Text
30032025 23.30 Wib
Malam ini benar² diberi teguran lagi bahwa apa yang dikeluarkan entah dalam bentuk harta tenaga ilmu atau hal baik lainnya jika itu karena Allaah maka akan Allaah berikan kembali berlipat ganda, jadi jika melakukan apapun karena Allaah percayalah kamu tidak akan pernah merugi sedikitpun, jangan meragukan itu walaupun hanya sedikit sekalipun, jangan pernah lagi ya, Allaah itu sayang sama hamba²Nya meski dosa² hambaNya sebanyak buih dilautan, banyak² bersyukur atas segala nikmat dariNya apapun bentuknya, semangat jalani hari² kedepannya
Lebaran, apapun kondisi yang sedang diterima tetap disyukuri, jangan patah semangat dan jangan sampai kufur nikmat, apalagi sampai membandingkannya dengan kenikmatan manusia² lain, semua sudah sesuai jatah rezeki masing². Selamat lebaran wahai diri...
2 notes
·
View notes
Text
27032025 05.15 Wib
Setiap rumah butuh kerjasama dari para penghuninya agar didalamnya bisa menciptakan suasana nyaman, setidaknya tidak sampai mencari pelarian yang salah hanya untuk menemukan nyaman itu sendiri
Aku sadar hidup itu tidak sempurna, dalam tiap penghuni akan selalu ada tingkah menyebalkan dan sulitnya diajak kerjasama, ya semua pribadi memang memiliki kekurangan, pada akhirnya hanya ada penghuni yang selalu sama untuk menyelesaikan semua agar keadaan didalamnya tidak jauh lebih buruk dari keadaan diluar yang sudah ditemui
Tapi, tapi jika ini berlangsung terus-menerus rasanya benar² memuakan, semakin malas berada di rumah yang seharusnya bisa menjadi tempat pulang ternyaman setelah berjibaku dengan segala hal diluar
Berdosa kah jika seandainya lebih memilih pergi ketimbang menetap? Meninggalkan segala ketimpangannya hingga bisa menerima semua keadaan didalamnya memang begitu baru mungkin kembali akan menjadi pilihan lagi
Bolehkan kabur dulu untuk sementara waktu?
13 notes
·
View notes
Text
26032025 19.06 Wib
Kamu memang ada tapi sayang hanya sebatas ada sementara dia perempuan kuat itu butuh kamu lebih dari raga mu, dia butuh kamu sebagai teman bicara, teman diskusi tentang banyaknya hal² yang harus diselesaikan, sayangnya kamu selalu memilih alasan² untuk melarikan diri hingga kamu lupa tentang bagaimana kamu bisa membuatnya tidak sendirian menghadapi segala cobaan musibah atau hal² kurang menyenangkan lainnya, meski selama ini dia terlihat mampu melaluinya sendiri bukan berarti dia tidak butuh kamu tapi dia sadar meminta mu berada di posisi yang dia harapkan adalah sebuah kesia-siaan sebab dia paham hatimu Tuhan yang genggam, itu kenapa dia menerima saja saat ingin mengajakmu berdiskusi tapi kamu justru enggan, selalu menjawab tidak tahu, aku yang mendengarnya saja ingin menamparmu, sangat kesal, minimal setidaknya jadilah seseorang yang bentuk pedulinya itu mendengarkan meski kamu merasa sedang tidak sesuai harapan, justru ia butuh kamu itu kamu harusnya bisa menjadi yang dia harapkan, itu keluarga mu bukan orang lain, kenapa malah lebih peduli kalau itu orang lain? Hah
Ah sialan juga kadang² lingkungan ini, padahal aku sadar aku sendiri belum tentu lebih baik dari anak ibu itu :'(
2 notes
·
View notes
Text
24032025 00.15 Wib
Orang² begitu ramai memenuhi mall, swalayan, toko² juga pasar² untuk membeli keperluan lebaran yang tinggal menghitung hari, jalanan malam yang biasanya ku lalui lengang kini ramai lalu lalang kendaraan, macet dibeberapa titik, mereka sibuk mencari keperluan untuk hari raya nanti
Hari raya nyatanya tidak selalu untuk semuanya, tapi semua memang bisa merayakan dengan cara, kemampuan masing², sesederhana apapun yang disiapkan tidak apa² karena kadang Hidup benar² selalu penuh kejutan, segala yang disiapkan belum tentu sesuai harapan, ya siap tidak siap, suka tidak suka hidup seperti apapun keadaannya harus tetap berjalan kan? Ya sudah ditempuh saja sampai dibatas yang Tuhan tentukan
Sepahit apapun kopi yang diminum tetap saja diminum, ya kan? sebab apa? Sebab tahu rasa pahitnya tidak selamanya melekat di lidah, dan rasa pahit tidak selamanya buruk :')
2 notes
·
View notes
Text
21032025 00.50 Wib
Baiknya memang tidak perlu ada sedikitpun rasa penasaran tentang bagaimana keadaan pemandangan diluar jendela yang sebelumnya sudah kita tutup rapat, seindah apapun tetap saja akan membuka sesak yang sudah berlalu, menjadi sedih hanya buang waktu, juga merusak hari² yang harusnya sudah baik² saja dijalani
Jadi jendelanya biar saja tertutup rapat selamanya, kecuali benar² siap dengan segala rasa (konsekuensinya) yang akan timbul saat membukanya kembali, jangan terlalu berekspektasi, kamu sendiri yang semakin kecewa jika keindahan di luarnya tidak sesuai harapanmu
"Sebab, Hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi memberi apa yang kita butuhkan"
Dan seringnya kurang menyadari tentang apa yang benar² dibutuhkan dibalik apa yang sedang diinginkan, manusia terlalu banyak mau memang, terlalu sering berekspektasi yang tidak dibatasi, aku pun masih begitu, berekspektasi yang berujung kecewa sendiri :')
15 notes
·
View notes
Text
14032025 18.10 Wib
Jangan haus akan validasi sesama ya, kita mati hanya meninggalkan nama yang entah kekal karena apa yang kita lakukan selama hidup atau justru terlupa begitu saja seiring jalannya waktu
Cukup pertanyakan saja ke diri sendiri "Apa kontribusi ku selama hidup ku ini? Sudahkah aku bermanfaat sesuai kehendakNya? Sudahkah aku hidup sesuai anjuranNya? Sudahkah aku berjalan diatas jalan yang diridhoiNya?"
Sebab kita tidak kekal, kita bukan sesuatu yang abadi, memang tidak ada yang abadi di dunia ini, dan apa yang kelak kita tinggalkan adalah hasil dari apa yang selama hidup kita kerjakan, semoga yang kita tinggalkan adalah kebaikan² yang bermanfaat bukan sebaliknya, aammiin
"Perjalanan hidup kita benar² singkat, hanya sementara, semua ada batas waktu yang sudah ditetapkan, hati²lah dalam tiap langkah² yang kamu lakukan, karena semua itu kembalinya juga pada dirimu sendiri"
:(
23 notes
·
View notes
Text
13032025 23.48 Wib
Selagi kamu punya tempat untuk bercerita, tempat yang selalu memeluk mu dalam setiap keadaan yang harus kamu hadapi, tempat yang selalu menunggu kedatangan mu, tempat yang senang mendengar setiap hal tentang mu, selama itu juga hidup mu akan baik² saja seburuk apapun hari yang harus kamu lalui kamu akan mampu melaluinya. Begitu kata orang² yang selalu punya tempat untuk pulang...
Dan, aku tahu kamu sudah memiliki tempat itu saat ini, ikut bahagia pada akhirnya kamu sudah menemukan seseorang yang bisa kamu sebut sebagai "Kini, dia tujuan ku pulang"
Tapi, aku juga punya, tempat yang selalu menjadi tujuan ku untuk pulang, rumah bapak ibu ku, rumah dimana masih diberi kesempatan berkumpul lengkap saat ini :)
15 notes
·
View notes
Text
13032025 16.00 Wib
Ada yang bilang "Kamu boleh mengandalkan orang lain, tidak harus selalu apa² berusaha sendiri, ada kalanya kamu kesulitan dalam menyelesaikan masalah² mu, dan kamu butuh orang lain selain dirimu"
Hanya satu pertanyaan ku saat itu; Memangnya saya boleh mengandalkan orang lain!?
Boleh jawabnya, sayang isi kepala ku tidak sebagai jawabannya
- Karena, Cukup berat rasanya saat memiliki yang selalu bisa diandalkan dalam banyak hal, berbagi bercerita berdiskusi atau apapun itu, lantas tiba² semua berubah total, kamu tahu kan bagaimana rasa sesaknya? :')
Hidup mengandalkan sesama tidak selalu menyenangkan, sebab kita sama² makhluk yang lemah. Mengandalkan Tuhan sajalah, itu jauh lebih baik, iya kan?
Tapi semua kembali setiap orang bebas tentunya memilih mana yang menurut masing² baik untuk dirinya, mengandalkan orang lain atau tidak ya tidak apa², kita sendiri² yang tahu apa yang sedang kita butuhkan, uluran tangan sesama atau uluran tangan Tuhan atau justru ke-dua²nya
Dan sekarang aku ingin memeluk diriku sendiri, menepuk-nepuk punggungnya yang mulai sering menunduk, mengelus tangannya yang mulai tampak berkerut, tersenyum padanya untuk bilang "Tidak apa², semua akan segera membaik"
:)
8 notes
·
View notes
Text
12032025 13.45 Wib
-Ingat, orang lain tidak memiliki kewajiban apapun untuk bantu kamu meski kamu benar² sangat butuh bantuannya sekalipun, kenapa? Karena hidup mu tanggungjawab dirimu sendiri, perkara bantu dibantu lain lagi urusannya-
Hati manusia dimuka bumi ini digenggam erat Yang Maha Kuasa, kalau tidak atas kehendakNya apa yang sangat kamu butuh entah apa saja bentuknya dari siapapun orang yang kamu minta secara langsung atau tidak itu tidak akan terjadi, tidak akan pernah terjadi, yang terjadi hanya yang atas kehendakNya, yang tidak akan kamu sangka² datangnya, begitulah kejutan dariNya meski kadang rasanya sudah diambang putus asa setelah berusaha hasilnya nihil, meski kadang ingin sekali ada yang bersedia mengulurkan tangannya, haha lucu aku sebagai manusia, terbiasa apa² berusaha sendiri ketika benar² merasa butuh dibantu nyatanya sesulit ini bahkan memohon lantas ditolak saja rasanya benar² tidak enak, kecil sekali, merasa 'Siapa saya? Memangnya layak untuk sekedar ditolong?' ya Tuhan kerdil sekali pikiran ku semakin lama di keadaan seperti ini
Sekarang pun masih begitu, diambang putus asa rasanya setelah beberapa kali mencoba namun masih harus gagal lagi dan lagi, entah kejutan apa yang sedang Tuhan rencanakan, kali ini hanya berharap agar tidak benar² menyerah
6 notes
·
View notes
Text
11032025 22.35 Wib
"Aku lupa kapan terakhir kali menengadahkan kedua tangan ku, bercerita banyak hal dengan airmata atau senyum bahagia padaNya, hidup ku semakin hari semakin tidak jelas arah tujuan, tidak tahu harus bagaimana menyemangati diri sendiri, karena sejatinya diri sendiri juga tahu jalan keluarnya ada dimana dan harus bagaimana memulainya, padahal belasan tahun lalu cita² ku cukup untuk membuat ku hidup dengan tujuan, entah kenapa sekarang dimasa ini rasanya seperti tersesat jauh sekali, sangat jauh..."
Tentu kamu tahu kan yang bisa menolong dirimu ya hanya dirimu sendiri, Tuhan tidak merubah hambaNya yang enggan berubah, ya kan?, Kita manusia biasa ada kalanya iman turun, kecewa terhadap keadaan, merasa buruk gagal dan semua perasaan kacau tentang hidup yang dijalani, tapi tidakkah kamu tahu bahwa Tuhan mu selalu menyayangimu dengan caranya? Lihat dalam keadaan yang kamu sendiri pahami bahwa kamu salah langkah saja kamu tetap tahu arah mana yang harusnya segera untuk kamu tuju, tidakkah kamu yakin itu petunjukNya untuk langkah baikmu ke depan?, Akan selalu ada masa dimana kita bisa salah langkah, bukankah manusia memang tidak diciptakan dengan sempurna? Kapanpun bisa tersesat dan berbuat salah
Ayo pulang ke arah tujuan yang kita sudah tahu sebelah mana jalannya :)
19 notes
·
View notes
Text
11032025 14.10 Wib
Ada banyak hal yang harus ku terima dari semua keadaan yang dihadapkan padaku, ada banyak hal juga yang harus bisa ku sadari bahwa tidak semua mampu ku dekap, ada banyak sekali sesal tentang pilihan² yang buat luka² baru tumbuh menumpuk diantara luka lama yang bahkan mengering saja belum, ada banyak sekali yang harus ku tanggung sebab belum mampunya diri menempatkan posisi pada apa yang terjadi, aku semakin kelimpungan dengan perasaan juga pikiran sendiri, tentang semua yang terjadi, tentang keadaan saat ini
Seiring berjalannya waktu ku kira akan tetap mampu baik² saja, nyatanya semu, benar, tidak ada yang baik² saja jika penerimaan tentang keadaan yang dilalui atau dihadapi saat ini belum sepenuhnya diterima dengan lapang hati
Tidak ada maksud ingin melawan apa yang Tuhan takdirkan, bukan pula ingin terus menyesali menangisi meratapi semuanya, tapi berusaha menerima saja nyatanya memang tidak cukup, ikhlas bukan tentang sekedar sebuah penerimaan saja kan?, menyedihkan rasanya aku masih jauh dari tahap sepenuhnya ikhlas, sebuah penerimaan yang ku lakukan masih dibatas sekedar menerima, aku kesulitan memaafkan diri atas semua, atas segala yang terjadi di masa lalu yang membawa pada keadaan saat ini, keadaan yang tidak pernah terbayangkan
Tuhan, aku lelah terus-menerus menyesatkan diri.....
Aku ingin sangat ingin mampu memaafkan diri, menerima tanpa lagi sibuk menyesali semuanya, menerima dengan lapang hati tanpa lagi menerka andai dulu yang aku lakukan begini atau begitu, aku ingin bisa melepaskan rasa sesak yang kian hari buat ku kian tersesat, aku ingin jatuh cinta sejatuh²nya pada diri ku dengan segala masa lalu ku dengan segala kesalahan ku juga dengan segala yang bisa ku banggakan dan segala keadaan di saat ini, ya semua apa yang ada pada diriku, aku ingin mampu menyayangi ku dengan benar lebih dulu, aku ingin mampu menerima diriku sendiri dengan rasa lapang yang benar² ikhlas
- Siapapun kamu berbahagialah jika sudah mampu temukan rasa ikhlas yang beriringan dengan penerimaan yang bukan hanya sekedar menerima saja, katanya jika sudah mampu ditahap itu Tuhan sudah benar² memeluk, dan aku tahu bahwa aku terlalu "melawan" apa yang Tuhan kehendaki hingga jalan yang ku tempuh harus begini :')
9 notes
·
View notes
Text
10032025 00.10 Wib
Dulu, jika ditanya mau bertahan atau melepaskan?
Akan banyak egois yang terpampang jelas sebab tetap memaksakan diri untuk terus bertahan, dan berpikir bahwa semua bisa diperbaiki
Sekarang, jika masih diberi pertanyaan yang sama lagi
Akan menjawab sesuai keadaan yang ku hadapi, jika memang ingin sama² mempertahankan maka aku akan bertahan dan memperbaiki apa yang menjadi sebab kesalahan bersama, jika memang salah satu tidak lagi ingin bertahan maka akan aku lepaskan tanpa drama apapun, ya cukup lepaskan begitu saja dengan baik²
Dulu dengan ego yang begitu besar, sekarang dengan realistis bukan hanya perasaan saja yang diutamakan, hubungan dewasa ternyata memang begitu banyak pertimbangan, begitu banyak juga rasa lapang jika yang dijalani tidak lagi sejalan dan harus selesai, kadang cukup mengikuti alur cerita tanpa memaksakan kehendak diri, rencana atau keinginan diri juga belum tentu terbaik ketimbang rencana dan kehendakNya, jadi bertahanlah jika memang layak dan ingin sama² bertahan, jika tidak maka lepaskan saja, siapa tahu dengan melepaskan justru bisa saling menemui bahagia masing², tidak ada yang tahu rencana Tuhan pada hidup kita sebagai hambaNya, toh siapa saja yang harus kita temui dalam perjalanan hidup ya akan tetap kita temui sesingkat apapun waktu cerita dan kisahnya, semua akan menjadi kenangan pada akhirnya yang entah terlupa atau justru terus teringat, entah
Jadi, Terimakasih untuk yang pernah ku temui dalam perjalanan hidup hingga detik ini, atas segalanya termasuk waktu yang sudah diberikan, semoga dimanapun selalu dalam lindungan Tuhan, :)
19 notes
·
View notes
Text
17022025 16.15 Wib
Katanya "Kau harus menemukan satu orang saja minimal sekali dalam seumur hidup dimana orang tersebut benar² mau memahami mu, mendorong mu maju, tidak meninggalkan mu saat terpuruk mu"
Lantas aku bertanya kembali pada nya "Kau sendiri? Sudahkah kau temui orang seperti itu?"
Dan, bertanya pada diri sendiri "Akankah ada satu saja untuk ku yang seperti itu? Atau akan kah bisa aku menjadi yang seperti itu?"
Kami berakhir pada jawaban diam saling melempar senyum, itu sudah menjadi jawaban tanpa perlu menjawab dengan kata² kan? tentang bagaimana sebenarnya kata² itu sendiri adalah sebuah harapan untuk masing²
2 notes
·
View notes
Text
14022025 20.45 Wib - Sebenarnya apa yang ku cari?
Semua orang sibuk berjuang untuk kehidupan yang lebih dan lebih baik di setiap hari di setiap waktu yang ia punya
Urip sawang sinawang ya, mung mampir ngombe, yang terlihat belum tentu sesuai kenyataannya, dan semua hanya sementara
Sebab katanya kita hidup hanya untuk mengisi waktu luang dengan banyaknya perjuangan yang terlihat seperti kesibukan, ya kesibukan hanya untuk menunggu waktu sholat waktu untuk bisa mencurahkan segalanya hanya denganNya, juga menunggu waktu pulang kembali padaNya
Terlepas apapun yang ku cari dan aku pun belum juga tahu apa yang sebenar²nya ku cari di dunia ini, aku juga ingin sama, meski berkali-kali diterpa badai aku ingin tetap mampu terus berdiri berjuang untuk hidup yang sudah Tuhan beri ini hingga selesai tugas ku secara keseluruhan selama di dunia, hingga tiba waktu ku untuk kembali, selama itu aku berharap tidak sampai putus asa, tidak sampai menyerah pada keadaan yang dihadapkan :)
6 notes
·
View notes
Text
02022025 18.05 Wib - Memulai dari awal kembali
Semua yang sudah berlalu bukan untuk dihapus toh sudah jadi bagian dari perjalanan hidup. Belajar menerima meski semakin hari masih cukup sulit dalam memaafkan diri atas apa yang sudah terjadi sebab banyaknya sesal dan belum mampunya diri menerima semua keadaan dengan hati yang lapang juga pikiran yang sadar bahwa mana yang diri anggap sebagai kesalahan bisa dijadikan pelajaran hidup untuk langkah ke depannya agar jauh lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan dan pilihan
Sayangnya tiap waktu pr perjalanan hidup masih sama, tentang bagaimana cara agar diri sudah mampu ikhlas menerima semua tanpa tapi² lagi juga mempercayai apapun yang sudah terjadi adalah mutlak kehendakNya. Sebab berandai-andai masih saja sering ku lakukan "Andai aku tidak mundur mungkin keadaannya akan jauh lebih baik lagi, Andai aku dulu begini begitu..." dst, andai-andai lainnya itu yang buat diri masih terjebak pada masa lalu, padahal belum tentu jika perandaian itu benar terjadi maka hari ini hidup ku akan lebih baik dari kenyataan yang saat ini, tidak ada jaminan kan? Toh jelas sadar masa depan urusanNya, sebagai hamba tugas ku berdo'a dan mengusahakan yang terbaik, tentang hasil akhir sudah pasti yang terbaik adalah pilihanNya, ya akhirnya sampailah pada pikiran yang baru "Apa selama ini aku sudah mengusahakan semua dengan maksimal, ikhlas juga jelas tujuannya untuk apa?", dan evaluasi itu yang akhirnya membuat ku menemukan jawabannya
Hingga berani sedikit Berharap semoga kali ini langkah memulai kembali ku bisa menjadi langkah yang benar-benar menuju ke kehidupan yang lebih baik, aammiin
9 notes
·
View notes