ku langsung book itu keretanya yang dari Didcot dan ternyata ada Rail Replacement Bus gitu dari stasiun Oxford dan aku pun langsung lari ngejar bis itu yang jam 15.30pm… HUF long story short pokoknya Alhamdulillah jam 17.10pm sudah sampai Paddington dan ku sampai venue jam 17.30pm-an sepertinya. Sangat lega….
Terus otak mikir keras kan… Ada kereta sih ke Paddington tapi dari Didcot. Dan harus ngebis dulu dari Oxford ke Didcot. Yaudah ku langsung book itu keretanya yang dari Didcot dan ternyata ada Rail Replacement Bus gitu dari stasiun Oxford dan aku pun langsung lari ngejar bis itu yang jam 15.30pm… HUF long story short pokoknya Alhamdulillah jam 17.10pm sudah sampai Paddington dan ku sampai venue jam 17.30pm-an sepertinya. Sangat lega….
Opening acts ada the overtunes dan beberapa performer lokal tapi karena ku datang purely karena Tulus aja jadi ku mostly duduk-duduk di bar sambil main hp… Dari situ jadi sempat ketemu banyak orang juga… Selesai acara ku langsung cabs pulang ngejar bis ke Oxford, sampai rumah tepat 00.02am.
Udah sih… Sepertinya untuk sekarang mau ngebacot itu dulu aja. Hari Minggunya pagi ada kelas, terus sore nemenin Widari ambil bodcard di Summertown House karena dia being locked out dari gedungnya…
Sekian
30.18 15:37pm 07/06/2023
3 notes
·
View notes
Text
Dari sujud panjang menghamba agar dibukakan dan dikabulkan satu-dua keinginan dunia, menuju sujud panjang untuk mengharap cinta-Nya saja. Tiap sebelum tidur; rasanya rungsing, ingin cepat-cepat bangun, lalu berharap-harap cemas agar Ia mengundang kembali di malam-malam yang lelap. Saat terbangun, rasa lega; ingin berlari secepat mungkin, persis seperti menunggu kekasih. Lalu bersimpuh menghamba tanpa ada siapa-siapa; kecuali diri ini dari diri-Nya Semoga selalu Ia kukuhkan perasaan-perasaan indah ini. Tidak lekang oleh waktu, selamanya. Meski banyak orang bilang seumur hidup terlalu lama, untukku "seumur hidup" adalah kontrak komitmen setengah jalan saja; sejatinya yang paling utuh adalah masa setelah itu; akhirat
2 notes
·
View notes
Text
Ring - Prolog
Eichi: "Wah, Anzu-chan."
Eichi: "Kamu datang lebih cepat dari waktu pertemuan. Aah, seandainya pekerjaanku sebelum ini tidak berantakan, aku pasti juga akan datang lebih cepat."
Eichi: "Seandainya ada cara supaya aku bisa mengatur sendiri jadwalku, kalau terus begini, rasanya aku hanya membuang-buang waktuku. Padahal kita hidup di zaman yang membutuhkan kecerdikan dan ketelitian, tapi jauh lebih mudah melakukannya sebelum ini. Kamu juga berpikir begitu, Anzu-chan?"
Eichi: "Ah, maaf, kamu pasti kebingungan harus menanggapi seperti apa. Aku jadi sering mengeluh akibat jadwal yang sibuk, sampai tidak ada waktu luang."
Eichi: "Nah, langsung ke intinya saja, ya. Aku, 'kan, tidak bisa terus membuang waktumu?"
Eichi: "Mengenai permintaanmu, Anzu-chan, pihak ES sudah memutuskan bahwa mereka tidak bisa menerimanya."
Eichi: "Aah ... maaf membuatmu kecewa. Aku ingin mendukungmu, tapi keputusan ES tidak bisa ditolak. Mereka juga memutuskan setelah memikirkan kondisimu."
Eichi: "Ng? Kamu ingin tahu mengapa itu ditolak?"
Eichi: "Saat ini kamu sangat sibuk, bukan? Jika permintaan disetujui, kamu akan mengurus dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Aku sendiri tidak yakin kamu bisa mengatasi situasi itu. Ini bukan tentang kemampuan, tetapi efektifitas waktu. Seandainya satu pekerjaan dikerjakan setengah-setengah, kamu juga yang paling dirugikan."
Eichi: "Bahkan jika kamu bilang tidak apa-apa, risikonya tidak akan hilang. Kita akan mengambil pilihan dengan risiko terkecil supaya kamu tidak kecewa, Anzu-chan."
Eichi: "Ini hanya pendapatku, tapi hal itu tidak harus dilakukan sekarang, 'kan? Pasti akan datang waktu yang tepat."
Eichi: "Hmm ... begitu, ya, kamu sudah memikirkan waktu yang pas untuk melakukan itu."
Eichi: "Meski begitu, keputusan ES tetap tidak bisa diubah, tetapi mungkin kamu bisa meyakinkan pihak manajemen tanpa melepaskan pekerjaanmu yang lain? Mungkin kamu bisa membalik keadaan."
Eichi: "Ah, jangan khawatir, aku sendiri juga akan kecewa jika tidak bisa memenuhi harapan Anzu-chan, yang telah berjuang sejak di Yumenosaki hingga ke ES ini. Iya, pikirkan sekali lagi, ya."
Eichi: "Kalau kamu bisa meyakinkan mereka, aku akan membantu. Ini bukan sekedar permainan anak-anak, ada kontrak di dalamnya."
Eichi: "Fufu ... sekarang kamu jadi lebih bersemangat."
Eichi: "Aku tidak mengerti mengapa kamu begitu ingin melakukannya di waktu ini, tapi jika itu memang keinginanmu, akan kudukung."
Eichi: "Ah, aku harus segera pergi. Ada jadwal rekaman hari ini. Program ini sangat tepat waktu, aku juga harus cepat."
Eichi: "Kalau begitu sampai jumpa, Anzu-chan."
Eichi: "Duh, kuharap dia tidak terlalu serius, tapi jika melihat keadaannya, dia pasti akan datang lagi. Ya ampun, mengapa anak perempuan sangat tertarik pada pernikahan?"
End of Prolog
Next>
2 notes
·
View notes
Text
Hari-berganti hari dan kemudian tiba di moment wisuda, setelah itu Aku membantu penelitian dosen, mengikuti pelatihan terkait pendidikan untuk mempersiapkan diri menjadi pendidik. Masih ku ingin melanjutkan pendidikan karena merasa belum menemukan yang aku cari dan merasa belum siap untuk bekerja, sepertinya kesempatan bekerja yang Aku inginkan masih belum terbuka lebar dengan bekal yang kumiliki. Ku ungkapkan rencana melanjutkan studi kepada kedua orang tuaku, singkat cerita walau kenyataannya tak sesingkat ini karena untuk memperjuangkan pendidikan lanjutan bukan tanpa upaya.
Setelah diterima di kampus untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di kampus yang ternyata menjadi list dan impian saat Aku SMA dulu. Ku jalani hari dengan bahagia, segala proses kujalani dengan semaksimal yang Aku bisa. Bekerja sambil kuliah kujalani dengan menikmati disertai kegiatan volunteering dan organisasi yang membuat hari menjadi penuh jadwal setiap harinya. Setelah lulus dari pascasarjana Aku masih menetap di kampus ini sementara waktu karena masih melanjutkan menjadi asisten dosen. Lalu kurang lebih setahun berlalu setelah lulus, salah satu sahabatku menawarkan di group salah satu organisasi terkait pekerjaan. Dikarenakan dia merasa sepertinya tidak akan terpegang oleh karena itu, ia mencari pengganti.
Aku konfirmasi terkait pekerjaan itu lalu ku ijin orang tua dan alhamdulilah diberikan restu. Besok harinya Aku langsung berangkat dan lusanya Aku bekerja. Bekerja di suatu institusi besar, hari demi hari dijalani tetapi Aku merasa ada yang belum terpenuhi terkait dengan pengembangan diri di pekerjaan ini karena hal yang dilakukan adalah pengulangan sesuatu sehingga Aku mencari untuk menutupi celah itu dengan terlibat penelitian di beberapa organisasi untuk tetap keep improving diri. Hari yang super sibuk dilalui. Rasanya seperti berlari sangat cepat dan ada masanya burnout hadir ditandai dengan gejala fisik dan psikis yang sangat mengganggu.
Asam lambung yang meningkat dengan cepat tak seperti biasanya, sakit punggung menyerang sampai sangat sakit untuk bangun dan bahkan jalan biasa pun perlu upaya sangat karena super sakit yang dirasakan. Psikis Aku sudah kena ya karena sejatinya banyak hal yang Aku pikirkan kala itu, tak hanya masalah pekerjaan. Tetapi tidak dipungkiri jika pekerjaan pun memiliki andil akan ini. Rasanya overload sangat. Semuanya jadi tidak terasa nikmat. Aku akui kurang lebih setahun aku sangat padat dan rasanya tak memiliki me time yang cukup. Banyak terkuras oleh pekerjaan waktu yang ada. Di satu sisi aku mau off terlebih dahulu di sisi lain sangat sayang kesempatan yang ada di hadapan mata yang mungkin orang lain belum tentu memiliki kesempatan yang sama. Akhirnya karena sayang dan Aku tipe yang berusaha mengusahakan yang terbaik sehingga mau perform di semuanya dan karena Aku juga takut mengecewakan orang, terlebih orang yang sudah memberikan Aku kesempatan sehingga Aku tak memperdulikan diri walau disatu sisi rasanya ingin menukar uang dengan waktu saat itu. Walau bukan sultan yang uangnya tanpa batas, Aku masih memiliki uang terbatas tetapi rasanya mau menukar karena sedang benar-benar full dan rasanya ingin sekali mengambil jeda tetapi keadaan sedang tidak memungkinkan. Akhirnya tetap keep going.
Ada momen-momen off disela perpanjangan kontrak itu menjadi momen yang ditunggu. Lepas sementra dari kerjaan untuk menikmati hidup, bernafas dengan segala scenario kehidupan
Aku masih bingung untuk melangkah, kerja mengerjakan apa yang ada didepan mata yang mampu kulakukan Aku kerjakan. Kesempatan yang ada aku terima sejauh ini karena untuk mendapatkan kesempatan itu tidak mudah. Sehingga pekerjaan sering berganti karena by project memang sedari dulu Aku belum menyiapkan mau kerja permanent karena Aku memprioritaskan menikah dan terkait kerjaan kita diskusikan bersama nanti tetapi karena belahan hati tak kunjung bertemu sehingga munculah lagi keinginan untuk mengimprove diri lebih salah satunya ingin melanjutkan pendidikan lagi.
Walau sebenarnya prioritas masih menikah tapi Aku menanti pilihan hati dengan cara yang bermanfaat sehingga penantian itu tak sia-sia dan membuat menanti itu tidak terasa. dan menjadi hal yang berarti
2 notes
·
View notes
Text
-GELISAH-
.
Tiyan meniti langkah menuju rumah, setelah bis kota yang ia tumpangi memberhentikannya di halte tepat depan gang. Jalanan yang masih tanah itu sedikit becek, sebab guyuran air langit yang mungkin turun sore tadi. Beberapa lampu penerang jalan mati, beberapa lagi cahayanya meredup.
Pyyaaaaak... Ia menginjak kubangan air yang seharusnya dihindari. Sebab gelap, ia tak dapat membedakan tanah datar atau genangan. "Sial,"gerutunya. Satu sepatunya basah kuyub, sedangkan pasangannya basah sbagian kena cipratan. Hari itu dia benar-benar merasa tak beruntung. Sudah ia mendapat surat pemberitahuan tidak perpanjang kontrak, lalu ia mulai gelisah tentang rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sementara dalam otaknya sedang tak terpikir apa-apa dan lagi keapesannya berlanjut dengan menginjak genangan yang membuat sepatunya basah.
"Tiyan, pulang,"sapanya ketika membuka pintu rumahnya. Didapatinya ibunya sedang duduk di sofa ruang tamu dengan gawai di genggamannya.
"Sudah pulang, nak. Buruan mandi, biar ibu siapkan makan malammu,"ucap ibunya lalu bangkit, meletakkan gawainya di meja.
Beranjaklah Tiyan menanggalkan sepatu basahnya dan menjemurnya di teras rumah. Kemudian, ia mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi sebagaimana titah ibunya.
***
"Boleh ibu tanya sesuatu Tiyan?,"sergah sang ibu ketika menemaninya menyantap makanannya.
"Apa bu?"
"Kamu terlihat murung hari ini, apa ada yang mengganggu pikiranmu?,"tanya ibu tanpa basa-basi.
Deg. Jantung Tiyan tiba-tiba berdebar. Seluruh isi kepalanya seakan dibredel dengan satu pertanyaan sang ibu. Dia pun merasa ibunya seperti paranormal, yang bisa meramal kegundahan hatinya.
"Tiyan akan berhenti bekerja bu,"kalimat itu terlontar begitu saja sebagai jawaban. Memunculkan tatapan serba tanda tanya. "Apa maksudnya?,"tanya ibunya tidak mengerti.
2 notes
·
View notes