#Pemimpin Agama di Indonesia
Explore tagged Tumblr posts
Text
Syaikhona Kholil Bangkalan: Pengaruh Besar Ulama Madura dalam Dunia Islam
PAMEKASAN, MaduraPost – Di antara banyaknya tokoh ulama yang mencetak sejarah, nama Syaikhona Kholil Bangkalan berdiri tegak sebagai simbol keilmuan dan kebijaksanaan di tanah Jawa. Dilahirkan pada tahun 1805 di sebuah desa kecil di Bangkalan, Madura, Syaikhona Kholil bukan hanya sekadar seorang kiai, tetapi juga sosok yang memiliki visi dan misi untuk membangun pemahaman agama yang mendalam dan…
#Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah#Fatwa Syaikhona Kholil#Kehidupan Syaikhona Kholil Bangkalan#Keilmuan Syaikhona Kholil#Kiai Kholil Bangkalan#Pemimpin Agama di Indonesia#Pendidikan Islam di Madura#Peran Syaikhona Kholil dalam Islam#Pesantren Syaikhona Kholil#Sejarah Syaikhona Kholil#Syaikhona Kholil Bangkalan#Tokoh Agama Madura#Tokoh Islam Indonesia#Ulama Madura#Warisan Syaikhona Kholil
0 notes
Text
Pendidikan Agama Islam sebagai Jalan Menuju Toleransi dan Perdamaian
Dalam dunia yang semakin kompleks, pendidikan agama memainkan peran penting dalam membentuk individu dan masyarakat. Pendidikan Agama Islam, sebagai salah satu pilar pendidikan di Indonesia, memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi yang berlandaskan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Mengingat Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam), pendidikan agama Islam seyogianya mencerminkan nilai-nilai ini dalam setiap aspek pembelajaran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, tantangan dalam membangun toleransi dan perdamaian kerap hadir, baik dalam bentuk konflik antarumat beragam, perbedaan pandangan dalam Islam itu sendiri, maupun dinamika global yang mempengaruhi keharmonisan sosial. Esai ini akan mengupas bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat menjadi jalan menuju toleransi dan perdamaian, dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dasar Islam yang universal, implementasi strategi dalam pendidikan, dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.
Islam mengajarkan toleransi melalui berbagai ayat dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam Surat Al-Kafirun (109:6), Allah berfirman, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” Ayat ini menunjukkan penghormatan terhadap keyakinan orang lain, yang merupakan inti dari toleransi. Dalam konteks hubungan sosial, Rasulullah SAW juga menjadi teladan dalam toleransi. Sebagai pemimpin di Madinah, beliau membangun Piagam Madinah yang menjadi landasan kehidupan berdampingan antara umat Islam, Yahudi, dan suku-suku lain di Madinah. Nilai-nilai ini menjadi rujukan penting dalam membangun toleransi melalui pendidikan agama Islam.
Pendidikan Agama Islam bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Islam. Beberapa aspek penting yang dapat digunakan untuk menanamkan toleransi melalui pendidikan agama yaitu : pertama, pengajaran Nilai-Nilai Universal Islam nilai-nilai seperti kasih sayang ( rahmah ), keadilan ( 'adalah ), dan persaudaraan ( ukhuwah ) harus ditekankan dalam kurikulum PAI. Nilai-nilai ini mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dihormati. Kedua, Memahami Perbedaan dalam Islam pendidikan Agama Islam harus mengajarkan perbedaan pendapat dalam Islam itu sendiri, seperti antara berbagai mazhab, sebagai hal yang wajar dan sehat. Dengan demikian, siswa diajarkan untuk menerima perbedaan pandangan sebagai bagian dari dinamika intelektual dan spiritual Islam. Ketiga, Mengintegrasikan Pendidikan Karakter pendidikan Agama Islam harus mengutamakan pembentukan karakter siswa. Dengan karakter yang kuat dan berlandaskan ajaran Islam, siswa mampu menjadi individu yang toleran, terbuka, dan siap hidup berdampingan dengan siapa pun. Keempat, pembelajaran Kontekstual pendidikan agama harus relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Hal ini melibatkan pembahasan isu-isu kontemporer seperti konflik budaya, konflik agama, dan perdamaian dunia. Dengan pendekatan ini, siswa memahami bahwa Islam relevan dalam setiap aspek kehidupan.
Perdamaian, baik pada tingkat individu maupun masyarakat, adalah tujuan utama ajaran Islam. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting. Pertama, mengajarkan Konsep Perdamaian dalam Islam. Islam mendukung perdamaian melalui konsep islah (rekonsiliasi) dan silaturahim (menjalin hubungan baik). PAI harus mengajarkan pentingnya menyelesaikan konflik dengan cara damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kedua menghilangkan Stereotip dan Prasangka. Pendidikan agama dapat menjadi alat untuk menghilangkan prasangka terhadap kelompok lain. Siswa diajarkan untuk melihat manusia sebagai makhluk yang sama di hadapan Allah, tanpa memandang perbedaan ras, agama, atau suku. Ketiga, membangun Generasi Agen Perdamaian. PAI harus membentuk siswa menjadi agen perdamaian yang aktif memajukan keharmonisan di lingkungan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam. Keempat, menanamkan Pentingnya Dialog Antaragama. Dialog antaragama merupakan sarana penting untuk membangun pemahaman dan menghindari konflik. Pendidikan Agama Islam harus mengajarkan keterampilan berdialog dengan menghormati perbedaan keyakinan.
Meskipun PAI memiliki potensi besar dalam membangun toleransi dan perdamaian, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, antara lain: Pertama, radikalisme dan ekstremisme. Radikalisme masih menjadi tantangan besar bagi pendidikan agama. PAI harus mampu menawarkan narasi Islam yang moderat dan inklusif untuk melawan paham ekstremisme. Kedua, minimnya Guru yang Kompeten. Guru PAI harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang Islam dan nilai-nilai toleransi. Sayangnya, tidak semua guru memiliki kompetensi yang mumpuni dalam hal ini. Ketiga, kurikulum yang Kurang Relevan. Kurikulum PAI sering kali terlalu fokus pada aspek kognitif dan kurang tekanan pada pembentukan karakter. Hal ini mengurangi efektivitasnya dalam memulihkan toleransi dan perdamaian. Keempat, isu politisasi agama. Agama seringkali digunakan untuk kepentingan politik, yang dapat merusak citra Islam sebagai agama perdamaian pendidikan agama harus berusaha membebaskan siswa dari pengaruh politisasi ini.
Strategi Implementasi Pendidikan Agama Islam yang efektif. Untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa strategi yang dapat diterapkan adalah: Pertama, pelatihan Guru PAI. Guru harus dilatih untuk mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dan perdamaian dalam pembelajaran. Kedua, kerja Sama Antaragama. PAI dapat melibatkan siswa dalam program kerja sama antaragama untuk meningkatkan pemahaman dan menghargai perbedaan.
Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun toleransi dan perdamaian di tengah keragaman masyarakat. Dengan mengajarkan nilai-nilai universal Islam, membangun karakter siswa, dan menanamkan pentingnya dialog antaragama, PAI dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai konflik sosial dan agama. Namun, untuk mencapai tujuan ini, diperlukan komitmen dari semua pihak, termasuk guru, pemerintah, dan masyarakat, untuk mendukung pendidikan agama yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang toleran dan cinta damai. Dengan demikian, PAI tidak hanya menjadi sarana pendidikan, tetapi juga agen transformasi sosial yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Referensi
Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.
Abdullah, M.Amin. (2013). Studi Islam di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azra, Azyumardi. (2002). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru . Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Suyadi, A. (2019). Reformasi Pendidikan Islam dalam Menjawab Tantangan Zaman . Malang: Pers UIN Malang.
Rahardjo, M.Dawam. (1996). Islam dan Transformasi Sosial . Jakarta: Lembaga Studi Agama dan Filsafat.
Esensi Penulis
Essay Pendidikan ini merupakan salah satu tugas yang diberikan kepada kami selaku mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah. Essay ini mengangkat sebuah tema yaitu Pendidikan Agama Islam sebagai Jalan Menuju Toleransi dan Perdamaian. Essay ini memberi gagasan bahwa pai bukan sekedar alat doktrinasi, melainkan juga sebagai bentuk kontribusi aktif untuk menjawab tantangan kontemporer, terutama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan damai.
2 notes
·
View notes
Text
Secarik Pesan Jangan Di Abaikan
“Para politikus partai dan pengamat bersaing nampak sangat bersemangat dalam menyajikan jamuan mereka di depan media. Para tamu undangan berpesta riang, semuanya gembira ria menyantap hidangan yang disajikanSementara aku, duduk termenung di pojok ruangan. Bagiku ini bukan pesta, tapi siksa. Tak ada satupun hidangan yang menarik perhatianku. Aku terlanjur kecewa dengan cara mereka menghidangkan sajian ini, sampai-sampai tidak sudi untuk sekedar mencicipinya. Aku lupa, bahwa lima tahun kedepan, suka atau tidak, salah satu dari mereka akan menentukan apa yang aku makan setiap paginya. Bodohnya aku”.
Negara Indonesia merupakan negara Demokrasi yang menganut sistem pemerintahan presidensial, yang mana sebagai salah satu sistem dari sistem pemerintahan yang kekuasaan utamanya berada di tangan seorang presiden dari lembaga eksekutif yang dipilih oleh rakyat melalui kegiatan pemilihan umum atau pemilu.
Sistem presidensial ini juga membagi kekuasaan secara terpisah yaitu di sebut dengan Tiras Politika yang mana kekuasaan di pisah menjadi tiga terdiri dari, Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif Masing-masing lembaga ini mempunyai peran dan fungsi yang berbeda-beda.
Secara umum Pemilihan Umum ialah bentuk perwujudan atas kedaulatan rakyat dan demokrasi dimana sebagai penentu wakil-wakil rakyat yang nanti nya akan duduk pada suatu lembaga perwakilan rakyat yang juga memilih presiden dan wakil presiden termasuk memilih pemimpin yang akan memimpin pemerintahan.
Di tahun 2024 ini merupakan tahun politik bagi Indonesia sendiri yang akan melaksanakan perhelatan politik yang besar, pemilihan umum nasional tahun ini di adakan secara serentak yang akan memilih Presiden, DPR, DPD, DPRD, dan juga Pilkada serentak.
Pemilu serentak ini akan menjadi ujian yang sesungguhnya bagi bangsa dan Seluruh elemen masyarakat Indonesia yang terlibat dalam proses menjalankan demokrasi di negara nya sendiri.
Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita dianjurkan dengan sangat dan untuk berpartisipasi aktif dalam aktivitas politik apalagi pemilihan umum (PEMILU).
Walapun hanya sekadar memberikan hak suara kita kepada calon yang dirasa paling sesuai. Sayangnya tidak semua dari kita sebagai rakyat memahami hal ini dengan koherensi yang baik.
Sebagian besar orang masih menganggap rutinitas mereka jauh lebih penting dibanding memikirkan hal rumit seperti politik dan lika-likunya.
“Lebih baik aku memikirkan masalah ku sendiri dan menjalankan kehidupan ku sehari — hari sebagaimana mesti nya, Karena itu lebih penting Dari pada aku harus memikirkan hal-hal Politik diluar sana seperti yang petontonkan di media yang tidak ada untung bagi kehidupan ku sama sekali”
Padahal nyatanya, kehidupan pribadi setiap masyarakat sangat bergantung kepada stakeholders yang memegang kendali pemerintahan.
Tentunya, para stakeholder ini tak lain merupakan hasil pilihan terbanyak yang dipilih oleh masyarakat ketika pemilu. Lantaran caleg yang akan menjadi stakeholders adalah peraih suara terbanyak, alangkah bijaknya apabila segenap masyarakat berperan aktif mengikuti dan turut mengawasi pelaksanaan pemilu.
Karena segala hal terkait pemilu dan politik ini bukan hanya tentang seorang individu atau kelompok tertentu. Bukan hanya untuk kepentingan suku, golongan, atau agama tertentu. Ini semua adalah tentang kita semua, segenap masyarakat Indonesia.
Yakin lah bahwa hal sederhana yang saat ini kita anggap sepele, mampu menjadi dampak besar terhadap kehidupan pribadi kita di masa depan.
Oleh sebab itulah, alangkah bijaknya jika mulai saat ini kita sebagai warga negara yang baik mulai memperhatikan permasalahan politik. Terlebih lagi pada pemilu serentak tahun ini.
Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Slogan itulah yang mesti kita ingat dan menjadikannya sebagai penyemangat. Mari singkirkan egoisme sesaat, demi Indonesia yang lebih bermartabat. Saya jadi teringat dengan pesan salah seorang tokoh aktivis, Soe Hok Gie yang mengatakan “Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah”.
4 notes
·
View notes
Text
Di Balik Gerbang Al-Hikmah IIBS Batu, Lahirnya Para Pemimpin Transformasional
Pondok Pesantren Al Hikmah IIBS Batu yang terletak di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memberikan perhatian besar terhadap integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, yang akan membentuk para santri siap bersaing di dunia global. Tidak hanya mengajarkan ilmu agama Islam namun, Al Hikmah IIBS Batu juga membuka peluang bagi santri untuk mempelajari ilmu-ilmu umum seperti bahasa Inggris, teknologi, dan ilmu sosial, yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global. Terdapat beberapa Pendidikan yang diajarkan di SMP Al Hikmah IIBS Batu:
Pendidikan dan Kurikulum
Al Hikmah IIBS Batu menawarkan pendidikan dengan kurikulum yang menggabungkan pendidikan formal dan non-formal. Santri yang menempuh pendidikan di sini tidak hanya menerima pembelajaran agama, tetapi juga pelajaran tentang sains, bahasa, dan keterampilan praktis. Program kurikulum yang diterapkan bertujuan untuk memberikan pembelajaran yang seimbang antara keduanya, sehingga santri dapat berkembang secara optimal.
Pendidikan Agama
Kurikulum agama di Al Hikmah IIBS meliputi pelajaran al-Qur’an, Hadis, fikih, aqidah, sejarah Islam, dan bahasa Arab. Santri diajarkan untuk memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Umum
Selain ilmu agama, Ponpes ini juga memberikan pendidikan umum yang terdiri dari pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, keterampilan praktis seperti teknologi informasi juga diajarkan untuk mempersiapkan santri agar siap menghadapi tantangan zaman.
Keterampilan Sosial dan Kepemimpinan
Ponpes Al Hikmah IIBS juga mengajarkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kerja tim melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk santri yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan memiliki kemampuan dalam memimpin.
Kemampuan Berwirausaha
Dalam bidang kewirausahaan, Ponpes Al Hikmah IIBS mempersiapkan santri untuk memiliki keterampilan bisnis dan manajerial. Hal ini bertujuan agar santri tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal setelah lulus, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui usaha yang mereka jalankan sendiri.
Keterampilan Bahasa
Selain pembelajaran akademik dan agama, Ponpes ini juga sangat memperhatikan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kursus bahasa ini dirancang agar santri mampu berkomunikasi di dunia internasional dan memiliki kemampuan bahasa yang baik, baik untuk keperluan akademik maupun profesional.
Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler di Ponpes ini sangat beragam, mencakup olahraga, seni, seni bela diri, hingga kegiatan kepemimpinan. Program-program tersebut bertujuan untuk membentuk karakter yang tangguh dan meningkatkan kemampuan sosial serta kerjasama antara sesama santri.
0 notes
Text
,, IMPO PENTING UNTUK PUBELIC "
~~~☆~~~
KINERJA ANJING ANJING MEMAKAI JAS DAN DASY DALAM PEMERINTAHAN NEGARA INDONESIA MEREKA LAKUKAN MENCURI
----------
MESSENGER OF THE PEOPLE : TAK PADANG BULU APA PUN SETATUS ANDA DAN SIAPA PUN DIRI ANDA JIKA PERLU ANDA ORANG PALING HEBAT DALAM DUNIA INI SOAL HUKUM DAN SOAL ADU DEBAT DENGAN AKU BIAR BERTAMBAH MELUNJAK NAMA AKU DI DUNIA INI. JIKA ADA DARI PARA TOKOH AGAMA ISLAM NU, PBNU, MUI, PARA PENGASUH PONDOK PESANTREN. JUGA PAKAR HUKUM PAKAR POLITIK SERTA PENGACARA. PARA PENDETA, PARA SAMI SEBAGAI PEMIMPIN KUIL DAN PARA BIKSU PEMIMPIN AGAMA BUDHA. DAN PARA ANGGOTA DPR RI SERTA MPR RI JIKA KALIAN BISA SELAMATKAN MEREKA YANG TELAH AKU NISTA HAMPIR 8 BULAN INI.
BERDASARKAN TUNTUTAN AKU KARENA MEREKA MENCURI UANG AKU YANG ADA DALAM PEMERINTAHAN NKRI. TERSELAMATKAN OLEH KALIAN DENGAN CARA ADU DEBAT HUKUM YANG BENAR. TETAPI BUKAN ADU DEBAT PAKAI OTOT DAN NYALI SERTA JANGAN KALIAN HANDALKAN PANGKAT KALIAN YANG TINGGI. DAN JANGAN KALIAN KATAKAN PERIKSA KPK SEBAGAI ISTANSI PENEGAK UNDANG UNDANG KORUPSI SERTA JANGAN KALIAN KATAKAN PERIKSA PENINDAK HUKUM PERKARA INI TIDAK BERLAKU SAMA SEKALI ATAS TUNTUTAN AKU PADA MEREKA YANG TELAH MENCURI UANG AKU DALAM PEMERINTAHAN. YANG BERLAKU DENGAN AKU ATAS DIRI MEREKA YANG AKU NISTA KARENA MEREKA MENCURI UANG AKU HANYA BERLAKU BAGI AKU JALANI SUMPAH MATI MELALUI SUMPAH POCONG DI SAKSIKAN PUBELIC SEDUNIA.
DAN PERATURAN UNDANG UNDANG ITE ( IMPORMASI DAN TERANSAKSI ELETERONIX ) SUDAH JADI TAIK TAK BERLAKU LAGI DALAM NEGARA INDONESIA INI. KARENA UNDANG UNDANG UNTUK TIDAK KALIAN MENCURI UANG RAKYAT TIDAK BERLAKU TERHADAP KALIAN KONON KONONYA KALIAN ORANG ORANG PETINGGI NKRI. PADAHAL BAGI AKU KALIAN YG AKU NISTA KARENA MENCURI UANG AKU AKU MENILAI KALIAN BUKAN SEBAGAI PETINGGI NKRI AKU NILAI KALIAN MACAM ANJING YANG RAKUS MENCURI UANG AKU DALAM PEMERINTAHAN NEGARA KESATUAN REPUBELIC INDONESIA ( NKRI ) - EDITOR BY THE BEST JOURNALIS MKN. PROFIL ONLINE RAMBUN PAMENAN


0 notes
Text
SUNDAR PICHAI CEO GOOGLE
Mengenal sosok Sundar Pichai , ia adalah seorang eksekutif teknologi asal India yang saat ini menjabat sebagai CEO Google dan CEO Alphabet Inc
Profil singkat Nama Lengkap : Pichai Sundararajan Tanggal Lahir : 10 Juni 1972 Tempat Lahir : Madurai , Tamil Nadu , India Kebangsaan : Indonesia - Amerika Agama : Hindu
Pendidikan Sarjana : Teknik metalurgi di indian institute of technology ( IIT) kharagpur Magister : Imlu materian dan teknik di stanford university Mba : Whartoon school, university of pennsylvania
Karier Google 2004 : Bergabung dengan google sebagai meneger produk , mengembangkan google toolbar & chrome 2008 : Memimpin pelunjuran google chrome , yang kemudian jadi browser terpopuler di dunia 2013 : Memimpin pengembangan android setelah Andy Rubin mundur dari proyek tersebut 2015 : Di tunjuk sebagai CEO Google saat google melakukan restrukturisasi dan membantuk Alphabet Inc 2019 : Menjadi CEO Alpha Ince menggantikan Larry Page
Sundar tumbuh dalam keluarga yang sederhana di India dan baru pertama kali memiliki telpon saat remaja , memiliki kemampuan mengingat nomor telpon dengan sangat baik sejak kecil . Sundal dikenal sebagai pemimpian yang tenang , visioner Sundar berperan besar dalam kesuksesaan Google chrome , android , google drive , dan berbagai produk google lainnya Memimpin perusahaan dalam pengembangan AI , cloud computing dan inovasi teknologi lainnya Sundar salah satu eksekutif terknologi paling berpengaruh di dunia , dengan kekayaan bersih mencapai miliaran dolar
Orang tua Sundar Ayah : Regunatha Pichai , bekerja sebagai insinyur listrik di general electric dan mengelola pabrik komponen listrik Ibu : Lakshmmi Pichai , Dulu bekerja sebagai stenografer
Sunder memiliki 1 istri dan 2 orang anak , istrinya bernama Anjali Pichai dan kedua anaknya bernama Kavya Pichai dan Kiran Pichai
Sundar beberapa kali mesuk ke dalam daftar Time 100 , yang mencakup orang paling berpengaruh di dunia , sundar juga di hormati oleh banyak orang di industri terknologi karna kepemimpinanya dan kemampuannya untuk mengelola perusahaan sebesar google dengan cara yang sangat inovatif namun rendah hati
Sundar adalah salah satu pemimpin teknoligi paling terkemuka di dunia dengan pencapaian yang luar biasa dalam pengembangan produk-produk ikonkik seperti google chrom dan android Kepemimpinan di Google dan Alphabet Inc menunjukan visi yang jelas untuk masa depan teknologi Keperibadian yang rendah hati dan kemampuannya untuk tetap tenang dalam situasi sulit menjadikannya contoh pemimian yang di hormati di seluruh dunia
Bandar Bola
1 note
·
View note
Text
SMA Al-Hikmah IIBS Batu: Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Berbasis Nilai Islam
SMA Al-Hikmah IIBS Batu adalah lembaga pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan pengembangan keterampilan hidup. Berdiri sejak tahun 2018 di Kota Batu, Jawa Timur, sekolah ini telah mendapatkan pengakuan luas sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
Sejarah Berdirinya
SMA Al-Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Batu merupakan bagian dari Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al-Hikmah yang telah berdiri sejak tahun 1989. Sebagai pelopor sistem fullday school di Indonesia, YLPI Al-Hikmah terus mengembangkan inovasi pendidikan. Pada tahun 2018, SMA Al-Hikmah IIBS Batu didirikan untuk memberikan pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan ilmu pengetahuan.
Sekolah ini dirancang untuk mendidik generasi muda agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Pada tahun 2019, SMA ini membuka kelas putri, dengan area sekolah yang dipisahkan dari area putra untuk menjaga kenyamanan dan privasi.
Visi:
Meluluskan peserta didik yang shalih, berprestasi optimal, dan siap mengemban tanggung jawab kehidupan dengan berkarakter Islami.
Dengan adanya visi tersebut, Al Hikmah IIBS Batu berusaha mewujudkannya dengan misi sebagai berikut:
Misi:
Mengoptimalkan potensi siswa untuk berprestasi secara akademik dan non-akademik.
Menanamkan kesadaran siswa akan tujuan penciptaan dan makna hidup berdasarkan ajaran Islam.
Membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sosial dan alam.
Meningkatkan karakter berkebhinekaan global.
Memberikan pengalaman belajar yang berpusat pada siswa untuk mendukung perkembangan pribadi mereka.

Keunggulan Pendidikan di SMA Al-Hikmah IIBS Batu
Kurikulum Terintegrasi Sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam, termasuk pembelajaran Al-Qur'an, tahfidz, dan Sunnah. Program STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) serta proyek riset juga diterapkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa.
Pendekatan Self-Directed Learning SMA Al-Hikmah IIBS Batu menggunakan pendekatan pembelajaran mandiri yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengatur jadwal belajar, merancang target pencapaian, dan mengevaluasi hasil belajar mereka.
Pendidikan Karakter 24 Jam Nilai-nilai Islam diajarkan melalui pembiasaan ibadah harian, seperti shalat berjamaah, tahfidz Al-Qur'an, dan diskusi keislaman. Aktivitas ini dilakukan baik di kelas maupun di asrama, menjadikan pendidikan agama sebagai bagian dari kehidupan siswa sepanjang hari.
Pengembangan Keterampilan Hidup SMA Al-Hikmah IIBS Batu memberikan program pengembangan keterampilan hidup, seperti kepemimpinan (melalui Basic Leadership Camp dan Intensive Leadership Camp), kewirausahaan, dan public speaking.
Fasilitas Modern dan Kondusif Sekolah ini memiliki fasilitas lengkap seperti laboratorium, perpustakaan digital, masjid, learning space, lapangan olahraga, dan asrama yang nyaman. Semua dirancang untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri siswa.
5 Nilai Utama (Core Values)
Islamic Values: Membentuk siswa yang taat beragama.
Strong Leadership: Mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Academic Mastery: Menekankan pada pencapaian akademik yang tinggi.
Global Competencies: Mempersiapkan siswa untuk bersaing di tingkat global.
Entrepreneurship Mindset: Membentuk pola pikir kewirausahaan.
SMA Al-Hikmah IIBS Batu adalah tempat yang ideal bagi siswa untuk belajar, tumbuh, dan berkembang menjadi individu yang unggul secara akademik, berkarakter Islami, dan siap bersaing di dunia global. Dengan kurikulum yang terintegrasi dan pendekatan pendidikan holistik, sekolah ini berkomitmen mencetak generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia.
1 note
·
View note
Text
Kriteria Pemimpin Masa Depan (Telaah Jiwa Kepemimpinan Muslim)

Menyoroti berbagai persoalan kepemimpinan yang muncul dibelahan wilayah, kota dan daerah yang ada di Indonesia saat ini begitu kompleks dan bersifat sustainable (berkelanjutan). Dalam teropong masyarakat, terjadinya persoalan tersebut dalam setiap wilayah di Indonesia karena berbagai sebab; salah satu sebab yang mandasar adalah krisisnya jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh para generasi pemimpin bangsa. Jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh generasi bangsa ini terlampau rapuh dan lemah. Padahal untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam kepemimpinan harus memenuhi standar dasar seorang pemimpin yang dapat menghantarkannya mampu bertindak, mengemban, berperan, dan bertanggung jawab terhadap kerja-kerja pokoknya sebagai pemimpin dalam mengektualisasikan visi dan misi Negara. Kepemimpinan sering didefinisikan sebagai kemampuan mempengaruhi kelompok untuk dapat mencapai tujuan. Pertanyaannya bagaimana seorang pemimpin akan menjalankan tanggungjawab kepemimpinanya kalau jiwa kepemimpinanya masih sangat kurang? Dalam essay yang singkat ini, penulis akan mencoba menguraikan beberapa kriteria calon pemimpin masa depan yang elektabilitas kepemimpinanya dapat diterima di tengah-tengah masyarakat. Menurut kamus Cambride Avanced Learner��s Dictionary; The leadership a person or people in charge of an organization. Secara etimologi, kepemimpinan itu berasal dari kata pimpin atau lead yang mana definisinya, to control of a group of people, a country or a situation. Secara terminologi kata leader/pemimpin tersebut mengandung arti; seseorang yang mengontrol/mengendalikan suatu kelompok atau Negara. Dalam pengertian lain, pemimpin merupakan sebuah kedudukan atau sebuah posisi semata. Maka dalam konteks kedudukan dan posisi harus dimaknai sebagai wadah yang legal digunakan untuk memberikan berbagai pelayanan yang dibutuhkan oleh para bawahannya. Bukan sebaliknya menghalalkan segala cara untuk melegalkan kepamimpinanya dalam mencapai suatu tujuan. Ketika banyak orang yang perpandangan sepertia ini maka dia akan menggunakan kedudukan dan posisinya sebagai langkah negative untuk melanggengkan kedudukan dan posisinya. Hal inilah yang sekarang sedang marak dilakukan oleh para pemimpin yang krisis jiwa kepemimpinannya. Sebenarnya bagaimanakah kriteria calon pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam kondisi saat ini.? Ibnu Taimiyah dalam bukunya mangatakan bahwa hakikat kepemiminan tidak bisa dilepaskan antara politik dan agama. Andaikata politik tidak diatur oleh agama justeru akan menjadikan politik itu liar dan jauh dari keadilan. Keseluruhan agama adalah pengetahuan dan keadilan. Pernyataan Ibnu Taimiyah ini sebagai dasar untuk memahami kriteria jiwa pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Kepemimpinan memang tidak bisa dipisahkan dari politik, karena mayoritas pemimpin diusung oleh berbagai koalisi politik, walaupun pada kenyataannya banyak juga pemimpin yang muncul bukan dari kader politik itu sendiri. Hal ini dapat kita saksiskan di berbagai Negara dan wilayah di dunia khususnya di Indonesia. Terlepas dari persoalan politik dan diluar politik, agama merupakan pondasi kokoh dalam suatu kepimpinan. Banyak pemimpin yang mengesampingkan nilai ilahiyah dalam kepemimpinannya. Padahal hal tersebut merupakan pilar utama yang akan mencegah dirinya melakukan berbagai penyimpangan dalam kepemimpinanya. Contoh real yang terjadi korupsi, otoriter, membuat hukum sendiri dan anti kritik. Kriteria pemimpin seperti ini pada dasarnya telah menipu dan merugikan rakyat dan masyarakat. Untuk menghindari penyimpangan, maka nilai agama harus dihadirkan dalam jiwa seorang pemimpin untuk menjaga keseimbangan roda kepemimpinnya. Ketika seorang pemimpin menyadari akan tugas yang diembannya maka dia akan berpikir bahwa tanggungjawab tersebut akan dinilai bukan hanya dihadapan masyarakat namun juga dihadapan Allah. Dengan menghadirkan peran agama dalam kepemimpinan seseorang masalah keadilan dapat direalisasikan. Sebagai contoh di Indonesia, Ridwan Kamil, sebagai Wali Kota Bandung periode 2013-2018.
Siapa yang tidak kenal Walikota Surabaya Risma atau nama lengkapnya Tri Rismaharani yang terpilih sebagi Walikota Surabaya 2010 – Sekarang. Prestasinya yang berhasil menutup lokasi Dolly Warga Tuna Susila (WTS) di Surabaya tepatnya dijalan Putat Jaya Surabaya. Mereka merupakan contoh pemimpin yang bukan hanya cerdas secara Intelektual namun cerdas secara Mental Spiritual. Sehingga mereka mendapat tempat di hati rakyatnya. Pemimpin yang cerdas dan bijaksana itu adalah pemimpin yang dapat menciptakan integrasi politik, komunikasi dan bekerjasama dengan masyarakatnya. Karena dari kerjasama dan komunikasi yang baik akan mendatangkan kepercayaan dari masyarakat. Maka ketika masyarakat sudah percaya dengan pemimpinnya akan sangat mudah dalam melaksanakan semua program yang dicanangkan.Seorang pemimpin ditaati dan dihormati bukan karena jabatan mereka. Namun, karena memberikan hak-hak masyarakat serta teagaknya nilai keadilan dalam system yang di pimpinnya. Dalam bahasa lain seperti yang dikatakan oleh Muhammad Abduh bahwa seorang pemimpin itu mempunyai dua tugas, yakni beribadah kepada Allah dan berkhidmat kepada masyarakat. Untuk beribadah diperlukan iman. Dan untuk berkhidmat diperlukan ilmu.Selanjutnya kriteria pemimpin masa depan adalah pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang jelas. Serta dia tidak gampang tergoda oleh berbagai keuntungan jangka pendek yang akan menjatuhkan wibawa dan harga dirinya di depan masyarakat. Seorang pemimpin dituntut untuk dapat membaca kondisi masyarakat dan wilayah yang di pimpinnya. Sangat mustahil pemimpin akan memberikan sebuah keadilan yang merata, ketika dia tidak bisa membaca peta wilayah yang dipimpinnya.Pemimpin kadang-kadang tidak pernah melihat keadaaan real masyarakat bawah, atau masyarakat yang hidup di daerah yang sulit untuk dilalui oleh kendaraan. Maka dari itu sebagi pemimpin harus bijaksana dan bertanggungjawab dengan masyarakat bawah, apalagi ketika masyarakat tersebut tertimpa musibah atau bencana alam yang mewajibkan pemimpin untuk langsung turun tangan. Mungkin hal ini dipandang kecil dan biasa, namun hakekat yang sebenarnya bentuk partisipasi pemimpin seperti itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat bawah. Tingkat keberhasilan seseorang ditentukan pada seberapa tinggi tingkat kepemimpinannya. Tingkat kepemimpinan seseorang juga menetukan seberapa besar dan seberapa jauh tingkat pengaruhnya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus dapat memberikan pengaruh positif terhadap yang dipimpinnya. Pengaruh positif disini artinya yang dapat menggerakkan jiwa masyarakat tersebut untuk selalu mendukung dan memberikan dorongan moril bagi kepemimpinanya. Pemimpin harus berjiwa besar ketika dia dikritik oleh masyarakatnya. Kritik tersebut harus dijadikan bahan eveluasi dalam mengambil beberapa kebijakan yang lebih baik. Jika seorang pemimpin tidak menerima kritik, saran dan masukan dari rakyatnya, maka dia tidak termasuk pemimpin yang adil dan bertanggung jawab. Padahal dalam menegakkan keadilan dalam kepemimpinan adalah tanggung jawab besar. Menurut Al-Attas terciptanya keadilan karena adab diterapkan. “Loss of adab implies loss of justice” Lawan dari keadilan adalah kezaliman. Ketika pemimpin tidak dapat memberikan keadilan kepada rakyatnya, maka sebenarnya dia sedang menzalimi rakyatnya. Mayoritas pemimpin pada saat ini hanya haus jabatan dan kedudukan. Sehingga dampak dari kepemimpinannya tidak memberikan hak-hak dan keadilan kepada masyarakat. Berbagai jenis proyek atau bantuan baik itu dari pemerintah pusat dan instansi lain dihabiskan bukan untuk kesejahteraan rakyatnya. Akan tetapi untuk memperkaya dirinya sendiri dan keluarga. Membangun rumah mewah, membeli kendaraan mahal dan malu untuk terlihat sederhana di depan rakyatnya. Stigma dan kondisi seperti ini membuat masyarakat pada saat ini lebih kritis dan selektif dalam memilih calon pemimpin yang yang ideal menurut analisis mereka. Setelah membaca pemaparan singkat tentang kriteria pemimpin masa depan di atas. Maka penulis mencoba menyimpulkan beberapa poin penting.
Pertama, seorang pemimpin harus dapat membawa nilai agama dalam kepemimpinannya. Kedua, pemimpin harus dapat menjalin integrasi politik yang baik dengan masyarakat. Ketiga, seorang pemimpin diharapkan mempunyai visi dan misi yang jelas serta memberikan pengaruh positif bagi masyarakat yang dipimpinnya. Terakhir, pemimpin harus adil terhadap rakyatnya. Karena keadilan akan menjauhkan pemimpin dari kezaliman dan sifat otoritatif. Diakhir penulisan essay ini penulis berharap kedepannya, semoga lahir kader-kader pemimpin muda yang adil dan mlek dengan kondisi rakyatnya. Khususnya di Nusa Tenggara Barat. Sehingga masyarakat tidak merasa kecewa dan dibohongi oleh janji dan dan slogan-slogan keadilan yang memihak rakyat kecil dan orang miskin. Rakyat sekarang butuh pemimpin yang tidak banyak bicara namun banyak kerja. Rakyat butuh bukti bukan janji. Wallahua’lam bis shawaab. REFERENSI BACAAN Abduh, Muhammad. 1972. al-A‟mal al-Kamilah. Beirut: al-Muassah al-Arabiyah li al-Dirasah wa al-Nasyr. Adian Husaini. 2002. Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabannya, Jakarta: Gema Insani Press. Ary Ginanjar Agustian. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual ESQ, Jakarta: Penerbit Arga.Adian Husaini. 2002. Islam Liberal: Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabannya, Jakarta: Gema Insani Press.Ibnu Taimiyah.1985. Tugas Negara Menurut Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kamus Cambride Avanced Learner’s Dictionary Third Edition. Makalah, Bramastiyo Dhieka Anugrah. 2016. Kriteria Pemimpin Dalam Islam, (Menyingkap Problematika Pemimpin Non-Muslim). Reza A.A. Wattimena. 2012. Menjadi Pemimpin Sejati: Sebuah Refleksi Lintas Ilmu, Jakarta Timur: Evolitera. Sayyid Quthb.1984. al-Adalah al-Ijtima‟iyah fi al-Islam, terj. Afif Mohammad, Keadilan Sosial Dalam Islam, Bandung: Pustaka. Syed Muhammad Naquib al-Attas. 1979. Aims and Objectives of Islamic Education, Jeddah: King Abdul Aziz University. Ikuti kami untuk konten inspiratif setiap hari: Facebook: @batutercom Instagram: @batutercom Twitter (x): @batutercom Telegram: @batutercom Tiktok: @batutercom Youtube : @batuter
0 notes
Text
Pentingnya Bela Negara bagi Mahasiswa
Bela negara adalah wujud tanggung jawab setiap warga negara dalam mempertahankan dan memajukan bangsa. Bagi mahasiswa, yang merupakan generasi muda dan calon pemimpin masa depan, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai bela negara sangatlah penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Berikut adalah alasan mengapa bela negara penting bagi mahasiswa:
1. Menanamkan Nilai Cinta Tanah Air
Sebagai agen perubahan, mahasiswa perlu memiliki kecintaan yang mendalam terhadap bangsa dan negaranya. Cinta tanah air akan mendorong mereka untuk menjaga kedaulatan, budaya, dan sumber daya Indonesia agar tetap kokoh di tengah persaingan global.
2. Meningkatkan Kesadaran Sosial dan Solidaritas
Bela negara mengajarkan mahasiswa untuk peduli terhadap sesama dan memahami pentingnya menjaga keutuhan masyarakat. Semangat solidaritas ini penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia.
3. Membangun Karakter Tangguh dan Mandiri
Mahasiswa yang menerapkan bela negara dalam kehidupannya akan memiliki karakter tangguh, berani mengambil risiko, serta mampu menghadapi tantangan dengan kepala dingin. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab yang tercermin dalam bela negara akan mempersiapkan mereka menjadi individu yang mandiri.
4. Menjadi Penggerak Perubahan Positif
Mahasiswa adalah motor penggerak dalam berbagai perubahan sosial, politik, dan ekonomi. Dengan memiliki jiwa bela negara, mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam membangun bangsa melalui inovasi, pengabdian masyarakat, atau advokasi kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan nasional.
5. Mencegah Degradasi Moral di Kalangan Generasi Muda
Di era modern ini, banyak pengaruh negatif yang dapat menggoyahkan nilai-nilai kebangsaan. Bela negara mengajarkan mahasiswa untuk tetap berpegang pada moral dan etika, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak citra dan integritas generasi muda Indonesia.
6. Mengasah Kemampuan Menjaga Keamanan dan Perdamaian
Bela negara tidak hanya berarti mempertahankan negara secara fisik, tetapi juga melalui upaya menjaga perdamaian. Mahasiswa dapat terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti penyelesaian konflik sosial di masyarakat atau aksi kampanye melawan penyebaran informasi palsu (hoaks) yang berpotensi memecah belah bangsa.
Implementasi Bela Negara oleh Mahasiswa
Sebagai kaum intelektual, mahasiswa dapat mengaplikasikan nilai-nilai bela negara melalui hal-hal sederhana seperti:
Berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik untuk membawa nama baik Indonesia.
Aktif dalam kegiatan sosial atau pengabdian kepada masyarakat.
Menanamkan nilai gotong royong di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Membuat karya atau penelitian yang bermanfaat untuk bangsa.
Menggunakan media sosial secara bijak untuk menyebarkan pesan-pesan positif.
Dengan semangat bela negara, mahasiswa dapat menjadi teladan sekaligus garda terdepan dalam menjaga keutuhan, keamanan, dan kemajuan bangsa. Bela negara adalah panggilan moral untuk menjadikan Indonesia lebih baik, dan mahasiswa adalah kekuatan besar yang menentukan masa depan negeri ini.
0 notes
Text
Kemenag paparkan peran penting wakaf uang sebagai dana abadi umat

Generasi penerima manfaat wakaf dapat menjadi calon pemimpin masa depan yang memperkuat posisi Indonesia di kancah global
Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya optimalisasi wakaf uang sebagai dana abadi umat yang dapat terus berkembang untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Wakaf uang adalah wakaf bergerak yang manfaatnya bisa berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta, Jumat.
Pernyataan Waryono tersebut disampaikan dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam forum tersebut, Kemenag meluncurkan Gerakan Wakaf Indonesia Menuju Emas 2045 atau Giwang Emas 2045.
Waryono mengatakan wakaf uang yang dikelola secara profesional oleh nadzir akan berkembang dan memberikan dampak signifikan bagi penerima manfaat, terutama dalam sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, alokasi wakaf uang dapat membantu mendukung pendidikan anak bangsa agar mereka mampu berkontribusi pada posisi strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Generasi penerima manfaat wakaf dapat menjadi calon pemimpin masa depan yang memperkuat posisi Indonesia di kancah global," kata Waryono.
Meskipun potensi wakaf di Indonesia besar, kata dia, yaitu mencapai sekitar Rp180 triliun rupiah, tingkat literasi masyarakat tentang perbedaan wakaf dengan sedekah dan infak masih rendah.
Maka dari itu, kata dia, berbagai program literasi terus ditingkatkan, termasuk peluncuran Kota Wakaf di Tasikmalaya yang bertujuan mengenalkan urgensi dan mekanisme wakaf kepada masyarakat luas.
Terkait pengelolaan wakaf, Waryono juga menyoroti peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai lembaga yang memastikan akuntabilitas dan transparansi.
Waryono mendukung gagasan pembentukan lembaga pengawasan, mirip dengan OJK, untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap wakaf, khususnya dalam menentukan nadzir yang profesional dan amanah.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan wakaf, sekecil apapun kontribusinya.
Waryono mencontohkan kesuksesan wakaf pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang mampu menopang krisis keuangan negara.
"Gerakan ini tidak boleh berhenti pada peluncuran saja," ujar Waryono.
0 notes
Text
Pilkada era digital dan kegaduhan dalam senyap

Surabaya/Jatim (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang diawali dengan pendaftaran pasangan calon kepala daerah pada 27 Agustus hingga 29 Agustus 2024.
Setelah itu, KPU melakukan penelitian terhadap persyaratan pasangan calon pada 27 Agustus 2024 hingga 21 September 2024. Setelah itu, KPU menetapkan pasangan calon pada 22 September 2024.
Setelah pasangan calon ditetapkan, KPU membuka masa kampanye dari tanggal 25 September hingga 23 November, kemudian masa tenang untuk persiapan pemungutan suara pada 27 November 2024.
Pilkada 2024 agaknya berbeda dengan pilkada sebelumnya, karena pilkada kali ini berlangsung pada era digital, yang pola dan sistemnya jauh berbeda, bahkan kampanye pun mungkin tidak seperti pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Dalam konteks inilah, kearifan sikap dari kalangan masyarakat harus terus dijunjung tinggi, terutama menyikapi kampanye di dunia digital atau media sosial.
Pada pilkada kali ini, pengerahan massa kemungkinan tidak seramai sebelumnya, meskipun bukan berarti kemeriahan kampanyenya tidak akan terlalu gaduh. Perbedaan itu terlatak pada pola kampanye yang panggungnya bergeser dari panggung nyata ke ruang digital.
Meskipun panggung itu di dunia maya, tidak berarti suasana akan lebih sepi. Bahkan, kampanye daring itu bisa lebih ramai karena dunia digital bersifat anonim, sehingga orang menjadi lebih bebas beradu pendapat mengenai calon pemimpin tertentu yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah itu.
Menurut kalangan akademikus, keramaian saat kampanye Pilkada 2024 itu kemungkinan tidak lagi terkait tema politik identitas yang sudah mulai ditinggalkan masyarakat, khususnya generasi muda yang merupakan penghuni utama dunia digital.
Apalagi, generasi Z lebih tertarik pada tema ekonomi yang langsung dirasakan dampaknya, sehingga tema politik identitas, khususnya yang memanfaatkan agama untuk penggiringan opini, tampaknya tidak akan laku.
Meskipun demikian, kegaduhan di dunia maya terkait kampanye pilkada itu harus tetap diwaspadai oleh semua pihak, termasuk masyarakat calon pemilih agar lebih berhati-hati menyampaikan pendapat terkait pemilihan maupun terkait pasangan calon tertentu.
Karena itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), sebagai bagian dari lembaga penyelenggara pemilihan umum, telah memetakan kerawanan yang lebih tinggi berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilihan yang demokratis pada lima provinsi, yakni NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur.
Bawaslu RI mencatat empat dimensi indikator kerawanan pemilu tersebut, yakni dimensi sosial politik atau partisipasi, dimensi pencalonan atau kontestasi, dimensi kampanye juga dalam ranah kontestasi, serta dimensi pungut hitung, juga masih terkait dengan kontestasi dan partisipasi publik.
Generasi nondigital
Potensi kerawanan atau gangguan terhadap Pilkada 2024 yang dipetakan Bawaslu RI itu agaknya tidak terkait tema/opini/pendapat dalam konteks dukung-mendukung, melainkan justru disebabkan perilaku generasi nondigital dalam pilkada di era digital.
Pada pilkada di era digital ini perlu diwaspadai mengenai peningkatan persebaran hoaks, fitnah, radikal digital (kelompok radikal kini merambah siaran digital teresterial dengan donasi), penipuan, dan ujaran kebencian atau adu domba serta pembocoran informasi secara "framing" di ruang digital, khususnya menjelang dan selama masa kampanye pilkada.
Menjaga ruang digital tetap sehat dan bebas dari konten-konten negatif semacam itu, merupakan kunci untuk memastikan pilkada berlangsung dengan baik.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informasi Publik Kemenkominfo Prabu Revolusi di Jakarta (28/8) menyatakan pihaknya siap menjaga ruang digital supaya sehat, yang salah satunya adalah kanal untuk bisa menginformasikan dan juga melaporkan temuan hoaks seputar pilkada yang cepat.
Upaya mencegah persebaran hoaks itu memang sangat penting, mengingat hoaks dapat menyebar hingga 20 kali lebih cepat dari klarifikasinya. Dunia digital kadang berbeda antara narasi dengan berita aslinya, kadang berbeda antara narasi dengan foto, kadang berbeda antara narasi dengan video, kadang hanya berupa potongan narasi, foto, video, dan seterusnya.
Bagi generasi nondigital yang lebih tua secara umur dari generasi milenial ada kecenderungan untuk asal "share" (membagi) informasi, tanpa tahu bila isu yang dibagikan itu hanya bersifat gosip atau hoaks. Fakta itu tampak dari munculnya diskusi di ruang digital mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan yang seolah-olah lembaga pendidikan "harus" menyediakan alat kontrasepsi untuk pelajar.
Padahal, jika ditelaah dengan lebih teliti, tidak poin yang menyebutkan penyediaan alat kontrasepsi untuk pelajar itu, melainkan untuk pasangan (suami isteri) usia subur yang berisiko terkait kehamilan.
Terkait pola penggiringan opini melalui potongan informasi seperti itu, bagi kalangan anak muda yang merupakan penghuni utama ruang digital tidak terlalu menarik untuk dijadikan pro dan kontra. Justru kalangan generasi tua yang banyak tergiring oleh pembelokan itu.
Terkait fenomena itu, generasi milenial juga perlu mengambil peran tanggung jawab, setidaknya di lingkungan terdekatnya untuk mengingatkan orang tua atau generasi yang lebih tua agar tidak dengan mudah menyebarkan kembali potongan-potongan informasi yang berbasis pada fakta sebenarnya itu.
Para orang tua juga tidak perlu malu untuk mendiskusikan "informasi sepotong" yang diterimanya di media sosial, sebelum menyebarkannya kembali ke komunitas-komunitas lebih luas atau di grup-grup media sosial.
Mari kita sambut pilkada serentak dengan penuh kegembiraan dan menempatkan ikatan persaudaraan sesama bangsa di atas segalanya.
0 notes
Text
MUI nilai transisi pemerintahan baru momentum merajut perdamaian

Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai transisi pemerintahan baru dan Hari Santri Nasional 2024 merupakan momentum merajut perdamaian dan persatuan bangsa.
Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Habib Nabiel Almusawa mengatakan hal tersebut sangat penting mengingat perbedaan pandangan politik selama proses pemilihan umum (pemilu) sebelumnya berpotensi menimbulkan polarisasi di kalangan masyarakat.
"Menjaga persatuan itu kewajiban bagi orang-orang yang beriman kepada Allah,” ujar Nabiel dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia berharap seluruh rencana dan program pemerintahan baru yang telah dicanangkan untuk kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat agar bisa mengawal dan mendoakan para pemimpin bangsa, daripada berprasangka buruk, yang dapat memperkeruh suasana dan memecah belah anak bangsa.
Sementara itu, Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2024 dengan tema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, kata dia, harus dimaknai dengan semangat persatuan membangun bangsa.
Dengan demikian, Nabiel menuturkan momentum itu dapat dijadikan guna mendorong para santri meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa untuk membangun peradaban yang lebih maju.
Masyarakat, terutama santri, menurutnya, harus mengambil peran dalam membumikan nilai-nilai Islam yang dapat mempererat persatuan bangsa untuk meredam agitasi, provokasi, dan hoaks pada masa transisi ini.
“Para santri, ustad, ulama, maupun dai harus paling depan untuk memberantas hoaks karena mereka memahami dalil,” tuturnya.
Dia menyampaikan, para santri memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah terjadi tanpa adanya perjuangan yang dimotori oleh para ulama dan para habib.
Ia mencontohkan, seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Umar, Sultan Hamid Al-Gadri, hingga Kiai Haji Hasyim Asy’ari, yang merupakan pejuang dari kalangan santri, habib, dan ulama.
“Jadi jangan sampai santri Indonesia itu kalah dengan para ilmuwan, akademisi, dan lain-lain karena antara santri dengan para ilmuwan itu sama. Jangan merasa minder, jadi santri harus terdepan," ungkap Nabiel menegaskan.
Dengan momentum ini, dia berharap para santri tidak hanya fokus terhadap persoalan agama, melainkan mampu membangun karakter bangsa yang memiliki keseimbangan antara intelektualitas dan religiositas, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
0 notes
Text
Menko PM sebut pesantren harus jadi pionir pendidikan antikekerasan

Oleh sebab itu, Hari Santri Nasional harus dikukuhkan juga sebagai hari antikekerasan terhadap apa pun
Jakarta (ANTARA) -Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut bahwa pesantren harus menjadi pionir atau pelopor pendidikan yang mengedepankan antikekerasan kepada peserta didik, sehingga pembangunan peradaban yang mencerdaskan bisa terwujud.Ia membeberkan, para ulama dan pemimpin pesantren terdahulu telah memberikan segalanya untuk bangsa negara, khususnya dalam mendidik anak bangsa menjadi pemimpin Indonesia, sehingga tauladan yang ditunjukkan oleh para pendahulu harus menjadi contoh untuk membangun pendidikan ke depan.
"Hari ini terjadi yang namanya ancaman darurat kekerasan di lembaga pendidikan, semua harus jujur mengakui, bukan hanya pesantren tetapi semua pendidikan yang berbasis asrama, pendidikan umum berbasis agama semua mengalami darurat kekerasan jadi semua harus menghadapinya," kata Muhaimin usai menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 di Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasina Darul Quran Wal Hadits, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.
Lebih lanjut dia membeberkan, semua pihak harus bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan itu khususnya pesantren.
Sebab, kekerasan terhadap perempuan, anak, seksual, dan sosial sangat merugikan bangsa.
Link Brita : Klik di sini
Cobain main di Situs 𝐌𝟏𝐓𝐎𝐓𝐎 Gacor nya Viral banget Member baru wajib 𝐖𝐃
0 notes
Text
AI Generated Essay
Kesetaraan Gender: Peran Wanita di Masa Indonesia Klasik
Kesetaraan gender merupakan isu yang terus diperjuangkan hingga saat ini, dan memahami peran wanita di masa Indonesia klasik memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai posisi mereka dalam masyarakat. Dalam konteks sejarah, peran dan status wanita di Indonesia klasik sangat dipengaruhi oleh aspek sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan. Berbagai faktor tersebut menghasilkan dinamika yang berbeda, yang dapat diinterpretasikan dari sudut pandang kesetaraan gender.
Di banyak masyarakat tradisional Indonesia, wanita memiliki peran yang krusial dalam struktur keluarga dan komunitas. Mereka berfungsi sebagai penyokong utama kehidupan rumah tangga, menjalankan tugas-tugas domestik, mendidik anak-anak, serta menjaga tradisi dan budaya. Dalam banyak komunitas agraris, keterlibatan wanita dalam kegiatan ekonomi tidak bisa dikesampingkan. Mereka terlibat dalam produksi pangan, pengolahan hasil pertanian, serta kerajinan tangan, sehingga memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal. Meskipun peran ini sering kali tidak terlihat di ranah publik, keberadaan wanita sebagai pilar kehidupan ekonomi dan sosial sangat signifikan.
Kedudukan wanita di Indonesia klasik juga dipengaruhi oleh sistem kekerabatan yang berlaku. Di beberapa daerah, seperti Sumatra Barat yang menganut sistem matrilineal, wanita memiliki posisi yang lebih kuat. Mereka berhak atas warisan dan menjadi pusat pengelolaan keluarga. Dalam konteks ini, kesetaraan gender lebih mudah tercapai, meskipun tantangan tetap ada. Sebaliknya, dalam masyarakat yang menganut sistem patrilineal, wanita sering kali mengalami penurunan status, bergantung pada pria dalam berbagai aspek kehidupan.
Agama dan spiritualitas juga memberikan pengaruh besar terhadap peran wanita di Indonesia klasik. Dalam tradisi Hindu-Buddha, wanita sering menjalankan peran penting dalam upacara keagamaan dan ritual. Mereka dapat menjadi pemimpin spiritual, meskipun masih berada dalam batasan-batasan tertentu yang ditetapkan oleh norma-norma sosial. Di sisi lain, pelanggaran terhadap norma gender sering kali muncul, menciptakan kontradiksi dalam penilaian terhadap peran wanita.
Dalam konteks politik, wanita juga memiliki kesempatan untuk memegang posisi strategis di kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya. Beberapa ratu dan permaisuri dikenal memiliki pengaruh yang kuat dalam pengambilan keputusan, meskipun situasi ini tidak umum terjadi. Ini menunjukkan bahwa walaupun ada batasan yang ada, ada pula ruang bagi wanita untuk berkontribusi di tingkat yang lebih tinggi.
Peran wanita yang beragam ini turut tercermin dalam sastra dan seni. Banyak karya sastra dan seni rupa dari masa itu menampilkan tokoh wanita yang kuat, cerdas, dan berani. Representasi ini bukan hanya menunjukkan peran mereka di masyarakat, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya tentang kemungkinan dan aspirasi yang lebih tinggi.
Namun, meskipun wanita di masa Indonesia klasik memiliki ruang dan peran yang signifikan, tantangan terhadap kesetaraan gender tetap ada. Banyak wanita terhalang untuk mengakses pendidikan yang memadai, dan budaya patriarki yang mendominasi sering kali menghambat kemajuan mereka. Hal ini menciptakan kesenjangan yang perlu diatasi.
Kesimpulannya, peran wanita di masa Indonesia klasik menampilkan keragaman yang kompleks dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar dalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun menghadapi tantangan dan batasan, keberadaan wanita dalam sejarah Indonesia tetap penting dan layak untuk dipelajari. Memahami peran mereka tidak hanya memberi wawasan tentang sejarah, tetapi juga menjadi cerminan dari perjuangan yang masih berlangsung untuk mencapai kesetaraan gender di masa kini. Sejarah harus menjadi landasan bagi masa depan, di mana kesetaraan gender menjadi norma dan bukan sekadar wacana.
0 notes
Text
,,BREAKING NEWS"
narasumber media hariankepri
~~~☆~~~
SIKAP PEMERINTAH NEGARA INDONESIA TIDAK SAMA DENGAN SIKAP PEMERINTAH NEGARA LAIN
----------
MESSENGER OF THE PEOPLE : pengamat Pemerintah yang telah memantau sekian lama tentang Problem Makan Bergizi Geratis (MBG) yang akan disalurkan oleh Pemerintah Pusat dari jajaran Kabinet President Perabowo dan Giberan, sampai sekarang belum dapat disambut dan belum dapat dirasakan kedatangan MBG itu untuk di nikmati oleh anak didik secara menyeluruh di Provinsi Kepri. Yang ada baru Masyarakat mendengar dari ucapan Ansar Ahmad Gubernur Kepri melalui penyampaian Kadisidik Andi Agung hanya akan ke akan wacana ke wacana tentang Makan Bergizi Geratis itu, tetapi Faktanya belum Terealesasikan secara Optimal tentang MBG itu sampai sekarang ini.
Tetapi perlu di ingat dan di perhatikan serta di pantau oleh seluruh lapisan Masyarakat se Indonesia, karena Pemerintah Pusat sekarang ini sampai ketingkat Pemerintah Daerah hanya pandai cari Penciteraan agar dikatakan mereka hebat membawa Indonesia maju padahal Indonesia sedang mundur terpuruk kebelakang akibat banyak menanggung Utang Piutang yang harus dibayar oleh Masyarakat melalui tekanan Pajak yang ternilai tinggi sekali di dalam Negara Indonesia Kandang Anjing ini, di samping itu para Maling bergelut berebut bertungkus lumus mencuri Uang Rakyat dalam jajaran Pemerintah Sipil dari dulu sampai sekarang ini. Rangkaian Pemerintah Pusat sampai ketingkat Pemerintah Daerah mereka hanya banyak cakap bukti tak ada sebab mereka dari golongan Pemimpin yang telah pernah punya catatan Hitam (Black Notis) dalam pandangan dan penilaian Masyarakat banyak. Perlu di perhatikan karena Dana yang bakal di curahkan untuk membiayai MBG tersebut adalah Dana dari suluruh Uang Rakyat se Indonesia tampa pandang Suku dan Agama anak bangsa Indonesia.
Maka dari itu Wajib Hukumnya anak didik di seluruh Negara Indonesia ini sampai ke Desa Desa dan Pulau Pulau yang jauh terpencil mereka setiap anak anak didik Wajib untuk mendapat menikmati Fasilitas Makan Bergizi Geratis (MBG) dari Pemerintah Pusat yang bakal di salurkan MBG itu kesetiap Pemerintah Daerah se Indonesia. Jika terdengar Ranting yang Patah Dahan kayu yang Sakah Pohon kayu yang rebah Jurnalis sebagai pengamat Pemerintah tidak segan segan sama sekali untuk mengucurkan Penistaan, sebab tidak lagi zamanya anak bangsa Indonesia untuk di jajah dengan kata kata Dusta berisi iming iming yang tak pasti berinti Fantasi seperti yang pernah dilakukan oleh President berlevel Klas taik Anjing selama Ini. Karena Pemerintah Indonesia tidak sama dengan Pemerintah Negara lain. Bagi Pemimpin Negara lain mereka punya sikap rasa malu jika di keritiki oleh Masyarakat mereka tentang sikap Maling mereka mencuri Uang Rakyat. Tidak sama dengan sikap Pemerintah Negara Indonesia, bagi Pemerintah Negara Indonesia mereka sanggup menerima menelan Caci dan Maki serta Sumpah Serapah berisi Penistaan sampai ternista Kakek Moyang dan Bapak serta Mamak mereka sampai mendidih kubur sebagai lubang Pusara kuburan orang orang Tua mereka, mereka sanggup terima asalkan dapat mereka mencuri memakan Uang Rakyat se Indonesia, begitulah sikap kebinatanganya orang orang anggota Pemerintah Sipil Negara Indonesia jika Pubelik mau tau. - Editor By Rambun Pamenan (MKN)
----------
Andi Agung Kepela Dinas Pendidikan Province Kepri

0 notes
Text
Ketika Paus Fransiskus Berkunjung ke Indonesia
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang membawa pesan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia, terlepas dari agama dan keyakinan mereka. Sebagai pemimpin Gereja Katolik yang dihormati di seluruh dunia, kedatangan Paus bukan hanya menjadi momen penting bagi umat Katolik, tetapi juga sebagai simbol persatuan dan dialog antaragama di negeri yang plural ini.…
0 notes