ahmadgzaki
ahmadgzaki
Interpersonal
83 posts
selamat membaca dan mengurai makna
Last active 2 hours ago
Don't wanna be here? Send us removal request.
ahmadgzaki · 16 hours ago
Text
Tubuh jalan memanggil namamu Hitam aspal merayu jemarimu
Pagi masih berselempang kabut Mentari belum menginjak ufuk Cukuplah hangatnya sebagai pertanda Kau harus pergi segera!
Tubuh jalan memanggil ragamu Hitam aspal merayu tumitmu
Segala yang terpendam & tak terbalaskan Menjadi debu yang dilindas roda apiku Seperti inikah hidup seorang pelarian? Lekas memburu & mencuri kepingan waktu
Apa yang kau kejar hingga nyawa menjadi taruhannya? Apa yang kau takuti hingga satu-satunya cara adalah lari?
Aku menemukan jawabnya di balik kemudi pada debar jantung yang merampas memori.
Surabaya, 28 Februari 2025
5 notes · View notes
ahmadgzaki · 4 days ago
Text
Udara amat dingin di luar, lebih menusuk dari angin AC gedung perkantoran Awan telah menggumpal, sepekat darah yang mengental pada ujung selang infus Dan ia pun pecah, petir membelah suara usai akarnya mencium wajah bumi Lagi-lagi, hujan menjadi sebab kau pulang terlambat
Banjir & genangan air adalah kesedihan yang meluap Selokan & sungai di kota mengarus deras bagai denyut nadi Menghidupi taman-taman yang dibunuh sepi juga gedung dan rumah tak berpenghuni Sedangkan orang-orang menunggu pasrah di halte, minimarket, hingga lobi kantor Atau terjerembap di tengah kemacetan bertelanjang kaki memeluk sembab aspal
Dan kau memilih menjadi yang kedua, berharap masih sempat makan malam bersama, menyempurnakan hangat
Surabaya, 25 Februari 2025
1 note · View note
ahmadgzaki · 5 days ago
Text
Both her eyes are closed
You want to believe that she’ll wake up soon
She won’t
The light in her eyes have faded away
In an instant
When it struck
and she was buried under the rubble of her battered house
Broadcasted everywhere like fireworks on new year’s (only this time the explosions reign on level ground for 350+ days)
How do I know if her last breath was exhaled peacefully?
I don’t
I hold on to a thread of hope
That she had left us painlessly
By mercy
Surabaya, 23 Februari 2025
2 notes · View notes
ahmadgzaki · 12 days ago
Text
Sudah berapa kali pesona langit memukau kedua netramu?
Darinya terpancar warna yang beraneka, yang mungkin belum pernah kaulihat sebelumnya
Sehingga kau merasa ‘keindahan’ menjadi kata yang paling layak untuk ia sandang
Namun langit tak selamanya bak lukisan abstrak dengan tafsiran beragam
Yang hanya dapat diterka menggunakan bahasa hati berkosa-kata tinggi
Aku melihat langit sebagai kanvas yang tabah terhadap apa pun yang mengisi tiap-tiap sudutnya
Seperti arak-arakan awan yang menjadikannya kelabu; atau hitam yang terbentang tanpa ditemani kerlip bintang
Kau tahu,
langit adalah lapang
jika kita mau melihat lebih dalam
Surabaya, 17 Februari 2025
2 notes · View notes
ahmadgzaki · 22 days ago
Text
Hari ini kau sudah berusaha dengan baik
Bayang-bayang tentang esok mulai menjelma mengisi ruang kosong di kepala
Namun rasa lelah tak ubahnya alarm bagi tubuh yang seluruhnya penat
Sehingga satu-satunya yang memenuhi pikiranmu hanyalah keinginan untuk istirahat
Sebelum mentari esok menyapa
Sebelum waktu istirahat menjadi barang langka
Surabaya, 6 Februari 2025
4 notes · View notes
ahmadgzaki · 28 days ago
Text
Kehidupan seperti merenggut segala yang bahagia darimu
Menyisakan kesedihan dan penyesalan yang menikam secara perlahan
Celik mata tak ubahnya saat ia terpejam
Kehilangan secercah cahaya yang membimbing di kala gelap
Lantas bagaimana lagi melanjutkan hidup jika kebahagiaan telah tiada?
Apa itu bahagia?
Barangkali ia lebih luas daripada sekadar harta yang melimpah, keluarga yang utuh, pencapaian yang dapat dibanggakan, kasih sayang orang tercinta…
Mungkin hidup sedang menyiapkan hidangan spesial untukmu, sesuatu yang belum pernah kaucicipi sebelumnya…
Bahwa kebahagiaan dapat kaurasakan pada menu-menu sederhana
Jika dan hanya jika mata hatimu terbuka untuk menarik makna pada tiap-tiap momen yang bergulir di hadapanmu
Seperti seekor kucing yang tetiba mendekat lalu terlelap di sampingmu sebab menginginkan hangat
Lihatlah, bagaimana Tuhan memberikan peran sekecil apa pun itu kepadamu untuk bermanfaat kepada makhluk-Nya!
Surabaya, 1 Februari 2025
4 notes · View notes
ahmadgzaki · 30 days ago
Text
Aku dengan duniaku;
kamu dengan duniamu;
bersama-sama, kita sedang membangun dunia baru.
Orang-orang berkata, “fokus pada persamaan!”
Namun, hal-hal yang tampak sama boleh jadi mengandung makna yang berbeda walau hanya satu derajat.
Bukankah jawaban “iya” terkadang masih bercampur ragu?
Sementara hati memiliki caranya sendiri untuk mengusut yang tak kasatmata
(Setuju dengan beberapa syarat)
(Tidak sepenuhnya menolak meski berbeda pendapat)
Lalu apakah kau akan menerima saja jawaban yang mentah lantas meneruskan langkah?
Alih-alih bergandengan tangan, mungkin ada lengan yang sedang kau tarik paksa!
Barangkali kau hanya perlu menepi sejenak untuk bertanya, “ada apa?”
Sekadar memastikan agar kesamaan kalian juga dilandasi kesalingmengertian.
Surabaya, 30 Januari 2025
2 notes · View notes
ahmadgzaki · 1 month ago
Text
Aku tidak perlu tahu seberapa dalam makna kehadiranku bagi seseorang
Meski hanya momen-momen singkat yang terekam untuk selamanya
Seperti kaset tua di saku celana, siap untuk diputar sebagai pelipur lara
Aku tidak perlu tahu itu!
Sementara aku sendiri berkali-kali gagal menyeduh makna yang bisa kunikmati
Seorang diri.
Di kala sepi.
Pamekasan, 26 Januari 2025
1 note · View note
ahmadgzaki · 1 month ago
Text
Seorang istri menghibur suaminya yang tetiba menitikkan air mata di tengah prosedur medis yang sedang dijalaninya. Sang istri mendekat ke bed suaminya dengan senyuman dan kata-kata penenang. Beberapa jam kemudian, istri tersebut duduk di kursi penunggu di luar ruangan tempat suaminya dirawat. Kedua matanya sembab; raut wajahnya sedu. Berbeda dengan ekspresinya ketika berhadapan dengan sang suami di dalam ruangan itu.
Inilah contoh kesedihan yang bersembunyi di balik wajah tegar seorang perempuan. Rupanya, hal tersebut tidak ekslusif untuk laki-laki saja. Perempuan juga pandai menyembunyikan luka.
Dini hari, 26 Januari 2025
0 notes
ahmadgzaki · 1 month ago
Text
Aku bukan peneliti. Bukan bos perusahaan. Bukan abdi negara, apalagi pejabat tinggi.
Aku hanya orang biasa yang berangkat kerja setiap Senin sampai Jumat (kadang lembur juga di akhir pekan). Menaiki motor yang sama sejak kuliah dan terjebak macet di tengah perjalanan (jika sama, angkat tangan!).
Semua itu kusyukuri, termasuk hasrat menulisku yang senantiasa menggebu. Sebab melalui tulisan, berbagai makna dapat diselidiki, dan hikmah terarsipkan.
Waktu istirahat kantor, 20 Januari 2025
7 notes · View notes
ahmadgzaki · 1 month ago
Text
“Aku ingin mengubah dunia!” katamu saat masih belia.
“Aku ingin memperbaiki negara!” katamu saat mahasiswa.
“Aku ingin menemukan diri sendiri dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar,” katamu saat mulai dewasa.
Selasar masjid, 19/01/2025
0 notes
ahmadgzaki · 1 month ago
Text
Seperempat abad hidupmu melintas begitu saja. Seperti laju kereta di persimpangan jalan yang menunda perjalananmu pulang. Dan kepalamu masih bergulat dengan pertanyaan yang sama beberapa tahun silam. Perihal cita-cita yang masih rumpang dan asa yang kehabisan bahan bakarnya.
Sementara teman-temanmu telah berlayar menjemput senjanya masing-masing. Kau mondar-mandir di atas dermaga atau menghibur diri bermain pasir di bibir pantai. Ditemani hantu mimpi-mimpi yang telah terkubur bersama kenangan di bangku sekolah.
Jangan jadikan kekosongan cita-cita sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa yang dapat memberi manfaat di masa depan. Jangan berdiam diri dan berandai-andai tentang kesempatan yang hilang karena terlambat mengambilnya di masa lalu.
Berbuatlah (apa pun itu) dengan segenap kemampuan yang kau miliki. Sebab masing-masing kita akan menuai hasil dari apa yang kita perbuat saat ini. Percayalah pada prosesnya dan mintalah petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.
Surabaya, 16 Januari 2025
7 notes · View notes
ahmadgzaki · 2 months ago
Text
Yaa Allah, ampunilah kami yang amat mudah menilai cara orang tua kami mendidik kami dahulu, padahal kami sama sekali tidak mengetahui bagaimana perjuangan mereka untuk menghidangkan sesuap nasi.
Yaa Allah, ampunilah kedua orang tua kami atas kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu dan yang akan datang. Beri kami kesabaran sebagaimana mereka telah bersabar menghadapi kami sewaktu kecil.
Meski belum menjadi orang tua, mengamati mereka di usia dewasa ini terkadang bisa menyentuh hati. Kuatkanlah mereka yaa Allah…
280 notes · View notes
ahmadgzaki · 2 months ago
Text
Desember datang secara tiba-tiba dan pergi tanpa kita sadari. Ia tenggelam oleh hiruk pikuk perayaan dan kita melepasnya begitu saja demi meneguk sukacita pada tanggal satu di tahun yang baru.
Lalu bagaimana dengan Desember yang hari-harinya telah membawamu kepada berbagai kesadaran dan penyesalan baru? Kau tidak bisa mengubah masa lalu, tapi Desember menyajikan peta bagimu untuk bertumbuh; menuntun langkahmu agar semakin bijaksana menghadapi dunia.
Maka pada detik-detik sebelum kepergiannya, peluklah ia erat-erat. Rayakanlah dengan bersyukur atas anugerah bernama waktu dan mohonlah agar ia senantiasa diberkahi. Sebab pada hakikatnya kita semua merugi; kecuali bagi mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati perihal kebenaran dan kesabaran.
Punggung kota menyembur api raksasa yang berwarna-warni di kejauhan. Sementara aku ditemani nyanyian jangkrik dan desir ilalang di sebuah malam yang lapang bertabur pesona kerlip bintang gemintang. Sebatang lilin menerangi halaman buku yang sedang kubaca: “keep going and never stop believing…”
Surabaya, 31 Desember 2024
11 notes · View notes
ahmadgzaki · 2 months ago
Text
Adakalanya hati kecilmu ingin menumpahkan kata-kata penuh amarah, resah, dan patah; kepada sepasang telinga yang sedia hadir; sepasang telinga yang siap menerima
Namun manusia terkadang melupakan di mana ia menaruh hatinya; kehilangan hati adalah kehilangan rasa empati; dan akhirnya manusia malah menabur garam di atas luka
Harap dimaklumi; kesempatan manusia hidup di bumi cuma sekali dan untuk yang pertama kali; mustahil berjalan di atasnya dengan nilai sempurna
Di saat orang-orang terdekatmu mulai terasa asing; dan kesendirian mendekapmu di sebuah lorong yang memanjang tanpa ujung; di saat itulah seharusnya kau sadar…
inilah waktumu untuk ‘berdua’ dengan Yang Maha Pengasih, Maha Adil, dan Maha Cinta; sebab Dialah yang paling memahami apa yang bersemayam di hati makhluk-Nya yang terdalam!
Pamekasan, 29 Desember 2024
113 notes · View notes
ahmadgzaki · 2 months ago
Text
Jangan salahkan hujan; meski rumahmu tergenang air setinggi lutut; atau rencanamu untuk keluar terpaksa batal
Jangan salahkan hujan; ketika kamu terbaring sakit di atas kasur; dan satu-satunya pekerjaanmu ialah menatap langit kamar
(padahal kau bisa saja berzikir atau beristigfar)
Seluruh kejadian telah tertulis; setiap rintik yang turun ke bumi tidak luput dari perhitungan-Nya! Maka siapakah kita untuk memaki dan mengumpat hujan?
Padahal hujan adalah keberkahan itu sendiri yang Tuhan turunkan untuk menghidupi bumi
(al-Qaaf ayat 9).
Surabaya, 26 Desember 2024
24 notes · View notes
ahmadgzaki · 2 months ago
Text
Laut tidak menjanjikan keheningan, melainkan teman bagi gemuruh di kepalamu yang tak kunjung mereda.
Kau bisa mengamati luasnya cakrawala dan berharap hatimu selapang itu.
Atau belajar dari kegigihan ombak yang selalu bersedia menghantam batu karang meski tahu bahwa ia takkan tumbang.
Sementara pasir senantiasa tabah mengukir kenangan lalu menghapusnya, silih berganti seperti hidup yang sedang kau jalani.
Mereka telah memaafkan angin. Mereka telah memaafkan diri sendiri. Sehingga kau tak perlu bertanya, “mengapa laut sedalam dan setangguh itu?”
Surabaya, 18 Desember 2024
32 notes · View notes