titiklidahdanbahasa
titiklidahdanbahasa
Titik Lidah & Bahasa
35 posts
lekatkan lidahmu padaku sekujur tubuhku, maka kan kau temukan berbagai bait bahasa yang selama ini ku gugus. E-mail : debby(dot)utomo@gmail(dot)com. Also check my another article at debbyutomo.flavors.me
Don't wanna be here? Send us removal request.
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Mendapatkan kesempatan untuk menulis di website e-commerce fashion, Zalora Indonesia. Kali ini Zalora sedang membuat projek yakni Zalora Community berupa e-magazine. In this e-magazine, we talk about fashion, beauty, and lifestyle. Masih newbie, besok akan menulis lebih rajin dan lebih bagus hehe.
1 note · View note
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Pada album ini, Manic Street Preachers memberikan kejutan dengan menggandeng musisi ternama seperti Green Gartside (Scritti Politti) dan Cian Ciarán (Super Furry Animals) untuk berkolaborasi dalam beberapa lagu. Terdapat 13 lagu yang bertengger rapi dan nikmat jika Anda dengarkan sepanjang masa, Manic Street Preachers memang band yang pandai untuk mencari celah kebosanan dari penggemarnya. Spesialnya, album ini rilis dengan dua versi yaitu deluxe edition dan Japanese edition beserta berbagai bonus yang disediakan. Futurology menjadi gaungan pembuka yang sangat menghentak, remuk redam seperti album mereka yang kini sudah mencapai angka 12 album. Genta musik retro-futurisme terasa nikmat kita dengar, tak heran jika album ini sangat benar-benar ditunggu. Di kloter nomor dua, datang lagu “Walk Me To The Bridge” yang menjadi single dari album ini, respon positif datang dari pendengar ketika single ini dirilis April 2014 lalu. Baca selengkapnya di http://www.warningmagz.com/2014/10/20/album-review-manic-street-preacher-futurology/
2 notes · View notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Saya pecinta indie rock, salah satunya band asal Semarang ini! Sila baca review saya di Warning Magz mengenai OK Karaoke :) http://www.warningmagz.com/2014/12/03/ok-karaoke-sinusoid/
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Indie pop asal Jakarta yang nama recordnya makin konsisten mengumpulkan band-band indie pop untuk berkoalisi hehe. Mari berkenan untuk membaca di http://www.warningmagz.com/2015/01/01/bedchamber-perennial-ep/
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Di awal tahun 2016, saya berhasil ngobrol dengan Kaveh Kanes! Salah satu band indie pop lawas asal Yogya yang sudah saya kagumi (sejak mereka kurus) bahkan saat ini sudah bapak-bapak masih tetap menggemaskan haha. Silahkan membaca obrolan ringan saya dengan Kaveh Kanes di http://kanaltigapuluh.info/interview-kaveh-kanes-capital-murakami-dan-polisi-skena/
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Tulisan ini dibuat saat saya tidak berhasil membuat skripsi mengenai Zine haha dan pada akhirnya sekarang bahas musik punk untuk skripsi. Silahkan mencerna tulisan pendek saya memgenai Zine masa kini di http://www.ziliun.com/what-we-learn-melawan-media-mainstream-dengan-zine/
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
“To be radical is to grasp things by the root.” (Karl Marx, Critique of Hegel’s Philosophy of Right) Apa kalian selama ini merasa jadi pribadi yang menantang arus massa nan kekinian yang muncul di masyarakat mainstream? Misal saja kalian pendengar dan cinta mati akan musik indie yang menandakan bahwa kalian bukanlah si cupu yang hanya mendengarkan musik mainstream cinta-cintaan yang mendayu? Apakah dengan mendengarkan musik indie, menjadi vegetarian, mengkonsumsi produk-produk anti sweatshop adalah hal yang cukup radikal? Apakah dengan radikalisme yang kalian lakukan, akan begitu saja mengilangkan masalah kapitalis dan konsumerisme? Ini adalah tulisan lawas saya di tahun 2014 (kalau ngga salah hehe). Cek selengkapnya di http://www.ziliun.com/what-we-think-ketika-budaya-radikal-makin-menjual/
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Mainstream dan enggak mainstream (anti-mainstream, hispter, apapun istilahnya), masih jadi topik hangat khususnya di kalangan anak muda. Ketika mereka menemukan sesuatu yang baru, berbeda, dan unik, pasti diyakini hal tersebut akan menjadi tren. Budaya bisa dibawa melalui berbagai hal, mulai dari fashion, musik, bahasa, dan makanan. Budaya mainstream adalah budaya arus utama yang mayoritas diselami oleh masyarakat luas, layaknya musik pop seperti yang dikatakan oleh Adorno: “Musik pop dilahirkan industri mengalami standarisasi. Ketika pola musik atau model lirik lagu tertentu laku di pasaran, pola tersebut akan terus menerus direpetisi dan diproduksi ulang. (Adorno dalam Strinati, 2007). Amat penasaran atau mulai memanas dengan tulisan saya mengenai dunia ke-hipster-an? haha cek langsun di http://goo.gl/9FFH9H
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Kepedulian kaum muda terhadap politik sangat penting bagi kemajuan kehidupan negara ke depan. Sudah saatnya kita sebagai anak muda tak bergaya apatis dengan politik. Apatisme kaum muda terhadap politik adalah bumerang. Bentuk dari ketidakpercayaan pada partai politik atau pemerintahan sebelumnya bisa menjadi hal yang bahaya. Jika kita sebagai anak muda tidak berpartisipasi, pemerintahan yang hingga sampai saat ini masih dikenal sangat carut marut dan tidak egaliter dengan keinginan rakyat. Alias, masih ada mafia hukum di dalam politik tersebut, maka selanjutnya negara kita akan begini-begini saja atau bahkan makin terpuruk. Sekelumit tulisan lawas saya mengenai Pemilu di pemerintahan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), silahkan baca selengkapnya di http://goo.gl/Fuvh6M
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Smart City sendiri adalah sebuah konsep kota cerdas yang bisa membantu masyarakat yang berada di dalamnya, dengan cara mengelola sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di kota. Misalnya dengan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatan mereka, sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memperlancar kehidupan mereka. Saat ini, beberapa kota di Indonesia juga sudah mengusung konsep kota cerdas dan Surabaya terpilih menjadi kota paling cerdas di Indonesia oleh Majalah Warta Indonesia dan Warta eGov pada tahun 2011. Baca selengkapnya tulisan saya mengenai Smart City di http://www.ziliun.com/what-we-think-coming-hopefully-soon-smart-city/
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Ada banyak pejuang gerakan di dunia maya, sebut saja adalah aktivis dunia maya alias aktivis internet. Sebenarnya dengan internet, kita benar-benar dapat mengubah dunia yakni melalui hashtag, Baca tulisan saya selengkapnya di http://goo.gl/HOxqWV
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Masih ingat TVRI dan RRI? RRI dikenal sebagai radio penyebar suara arek-arek Suroboyo, dan TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi yang berdiri di era peperangan. Sungguh legenda memang, namun kini jejak penyiaran mereka tak seharum namanya. Tergerus stasiun TV lokal maupun swasta yang lebih banyak menampilkan “variasi” tontonan dan hiburan. Baca selengkapnya tulisan saya mengenai perjuangan TVRI dan RRI di http://goo.gl/JzoZhZ
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Diam belum tentu emas, lho. Ini sama halnya kayak kamu mau nembak gebetan tapi nggak berani dan pada akhirnya diem mulu. Yang ada gebetan kamu keburu nunggu lama, lalu dia malah berprasangka kalau lagi di PHP. Kemudian cintamu berujung kandas dan ditikung orang lain. Sedih. Analogi ini cocok banget kan buat anak muda, nggak selamanya diem itu emas, bro sis. Kita sebagai generasi muda kudu speak up your idea. Nah, apa sih speak up your idea dan gimana caranya, cek langsung artikel saya di http://goo.gl/NTtdgs
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Tyas Nastiti, saat ini dirinya sudah menjadi dosen DKV (Desain Komunikasi Visual) di salah satu universitas swasta. Tyas yang merupakan alumni DKV ITS Surabaya ini berhasil melambungkan namanya di industri fashion khususnya women shoes malah berawal waktu kuliah, ih asik kan, ya? Dirinya dengan beberapa kawannya menciptakan brand lokal bernama Klastik Shoes. Klastik Footwear hadir karena saat itu Tyas yang masih duluk di bangku kuliah dan menjadi mahasiswa DKV ITS angkatan 2008 mengikuti program kreativitas mahasiswa (PKM). Dari program tersebut, dirinya mendapatkan danah hibah yang kemudian menjadi modal usaha. Dengan modal awal 7,6 juta, Tyas mulai berinovasi dengan berbagai model sepatu wanita yaitu flat shoes, wedges, high heels, dan platform. Untuk sepatu laki-laki, Klastik memberikan model boots high, dan model chukka boots bermotif batik. Baca tulisan saya selengkapnya di http://goo.gl/XboZyj
2 notes · View notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Suroboyo, siapa yang nggak kenal dengan acara Sunday Market sih? Iya, salah satu acara fashion, food, music, market, and culture yang boleh dibilang hits di Surabaya sejak tahun 2009 sampai saat ini hehe. Wawancara saya dengan founder Sunday Market yakni Alek Kowalski merupakan wawancara yang selalu menyenangkan. Baca wawancara saya dengan Alek Kowalski mengenai Sunday Market Surabaya di http://goo.gl/BIuHRl
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Hasil survei UNESCO menunjukkan bahwa Indonesia masih jadi negara dengan minat baca masyarakat paling rendah di ASEAN! Tahun 2012, UNESCO mencatat indeks minat baca kita cuma 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Budaya membaca yang memprihatinkan, menghambat terciptanya pendidikan berkualitas. Komunitas Jendela adalah komunitas sosial yang dibangun untuk bergerak di bidang pendidikan anak. Komunitas ini pertama didirikan pada tanggal 12 Maret 2011 di Yogyakarta, berangkat dari kegelisahan akan rendahnya minat baca masyarakat, terutama anak-anak. Silahkan mampir ke http://goo.gl/BGBiJD untuk tahu lebih lanjut wawancara saya dengan Komunitas Jendela. Semoga berkenan :)
0 notes
titiklidahdanbahasa · 10 years ago
Link
Modal Coruscate Unique sebelumnya adalah nol rupiah ketika memulai bisnis fashion online shop pada tahun 2009. Fokus mereka lebih kepada desain pada era victorian atau princess. Desain produk yang unik dan tidak biasa dari Coruscate Unique ini mengingatkan kita pada gaun-gaun di masa kita kecil atau di film Alice in Wonderland yang jarang ditemui di toko-toko pada umumnya. “Awalnya kami menjual via Facebook, kemudian kami merasa kurang puas jika produk kami hanya dijual di Indonesia, alasannya Coruscate dijual dengan harga yang standar padahal butuh kerja keras dalam membuat gaun kami yang inspirasinya dari princess era Marie Antoinette, cukup rumit pengerjaannya, “ ungkap Zu. Penasaran apa sih yang dilakukan oleh Zu, silahkan mampir untuk membaca obrolan saya dengan Zu di http://goo.gl/7QkoJ2
#zu
0 notes