#iktiar
Explore tagged Tumblr posts
Text
Yang ku bisa hanya iktiar dan berdoa.
Selanjutnya ku serahkan semua pada Allah.
Dosa ku dulu banyak sekali, terkadang sampai malu untuk meminta agar doa terkabul. Apakah saya pantas meminta-minta padahal saya telah berdosa.
Saya yakin Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Jadi saat ini yang saya minta hanyalah pengampunan, penghapusan dosa, dan kekuatan iman.
0 notes
Text
Seolah candu, memandang matamu ku merasa tak jemu.
Diam.
Hanya memandang di kejauhan.
Sisanya perbanyak istigfar.
Meminta pada Allah tentang segala kebaikan.
Masa mudah memang sulit.
Menjaga diri, seolah terasa sempit.
Sebab fitnah tersebar tanpa memandang.
Maksiat seolah biasa.
Segala hal bisa di akses dengan mudah.
Sedang kita hanya perempuan akhir zaman yang berusaha membersihkan diri dari segala masa lalu dengan segala iktiar pertobatan yang semoga dengannya Allah Terima dan lapangkan.
Tak mudah memang.
Namun yang bisa dilakukan hanyalah bersujud meminta pada Allah, menghamburkan segala rindu dan ingin hanya kepada sang Pencipta.
Sebab segala rasa tak pernah di minta untuk hadir menjamah.
Perasaan cinta maupun rindu itu dariNya.
Nikmat.
Namun jangan disalah gunakan.
Sebab itu adalah bagian dari ujian, yang darinya ada banyak pilihan.
Ingin kita tetap diluruskan dalam ketaatan atau berbelok dalam kemaksiatan.
Pertengahan Agustus. Tanjung, 2023
0 notes
Text
Iklan Kerja Kosong KOOP Sahabat 2022
Iklan Kerja Kosong KOOP Sahabat 2022
Iklan Kerja Kosong KOOP Sahabat 2022 | Pihak KOOP Sahabat mempelawa kepada seluruh warganegara Malaysia yang berkelayakan dan berminat untuk segera membuat permohonan bagi mengisi kekosongan jawatan yang ditawarkan seperti berikut. Iklan Kerja Kosong KOOP Sahabat 2022 Eksekutif Pembangunan Hartanah – KontrakJurutera Projek (Sivil & Struktur) – KontrakJuru Ukur Bahan – KontrakKerani – Jabatan…
View On WordPress
0 notes
Text
1/3
Tidak akan ada proses yang mengkhianati hasil. Ketika memang percaya bahwa untuk bisa mendapatkan hasil yang baik, berproses dengan cara yang baik adalah kuncinya.
Setelah melewati beberapa fase yang sangat sulit dan rasa-rasanya hanya membuang-buang waktu saja. Pada akhirnya pasti bisa terlewatkan, asal iktiar dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Hari ini mungkin bukan suatu hal yang cukup istimewa. Namun, akan aku abadikan disini. Bukan tanpa alasan, aku lebih menyukai membagikan part prosesku lewat tulisan ketimbang foto.
Satu dari tiga tahap terlewati sudah, sedikit lega mengingat sudah memasuki bulan empat ditahun ini. Masih ada 2 step berikutnya yang jauh lebih berbobot ketimbang hari ini.
Namun, jangan pikirkan hal itu. Nikmatilah part proses berikutnya. Dan segera tuntaskan kewajiban.
6 notes
·
View notes
Text
Kenyataan tak selamanya berjalan sejalur dengan logika atau searah langkah antara iktiar dan tujuan. Kadang kita memperjuangkan A, tapi kita memperoleh B. Namun yakinlah bahwa apa yang Allah taqdirkan itu yang terbaik.
Meski kadang untuk memahami itu kita membutuhkan waktu.
Itulah mengapa hidup menjadi menarik untuk dijalani karena esok selalu menjadi misteri...
Allah taqdirkan ada ikhtiar tak mencapai hasilnya. Beberapa jejak2 hilang. Seolah kita tak pernah berjuang dan ada disana... Pada awalnya mungkin kita merasa percuma, padahal tak ada yang sia2 di sisi Allah. Dia hanya tak ingin kita merasa hebat dengan ikhtiar kita...
Supaya kita sadar setiap pencapaian bukan terjadi karena "kita", tapi karena Allah semata. Dan bahwa Allah maha mampu "kun fayakun" menjadikan sesuatu tanpa searah, sekufu, dan sejalur dengan sebab. Itu mengapa Dia taqdirkan sebagian besar karunia tanpa disangka2.
Maknanya tidak ada yang bisa dibanggakan dari usaha2 kita. Karena yang terbaik itu bukan yang nampak pada pandangan kita tetapi yang ada dalam pandangan Allah. Yang terbaik bukan yang ada pada angan kita, tetapi apa yang menjadi kehendak Allah.
Satu2nya yang kita boleh bangga adalah ketika kita merasa yakin ke Allah dan merasa punya Allah didalam hati kita.
Dengan itu kita akan bisa bahagia dan ridho dengan segala ketetapan yang ada.
Diantara Kita punya mimpi2 besar, yang jika dilihat dari sudut manapun tidaklah mungkin.
Tapi kita mesti yakin bahwa kita memiliki Tuhan yang mampu menjadikan segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.
Maka kita jangan pernah meninggalkan doa! Jangan lelah dan menyerah dalam berdoa! Meskipun kenyataannya tak pasti sama. Jadikan mampu berdoa sebagai kebahagiaan yang utama. Kita beruntung karena "mau berdoa". Sebab "Bisa berdoa" adalah karunia, tanda dari seorang hamba yang fakir dan membutuhkan Tuhannya. Saat pemahaan Liberal dan Kapitalism berbangga dengan teori Kerja keras. Allah tundukan kesombongan hati seorang muslim melalui doa. Doa adalah jalan pintas, tanda seorang hamba yang berserah dan mengakui kelemahan dirinya. Allah mencintai orang yang berdoa dan Allah melaknat sombong orang yang tak mau berdoa.
Melalui doa segala mimpi aman tersimpan disisiNya bahkan ketika itu tak pernah nyata ia selalu terganti dengan hal yang lebih berharga. Dan jika itu tak terwujud di dunia yakinlah ia tersimpan untuk kehidupan yang lebih baik setelahnya.
"setiap tangan yang menengadah kepadaNya untuk berdoa takkan kembali dalam keadaan kosong " (Rasulullah)
134 notes
·
View notes
Text
Random Thought
tiba tiba kepikiran, nanti jangan jangan pasangan yg dipilih Allah buat aku, ternyata orang yg selama ini berada di sekitarku, yah yang gak pernah disangka sangka (ndelalah kok arek iku), ternyata orangtua kita udah deket dan kenal dari lama, atau teman main jaman dulu yg tiba tiba ketemu lagi. auto pas bikin undangan digital pake soundtrack nikahan gigi sama raffi.
Buat apalah susah cari kesana kesini sudah di depan mata kamulah takdirku.
maafkeun ya kerandomanku siang ini maklum November nanti masuk 26 tahun, apapun itu doa yg baik terus ke Allah. kita mah manusia bisa apa selain doa dan iktiar
Gresik, 16 Oktober 2021 ditengah perjalanan ke panceng nemani anak anak LDKS
3 notes
·
View notes
Text
Menanamkan dalam hatiku, menyakinkan jiwa dan pikiranku Allah akan memberiku jodoh yang terbaik bahkan sangat teramat baik. Semua karena Allah. Hatiku, jiwaku dan pikiranku semua milik Allah. Berserah dengan iktiar begitu kuat mengandalkan doa. Begitu bergemuruh lantuan doa tidak pernah bosan. Tetapi dalam sikap aku tidak punya keberanian.
1 note
·
View note
Text
Ranah-Nya bukan Ranah Kita.
Hari ini mau cerita sedikit perihal belajar ikhlas terhadap apa-apa yang telah kita usahakan. Mungkin pengalaman ini untuk beberapa orang adalah sesuatu yang tidak penting atau sekadar “halah cuma ditolak asisten doang, lebay” dan seterusnya. Tapi bagi beberapa orang merupakan sebuah reflected about themselvs as far as they fell understanding about some knowledge, about sharing is caring, experience is the best teacher, and as good as people are who want to learn, to share, and to be userfull to other. Sekitar pukul 09.30 WIB ada salah seorang teman tiba-tiba whatsapp dengan emoticon nangis. Kemudian aku tanya, kamu kenapa? Lantas dia menjawab aku nggak masuk kualifikasi asisten di salah satu laboratorium X, ujarnya. Jauh-jauh hari aku berusaha menyiapkan diri, agar ketika pengumuman tersebut keluar dengan kemungkinanan terburuk, pundakku kuat. Kuat untuk menerima apapun itu hasilnya, kokoh untuk bangkit setelah dijatuhkan ekspektasi, dan lapang untuk memerima konsekuensinya. Sebelumya kita sama-sama mengincar laboratorium tersebut untuk applay menjadi salah satu asisten, tapi qodarullah kita sama-sama tidak masuk, huhu. Tidak bisa dipungkiri sedih itu pasti. Kita hanya sebatas manusia, ketika apa-apa yang telah kita ikhtiarkan terjadi tidak sesuai harapan, disitu kita mengalami proses belajar. Belajar tentang mengikhlaskan, membiarkan sesuatu pergi dan re-planning what will we do, sejauh mana perjuangan kita akan berlanjut. Apakah setelah tidak masuk dalam kualifikasi asisten kita akan merenungi nasib, menyalahkan diri sendiri, dan hal-hal negatif lainnya. Atau malah sebaliknya, mencari waktu untuk memahami diri, menggali potensi, dan hal-hal positif yang lain. Self-healing juga boleh, karena hati, pikiran, dan fisik kita juga butuh ‘’sembuh’’. Kamudian kita juga belajar tidak menuhankan ikhtiar, ketika kita merasa sudah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk mengusahakan apa yang kita angankan, kemuadian ternyata hasil tidak sesuai dengan yang direncanakan, tak jarang merutuki takdir –termasuk aku :(- tiba tiba terucap kalimat kaliamt yang seharusnya tidak perlu terucap ‘’Ya Allah, aku udah belajar mati matian, ngerjain laporan juga udah sebaik-baiknya, kelas dan tugas juga ga pernah absen. Gimana sih?! Pointnya balik lagi, Allah itu Best of Scenario. Ingat di surat 2: 216 “Allah bilang bahwa boleh jadi kamu membenci sesuatu, tapi itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah maha mengetui sedangakan kita tidak.” Kalo kamu pikir dinamika hidup dan belajar senano-nano itu, aku sependapat yok tos dulu. Hidup bukan matematika dimana 2x2=4 tapi di dalamnya ada variabel-variabel di luar kapasitas kita. Yaps, bener ada yang lebih kuasa dari kuasa kita, Dia adalah Yang Mahakuasa. Dalam hidup ada fasenya dimana kita diizinkan meraih apa yang kita inginkan dan ada fase dimana kesempatan itu memihak pada kita. Namun bagaikan sisi koin, di sana pula ada fase dimana kita hanya diizinkan menulis tapi tidak menjadi bagian dari apa yang kita tulis. Memang sulit di fase-fase kedua. Tapi balik lagi, kita hanya manusia yang eksistensinya tidak ada-apa apanya dibandingkan eksistensi-Nya. Tugas kita ikhtiar dengan sebaik-baik iktiar, berdoa dengan sekuat-kuat doa, dan tawakal dengan setulus-tulus tawakal. Terus diri kita selanjutnya gimana? Kita gali lagi deh, bawasannya seseorang yang beriman itu, ketika diberi ujian maka dia akan bersabar dan ketika diberi nikmat bakan bersyukur. Bersabar adalah kontji haha, lagi lagi urgensi sabar ini memang sulit, realita nggak sesimpel teori. Aku menulis ini bukan berarti sudah jago, paling bener, atau sok nasehatin ya. Tapi buat reminder terutama diriku sendiri, kalo memang setiap apa yang kita inginkan itu tidak selalu bisa kita dapat. So, tulislah impian kita mengguanakan pensil, then berikan penghapusnya kepada Allah, agar Dia menghapus apa-apa yang tidak baik dan menggantinya dengan apa apa yang terbaik, untuk kita pastinya.
Kalau plan A bukan milik kita, masih ada plan B, C, D, sampai Z. Pastikan kita bisa gunakan kesempatan itu :)
Semangat
1 note
·
View note
Note
Assalamualaikum wr wb kak.. mohon motivasi atau nasehat buat saya.. memasuki umur 28 ini saya masih belum menikah.. padahal saya ada keinginan untuk menikah.. saya merasa iktiar saya juga kurang
Wa’alaikumsalam wr wb
Jika kamu merasa ihtiarmu kurang, itu sudah jadi sebagian jawaban yang kamu perlukan. Ihtiar itu bagian besar dari proses. Bagi saya pribadi, ihtiar itu bahkan harus dominan. Sebab tawakal adalah pelengkap. Jika bagian dari penting dari prosesmu itu kurang secara matematis, ya wajar hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Maksimalisasi ihtiar sampai titik terkuat yang sanggup kamu usahakan.
16 notes
·
View notes
Text
Resah (1)
Dari aku yang masih sedikit pemahamannya. Sesekalipun aku masih mempostingnya dalam instagram story. Karena ber-iktiar untuk menggurangi foto di laman sosial, maka sedikit dan sebisa mungkin untuk tidak share foto. tapi ya gitu, kecolongan juga beberapa kali posting foto dengan waktu 24 jam berada di instagram story.
Sebetulnya pertanyaan yang timbul dari dalam diri sendiri. Yang mana pun seringnya bertolak belakang dengan nafsu duniawi.
Gabohong saat mencapai achievement ataupun sedang merasa cantik, pasti ada aja hasrat keinginan untuk share. namun berselang jadi mikir “manfaat ndak ya di share, baik ga ya di share.”
tapi kalau liat orang kok ya seakan-akan “its okay if you take somepicture about your daily life. its okay to share your family, your achievement, your face, your partner on your life, etc”. but sometimes , i look back to myself. are u sure ? its okay in your value git?.
Rasanya kalau lihat beberapa yang posting tentang pemahaman agama mereka. tentang lantunan mengaji mereka lalu tentang dekatnya mereka dengan para guru dan alim ulama. tapi kok mereka masih posting foto. mereka masih posting foto pagelaran pernikahan mereka ataupun foto mereka saat sah menjadi suami istri terpanpang berjejer di laman sosial media.
apa iya gapapa posting foto?
apa iya gapapa ?
ya Rabb, aku ndak merasa semua itu ndak papa. ada yang mengganjal dalam hati seperti “boleh ga, nanti kalo aku nikah aku masih bisa kuat dan nahan diri untuk tidak share kebahagiaan yang mungkin buat oranglain iri?”
loh kamu iri dong git? mungkin ya. mungkin juga engga. lebih kepada bingung, sebetulnya yang tepat yang seperti apa?
preferensiku masih mengacu pada baiknya menahan malu. tapi figure-figure agama yang ada dalam social media beberapa masih banyak sekali yang mau menerima endorse pakaian dan memposting. atau yang tadinya sebelum menikah tidak banyak post, lalu menikah dan terkenal , berlanjut pada membuka jasa endorse dan bertebaranlah foto product dgn diri mereka.
Ya Rabb. Engkau lebih tau yang aku cemaskan dan aku takutkan. aku berlindung padaMu dari ketakutan-ketakutan yang aku rasakan. semoga kelak aku mampu menahan nafsuku dalam hal memposting yang tidak perlu.
6 notes
·
View notes
Text
kecewanya bahagia.
Kecewa.
Bahagia.
Dua kata yang saling menghubungkan luka.
apakah ini yang namanya rasa kecewa? apakah aku harus kecewa, ataukah bahagia? apakah ini memang jalan ku?
ingat ghiyas! semua orang memiiki jalannya. Mungkin saat ini bukan jalanmu, namun pasti ada jalan Allah yang diberikan khusus pada manusia terkhusus dirimu. Mungkin bukan saat ini namun kelak bisa terjadi. Doa iktiar doa, terakhir laa hawlaa.
Ayah, Bunda, maafkan aku yang belum bisa buat kalian bahagia dan merasa bangga. Aku yelah berusaha, namun ya memang usahaku tak sekuat mereka mereka.
mendengar dia diterima, melihat dia diterima lalu dia, kemudian dia dan semua "dia" yang kulihat dan kudengar diterima, aku merasa paling sengsara.
ingat, kita tak pernah memiliki kuasa, hanya Dia yang esa, yang selalu berkuasa.
seolah aku yang paling sengsara, padahal tidak.
diluar sana masih ada yang tak sanggup makan hanya untuk sesuap.
selamat untuk kawan-kawan yang melanjutkan perguruan tinggi.
kecewanya bahagia, apa yang harus aku pilih disini?
4 notes
·
View notes
Text
Di penghujung ramadhan ini rasanya nano nano. Sedih berpisah sama ramadhan, rindu suasana ramadhan, rindu suasana teraweh, rindu keliling cari tempat qiyamul lail sama ibuk.
Bersyukur..... Bersyukur banget sama Allah masih bisa ngerasain ramadhan tahun ini, bersyukur masih bisa diberikan nikmat ibadah puasa dan segala2nya.
Ada satu hal yang diamatin pas puasa ini, ngerasa gak sih pas 10 hari terakhir itu ngajarin kita pelajaran banget. Di 10 hari terakhir kita berlomba2 ningkatin ibadah karena ada malam lailatul qadr. Padahal yak kita gak tau malam lailatul qadr tuh kapan, tapi kita teteup usaha, qiyamul lail di masjid, solat jamaah, baca quran di tingkatin, doa2, dan perbanyak amal Kita coba usaha di semua malam terakhir ramadhan.
Ngerasa gak sih itu sama aja kayak kita dalam kehidupan ini tuh kita tuh sebagai manusia, harus banyak usaha dalam mendapatkan suatu hal, kayak rezeki misalnya, kata Allah mungkin rezeki bukan di situ, tapi kita usaha sebaik mungkin, banyak iktiar sampai kita dapat apa yang kita mau.
Ramadhan tahun ini ngasih banyak pelajaran banget, semoga spirit ramadhan bisa kita bawa setelah ramadhan ini, semoga kita terus dan konsisiten dalam ibadah kita, semoga kita semakin giat mencari dan memahami agama kita ini.
Taqaballahu minna wa minkum
Selamat lebaran, jangan kalap liat opor, rendang, semur dan ayam goreng.
Selamat berkumpul dengan keluarga ❤️❤️❤️❤️❤️
4 notes
·
View notes
Text
#tuangkanresah Bag. 2 Bagiku Target Adalah?
Perspektif diri ini muncul saat begitu saja dalam diri. Terbata bata aku tulis dengan kaku di balik dinginnya bukit carik.
Takdir Allah. Kebahagiaan hanya milik orang orang yang ridlo akan takdirNya. Dan yang ku tahu semua takdir itu bisa dirubah kadar dan waktunya dengan doa dan usaha kecuali 2, keturunan dan kematian.
Kita tak bisa memesan akan dilahirkan dari rahim ibu yang mana. Orang kaya atau bukan kah? orang terpandang atau bukankah? dari belahan dunia timur atau baratkah? Kita tidak bisa memilih.
Tapi perkara jodoh, rizki, dan perkara lain yang mempunyai hasil, nampaknya Allah pun melihat usaha kita, melihat kesungguhan kita, melihat doa doa kita, ikhtiar kita. Hasil terbaik untuk pengusaha terbaik dan sebaliknya. Bukan begitu?
Aku pernah disodorkan teori bahwa jodoh sekalipun bisa kita usahakan. Dengan doa dan perbaikan diri kita. QS An Nur ayat .. menjelaskan perempuan yang baik untuk laki laki yang baik dan sebaliknya. Kata teori itu, Allah sediakan 'lemari' jodoh untuk kita. Dalam lemari itu terdapat tingkatan tingkatannya atau tobaqoh. Dan lemari itu pure milik kita. Saat kita memperbaiki diri Allah pasangkan kita dengan orang yang tobaqohnya setara dengan kita, namun tetap orangnya yang ada dalam lemari milik kita saja. Ya Wallahu Alam bisshawab. Tapi bukan itu yang ingin ku tuangkan.
Ini soal targetku. Soal target jangka panjangku. Soal skenario Allah yang lebih indah untuk dijalani. Apa kata kata 'skenario Allah' ini hanya sebuah dalih untuk unmaksimalnya ikhtiar dan doaku. Apa ini hanya dalih untuk kemalasanku? Sepertinya iya.
Ini keresahanku, saat ku buat target jangka panjangku, di tengah jalan selalu aku rasa tak membutuhkannya lagi. Ku rasa semua orang tak perlu target jangka panjang. Kau tahu? Menurutku itu hanya akan mempersulit diri.
Kudengar, kubaca, kulihat orang beramai ramai membuat target jangka panjang. Ada yang jadi orang berhasil. Yang lainnya bukan sedikit yang gagal. Aku lihat ke diri sendiri. Lihat lagi target jangka panjang yang kucoret dalam buku. Meleset! Pikirku. Tapi itu soal eksternal, kurasa. Atau aku kurang doa dan ikhtiar? Sepertinya iya. Tapi bukan berarti aku tdk punya plan B,C,D, dan seterusnya. Bukan.
Lama lama aku jadi mikir. Ko kita kaya so tau gitu ya apa yang cocok buat kita di masa depan. Ko kaya yang akan d ACC semua rencana sama Allah. Ya walaupun namanya juga rencana, tidak akan semua mulus. Tapi tetap saja akan menyisakan ketidaknyamanan -untuk tidak menyebutnya kecewa- yang dirasa, ketika tidak sesuai dengan realita. Atau aku memang menghindari kecewa karena menghindari ketidaknyaamanan ya? Sepertinya iya.
Finally. Aku jadi mikir gini. Saat target jangka panjang itu pada akhirnya hanya akan menyisakan ketidaknyamanan. Aku rasa itu jadi tidak perlu. Toh Allah pun akan sediakan skenario terindah kita. Lewat apa? Lewat pandangan Allah atas usaha atau ikhtiar dan doa doa di target jangka pendek kita. Aku rasa yang kita perlu adalah memaksimalkan doa dan iktiar maksimal di target jangka pendek kita. Selebihnya? Biar Allah yang beri penerangan pada jalan jalanNya kemana kita harus melangkah. Wallahu alam bisshowah :)
2 notes
·
View notes
Text
Rangkuman kajian 17 Maret 2023
Menumbuhkan Jiwa Pantang Menyerah dan Pantang Putus Asa
Kalu kita melihat dari tekstur buah strawberry, ini pun yang menggambarkan kondisi mental anak2 generasi Strawberry ini yang harus kita telusuri, agar anak kita meski generasi strawbery tp memiliki mentalnya ya kuat. Awal cerita kehidupan dimulai sejak usia dia menyusui dihari pertama didunia, Perintah kewajiban menyusui banyak yang memiliki asumsi siapa yang memiliki kewajiban ini, kisah persusuan adalah cerita awal anak manusia tentang harapan Jangan kamu membunuh anakmu, karena kamu miskin atau bahkan kamu takut miskin Banyak para orangtua yang tidak berkomunikasi tentang harapan anak-anaknya dengan asumsi mereka tidak mampu atau bahkan yang paling miris adalah mereka takut miskin dalam membantu tumbuhnya harapan itu. Langkah apa yang harus kita tanamkan dalam membentuk anak2 kita, menjadi anak yang kuat, tangguh dan pantang menyerah, diantaranya:
Berikan dia harapan, karena dia pun anak yang dimulai dari harapan makanya kita menyusuinya apakah anak kita sudah punya harapan? Ayo kita rekonstruksi harapan yang ada dlm diri anak kita dari kecil kita harus bangkitkan keimanan, keimanan ini yang akan mewujudkan harapan apapun harapannya, apapun keinginannnya, apapaun yang dia mau, bawa Allah disetiap pembicaraan hal2 itu ketika anak bisa mengungkapkan rencananya, keinginannya, harapannya itu tanda anak kita nyaman, dan merasa aman disamping kita berikan petunjuk teknis yang bisa mewujudkan itu, sangkutkan Allah dalam usia anak 7 tahun, kita seolah sedang menanam untuk diatas 7 tahun iktiar itu salah satu bentuknya rencana dibawah 10 rtahun ke bawah, dengarkan dan semanggati 10 tahun k atas berikan teknis2 dalam memenuhuinya karena harapan itu membuat kuat diri untuk menjalani hidup
Tawakal Setelah kita melakukan langkah 1 yang berupa ikhtiar selanjutnya tawakal..
prasangka ali imran 26 - 27
Wallahuálam
1 note
·
View note
Text

Despite feeling sad. Mama blessed with wondeful people that make doa for us sayang.
baby you always in mama mind. before you exist, this is the mummies srikandi. the ladies have gone thru rounds of ivf and iui just to get their angel in their tummy. Mama bersyukur after banyak usaha iktiar and doa. i have you in mama tummy.
this ladies been trying. mama pray the srikandi will have their angels soon.
work is not everything. mama reflect. having you that matters to mama & ayah. we praying for you and get you. we really cherish your growing. we want give you the best.
0 notes
Text
Ini Kata Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim Melihat Sosok Irjen Pol Nico Afinta
Ini Kata Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim Melihat Sosok Irjen Pol Nico Afinta
SURABAYA, MN CAKRAWALA – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil. Mengucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada bapak Irjen Pol Nico Afinta, yang selama ini bersama sama membesarkan gerakan pramuka di jawa timur. “Kami sangat terkesan dengan semua kebaikan, semangat dan Iktiar kebersamaan dari bapak irjen pol nico afinta kepada pramuka jatim,” kata Arum Sabil, Ketua…

View On WordPress
0 notes