duniapetualangkata
duniapetualangkata
Panritalopi
2K posts
Don't wanna be here? Send us removal request.
duniapetualangkata · 5 days ago
Text
KEHIDUPAN
Perjalanan bukan sekadar langkah,
ia adalah jalan panjang yang penuh tanya
seperti ada terang yang menyapa di pagi hari,
ada gelap yang menunggu di ujung malam.
Kita berjalan dengan hati yang penuh, sering berakhir dengan tanya
seperti berlari mengejar mimpi, atau terhenti menahan lelah,
namun kaki tak pernah benar-benar diam.
Di perjalanan ini, hanya sedikit yang belajar bahwa luka bukan akhir,
melainkan awal dan selalu berakhir dengan awal meskipun air mata menjadi saksimu.
Ada hari ketika dunia terasa ringan,
tawa teman menjadi nyanyian,
angin berhembus membawa damai,
dan kita merasa: inilah hidup yang indah.
Namun ada juga hari yang berat,
langkah seolah tak punya arah,
langit kelabu, jalan terasa sepi,
dan hati berbisik: apakah aku mampu?
Tapi justru di sanalah rahasia kehidupan,
bahwa badai datang untuk menguatkan,
bahwa kesunyian hadir untuk menyadarkan,
bahwa jatuh hanya cara Tuhan berkata:
“Bangunlah, kau lebih kuat dari duga.”
Kehidupan adalah guru yang sabar,
memberi ujian sebelum jawaban,
mengajarkan arti kehilangan,
agar kita tahu betapa berharganya sebuah pertemuan.
Dan pada akhirnya,
hidup bukan tentang panjangnya jalan,
tapi tentang jejak apa yang kita tinggalkan,
tentang kebaikan yang kita semai,
tentang senyum yang kita bagi,
tentang hati yang tetap berani mencinta dunia ini.
8 notes · View notes
duniapetualangkata · 12 days ago
Text
Bersama keramaian, dalam setiap langkah di sela resahmu.
Kau menyulam mimpi atau berusaha untuk itu.
Langit biru kadang berawan tapi seringnya panas kau tetap bertahan.
Waktu berlari tanpa menunggu,
membawa luka, juga rindu.
Namun di balik setiap perih,
tumbuh kekuatan yang tak pernah letih.
Jika hari ini terasa berat,
esok kan hadir dengan sinar hangat.
Tak ada langkah yang sia-sia,
setiap jejak adalah cerita.
4 notes · View notes
duniapetualangkata · 18 days ago
Text
Kita hanya fana yang bernyawa, rentang terluka mudah trauma.
Kita hanya ada yang diadakan, ada oleh someone, diadakan oleh mantan.
Kita hanyalah bulir bulir halus di semesta yang luas ini, berasa paling berkuasa berasa paling memiliki..
10 notes · View notes
duniapetualangkata · 19 days ago
Text
Di matamu, semua ingin hanya tentangmu.
Kenapa bukan aku, betapa bahagianya mereka, aku ingin seperti mereka dan banyak lagi.
Tapi tanpa sadar, ada benteng yang dibangun dari luka, dan janji pada diri sendiri untuk tak pernah menyerah.
Harusnya....
1 note · View note
duniapetualangkata · 19 days ago
Text
Sudah sejauh mana putus asamu?
Sudah sampai dimana lukamu?
Sisa berapa persen semangatmu?
Pasti harapanmu sudah terputus banyak, hanya saja kamu masih keras dengan apa yang doa doa yang selalu kamu panjatkan.
Jadi kapan kamu menikmati hidup seperti saat kanak kanakmu?
0 notes
duniapetualangkata · 22 days ago
Text
Sepertinya kita sudah terlalu banyak memberi kesempatan kepada mereka yang justru memanfaatkan kita. Mungkin kita perlu berpikir bersama, seperti yang terlah telah kita alami, mungkin ada penindasan yang tidak kasat mata terjadi pada kita.
16 notes · View notes
duniapetualangkata · 2 months ago
Text
Kita adalah dua sungai tanpa tahu kapan hulu berpisah dari langit.
Kau bawa nama-nama yang kusimpan di dada, sementara aku mengalir diam, membawa bayang-bayang musim.
Di antara kita ada waktu yang bersandar pada dahan yang hanyut. Seperti daun, jatuh tapi tak pernah sampai.
Aku ingin menjadikan detik ini bulan, digenggam, tanpa penyesalan yang tersisa.
Tapi hidup hanyalah surat yang tak selesai ditulis, dan kita adalah tinta yang mengering, terlupa, atau sengaja diabaikan.
10 notes · View notes
duniapetualangkata · 2 months ago
Text
Aku sudah lelah dengan berisiknya kota ini deru kendaraan menjulur seperti akar yang membunuh ketenangan.
Kita berada di antara bayang-bayang yang tercecer, menjadi asing bagi diri sendiri.
Langit malam masih sama, menawarkan harapan tanpa ending yang pasti.
Di sudut gelap, waktu menguap perlahan menambah usia kita yang pasti menjadi usang.
12 notes · View notes
duniapetualangkata · 2 months ago
Text
Lama tidak menulis. Sekali menulis tidak lama. 😔
5 notes · View notes
duniapetualangkata · 3 months ago
Text
Betul porsi kita itu berbeda-beda, rejekinya beda kebahagiaannya beda masalah dan cobaannya pun berbeda-beda.
Betul juga porsinya kita berbeda beda, sesuai dengan kesanggupannya kita, seberapa kuat pundakmu, seberapa banyak sabarmu dan sejauh apa usahamu.
Semua tergantung tujuanmu, ada yang menunda ada yang baru memulai dan juga ada yang hanya menunggu waktu yang menyelesaikannya .
Lalu ada yang bilang tergantung orangnya, tergantung motivasinya dan tergantung lingkungannya juga.
Lalu jika kita tidak berada di lingkungan yang sama, motivasi yang sama dan pasti orang yang sama. Bagaimana. ????
5 notes · View notes
duniapetualangkata · 3 months ago
Text
Tanpa dentang, tanpa gema, tiba tiba leburan cahaya menyelinap di antara jendela-jendela sunyi.
Mengendap di hiruk pikuk doa yang tercecer bersama lelah dan sisa harapan .
Langit.menanggalkan warnanya, biru yang kau indahkan, putih yang kau pandangkan sampai akhir lampu lampu kota mulai kau beri perhatian.
Terjebak Dimata keduanya, mereka masih duduk di tepian waktu, dengan tangan menunjuk cahaya yang jatuh,
Seperti senja, kita menjelma sepotong kesepian di usia yang berharap muda merangkak di punggung angka.
Aku, kamu dia atau mereka ada diantara desakan desakan ini.
8 notes · View notes
duniapetualangkata · 3 months ago
Text
Ku telanjangi kesunyian malam ini, agar dingin dan sepi berhenti menggerogoti perasaan kosong di hati ini.
Tidur pun tak sudi lagi menjamahku, meskipun ngantuk mencabik cabik kelopak mata ku dari mimpi yang kurencakan.
Malam Minggu menggantung lemas, seperti lampu kota yang lupa mati, memantulkan bayang-bayang yang tak lagi punya harapan.
Aku mencoba melarung diri ke dalam gelap yang lebih dalam, mungkin di sana, sunyi punya akhir.
Tapi langit diam seribu bahasa, hanya nafas sendiri yang masih setia menemani sepi yang tak pernah usai.
11 notes · View notes
duniapetualangkata · 3 months ago
Text
Kau ceritakan tentang langit dan bulan keliatan retak dari bumi seperti piring pecah yang dipeluk malam.
Mereka bercerita tentang rindu, tapi telingamu sudah penuh omong kosong cinta.
Dunia ini terlalu banyak bicara, sedangkan sunyi adalah bahasa terakhir yang kau dan aku masih sulit untuk pahami.
33 notes · View notes
duniapetualangkata · 4 months ago
Text
KEHILANGAN YANG TAK BERNYAWA
Barangkali, kehilangan harusnya tidak perlu diberi nama.
Sebab, begitu kita menyebutnya, rasanya seperti mengukir luka yang semestinya dibiarkan mengering sendiri.
Memberinya nama berarti mengakuinya, memberinya ruang untuk bersarang di dalam diri terasa seperti pengkhianatan terhadap diri sendiri.
Kehilangan sering datang tanpa izin, pergi tanpa pamit.
Seperti bayangan yang tiba-tiba lenyap di tengah terik, meninggalkan kita bingung apakah ia pernah benar-benar ada, atau hanya ilusi yang kita pegang terlalu keras?
Jika kita tak menamainya, mungkin ia tak akan pernah sungguh-sungguh pergi.
Tapi jika kita menamainya, ia akan tinggal lebih lama dari seharusnya.
Mungkin, kehilangan adalah cara semesta mengingatkan bahwa kita terlalu sering memberi makna pada yang fana.
Dan ketika kita menolak untuk menyebut namanya, barangkali kita sedang belajar melepas tanpa harus mengubur kenangan.
Karena terkadang, diam adalah bahasa terbaik untuk hal-hal yang terlalu perih untuk diungkap.
7 notes · View notes
duniapetualangkata · 4 months ago
Text
Aku berbisik pada sunyi malam di kota ini, angin mencuri separuh kata.
Dalam dentang jam yang ragu, perasaan tumbuh sebelum tertuju.
Mengiring tiap perjalanan dalam waktu, aku menunggu di halte yang salah.
Sementara kereta-kereta lampu terus berlari ke tujuan asing, ada rahasia yang tak sempat diutarakan rasa.
Ah.. kota ini penuh bersandiwara, memaksa kita berada di dua titik yang salah hitung, tersesat di peta yang sama.
9 notes · View notes
duniapetualangkata · 4 months ago
Text
Aku berbisik di tengah malam, bisikan terbaik untuk memohon pada-Mu dalam kelam.
Kau dengar rintihku yang dalam, tapi jawaban-Mu tak seperti malam.
Aku minta pelangi, kau beri hujan, rintiknya basuh luka yang tersimpan.
Aku minta bahagia, Kau beri ujian, agar kuatku tak lagi sekadar angan.
Ternyata, doa bukan tentang yang ku mau, tapi apa yang Kau tahu lebih sempurna.
Di balik tidak-Mu, ada seribu nanti dulu, di balik diam-Mu, ada cinta yang tak terkira.
Meski kadang tak sesuai bait doaku, kau lebih tahu apa yang terbaik, untuk hamba yang sering lupa diri ini.
29 notes · View notes
duniapetualangkata · 4 months ago
Text
Bagian terbaik dari mencintai seseorang adalah kamu bisa merindukannya baik ketika menjadi milikmu atau menjadi mantanmu.
8 notes · View notes