#kasus pemerkosaan
Explore tagged Tumblr posts
Text
Marak Terjadi Kekerasan Seksual di Serang, Kapolres Undang Satgas PPA
SERANG – Sebagai upaya mitigasi kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengadakan pertemuan bersama Satgas PPA serta UPT PPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Kapolres mengatakan bahwa pertemuan dilakukan untuk menindak lanjuti kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi wilayah Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten…

View On WordPress
#angka kekerasan seksual#kasus kekerasan seksual#Kasus pemerkosaan#Perlindungan Perempuan dan Anak#Polres Serang#Satgas PPA
0 notes
Text
Inilah Tampang Pria yang Perkosa Adik Kandungnya Hingga Hamil, Sempat Jadi Buronan Polisi
SUMENEP, MaduraPost – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, menangkap seorang pelaku kasus pemerkosaan kakak terhadap adik kandungnya di Denpasar, Bali. Penangkapan ini berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/B/213/IX/2023/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jatim yang dibuat pada tanggal 7 September 2023. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban K (21), yang berada di Dusun Taroman, Desa Batang-Batang…
#Berita Sumenep#Kakak Perkosa Adik#Kasus pemerkosaan di Sumenep#Kejahatan Seksual#Madurapost#Polres Sumenep#Sumenep#Tragedi Sumenep
2 notes
·
View notes
Text
Buka sosial media setiap harinya bikin tambah stress. Kasus pelecehan seksual, kasus KDRT, kasus perselingkuhan, kasus bunuh diri, kasus pemerkosaan, kasus korupsi, kebijakan pemerintah yang semakin mencekik masyarakat menengah ke bawah.
Buka Instagram, tambah bikin stress karena melihat pencapaian orang lain yang semakin terbang tinggi.
Sampai pernah berpikir, bisa ngga ya satu hari beneran rest dari semua kepelikan dunia ini. Tanpa memikirkan hal apapun, cukup diam sambil menghirup udara segar.
- 8 Oktober 2024
17 notes
·
View notes
Text
Dari mana asal muasal Misogini?
Belakangan ini, berita pelecehan dan kekerasan seksual selalu menjadi headline, di beranda temlen akun twitter saya. Ada saja berita pemerkosaan yang menimpa perempuan dan anak-anak. Membuat miris, sekaligus menyulut emosi. Bapak kandung melecehkan anak kandungnya sendiri, laki-laki dewasa yang memperkosa anak balita, penyandang disabilitas yang diperkosa laki-laki biadab yang kebetulan melihat korban sedang sendirian di dalam rumah, dan baru-baru ini,seorang remaja perempuan berusia belasan tahun,diperkosa oleh tiga orang tetangganya sendiri ketika hendak pergi tarawih. Benar-benar biadab!
Betapa menyedihkan menjadi perempuan. Hampir tidak ada ruang aman di sudut manapun di dunia ini untuk kami. Setiap hari, perempuan terus dibayang-bayangi ketakutan. Berita pelecehan dan kekerasan seksual, seolah jadi makanan rutin yang dikomsumsi tiap hari. Dan tentu saja, dengan budaya victim blaming dan rape culture yang dianut oleh masyarakat patriarkal ini; " Jika kamu diperkosa, itu bukan salah laki-laki. Tapi kamu sebagai perempuan, yang tak bisa menjaga diri. "
Bukan hal baru, jika dalam kasus kekerasan seksual, korbanlah yang selalu disalahkan alih-alih mendukung korban dan mengutuk pelakunya. Coba, berapa banyak orang yang peduli pada mental dan trauma korban kekerasan seksual? Nggak banyak. Barangkali hanya tiga puluh persen, dan sisanya adalah orang-orang yang hanya sibuk mencari tahu, pakaian apa yang dikenakan korban ketika terjadi pemerkosaan. Jika kebetulan korban berpakaian minim, dan sedang di luar rumah, di diskotik, sedang mabuk, atau sedang di pinggir jalan pun, masyarakat kita yg patriarkis ini akan berkomentar seksis sambil nyinyir, " Ya pantas lah, diperkosa. Lah pakaiannya aja begitu, mana sedang mabuk. Duh, perempuan nggak bener ternyata. Lah, udah tahu sendirian,kok ya mau diajak minum sama banyak laki-laki. " Atau jika kebetulan yang melakukan pelecehan adalah partnernya, mereka juga bakal nyelutuk kira-kira begini, " Sama pacar sendiri, mau sama mau kok ya ngaku diperkosa. Aneh bener, kemarin-kemarin emang pas ngewe emang ngerasain apa? dasar lonte! " Dan tentu saja komentar-komentar bodoh bernada misoginis begini sering saya temui di kolom komentar sosial media. Ini hanya salah satu contoh sikap/tindakan yang menormalisasi kekerasan seksual. Nah, pemakluman kekerasan seksual inilah yang disebut rape culture atau budaya pemerkosaan. Banyak hal yang menjadi penyebab kenapa masyarakat lebih suka menghakimi korban daripada menuntut pelaku untuk mengakui atau membuktikan kalau dirinya tak bersalah. Pertama, ketimpangan relasi alias laki-laki yang dianggap subjek dan perempuan itu objek. Secara sederhana, berangkat dari ketimpangan relasi inilah yang menempatkan perempuan sebagai kelas dua; dari objektifikasi tubuh perempuan beserta stigmasisasi dan pelabelan terhadap nilai nilai ketubuhan dan seksualitas perempuan itu sendiri. Pemikiran bahwa perempuan itu objek akhirnya menciptakan ideologi relasi kuasa. Sebuah kultur yang melanggengkan stigmasisasi bahwa perempuan itu makhluk lemah dan harus di bawah kuasa laki-laki. Kultur ini masuk sebagai kesadaran baru konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki dengan citra maskulin, dan perempuan dengan citra feminin. Laki-laki diberi hak sebagai pengambil keputusan dan memimpin. Sementara perempuan diposisikan dan ditempatkan di ranah domestik; mengasuh anak, mengurus rumah tangga, dan melayani suami. Ketimpangan relasi yang memposisikan perempuan sebagai kelas dua ini, tak lain tak bukan adalah buah tangan dari ideologi patriarki.
Patriarki ini pula yang menciptakan mitos-mitos tentang tubuh perempuan. Sudah seberapa sering kita mendengar analogi tubuh perempuan yang disamakan dengan permen, ikan asin, jambret, rampok, bahkan duit 1M. :D
Analogi-analogi tentang tubuh perempuan ini tentu saja menunjukkan pola pikir masyarakat, bahwa perempuan itu adalah objek. Karena tubuh perempuan hanya dilihat sebagai objek dan seksualitas semata, maka itulah rape culture/pemakluman kekerasan seksual, susah dihilangkan dari pikiran masyarakat. Lalu kenapa budaya rape culture terus dilanggengkan dan dianggap hal yang normal dan wajar? Kenapa masyarakat selalu mengentengkan pelecehan seksual? Kenapa candaan seksis tentang kasus kekerasan seksual seolah jadi budaya dan bahkan perempuan juga tak jarang kerap menyalahkan korban, dengan ikut-ikutan melontarkan komentar-komentar seksis?
Mengutip dari Magdalene. Co, istilah rape culture sendiri lahir pada era 70 an, ketika gelombang feminisme kedua di AS sedang terjadi. Lalu terbitlah buku yang memakai istilah ini pertama kali, dengan judul " Rape: The First Sourcebook for Women; Noreen Connel.
Dalam kasus kekerasan seksual, percaya atau tidak Media juga punya andil besar kenapa budaya pemakluman terhadap kekerasan seksual ini, sulit sekali dihilangkan. Lihat saja, bagaimana cara Media memberitakan kasus pelecehan dan pemerkosaan dengan hanya fokus menyoroti korban. Belum lagi headline yang cenderung merendahkan korban dengan judul-judul yang berbau-bau seksis dan terkesan misoginis. Padahal Media yang seharusnya wadah besar dan peran ganda dalam memberikan informasi dan ikut membantu mengedukasi masyarakat, malah ikut-ikutan mengafirmasi budaya rape culture ini. Itu sebabnya dari cara Media memberitakan kasus kekerasan seksual, dan apa yang ditangkap oleh masyarakat akhirnya menciptakan sudut pandang bahwa pelecehan seksual adalah sesuatu yang lumrah.
Lalu, bagaimana cara melawan Rape Culture? Pertama, berhenti menyalahkan korban. Apapun pakaian yang ia kenakan, seberapa banyak alkohol yang ia minum, atau di manakah korban ketika pelecehan sedang berlangsung, itu sama sekali bukan bentuk persetujuan untuk dilecehkan. Kedua, jangan melontarkan candaan seksis dan menertawai kasus kekerasan seksual. Ini hanya akan menambah trauma korban dan korban semakin kesulitan dan enggan berbicara tentang pemerkosaan yang sedang dialami. Ketiga, fokus mengedukasi diri sendiri. Semakin kita memahami dan mengenal budaya pemerkosaan, kita akan jauh lebih peka dan punya empati terhadap korban. Dengan mengedukasi diri, kita akan punya pengetahuan yang cukup untuk dibagi ke masyarakat awam tentang bagaimana menentang budaya pemakluman kekerasan seksual agar tidak berlanjut ke generasi berikutnya.
Akhir tulisan ini, mari sama-sama kita renungkan. Apakah dalam diri kita, ada bibit-bibit misogini?
20 notes
·
View notes
Text
Gue merasa kasihan sama cewek2 yang menjadi korban pelecehan seksual, sekaligus udah diperbudak sama pelaku yang bejat dan dzalim. Baru-baru ini, gue nonton dokumenter Burning Sun di BBC, mengingat kejadian di 2019, 3 artis cowok menjijikkan, sebut saja Seungri, Jung Joon Young, Choi Jeong Hoon yang masih berkarir sebagai performer yang digilai para fans terutama wanita.
Namun, ternyata kasus ini bermula dari Jung Joon Young yang pernah terlibat skandal pornografi dan pelecehan seksual di 2016 lalu. Insidennya oleh jurnalis yang membuat artikel mengenai kasus Jung Joon Young oleh pacarnya Kyung Mi terkait kasus molka. Yang perlu diketahui bahwa Jung diam-diam, merekam wanita secara ilegal ketika pacarnya melakukan asusila dalam keadaan gak sadar.
Gara2 video itu, Kyung Mi laporin ke polisi atas tuduhan kepada sang pacar. Tetapi sayang, kasusnya tidak diterima karena dianggap hate speech oleh pengacara Jung. Lalu, Kyung meminta maaf atas tuduhan yang tidak benar dan memberikan bukti yang palsu di ranah publik. Kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan dan diberhentikan. Justru, polisi tidak percaya atas tuduhan yang dilakukan si korban seperti tidak mengecek isi chat oleh Jung. Akibatnya, Jung bebas dari kasus itu.
Reporter menemukan bukti video tatkala Jung sedang nyekokin cewek dalam keadaan mabuk di sebuah restoran. Lalu, disebelahnya ada temannya yaitu Choi Jeong Hoon yang merupakan gitaris FT Island.
Choi Jeong Joon juga terlibat hal yang sama seperti Jung Joon Young. Mereka sempat chat lewat grup Kakaotalk mengenai tindakan mereka perkosa sama ceweknya. Justru mereka memperlakukan cewek seperti mainan. Yang paling mengejutkan Seungri waktu masih jadi member Big Bang ikutan jadi grup di Kakaotalk.
Seungri mengatakan kepada gang pemerkosa di kakaotalk bahwa di hari ultahnya desember akan harus jaga image maksudnya berperilaku baik di depan publik.
Anehnya, 3 cowok bejat mengundang para cewek untuk liburan di Seoul. Lalu, mereka menyekok alkohol ke mulut para ceweknya dalam keadaan mabuk. Selain itu, mereka membuat sex tape di grup ketika para cewek gak sadar.
Jurnalis yang meliputi kasus prostitusi oleh 3 artis diserang, dan dimaki oleh fans dan disebut anti-feminis. Tak hanya itu, fans meneror emailnya, ngespam chat sampai jurnalis trauma, takut keluar rumah, seketika dia hamil, ia mengalami keguguran 2 kali.
Bahas klub Burning Sun. Jadi di bawah bar, terdapat ruang VIP yang tidak bisa dicari oleh pengunjungnya. Jadi, pegawai Burning Sun sengaja memotret cewek sedang mabuk, sekaligus melakukan molka. Lalu, video atau foto dikirim ke tamu VIP.
Hal yang mengenaskan ketika salah satu korban pernah diperkosa oleh pegawai Burning Sun. Ia memohon pelaku agar lepasin dan segera cepat pulang ke rumah untuk bertemu ibunya. Pelaku justru enggan, dan memberikan syarat yaitu memfoto korban lagi senyum. Tetapi Si korban menolak dan berusaha menutupi mulutnya.
Info dari petugas Burning Sun bahwa ia kasih duit ke polisi agar menutupi kasus2nya tersebut. Terus, terdapat sebuah CCTV dimana pegawai dianiaya oleh tamu tetapi polisi memilih diam dan tak mau tanggapi gara2 dapat uang sogokan.
Muncul di berita stasiun SBS bahwa Seungri terlibat skandal prostitusi di Burning Sun. Berita pun ramai.
Goo Hara menelpon sang reporter terkait skandal prostitusi oleh 3 artis cowok. Ia mengatakan bahwa artikel yang dibuat ternyata benar. Hara mengaku bahwa Choi Jeong Hoon merupakan teman dekat semasa trainee. Tak hanya itu, ia juga kenal dengan Seungri dan Jung Joon Young.
Hara sengaja membantu reporter untuk menganani kasus pemerkosaan / molka. Paling mengejutkan kalau Ia mengetahui kebusukan mereka melalui isi chat grup kakaotalk. Yang kalian ketahui bahwa Hara adalah korban revenge porn oleh pacarnya.
Kakak lelaki Hara sempat curhat tentang pacarnya bahwa ia melakukan revenge porn. Hal ini diketahui melalui CCTV lift dimana Hara terlihat diancam oleh pacarnya. Pacarnya bilang "aku akan mengakhirimu sebagai artis seleb" jika videonya tersebar lewat internet. Reporter menganggap Hara yaitu wanita pemberani.
Seketika Jung Joon Young pulang dari luar negeri, ia dikerumini oleh reporter dan ditangkap polisi atas kasus pemerkosaan dan molka. Choi Jeong Hoon juga ditangkap atas tuduhan yang sama.
Jung Joon Young dinyatakan bersalah atas skandal pemerkosaan dan penyebaran video porno ilegal dan masuk penjara selama 6 tahun. Sementara, Choi Jeong Hoon juga bersalah dan divonis hukum 2,5 tahun. Bagaimana Seungri ? Ia ditahan selama 18 bulan sebelum divonis.
Reporter yang dulu dihujat oleh netizen datang ke interview mengenai kasus burning sun. Pas awalnya netizen marah atas ketidakpercayaan oleh sang idolan justru meminta maaf kepada reporter.
Sampai saat ini, di klub2 lainnya di daerah Gangnam mengalami banyak kasus mirip Burning Sun meskipun beritanya jarang terekspos.
2 notes
·
View notes
Text
Maha Bijaksananya Allah Menciptakan Hari Pengadilan
Hari ini, rasanya lebih berat secara emosional dibandingkan biasanya. Setelah beberapa waktu terakhir aku sudah tidak melakukan konseling karena sudah masuk masa-masa menyelesaikan laporan, akhirnya hari ini mendapatkan project untuk menangani kasus forensik, kasus perihal kekerasan seksual (read: pemerkosaan). Sesi berlangsung selama kurang lebih 3 jam. Setelah selesai sesi, tiba-tiba saja aku merasa seperti lemas, rencana lanjut mengerjakan tugas aku urungkan dan memilih tidur siang. Banyak hal yang terjadi dalam satu waktu. Mendengarkan kisah korban pelapor yang emosional, Alloanamnesa anggota keluarga yang juga emosional, serta sesi singkat terapi pasangan, dan semuanya berlangsung di 1 hari yang sama yang biasanya dalam konseling normal aku melakukan hal tersebut dalam beberapa pertemuan. Pantas saja rasanya aku betul-betul butuh istirahat dan mencerna apa yang terjadi. Namun, dari kisah hari ini, aku betul-betul menyaksikan bahwa ketidakadilan itu benar-benar nyata. Betapa Naha Bijaksananya Allah menciptakan makhluk berupa Hari Pengadilan untuk semua manusia mempertanggung jawabkan perbuatannya... Ya Allah, Kalaulah dunia ini memang tidak adil, Berilah kami kekuatan untuk memperjuangkan keadilan tersebut, Jangan menangkan orang-orang zalim atas diri yang memperjuangkan keadilan... Pada akhirnya emosi marah itu memiliki fungsinya tersendiri, Kalaulah tidak ada marah, mungkin keadilan itu sulit untuk diperjuangkan... Wallahu'alam...
3 notes
·
View notes
Text
Dalih Rampok Terpengaruh Sabu Lalu Perkosa Pemilik Rumah
Dalih Rampok Berkapak Terpengaruh Sabu Saat Perkosa Pemilik Rumah

Riki Rikardo alias Denis, perampok rumah yang sempat-sempatnya melakukan aksi bejat, beralasan terpengaruh sabu. Riki memerkosa Y (36), pemilik rumah, saat merampok. Polisi menyebutkan Riki menggunakan sabu terlebih dahulu sebelum melakukan perampokan di rumah korban di Pancoran Mas, Depok. Tes urinenya pun hasilnya positif.
Berdasarkan hasil pendalaman kami, setelah pelaku ditangkap, kami mendapatkan informasi bahwa si pelaku ketika melakukan aksinya pada saat itu dalam keadaan terpengaruh karena selesai mengkonsumsi narkoba jenis sabu," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada wartawan, Senin (24/3/2025).
Jadi ketika masuk rumah tersebut dalam keadaan masih seperti orang mabuk karena selesai mengkonsumsi sabu dan setelah dilakukan pengecekan pada saat setelah ditangkap terhadap tersangka setelah di tes urine dinyatakan positif," jelas Wira.
Riki diketahui sudah ditangkap polisi saat hendak menjual sabu. Riki juga disebut seorang pengangguran dan juga residivis.
Tersangka RR pekerjaannya adalah pengangguran sambil berprofesi sebagai kurir dan pedagang narkoba," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (19/3).
Polisi mengungkap ulah bejat Riki Rikardo alias Denis, perampok yang memerkosa wanita berinisial Y (36) di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Pelaku menjual ponsel korban seharga Rp 700 ribu.
Handphone hasil kejahatannya itu dijual kepada rekannya satu kos-kosan, yaitu tersangka HHP, dijual seharga Rp 700 ribu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (20/3).
Ade Ary mengatakan duit hasil penjualan tersebut digunakan pelaku untuk membeli narkotika jenis sabu. Adapun Riki diketahui merupakan seorang pengangguran dan residivis kasus pemerkosaan pada 2016.
Kemudian uang Rp 700 ribu itu dipakai apa, dipakai untuk membeli narkoba, yaitu narkotika jenis sabu atau metamfetamin. Lalu kami sampaikan bahwa tersangka RR ini adalah seorang residivis yang di tahun 2016 juga telah melakukan tindak pidana serupa yaitu pemerkosaan dan telah divonis di tahun 2016," jelasnya.
Riki Rikardo ditangkap saat hendak menjual sabu di Kampung Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok. Selain Riki, polisi meringkus pria bernama Habib Hendra Pratama sebagai penadah barang curian.
Korban berinisial Y tinggal seorang diri. Polisi menyebutkan Y merupakan seorang ibu yang memiliki anak yang dititipkan ke pihak keluarganya.
Korban tinggal sendiri, usia 36 tahun. Anaknya diberikan ke keluarganya, informasi dari penyidik," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (19/3).
Ade Ary menjelaskan, kondisi korban pun sudah diketahui oleh pelaku RR, yang kini sudah ditangkap oleh jajaran Polres Metro Depok dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dia mengatakan, atas dasar pengetahuan tersebut, pelaku berani melakukan aksinya.
Jadi, saat kejadian, saya yakin pelaku memahami secara pasti lokasi dan profil korban, sehingga dia berani melakukan aksi sendirian," kata Ade Ary.
Dia menjelaskan, saat ini korban sudah dalam kondisi aman. Korban sudah divisum.
Ade Ary menerangkan perampokan dan pemerkosaan ini terjadi pada Sabtu (15/3) dini hari. Dia menjelaskan, sebelum korban masuk ke rumah, pelaku sudah lebih dulu berada di kamar korban. Dia mengatakan pelaku masuk ke rumah korban melalui jendela.

Kemudian (pelaku) menarik selimut korban, kemudian mengancam korban dengan kapak untuk membuka celana dan baju, bajunya korban," ucap Ade Ary.
Kemudian korban juga diancam oleh pelaku, apabila korban berteriak, korban akan dibunuh oleh pelaku. Kemudian, setelah itu, pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban," terangnya.
0 notes
Text
Rudapaksa Anak Kandung Sendiri, Ayah Bejat di Ngawi Terancam 15 Tahun Penjara
NGAWI | INTIJATIM.ID – Setelah dilakukan visum terhadap N (14 Tahun) siswi Madrasah Ngawi serta pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti juga keterangan dari saksi, Akhirnya Polres Ngawi kini menahan Y (40 Tahun) yang tak lain adalah ayah kandung korban. Kasus rudapaksa pemerkosaan ini terungkap saat paman korban H melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Ngawi, pada Sabtu(15/3/25). Kasat Reskrim…
0 notes
Text
Keluarga Korban Pemerkosaan Nakes di RSUD Perdagangan Siap Tempuh Jalur Hukum
Kasus pemerkosaan terhadap tenaga medis di RSUD Perdagangan yang terjadi pada 2023 masih bergulir.
Keluarga korban merasa rumah sakit tidak memberikan perhatian yang layak atas peristiwa tragis tersebut.
#GalaPosID #MediaPublikasiIndonesia #KasusPemerkosaan #RSUDPerdagangan #KeluargaKorban
0 notes
Text
Kapolres Lampung Utara Rilis Ungkap Kasus Pencurian Mobil dan Pemerkosaan
Lampung Utara – Polres Lampung Utara menggelar kegiatan press release terkait pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan Kasus pemerkosaan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Lobby Polres Lampung Utara dan dihadiri oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, Kasat Reskrim AKP Apfryadi Pratama, serta tim Tekab 308, (14/02/2025). Dalam ungkap kasus tersebut,…
0 notes
Text
Gadis di Serang Dicekoki Amer Sampai Teler dan Diperkosa Tiga Rekannya
SERANG – Malam tahun baru menjadi malam sial bagi gadis bernama Bunga (14), bukan nama asli. Kesucianya harus direnggut oleh rekannya sendiri. Bocah yang masih bau kencur itu harus melayani nafsu binatang tiga rekannya setelah mabuk karena dicekoki munumas keras. Ketiga pelaku pemerkosaan itu yakni AP (15) warga Desa Tambiluk, Kecamatan Petir dan EH (23) warga Desa Cireundeu, Kecamatan Petir,…

View On WordPress
#gadis dicekoki miras#Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko#Kasatreskim AKP Andi Kurniady ES#Kasus pemerkosaan#Kecamatan Cikeusal#pemerkosaan cikeusal#Polres Serang
0 notes
Text
Diduga Mencoreng Nama Baik, Oknum Petugas Dinas di Tangsel Bakal Diseret ke Jalur Hukum?
Tangsel – Salah Satu petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berstatus honorer terancam dilaporkan ke polisi dikarnakan kabar hoaks kasus perkosaan di wilayah Kedaung, Ciputat. Petugas berinisial A tersebut diduga turut serta menyebarluaskan identitas diri dan profesi jurnalis yang seorang pria berinisial D yang dituduh sebagai pelaku pemerkosaan. Namun pada…
0 notes
Text
In Dragon, Tersangka Sadis Kasus Nia Kurnia Sari Tiba di Mapolda Sumbar
INGATLAH.COM – In Dragon, tersangka dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan asal Padang Pariaman, akhirnya tiba di Mapolda Sumatera Barat pada Kamis (16/1/2025). Tersangka mendarat di lokasi sekitar pukul 13.35 WIB, di bawah pengawalan ketat dari petugas Propam Polda Sumbar. Setibanya, tersangka langsung digiring menuju lobby gedung utama untuk…
0 notes
Text
Kompolnas Soroti Polisi di Makassar Nikahi Korban Perkosaan
MAKASSAR – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akhirnya buka suara terkait dengan kasus Bripda Fauzan yang nikahi wanita korban pemerkosaan dirinya hingga 10 kali. Menurut Komisioner Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi, pernikahan itu seharusnya tidak terjadi. “Pada prinsipnya korban perkosaan itu sebaiknya tidak dinikahkan,” kata Ida, Senin (13/1). Menurut Ida, penanganan…
0 notes
Text
Anggota Komisi III DPR Mendesak Polda Jateng Tangani Kasus Pemerkosaan di Surakarta
JAKARTA, Cinews.id – Anggota Komisi III DPR Abdullah mendesak Polda Jawa Tengah (Jateng) untuk menangani kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual oleh penghuni kos-kosan di Surakarta. Dia meminta Polda Jateng juga transparan dalam menangani kasus tersebut. Hal itu katakan Abdullah menanggapi aduan yang disampaikan Yudi Setiasno selaku Suami dari istri berinisial ADW, sekaligus Ayah dari anak…
0 notes
Text
Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2024.
Senin. 25 November 2024.
Tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember adalah kampanye memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Sebagai bentuk keikut-sertaan saya dalam 10 hari kampanye HAKTP untuk menyuarakan ruang aman bagi perempuan, saya membuat tulisan ini untuk kita semua.
Sejarah Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan
Pencetus Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan adalah para aktivis di Kongres Perempuan Amerika Latin dan Karibia. Setiap tanggal 25 November semua orang memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Di Indonesia, peringatan ini diperluas menjadi kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berlangsung hingga 10 Desember, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional.
Tanggal ini dipilih untuk mengenang perjuangan tiga saudara perempuan, Patria, Minerva, dan María Teresa Mirabal, yang dikenal sebagai Mirabal Bersaudara. Mereka adalah aktivis politik yang dengan gigih melawan kediktatoran Rafael Trujillo, Presiden Republik Dominica.

Las Mariposas : Patria, Minerva, dan María Teresa Mirabal.
Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia.
Di Indonesia, perempuan tidak luput dari kekerasan. Berbagai jenis tindak kekerasan terjadi di seluruh pelosok negeri. Kekerasan tersebut tidak mengenal kelas, suku, tingkat pendidikan, ataupun agama. Kekerasan terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan, pemerkosaan, pornografi, trafiking, penganiayaan, dan sampai pada pembunuhan. Kekeras- an tersebut terjadi di mana saja, rumah, tempat kerja, bahkan dalam media. Kekerasan tersebut dapat dilaku- kan oleh siapa pun, baik suami, ayah, kakek, kakak, dosen, guru, orang tak dikenal, jurnalis, pemuka agama, aparat penegak hukum, dan bahkan negara.
Almh. Ibu Mardiyem, Namanya Hilang di Telawang. Ia dipanggil Momoye oleh Tentara Jepang.

“Kalau saya tidak berani menelanjangi diri di dunia internasional menangani jugun ianfu, maka selamanya jugun ianfu tidak akan mendapatkan keadilan. Saya sudah capek dicemooh. Saya ingin semua orang terutama generasi muda tahu seluruhnya. Tidak hanya sepotong-potong; agar mereka tahu dan mengerti bahwa menjadi jugun ianfu bukan mau kami dan bahwa kami bukan pelacur.”
Almh. Ibu Mardiyem merupakan satu dari ribuan perempuan Asia yang selamat setelah melewati nasib di kamp perkosaan Telawang, Kalimantan Selatan. Masa remajanya yang bahagia telah direnggut paksa selama di Telawang. Lebih dari setengah abad ia menyimpan kisah hidupnya yang mengerikan di kamp perkosaan hingga menghantui seumur hidupnya. Almh. Ibu Mardiyem mempertaruhkan seluruh hidupnya ketika membuka masa lalunya yang pahit untuk dibagikan kepada kita, generasi muda penentu masa depan bangsa.
Almh. Ibu Mardiyem bertahan hidup untuk terus berjuang memperoleh keadilan bagi dirinya dan teman-teman senasib yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Ia ingin menjadi penyambung mata rantai sejarah yang hilang untuk generasi berikutnya. Betapa pedihnya masa-masa perang, betapa perempuan-perempuan muda kala itu tidak bisa memilih takdir untuk hidupnya sendiri.
Kita berhutang hidup kepada mereka. Jika saja kita menjadi seorang remaja perempuan pada saat itu, kita tidak akan bisa mengelak takdir untuk dipaksa menjadi budak seks. Kita berhutang kepada rahim-rahim mereka yang telah berani dan tabah menjalani kehidupan yang teramat pedih.
Kekerasan dalam Rumah Tangga Menjadi Puncak Kekerasan Terbanyak Tahun ini.
Selain itu selama 2024 berlangsung, saya sebagai pengguna aktif media sosial Instagram dan Twitter sering kali menyoroti beberapa teman yang membagikan postingan kekerasan yang dialami oleh perempuan. Meskipun begitu, saya senang banyak beberapa dari teman perempuan yang resah dengan kekerasan yang dialami oleh korban.

"Kita hidup dalam ekonomi komersial dan industri baru tetapi ide-ide kita, bahasa kita dan pengaturan kita belum berubah pada tingkat yang sesuai. Kita terus ber- bicara seolah-olah masih benar bahwa setiap wanita, atau seharusnya, didukung oleh ayah, saudara laki-laki atau suami." Harriet Martinaeu.
Kekerasan dalam rumah tangga kerap kali dianggap sebagai permasalahan ranah personal dan sering kali korban berada pada tahap silence kemudian butuh waktu untuk speak-up setelah mendapat kekerasan bertubi-tubi.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan saya adalah kasus Cut Intan Nabila dan bayinya yang berumur satu bulan. Ia dan bayinya mendapat kekerasan fisik dan psikis dari Armor Toreador suami sekaligus ayah. Cut Intan Nabila menggugat Armor Toreador setelah bertahun mendapat kekerasan dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
Dari kasus ini kita sama-sama tau, tidak mudah hidup sebagai perempuan dan tidak ada yang bisa memesan takdirnya sendiri. Menjadi perempuan yang berani berkata "tidak" saja menurut saya tidak cukup apabila peradaban laki laki masih saja melakukan kekerasan.
Saya mengambil data dari SIMFONI-PPPA total laporan kekerasan seksual yang masuk ke Kementerian tersebut per 1 Januari 2024 hingga saat ini (data real time) sebanyak 23.782 kasus.

Kekerasan tertinggi dialami oleh perempuan adalah kekerasan dalam rumah tangga. Dari total kasus, sebanyak 20.599 korbannya adalah perempuan. Dan sebanyak 61,2 persen atau sebanyak 14.560 perempuan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga sepanjang 2024 ini.
Seksis dan Meresahkan, Kekerasan dan Pelecehan di Media Sosial.
Anggap saja batang Hijau dari diagram di atas adalah Kekerasan Seksual dan atau pelecehan di media sosial* Sebanyak 5.037 perempuan mengalami kekerasan atau pelecehan di media sosial. Media sosial seringkali menampilkan perempuan sebagai objek seks.
Gaya bahasa dan penggunaan kalimat dalam liputan di media sosial juga sering kali melecehkan perempuan. Misalkan dalam menuliskan kasus pemerkosaan, menggunakan istilah digagahi atau direnggut kehormatannya. Seolah laki-laki itu gagah sehingga berhak memerkosa atau perempuan tidak lagi terhormat setelah diperkosa.

Budaya patriarki merupakan penyebab, bahkan akar dari munculnya berbagai macam kekerasan yang terjadi, tidak hanya pada perempuan saja akan tetapi juga pada laki-laki. Karena label hak istimewa yang dimiliki oleh laki-laki, banyak dari mereka yang merasa memiliki hak untuk mengobjektifikasi tubuh perempuan.
Secara historis, budaya patriarki telah terwujud dalam organisasi sosial, agama, politik dan bahkan ekonomi dari berbagai budaya yang berbeda. Bahkan meskipun tidak secara jelas tertuang dalam konstitusi maupun hukum negara, akan tetapi sebagian besar masyarakat kontemporer pada praktiknya bersifat patriarkal. Budaya patriarki dapat melahirkan subordinasi, marginalisasi, kekerasan, stereotip dan beban ganda. Kita butuh relasi yang setara untuk memahami isu-isu perempuan.
terima kasih sudah membaca. salam hangat 🪴
Thank you 💖
0 notes