Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
Memeluk dia yang terguguk..
Berada di kumpulan hati, sekali-kali menemui hati yang terluka. Rapuh bersamai derai tak berkesudah, nyaris menciptakan bimbang suasana.
Adakalanya semakin ditanya mengapa, semakin deras hujan di matanya.
Pada cuaca dukanya hanya dekapan empati yang kita punya.
#sebait prosa yang bukan puisi
3 notes
·
View notes
Text
Sepagi ini
Menyatu dengan hangatnya mentari, setelah persendian dengkul kerasa longgar efek mengayu roda dua, perutpun menagih haknya.
Buryam, bakso, mi ayam, apa soto adalah deretan menu yang menari-nari.
Akhirnya, untuk sebuah rasa yang dulu pernah ada, deuh. Mi ayam Gombong menjadi sebuah pilihan cukup ekstrem sarapan pagi ini.
Etapi, kalo ditilik dari segi nikmat, salah satu nikmat yg patut disyukuri yakni bisa memilih pilihan sarapan di negeri kita ini dengan aman dan beragam.
Sebutlah nikmat keamanan pada sebuah negeri seringkali tak menjadi perhitungan bagi sebagian manusia, sehingga kufur terhadap nikmat ini sampai begitu gegabahnya lisan-lisan mengumpat aturan, mencaci kebijakan, atau bahkan menurunkan kehormatan presiden, presiden loh.
Wahai kawan.. Pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Maka.. Jadilah rakyat yg memiliki kriteria seperti apa yg kita harapkan pemimpin kita memilikinya.
Kan. Begitu asyik.
#Indonesia
0 notes
Text
Up N Down
Bukankah kondisi iman memang begitu, hanya diingat jangan terlalu berlena. Bisa jadi jika dituruti kondisi downmu saat itulah hancur dunia dan akhirat, tanpa sadar perlahan ombak dunia akan menyeretmu sampai ke dalam samudera hina. Ketika terhenyak sekujur tubuhmu keram tak bisa kembali ke daratan sadar.
0 notes
Text
Sekali kali mengintip melalui celah di ruang yang hampir kedap udara.
Padanya terkadang ada kehidupan meski nafas perlahan menyesak pengap berbaur harap ada titik basah yang membawa serta O2.
Dunia yang kita pijak bukan saja alasan kenapa harus ada logika saat melangkah, tapi sekaligus rumus kasualitas demi menjaga integritas sebuah keimanan yang harus dipertanggungjawabkan pada saatnya kelak.
Titip literasi dari guru bahasa Indonesia yang tak seberapa kemampuannya:)
0 notes
Text
Kabar Untukmu
Kita adalah sekumpulan jiwa yang terikat dengan sumpah. Sebagaimana ketika masih dalam alam ruh, bai'at pertama yang kita amini bahwa pengukuhan tulus Allah adalah Tuhan kita.
Lalu.. setelah berlalunya waktu. Terlupakan atau sengaja dilupa manusia semakin menjauh.
Mulai mengingkari janji, perlahan kesombongan merajai dan kalian mulai membangkang menimbang rasa arogansi diri.
Tenggelam dalam maksiat, terpapar dalam semu pemikiran dangkal. Bahkan berani mengingkari wahyu Illahi.
Andai diksi-diksi amatir ini menyapa ruang layarmu dan sempat mengetuk pintu kebaikanmu yang semakin berwarna abu-abu.
*Kembalilah sahabatku, keningmu terlalu rindu pada sujud-sujud sholatmu"
1 note
·
View note
Text
Untuk sebuah entitas kopi pekat tanpa ampas.
Menilik edukasi dari remehnya perkara menyeduh kopi, sebenarnya jika digali-gali sedikitnya ketemu juga.
Saya cukup menganehkan diri sendiri, kenapa alur membuat kopi ini menciptakan rampai-rampai bunga di hati.
Pagi ini, sambil menikmati kopi susu tanpa ampas yang kata suami rasanya sangat pas. Ada satu kabar menarik dari kabar-kabar yg banter berseliweran.
Katanya 'jika hari ini hati dan rasamu sedang tidak tenang, trik paling ringan cukup dengan mengingat Allah. Berdzikir akan membawa kita pada suasana dan nuansanya hari yang damai, nyaman, dan sentosa."
ألا بذكر الله تطمئن القلوب
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.
0 notes
Text
Mari Saling Memiliki
Baru saja ada hangat di dada, matapun berbinar tiba-tiba. Seutas literasi benar-benar mewakili suasana hari ini.
Kita saling memiliki jika masih saling peduli.
Kebahagiaan alami tumbuh ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Bukan melulu soal keterlibatan dalam kegiatan sosial atau seberapa banyak setiap agenda event-event, nama kita tergantung pada kalung identitas panitia. Bukaaan..
Kehadiran kita di semesta ini bukan hanya tentang bagaimana mencukupi diri sendiri, namun bagaimana rasa cukup kita bisa terpenuhi dengan berbagi.
Berbagi, senyum, salam, menemani dia yang sedang berduka atau bahkan ajakan "saya traktir kamu hari ini" ini cikal. Bibit kebaikan yang akan tumbuh menjadi besar.
Berbagi apa yang bisa kita bagi adalah utas kebahagian hakiki dimensi dari aplikasi ilmu mencintai Illahi. Betul.. ketika ada nada cinta fase berikutnya harus ada ritme pengorbanan.
Infak, shodaqoh, zakat, umroh, dan haji, adalah ritme pengorbanan harta yang kita cintai.. relakah diserahkan tanpa pamrih atas nama Allah semata.
Jawaban kita ada pada *Tangan yang siap memberi, salam yang ringan terlontar, bibir yg mudah tersenyum, dan hati yang bahagia berbagi*
2 notes
·
View notes
Text
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
0 notes
Text
Lika liku MedSos
Ngobrol bareng temen temen digrup yg pada ujungnya beralih obrolan japri tuh sebenarnya bentuk menghargai anggota grup yg lain.
Karena kalo melanjutkan obrolan digrup tanpa kontribusi lainnya berasa dunia whatsapp milik berdua. Yeh bener gak..
Btw segala yg terjadi di muka bumi ini hendaklah jangan dibikin drama biarlah rasa dan pertalian ukhuwah kita dan kalian tetap mawadah dan sakinah.
Sungguh keberadaan kita di medsos terkadang seperti makhluk astral yg tiba-tiba menjadi nyata. Hmm serem juga ya..
0 notes
Text
Terapi Kedekatan
Sebagai terapi kedekatan hamba dengan penciptanya bacalah bismillah dalam memulai setiap perkara.
Pun begitu, sebagai bentuk pengakuan cinta kepada nabi tercinta, bermudah-mudahlah lisan dalam bersholawat atas rosulnya Shalallahu Alaihi Wassalam.
Jangan sampai menjadi manusia-manusia yg didoakan celaka oleh malaikat dan diaminkan Rasulullah shallallahu 'alaihissalam, dimana saat nama nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam lisan kamu diam dan setanpun senang.
0 notes
Text
Libur Menghibur
Tidak perlu bingung mau kemana hari ini.. Terus liburan ngapain dooong?!
Otak kita sudah terlalu parah disetting bahwa libur itu harus jalan-jalan, harus manja-manjain badan, harus hangout bareng teman, harus cuci cuci pandangan.
Lah truss.. Betul libur itu sisi manfaatnya buat jeda dari rutinitas, merefresh otak dan meregress raga agar kembali prima. Libur artinya ada waktu luang,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang banyak membuat manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang.”[1]
Intinya nikmat libur jangan sampai membuat terjerumus dari mubah menjadi haram justru nikmat libur ini harus menjadi turning poin meraih peluang-peluang pahala berikutnya.
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah (dia) meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.”[2]
Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu untuk hal-hal yang bermanfaat.
0 notes
Text
Sebuah Prosa
Dilema hidup adalah ketika kita tahu bahwa antara kenikmatan menjalaninya bergandengan persis dengan berjuang menepis lelah dan lara menghadang.
Tapi bukan sahabatku yang tak mengerti trik mengurai benang-benang kusut dalam hidup, dia memiliki seribu formula. Ibarat taktik sebuah pertandingan bola gagal ditaktik 4 3 3 langsung melirik pola 2 2 6 demi menjaga gawang agar tidak jebol dan kewalahan.
Satu kisah yg sering menjadi bunga saat jiwa merasa lelah dan ingin menyerah.
Seorang wanita dengan keluarga harmonisnya. Dikaruniai beberapa buah hati mengharuskan totalitas dalam menjalani hari-hari di istana mungilnya.
Perjuangannya merasa diporakporanda sang suami yg si istri pikir tak dilihat dan dihargai jerih payahnya dengan pengakuan tiba tiba bahwa suaminya menikah lagi.
Saat itu juga dia pergi dari istana mungilnya seorang diri. Sampailah diantara kegamangan dan ketidaktahuan apa yg akan dilakukan, Allah menggiringnya pada sebuah masjid.
Memasuki rumah Allah salah satu tempat terindah dan terdamai itu kakinya seolah terseret lunglai.
Dalam mata basahnya, dalam derai dukanya telinganya mendengar lantunan ayat. "Laqod kholaqnal insana fii kabad"
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
*Seketika itu dia sadar bahwa hidup adalah perjuangan.*
0 notes
Text
Ketika Bencimu Berpahala
Sebut saja Xx, perempuan cantik beranak dua, sedari kecil sangat tidak menyukai buah jeruk. Jangankan rasa, bau, bahkan bentuknya saja sudah ogah didekati apalagi harus milih-milih.
Sisi langkanya mba Xx membuat sodaranya begitu terobsesi untuk godain dia, dengan menaruh atau mengupas buah jeruk di depannya, mba Xx pun meradang dan terjadilah kekisruhan manis dalam keluarga.
Mba Xx menyadari kebencian terhadap buah jeruk sebenarnya kurang bijaksana tapi yaa.. selagi tidak mengganggu roda hidup utamanya, hal seperti itu dibiarkan saja. Toh masih banyak buah-buahan lainnya yg bisa dinikmati dengan cinta dan kasih. Mungkin begitu pikirnya.
Terus apa dong korelasi judul dengan kisah mba Xx??
Hmm.. begini. Setiap manusia dibekali rasa cinta dan benci, persoalannya dimana dan kenapa kita meletakkan rasa itu.
Meskipun banyak isu bahwa rasa datang tak pernah dipinta terjadi begitu saja. BETUL BEGITU?? Dusta!
Ada pepatah "dari mata turun ke hati"
Maknanya dua rasa itu terjadi dari melihat, menatap, memandang, melirik, melotot, dan mengedip-edip. Lantas terjadilah apa yang terjadi.
Truzz begimane.. agar kebencian kita berpahala??
Gampaaaang... itumahh
*Bencilah apa-apa yang Allah benci*
Simpelkan..
1 note
·
View note