Tumgik
aksararembulan-blog · 7 years
Quote
Sungguh, aku ingin engkau cari juga. Tapi bagaimana, pura-pura pergi agar tahu sejauh mana hatimu mau, bukan cara yang kupikir dewasa.
(via kotak-nasi)
Bagaimana
220 notes · View notes
aksararembulan-blog · 7 years
Quote
Mungkin kamu lebih menyukai melihat senyum dibibirnya, daripada menyadari ada yang mengkristal dalam manik matanya.
(via biashujan)
Hmmh
126 notes · View notes
aksararembulan-blog · 7 years
Quote
Aku berada pada keadaan mencintai yang tak keberatan jika harus kehilangan. Karena pada akhirnya yang ditakdirkan akan tetap menemani, dan yang tidak ditakdirkan selalu menemukan alasan untuk pergi.
(via mangatapurnama)
Wah
321 notes · View notes
aksararembulan-blog · 7 years
Quote
aku seperti tamu yang tak tahu diri,,, sudah tahu tuan rumah tak membukakan pintu masih saja menunggu,,,
mengetuk pintu lebih daei 3 kali jika tak ada tanda” akan dibuka, sang tuan rumah tek berkenan di kunjungi,,
0 notes
aksararembulan-blog · 7 years
Quote
Hati
aku selalu senang saat senyum itu kau ukir,,
sampai aku lupa menanyakan hatimu??
aku berdiri di depan pintu hatimu,
terus berdiri meski aku tahu yang ku tunggu tak kunjung datang
lalu saat ku lihat kamu dari jendela kecil itu,,
kau tertawa dengan renyah , dengan siapa?
ya pertanyaan itu terus terngiang,,
akhirnya aku tahu,, !!
dia penghuni hatimu yang menetap di dalamnya,,!
aku pergi,,, 
1 note · View note
aksararembulan-blog · 7 years
Text
pejuang subuh
Hai, kenalkan ini aku, Nur Iskandar atau panggil Itang, sedikit jauh sih dengan nama aslinya namun kalau di panggil nur atau iskandar, kedengarannya kurang nyaman di telinga karena itu aku meminta teman – temanku memanggilku dengan sebutan Itang, oh iya hari ini ada latihan drama di sekolah aku bersiap siap membawa tasku , seharusnya aku tiba pukul tujuh pagi karena akulah yang kemarin menjanjikan pukul tujuh, entahlah bagaimana anak-anak ? mereka sudah kumpul atau belum? Jangan jangan aku dapat sembur lagi haissshh, aku menggaruk kepalaku yang tak gatal, aku memakai sepeda pondok dan segera mengayuhnya meninggalkan pondok, iya aku berada di wilayah Buntet Pesantren dimana disini aku datang untuk mencari ilmu  oh iya disini ada banyak sekali pondok tidak hanya pondokku, Buntet adalah rumah kedua untukku setelah Bumi Ayu.
.............................................
Hari ini sekolah tampak sepi, waktu menunjukkan pukul delapan pagi, dua orang siswi yang tak lain adalah syifa dan eva yang sengaja datang ke sekolah untuk latihan drama terlihat asyik bercengkrama sesekali mereka melirik kembali jam yang ada di hand phone masing – masing kemudian menatap lagi ke arah pintu, ya ! mereka sedang menunggu anggota yang lain, di luar sana seseorang dengan santai  mengayuh sepedanya memasuki kawasan sekolah, dia membawa sepedanya ke depan pintu kelasnya,
“Assalamua’laikum,,” ucapnya ketika menengokkan kepalanya ke arah pintu kelas dengan posisi badan yang masih berada di atas sepeda
“Wa’alaikum salam, nah ini dia yang ngejanjiin kumpul pukul tujuh pagi baru datang jam segini, abis ngapain sih hemmhh” ucap syifa seraya menampakkan smirk kesalnya, bagaimana tidak dia siap siap di pondoknya sejak pukul tujuh pagi, namun orang yang bikin dia siap siap pukul tujuh datangnya pukul delapan, dan lebih parahnya dia membalas kekesalan syifa dengan cengirannya, eitsss
“iya, kita udah nunggu lama banget kenapa baru dateng yang lainnya mana, jam sembilan aku harus pergi Itang” Eva menambahkan lagi ucapan syifa ya laki-laki yang baru datang naik sepeda itu aku, Eva menjemput syifa ke pondoknya pukul 07:30 jadi diapun merasa kesal dengan aku yang datangnya terlambat, padahal aku dan Eva satu pondok, hehe
“hehe,, maaf ya,, maaf banget yakin ya” aku meminta maaf dengan wajah yang kurang menyenangkan, ya wajah memohon, tapi ekspresiku ini mampu membuat mereka memaafkanku.
“ya udah lah yang penting udah dateng aja “ ucap Eva, dan Syifa hanya menganggukkan kepala
“eh, ngomong – ngomong  kantin buka enggak ya?” tanyaku
“buka dari mana? Orang sekarang libur masa buka, aneh banget dih” Syifa menjawab jutek
“iya siapa tahu aja” aku tidak meng iyakan pendapat Syifa
“ya udah sana lihat dulu kalau buka Eva nitip nasi ya” ucap Eva menatap Itang dan Syifa bergiliran
“oke, “ tanpa di suruh lagi Itang melajukan sepedanya ke kantin
“ya ampun, kalian itu gimana sih” Syifa menepuk pelipisnya
“hehe” Eva hanya tertawa kecil
Tidak lama kemudian,,,
“nasinya enggak ada nih” Itang kembali dengan ekspresinya yang keheranan
“kan udah ku bilangin” ucap Syifa
“ya udah kamu beli keluar aja” Eva memberi saran, wajar saja kita berdua sama-sama belum sarapan
“oke” jawab ku
“eh Tang sekalian jemput Aim ya” ucap Syifa
“Aim? Oh, ok siap” akupun melajukan sepedanya
Tidak lama kemudian Fifi datang ,
           “maaf aku terlambat” ucapnya
           “ iya banyak yang terlambat juga ko, “ jawab Syifa, sekarang Eva yang menganggukkan kepalanya
Mereka  memulai drama lima belas menit setelah Itang dan Eva selesai sarapan, semua berjalan lancar namun Aim dan Susan tidak datang latihan, itu membuat mereka kekurangan anggota, alhasil Itang menggantikan posisi Aim tidak jarang pula Fifi yang menggantikan posisi Aim atau Eva, Syifa mengganti posisi Susan, terkadang mereka membuat tingkah konyol tak salah lagi Itang yang selalu bertingkah aneh dan Syifa yang mudah emosi oleh tingkah Itang membuat kelas yang di huni oleh empat orang bagaikan pasar, meskipun Eva dan Fifi terkadang tertawa ataupun menggeleng–gelengkan kepala, latihan cepat menghabiskan waktu, tak terasa jam menunjukkan pukul sembilan lebih lima belas menit, menyadari waktu yang semakin siang Eva meminta izin untuk pulang lebih awal karena memang dia memiliki suatu keperluan al hasil kami tinggal bertiga di kelas
“kamu,, ngapain?” ucap Fifi pada seseorang yang baru memasuki kelas, mendengar itu aku segera mengalihkan pandanganku ke arah pintu, benar saja disana Febri melangkah memasuki kelas,
“wah, kamu ngapain Feb” tanya syifa
“mau latihan drama” jawab Febri dengan senyumannya
“sendiri?” tanya Fifi
“enggak lah ngaco banget?” jawab Febri “ aku tuh lagi nyari anak-anak kelompokku tapi kok kayaknya belum ada yang dateng deh?” lanjut Febri
“hahaha,,, kasiann?” ejek syifa
“kamu itu ya syif paling seneng dah lihat aku kaya gini” ucap febri dengan mata sayunya
“hehe maaf” syifa menangkupkan kedua tangannya, aku hanya menggelengkan kepala dan febri berdecak kesal
“kalian latihan dari jam berapa?” tanya Febri
“jam delapan “ jawab aku dengan cengiran di wajahku
‘’ iya jam delapan, bilangnya jam tujuh?” sergah syifa dengan mimik muka kurang bersahabat
“hehe telat se jam ini, lagian jam tujuhnya aku baru bangun syif” ucapku seolah-olah tak berdosa
Seketika syifa membelalakkan matanya tak percaya “apa!!!! Jam tujuh baru bangun? Terus shalat shubuhnya?” ucapnya
“iya, shalatlah, “ jawabku pelan ngeri melihat reaksi syifa, dia yang diamnya aja udah menyeramkann dan sekarang membelalakkan matanya ke arahku , rasanya darahku membeku semua,
“shubuh jam tujuh, yang bener aja!!” syifa menggelengkan kepalanya
���ᓵ��
1 note · View note
aksararembulan-blog · 8 years
Text
kadang masa kehidupan yang tidak kita sukai, akan menjadi potongan - potongan puzzle, yang jika di satukan menjadi gambar sebuah kesuksesan,,!!
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Quote
Bahagia
ohhh shittt senyummupun cukup membuatku bahagia, “
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Photo
Tumblr media
kau indah seperti dentuman suara petikan gitar,,
tak cukup hanya sekedar memainkan, 
lagu yang indah terlukis dari perasaan sang penyair,,
oleh perasaan sang pemain musik,,
akan indah jika didengar,, 
kau disana terimakasih karna menjadi musik indah dalam hariku....
1 note · View note
aksararembulan-blog · 8 years
Photo
Tumblr media
kembalilah jika rasamu tetap sama,,,
tak ada yang berubah,,
terluka berapakalipun,, rasaku tetap sama,
tak tenggelam seperti senja,,
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Photo
Tumblr media
samar dalam terang tak menyurutkanku ,,,
merindukanmu berat untukku,, 
namun aku nyaman akan itu,,
setidaknya kau yang kurindukan masih membalas rinduku,,
aku tak ingin waktu yang akan menghapus rindumu,,
datang dengan cepat,,
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Quote
Amplitudo
ini luka saat sepi menghampiri, lalu kau tambahkan hening, tak ada sedikitpun amplitudo yang terbentuk, kamu terus belajar dari lembah dasar amplitudo itu tanpa berusaha naik ke bukit yang menjadi puncak,, ini aku saat kau lupakan di hari jum’at yang lalu,,,
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Photo
Tumblr media
Selamat pagi Jombang,, bgaimna keadaanmu di sana,, aku hanya dapat mengirimkan bulir" do'a juga salam Rinduku untukmu pada - Nya #Iskand
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Quote
PERGI
Saat pergi menyapa akan ada temu yang melambaikan tangan, begitupula sebaliknya, Dan saat kau pergi aku tidak bersedih hati karena tlah kulihat temu melambaikan tangan padaku...
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Text
egoiskah aku,, saat aku mulai memilih hatiku bahagia,,,
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Photo
Tumblr media Tumblr media Tumblr media
Kartini kemaren... sesuatu memory yg takkan terlupakan,,
0 notes
aksararembulan-blog · 8 years
Text
tapi bukan ini yang kau pahami,
yang kau tahu aku hanyalah si pemarah tanpa sebab,,
0 notes