JONES ITU BUKAN KUTUKAN, JONES ITU BUKAN DERITA, TETAPI JONES ITU AMANAH. :P
Don't wanna be here? Send us removal request.
Link
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan (solat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang yang khusuk. - QS. Al Baqarah:45
4 notes
·
View notes
Text
BEKERJA ITU GAK ASIK, TAPI MAU DAGANG BINGUNG
Iya itulah perasaan yang aku rasakan saat ini. Berbeda dengan perasaan – perasaan yang sering aku tuangkan di blog ini, biasanya aku mencurahkan isi hati yang berhubungan dengan keintiman bercinta (adaw), tapi kali ini aku sedang resah dengan tempat kerjaku sekarang, sebab untuk urusan cinta, aku sudah menemukan pelabuhan untuk rasa yang telah menyambutnya. Ah sudahlah, nanti malah baper lagi.
Menjadi karyawan disebuah perusahaan adalah suatu fase yang akan dilewati oleh setiap orang, menjadi karyawan selamanya tentunya bukan impian yang indah untuk dipertahankan. Nah, aku adalah orang yang tidak ingin menjadi karyawan selamanya, ya bahasa gaulnya sih ingin mempunyai perusahaan sendiri. Akan tetapi, menurut teman – temanku, lebih baik aku bekerja terlebih dahulu agar tahu bagaimana rasanya bekerja itu, agar tahu bagaimana cara mengatur sebuah perusahaan yang benar, agar tahu bagaimana rasanya menjadi karyawan, dan masih banyak lagi.
Alhamdulillan aku mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passionku, yaitu sebagai seorang programmer. Programmer adalah pekerjaan yang menyenangkan, kerjanya Cuma duduk – duduk manis, ketawa – ketawa bareng teman, browsing internet sana sini, nonton youtube sepuasnya, dan mendengarkan music streaming di aplikasi kesuakaan. Enak kan? Enak dong. Tapi sayang itu hanya mitos bro.
Programmer adalah pekerjaan yang dimana tidak membutuhkan modal fisik yang ganteng, cantik, atau menarik. Jika kamu memiliki paras ganteng dan cantik, mendingan jangan jadi programmer deh, mending sales Junikarta atau Maretkarta.
Jadi programmer itu harus mendedikasikan 24 jam hidup kamu, memang kamu dibayar bekerja untuk 8 jam, tapi kebanyakan teman – teman saya merasa tidak produktif jika bekerja dijam kerja seperti orang kebanyakan. Programmer bisa lebih produktif dimalam hari atau bahkan dini hari. Itu sebabnya programmer adalah calon menantu idaman, karena programmer itu sering bangun malam dan tentunya melaksanakan solat malam atau tahajud (asek, amiin).
Belum lagi ketika ada error atau bug yang dihadapi, programmer dituntut harus menyelesaikannya secepat mungkin, bahkan dalam kondisi sedang cuti atau liburan. Yah begitulah nasibnya seorang programmer. Tapi itulah asiknya jadi programmer, penuh tantangan dan dibutuhkan jiwa yang berloyal tinggi.
Aku sudah beberapa kali pindah perusahaan, semua perusahaanku sebelumnya sangat menyenangkan suasanya, enjoy, asik, hidup, penuh canda tawa, makan minum seenaknya dan masih banyak lagi. Ya walaupun perusahaan sebelumnya adalah perusahaan kecil, bisa dibilang startup kecil lah.
Nah, sekarang aku bekerja diperusahan yang lumayan besar nih, cuma kali ini perusahaanya terlalu serius nih, tidak cocok dengan jiwa mudaku, darah ku mengendap jika terlalu lama disini.
Perusahaan besar itu yah, enaknya itu pekerjaan selalu kendor dan gajinya gede, tapi percuma itu semua, disini kami tidak hidup. Programmer adalah orang yang memiliki jiwa belajar yang tinggi, jadi ketika dia dianggurkan, dia akan merasa terhina, sangat terhina.
Jika ada programmer yang merasa asik dengan gaji besar tetapi pekerjaanya cuma dating kekantor duduk dan menguap sepuasnya, bilang ke itu orang, gak usah jadi programmerlah, mendingan jadi PNS aja. Lebih mantap.
Terus aku sekarang punya hunian baru nih, lumayan besar untuk seorang bujangan dan seprtinya bagus untuk dijadikan tempat usaha. Cuma aku bingung, aku harus jualan apa ya? Sembako, gallon air, pulsa, token listrik, baju – baju distro atau apalah – apalah.
Jika kamu punya punya ide, silahkan komen dibawah ya. Kira – kira usaha apa yang bagus untuk ditekuni oleh pemula dan seorang pekerja atau karyawan.
2 notes
·
View notes
Quote
Resiko terbesar yang pernah diambil adalah, menyukai bidadari yang masih menyimpan mantannya dalam hati. Iya, mantan yang baik hati.
Jonesial
1 note
·
View note
Quote
Laki-laki itu mudah sekali untuk diajak kerja sama, bukan hanya dalam saling menyayangi, dalam saling menyakitipun mudah sekali
jonesial
1 note
·
View note
Quote
Laki-laki selalu salah, artinya laki-laki itu bodoh. Laki-laki selalu menang, artinya dia feminim
jonesial
0 notes
Text
Ibu Ku Tak Pernah Menangis
Menangis adalah salah satu cara bagi wanita untuk meluapkan segala emosinya. Bagi seorang laki-laki, menangis adalah hal yang tabu, laki-laki sulit untuk bercucuran dengan air mata, namun setetes air mata saja tergoda, maka itulah air mata sesungguhnya.
Semasa hidupku, aku tak pernah melihat ibuku menangis. Sering timbul pertanyaan kenapa ibuku begitu tegar menjalani hari-harinya, padahal hidupnya biasa saja dan malah jauh dari kata sederhana.
Seperti tidak memiliki beban dalam hidupnya, seperti ringan langkahnya, seperti mudah segala urusannya. Sempat aku bertanya, “Mah, ko mamah tidak pernah menangis?”. Jawaban yang indah dari lisan seorang ibu “Apa yang harus ditangisi nak, mamah itu adalah wanita paling bahagia di dunia ini, memiliki suami soleh, memiliki anak-anak yang soleh solehah, jadi apa yang harus ditangisi?. Yang ada mamah hanya bisa bersyukur.” Jawaban yang sejuk menusuk dari lisan sang ibu.
“Kecuali kamu tumbuh menjadi anak yang nakal, maksiatnya rajin, solat selalu ditinggalkan, dan tak pernah merasa dekat dengan Allah subhanahuwataala, disitulah mamah akan menangis sejadi-jadinya.”
Jawaban lembut yang menampar hatiku. Seketika cermin mulai terlihat dalam bola mataku.
“Apakah aku sudah menjadi yang mamah harapkan?”. Hatiku tersirat tanya.
Hari terakhir abangku dirumah, ia harus kembali ke rantauannya yaitu Timur Tengah.
Aku sedih memang, semuanya pasti sedih, karena masih rindu akan kehadiran abangku. Maklum dia hanya 2 tahun sekali pulangnya.
Rasa sedihku masih bisa aku sembunyikan dalam perpisahan itu, begitupun dengan bapak, mamah, kaka ku yang ke dua dan si bungsuku.
Canda masih terus mengalir dalam istana cinta itu. Dibelakang rumah terdapat gubuk tempat kami bercengkrama. Sering kali angin menjadi teman bergurau keluarga. Ya begitulah istana yang sederhana.
Dalam pamitnya, aku bersama keluarga kecilku menyempatkan untuk bersolawat dan berdoa, agar abangku bisa selamat sampai arab sana. Memang ini doa lah bekal yang paling berharga, dengan doa semua akan terasa sempurna.
Aku ditugaskan untuk mengantarkan abang pertamaku ke bandara, sebab abangku yang ke 2 sedang sakit. Waktu itu kakinya bengkak karena terjatuh dari motor.
Ditengah perjalanan, tak sengaja aku lupa mencium ibuku, karena mencium ibu sebelum berangkat itu adalah ritual paling sakral dah harus, khawatir itu akan menjadi pamit terakhirku.
Karena lupa, akhirnya aku memutuskan untuk berbalik arah kerumah kembali, dan mencari ibuku.
Aku panggil Ibuku dari kejauhan, tidak ada sapaan. Biasanya ibu ku selalu menjawab ketika aku panggil.
Setelah dekat dengan pintu rumah aku panggil untuk yang kedua kalinya, tidak menjawab juga. Aku heran, kemana Ibuku, Aku tanya abang ku yang ke 2, katanya ibu ada didalam rumah.
“Di dalam rumah, mungkin dikamarinya”. Celotehan abangku yang paling tampan.
Karena aku malas untuk membuka sepatu, aku panggil saja dari luar rumah. Lumayan lama aku menunggu, sampai-sampai aku tertinggal jauh oleh abang pertamaku. --Abang pertamaku berangkat duluan naik motor dibonceng si bungsu--
Terdengar suara langkah kaki mendekat kebelakang rumah, dan ternyata itu ibuku. Dengan mata memerah, wajah penuh dengan air mata, dan ia tak bisa berbicara karena sesak pasti rasanya.
Ternyata ibu ku tidak bisa menahan air mata dan kesedihannya setelah abang pertamaku merantau kembali, hijrah mencari nafkah ke luar negeri.
Karena takut terlihat lemah oleh anak-anaknya, ibu memutuskan untuk masuk kamar dan merahasiakan tangisnya dengan pelan. Agar hanya ia dan Allah yang tahu.
Itulah pertama kali aku melihat ibuku menangis, hidupku didunia sudah 22 tahun lamanya, namun baru kali ini aku melihat ibuku menangis.
Dari peristiwa itulah aku selalu berkaca-kaca. Ternyata Ibu ku yang terlihat kuat selama ini, bukan ia tak pernah menangis. Tetapi, ia selalu menangis dalam rahasia, karena tidak ingin anak-anaknya ikut bersedih, ia tidak tega beban dirinya menjadi beban anaknya.
Pantaslah Rasullullah sallallahu alaihi wasallam memerientahkan umatnya untuk berbakti kepada seorang ibu.
Karena tidak ada keikhlasan yang terbesar didunia ini, melainkan ke ikhlasan seorang Ibu kepada anaknya.
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.
0 notes
Quote
Memendam rasa adalah candu dari jatuh cinta
jonesial
0 notes
Quote
Cinta itu membawa gairah, bukan membuat gerah. Maka telitilah dalam mencintai
Jonesial
1 note
·
View note
Text
Diam Adalah Nama Tengahku

Huft, terhelah dalam nafas ini. Setelah pembicaraan panjang yang disaksikan oleh telepon genggam. Pembicaraan yang selalu menyenangkan dengannya. Dengan temanku, teman dekatku yang tidak lama aku kenal.
Pembicaraan yang ngaur namun tetap membuat hati saling baur, menyembuhkan satu sama lain dalam kesepian masing-masing, meramaikan kebisingan yang tak pernah terjamah hati lain.
Ada satu hal yang menarik untuk ditelik. Bermula dari kesalah pahaman aku dan temanku. Seorang pemuda dengan kebiasaannya mengira-ngira suatu keadaan. Ia bersaha membaca tatapanku, berusaha membaca usahaku, berusaha membaca apa maksud dan tujuanku.
Tampaknya dia tidak tahu kalau aku, orang yang selama ini ia perhatikan adalah orang yang selalu menampilkan kepalsuan. Karena aku sadar, hidup ini penuh penilaian, maka aku tampilkan nampanku yang paling bagus, agar para tamu-tamuku memberikan sulaman pertamanya untuk ku.
Aku memang selalu memberikan yang terbaik untuk pertemanan, untuk pertolongan, untuk bibit persahabatan. Aku tak pernah mengharapkan ia akan membalasku, ia akan menyenangiku, atau pun ia akan membelaku saat aku lemah.
Aku hanya ingin berteman, karena pertemananku sudah tertinggal. Karena aku terlahir menjadi manusia yang tidak punya teman, tidak punya sahabat, dan tidak memiliki tangan yang bisa aku percaya.
Temanku menyampaikan bahwa aku sedang dirundung cinta pada temanku sendiri. Hal itu disambut dengan kacau oleh temanku lagi, temanku akan membenciku jika ia benar-benar percaya. Namun, temanku masih memiliki keraguan, dan menanyakan kepadaku secara langsung. Apakah benar aku ini suka pada teman sendiri?
Aku hanya tersenyum kecil, sedikit merona pipiku. Mungkin jika ia berada di hadapanku maka ia akan tahu jawaban sejujurnya.
Lantas, apakah aku suka dengan temanku? Apakah benar itu suka? Apakah benar aku suka?
Jikapun aku suka, jika pun aku cinta. Orang pertama yang akan aku beritahu adalah temanku sendiri.
Atau bahkan jika pun aku benar - benar suka, maka orang pertama yang aku bohongi adalah diriku sendiri.
1 note
·
View note
Text
Niat Menolong Akan Selalu Ditolong
Sekiranya kalimat dari judul tulisan ini telah aku rasakan keabsahannya.
Jadi Ceritanya begini.
Beberapa minggu terakhir, aku dan temanku, beserta organisasi yang ia pimpin telah melaksanakan penggalangan dana untuk salah seorang penderita penyakit kulit langka, di tangannya tumbuh kutil yang sedikit demi sedikit tumbuh di sekitar tangan dan kakinya.
Namanya pak Wasid, warga desa mekarwaning, kabupaten Pandeglang. Beliau menderita penyakit tersebut sudah lebih dari 20 tahun, menurut pengakuan bapak Wasid sendiri, beliau belum pernah menerima penanganan medis sekalipun.
Aku tahu pak Wasid dari temanku, temanku adalah ketua dari organisasi eksektuf di kampusnya, sebut saja BEM Fakultas gitu. Dia kenal dengan pak Wasid dari seorang aparatur desa dimana pak Wasid tinggal. Kebetulan aparatur desa tersebut adalah temanku juga, kami dahulunya satu angkatan di SMP. (yey)
Pertama kali mengetahui bahwa kawan-kawan ku itu sedang mengadakan penggalangan dana untuk orang yang benar-benar membutuhkan. Entah kenapa respon pertama dariku adalah, meminta izin kepada teman ku yang jadi ketua BEM Fakutas itu, untuk ikut membantu menggalang dana.
“Izin ikut galang dana yah bro, Entar dananya gue transfer ke lu”.
“Iya silahkan, dengan senang hati sahabat”. Jawab temanku itu.
Lebay memang temanku itu, semua manusia didunia ini akan dia panggil sahabat, kecuali mantannya kali. (hahay)
Tidak lama kemudian aku langsung posting tentang penggalangan dana di instagram stories. Iya, aku tidak menggunakan fisik ku untuk kejalan menggalangkan dana. Kenapa?, karena aku orangnya pemalu, boro-boro ingin menggalang dana di jalan, diliatin nyebrang jalan aja aku mah gak jadi nyebrang. (haduh)
Aku hanya posting di Instagram Stories, bukan post Instagram. Tidak lama kemudian, teman-teman yang kebetulan terhubung dengan Instagramku, langsung me-reply Story ku itu, mereka meminta nomor rekeningku, agar mereka bisa transfer donasi mereka.
Satu, dua, tiga orang membalas IG Stories ku, ada yang sekedar tanya kenapa, ada yang menanyakan kepedulian pemerintah dimana, ada yang sekedar mendoakan, ada yang mendonasikan rezekinya tanpa ingin di pamerkan namanya, ada yang sudah mencoba transfer tapi gagal, ada yang transfer dengan diam-diam, padahal donasinya tergolong besar, dan ada juga teman aku yang berdonasi langsung secara cash, kami COD di sekitar kampus. (Caelah Ce O De, udah kaya online shop aje)
Masyaallah, semua benar-benar dimudahkan dan dilancarkan, tanpa lelah sedikitpun, tanpa jenuh sedikitpun.
Tadinya aku juga mau melakukan penggalangan dana secara offline, keliling-keliling gitu mencari recehan dari teman-teman mahasiswa di kampusku, tetapi sekali lagi, aku adalah orang yang pemalu, jangankan keliling-keliling nyari donasi, nyari jodoh aja aku mah kesandung mulu. (hadeh hadeh)
Satu minggu donasi dibuka, allhamdulillah donasi terumpul sebesar 1.255.000 rupiah, dana yang sangat besar untuk seorang pak Wasid yang berasal dari desa yang sederhana. Dana itu belum termasuk dengan dana yang akan di gabung dengan dana yang didapatkan dari hasil penggalangan dana di jalan-jalan oleh teman-teman organisasi kampus di pandeglang. Luar biasa, dana yang terkumpul lumayan besar sekitar 2,5 juta. (Gede lah yah)
Dana tersebut diberikan kepada pak Wasid untuk sedikit membantu meringankan aktifitas sehari-hari beliau., bukan untuk berobat, operasi atau semacamnya. Karena kami sadar, untuk memberikan bantuan berobat atau operasi, haruslah ditangani oleh orang-orang yang benar-benar kompeten dan mempunyai rezeki lebih tentunya.
Aku dan temanku berkompitmen untuk membantu mempertemukan pak Wasid dengan jodohnya, yaitu Hamba Allah yang dermawan yang akan membantu pak Wasid untuk berobat dan melakukan operasi kulit, sampai pak Wasid sembuh.
Temanku sudah meminta tolong pemerintah kota, meminta bantuan organisasi kedokteran indonesia, mengetuk hati pemerintah, dan sampai saat ini belum ada kepastian dari pihak manapun. Namun, kami masih berdoa dan berusaha untuk menemukan orang dermawan tersebut.
Masa sih tidak ada orang baik di Indonesia yang mampu membiayai pak Wasid?, kami yakin ada, pasti ada!, tapi kami harus lebih giat lagi berusaha dan berdoa.
Ditengah masa pencarian, terdengarlah kabar bahwasanya di jakarta akan ada Aksi Damai dari umat islam. Aksi ini sudah terkenal dengan kedamaiannya, yang konon katanya “rumputpun tak ada yang lesu karena Aksi Damai mereka”. Dari kabar tersebut, aku langsung merencanakan pencarian orang dermawan tersebut.
Dengan nama Allah yang maha segalanya, kaki ini melangkah dengan penuh keyakinan, bahwasanya orang baik itu pasti ada di kerumunan Aksi tersebut.
Aku berangkat dari kosan menuju Masjid terbesar di Asia Tenggara, yaitu Masjid Istiqlal, yang menjadi titik temu peserta aksi. Namun sekali lagi aku hanya berniat mencari orang dermawan, bukan ikutan Aksi Damai tersebut.
Dari kejauhan aku melihat deretan mobil ambulan dengan tulisan “Melayani Pengobata Gratis”. Hati langsung sumringah, dan ngedumel memanjatkan do’a “Ya Allah, pertemukan aku dengan orang dermawan yang engkau berkahi, supaya aku bisa menolong saudaraku dikampung yaitu pak Wasid”.
Dikarenakan aku orangnya pemalu, maka dari siang sampai sore aku hanya keliing mundar-mandir kesana kemari tak jelas. Ingin nyamperin dokter-dokter itu tapi rasanya malu, berat, dan “aku harus ngomong apa ke mereka?”.
Aku mengelus-elus map putih yang berisi dengan foto pak Wasid, yang aku bawa sebagai barang bukti untuk diperlihatkan kepada calon donatur nanti, karena aku takut Hape ku mati.
Setelah lama melawan rasa malu, akhirnya kumandang adzan asar terdengar, aku pergi ke mushola di dalam monas untuk melakukan solat, dan berdoa kembali agar aku diberi keberanian untuk berbicara dan tentunya semoga di lancarkan pertemuan tersebut.
Selepas solatku panjatkan, aku langsung melangkahkan kakiku yang tidak memiliki rasa lesu kala itu, bukan karena semangat mencari orang dermawan, tetapi karena sudah menerima nasi kotak gratis dari donatur Aksi Damai tersebut. (heheyy deuh)
Keluar dari lingkungan monas, aku melangkah terus dan mataku tertuju pada satu bapak-bapak yang sedang duduk dipinggir trotoar, memakai peci putih dan rompi hijau bertuliskan “Tim Medis”. Dengan tenangnya bapak tersebut memaikan gadget yang dia bawa, lalu tanpa basa basi aku mengucapkan salam pada beliau.
“Assalamualaikum, pak”.
“Waalaikumusalam”. Bapak tersebut menolehkan pandangannya kepada ku, dan memandangku dari ujung kaki sampai ujung rambut.
“Pak, saya Taufik dari pandeglang, benar ini melayani pengobatan gratis pak?.” Sedikit basa-basiku pada beliau.
“Ya.. tergantung”. jawab beliau.
“Apa ini pengobatan khusus peserta Aksi Damai saja pak?”. Tanyaku lagi.
“Ya tergantung”. jawabannya yang sama terlontar.
Aku berkata, “ini orang cuek amat ya, apa lagi yang harus aku tanyakan?”. Berkata dalam hati tentunya.
“Tergantung seperti apa ya pak?”. Tanpa menyerah aku terus melakukan pendekatan. (Ciee pendekatan Cieeeee)
“Ya tergantung, emang kamu kenapa?”. Bapak itu menanyakan maksud dan tujuan saya.
Nah, disitulah pintuku terbuka untuk curhat dan memasang muka melas. (hehe)
“Jadi begiini pak, saya punya tetangga, namanya pak Wasid, beliau ini menderita penyakit kulit langka, semacam Manusia Akar gitu pak, bapak tahu kan?”. Curhatku dengan nada pelan dan jelas.
Bapak itu hanya mengangguk. Lalu kuteruskan curhatannya.
“Jadi, maksud saya, saya sedang mencari pertolongan untuk bapak Wasid ini, ya mudah-mudahan bapak atau teman-teman bapak bisa menolong gitu pak”. Ceritaku pada bapak tersebut.
Setelah mendegar penjelasan pendekku, bapak itu langsung merogoh saku celananya dan memberikan selembar kartu nama bertuliskan Jhony, dan ada lagi tulisan Ambulan Syari’ah diatasnya.
Bapak tersebut bernama bapak Jhony, pak Jhony adalah orang deramawan yang baik hati.
Aku tidak banyak bertemu orang medis di Aksi Damai waktu itu, namun Allah langsung menjodohkan aku dengan orang dermawan seperti pak Jhony, tanpa bertemu calon donatur pertama, kedua atau ketiga, aku langsung diteprtemukan dengan pak Jhony.
Pak Jhony bukanlah orang kaya sebagaimana pandangan dan syarat untuk jadi orang dermawan pada umumnya. Namun, pak Jhony adalah orang yang peduli terhadap sesama. Kepeduliannya tersebut dia salurkan dengan mendirikan Yayasan Umat bernama Yayasan Indonesia Syari’ah Peduli.
Yayasan tersebut dibentuk atas dorongan rekan-rekan pak jhony, karena banyak sekali umat yang banyak membutuhkan bantuan pengobata gratis, apa lagi penyakit-penyakit mematikan sudah sering menyerang kalangan tidak mampu.
Dengan Yayasan tersebut, pak Jhony sudah banyak menolong orang, aku pernah bertemnu dengan Luki, bocah yang menderita kanker di kepala dan perutnya. 3 kanker bersarang dikepalanya, dokter-dokter sudah menyerah untuk menangani Luki. Namun, kegigiha, kepercayaan dan kepasrahan pak Jhony terhadap rahmat Allah Subhanahuwataala sungguh tidak diragukan lagi.
Pak Jhony merawat Luki seperti keluarganya sendiri, dan menyediakan rumah untuk orang tua Luki, supaya dapat terus dekat dengan Luki.
Kini aku dipertemukan dengan pak Jhony seorang yang dermawan dan baik hati. Kini pak Jhony insyaallah akan membantu pak Wasid, tetanggaku yang menderita penyakit kulit langka “Manusia Akar”.
Akan ku ceritakan lagi kisah-kisah pertemuanku dengan orang-orang baik, karena aku yakin, kebaikan itu berputar, suatu saat kebaikan itu akan kembali kepadaku, kepadamu dan kepada siapapun yang berbuat baik. Entah Ia akan kembali didunia ataupun bertemu di akhirat kelak.
Terima kasih teman-teman sudah meluangkan waktu untuk membaca curhatanku ini, doakan supaya aku bisa istiqomah untuk menolong orang, membantu orang, dan membahagiakan orang, termasuk kamu.
Jika kamu ingin berdonasi untuk pak Wasid, kamu bisa kirimkan donasi kamu ke Nomor Rekening Bank BRI 0935 0103 0481 532 atas nama Yayasan Indonesia Syari’ah Peduli.
0 notes
Text
AGAMA = WARISAN?
Berbeda memang indah, sangat indah.
Dunia ini tidak akan berwarna tanpa perbedaan. Akupun takan ada didunia tanpa perbedaan.
Aku sangat menghargai perbedaan. Jikapun tak ada perbedaan sama sekali, aku akan tetap menghargai perbedaan itu.
Bagiku, Agama bukanlah warisan, Warisan bukanlah agama.
Agama yang aku junjung teguh saat ini, Bukan hasil dari doktrinasi orang tua, dan bukan pula paksaan teman sebaya.
Jikapun agama ini benar2 warisan, Maka aku tidak mau warisan itu, Ambil saja warisanku jika kau mau, Karena Agamaku bukan warisanku.
Agamaku adalah nikmat yang sulit aku hitung dengan jariku, Agamaku adalah rahmat yang selalu menentramkan keluhku, Agamaku adalah doa dan cinta dari ayah ibuku, Agamaku adalah hidayah yang didekatkan olehNya denganku,
Hidayah datang tanpa senjata, Hidayah datang tanpa doktrinnya, Hidayah datang tanpa terpaksa, Hidayah datang atas izinNya,
dengan kuasaNya, dengan ridhonya,
Lebih baik mati tak bernyawa, Dari pada hidup tapi jauh dari Hidayahnya.
*Jonesial*
0 notes
Text
RAMADHAN BULAN MOVE ON

Bulan ramadhan adalah bulan yang tepat untuk bangkit. Untuk melupakan segala hal yang menyangkut tentang dirinya.
Mengingat masa indah bersamanya tidaklah berpahala di bulan ini, malahan akan mengganggu kekhusuan ibadah puasamu, serta mengurangi pahala itu sendiri. Yang sudah SAH aja harus menahan, apalagi kamu dan dia yang bukan siapa2.
Setiap detik kamu selalu mengingatnya, percayalah itu hanyalah bisikan dari setan. Tapikan katanya setannya lagi di belenggu di neraka?, ko bisa ngebisikin?. Oh berarti sekarang setannya kamu. Dasar kamu setan. 😐
Mari lakukan pelarian pada hal2 ibadah, pelan2 dan harus dipaksa. Setiap inget dia sedikit, kamu harus inget DIA sebanyak. Setiap rindu dia sedikit, kamu harus rindu DIA sebanyak.
Lampiaskan keresahanmu dengan baca AlQuran, Curahkan rasa sakit hatimu dengan perbanyak solat, Hilangkan rasa rindu yang mengikatmu dengan memperbanyak hafalan.
Insyaallah ramadhan akan menjadi bulan move terbaik untukmu.
Selamat move on bagi yang menjalankan.
*Jonesial*
0 notes
Text
Aku Gagal Sarjana di Semester 7 | #DearJones
Dear jones,
Sudah lama aku tak menyapamu, lewat sentuhan lembut dari jariku, aku sering bercerita tentang keluh kesahku. Tapi, itu dulu.
Aku sadar sesadar-sadarnya, aku sudah berubah, menjadi manusia yang tak punya tanggung jawab, menjadi makluk yang tak punya arah hidup dan menjadi hamba yang tak istiqomah menunaikan suatu perkara.
Jones, aku ingin kamu tahu, bahwa aku saat ini telah di rundung masalah. masalahku adalah masalah sepele jones, tapi aku tak berdaya menghadapi masalah ini.
Aku sekarang dalam ketakutan jones. Benar kata senior-seniorku pada aku masih berdiri dengan sombongnya di bangku SMA ku. waktu itu aku sangat yakin, masa depan yang cerah akan aku dapatkan dengan kemampuanku yang aku miliki.
Angkuhnya aku waktu itu jones. Aku merasa orang yang paling ahli dalam bidang yang aku cinta itu. Aku sudah merasa sejajar dengan Linus torvald, aku sudah merasa sepintar Mark Zuckerberg. Dengan pedenya aku berkata, aku bisa menjadi sekaya Bill Gate.
Namun, liat aku saat ini jones. Ternyata aku hanya sebongkah daging yang hanya menunggu menjadi bangkai. Aku tak bisa apa-apa.
Akhirnya aku merasakan kegagalan yang sangat mendalam, bukan karena persaingan, tapi karena aku tidak percaya pada diriku sendiri, aku tidak istiqomah pada komitmenku sendiri, aku tidak bisa memegang sumpahku sendiri.
Entah aku ini manusia seperti apa jones, sia-sia rasanya aku bernafas dan tertawa lepas. Sia-sia rasanya aku bernyanyi dan bergoyang terlihat santai dengan semua ini. Sia-sia rasanya aku punya kesempatan ini.
Apakah aku masih panas di beri kesempatan jones?
Kegagalan terbesarku kali ini adalah gagalnya aku sidang di semester ini. Ini artinya aku tidak bisa diandalkan. Coba lihat teman-teman ku jones. Mereka telah bersorak sorai bersama sahabat-sahabatnya. Mereka telah berfoto ceria, mengucap syukur atas jerih payahnya. Mereka telah jadi sarjana.
Apa aku harus senang jones? Aku pikir aku harus senang dengan kebahagiaan mereka. Aku juga harus bangga memiliki teman seperti mereka. Tapi, dibalik semua itu, aku disini, di kursi ini dan dimalam ini. Kamu lihat sendiri jones, aku menjadi pecundang. Aku menyerah begitu saja. Aku mundur begitu saja tanpa ada nafas yang terengah.
Jones, aku tahu kamu adalah kawan paling setia ku. aku tahu kamu adalah bingkai dari jiwaku. Jadi aku mohon padamu. kamu jangan seperti aku. Jangan seperi jiwamu yang buruk ini. Jangan menjadi makhluk yang tidak memiliki komitmen, jangan menjadi hamba yang tidak istiqomah, jangan pula menjadi manusia yang tidak percaya diri dan mudah putus asa.
Jones, aku sampaikan padamu, bahwa aku akan berjuang bersamamu, aku akan ceritakan keluh kesahku padamu, aku akan melibatkan mu di setiap permasalahanku.
Aku harap, kamu mengerti keadaanku. Aku harap, kamu mau nenemaniku. Aku tidak akan kalah untuk yang kedua kalinya, Aku tidak akan mundur untuk kesekian kalinya.
Aku yakin. Kamu dan Aku akan menjadi Sarjana di bulan April nanti. Kita selesaikan ini bersama - sama.
Jadilah teman setiaku sampai aku kesurga nanti jones.
Dari kawan sejiwamu Untuk kawan secintaku
Jonesial
0 notes
Text
Efek Buang Sampah Sembarangan, Disanksi Rp. 5000
Masa putih abu-abu memang masa yang sangat berkesan, penuh kenangan dan sahabat-sahabat gokil menghiasi hari-hari. Namun ada hal yang lebih dari itu yang sampai saat ini melekat didiri saya (Insyaallah).
Dimana disaat saya SMA, sekolah saya memang sangat berambisi untuk menjadi sekolah terbersih se-Nasional, Jika saya tidak salah, namanya adalah Adiwiyata Mandiri.
Berbagai program yang mendukung misi tersebut telah dikerahkan, dari pembentukan Tim Adiwiyata, menghiasi taman-taman sekolah dan mengajak para siswa untuk ikut berperan aktif dalam mendukung program-program kebersihan sekolah.
Menurut saya kala itu sekolah saya memang sudah terbilang bersih, Namun, para siswanya memang masih membandel dan susah untuk membuang sampah pada tempatnya, mungkin belum ada sebagian iman didalam hatinya, termasuk di hati saya.. karena di hati saya cuma ada dia seorang.. ea ea ea:v (Astagfirulloh)
Entah karena kejengkelan pihak sekolah terhadap siswa, maka peraturan DENDA 5000 RUPIAH, JIKA BUANG SAMPAI SEMBARANGAN di berlakukan. Bisa di katakan ini adalah peraturan yang memaksa, saaaaaangat memaksa.. tidak sedikit siswa yang tidak setuju dengan peraturan ini. karena waktu itu uang kami serba pas-pasan. Pas untuk jajan, pas untuk bensin, pas untuk beli pulsa dan pas untuk pacaran. gak ada jatah uang untuk bayar denda :3
Tidak sampai disitu, sekolah juga membentuk BISS (Badan Intelejen Sampah Sekolah — ini becanda—) untuk memata-matai siapa saja yang melanggar aturan, dan akan melaporkannya pada bapak/ibu guru yang bertanggung jawab untuk memberikan sanksi berupa tagihan 5000 Rupiah. Perlu diketahui, Tim tersebut beranggotakan makhluk gaib, karena tidak satu orangpun yang mengetahui siapa yang menjadi mata-mata tersebut.
Semenjak terbentuknya mata-mata gaib tersebut, sifat suuzon para siswa mulai terbentuk, antar siswa satu dengan yang lain saling mencurigai, mereka takut orang yang selama ini menjadi teman sejati mereka, tiba-tiba menciduk mereka kedalam karung dan memasukannya ke lubang buaya (darat)…. ( lebay anjiir). Perlu saya klarifikasi bahwa saya bukan bagian dari mata-mata tersebut.
Satu demi satu oknum siswa yang buang sampah sembarangan mulai terkena sanksi, mereka bingung.. padahal ada diantara mereka yang ketika buang sampah sembarangan tidak ada seorang pun yang melihatnya. (ah ngeles aja tuh anak, udah salah mah salah aja, jangan dikira kebal hukum.. wuuuu)
Setelah beberapa bulan aturan itu dijalankan, tetap saja masih banyak siswa yang terkena sanksi kebersihan.. ada juga teman-teman saya yang bisa kena 2-4 kali sanksi dalam seminggu. untung dia jomblo, jadi jatah uang untuk pacaraannya tersalurkan untuk bayar denda. jadi uangnya gak mubajir :D
Kemudian untuk diri saya pribadi, peraturan tersebut awalnya memang memberatkan dan menurut saya sangat memaksa sekali, saya sempat kena sanksi tersebut entah 5 atau 7 kali, dan itu lumayan menjengkelkan. Tapi jika dipikirkan kembali dengan akal sehat, peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar. Jadi jika kita mentaati peraturan tersebut, maka jatah uang jajan, uang bensin, uang pulsa dan uang pacaran itu akan tetap aman.
Akhirnya kala itu saya menahan diri untuk mengamankan sampah yang ada dalam genggaman untuk tetap berada dalam genggaman atau dimasukan ke dalam saku seragam saya. berat memang, tapi pelan-pelan dan penuh kesadaran karena uang jajan dan uang bensin lebih berharga dari pada habis untuk bayar denda.
Tidak terasa, lama kelamaan mulai terbiasa, sampai-sampai secara tidak sadar, sering kali saku seragam dan tas saya dipenui oleh bungkus jajanan. Sampai-sampai ketika ingin mencuci pakaian tersebut, sering di temukan bungkus-bungkus tersebut dalam saku saja :D
Pada akhirnya, sekolah mendapatkan predikat sekolah terbersih se-Nasional dan para siswa tekor karena uang jajannya terus-terusan di palak oleh pihak kebersihan. haha
Namun terlepas dari peristiwa tersebut, saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, karena selain berhasil menjadikan sekolah juara kebersihan nasional, sekolah juga berhasil menunbuhkan kesadaran akan kebersihan bagi para siswanya. Kesadaran tersebut akan diarasakan para siswa ketika mereka sudah tidak lagi menjadi siswa (sudah LULUS).
Jujur saya sampai saat ini, peraturan tersebut masih terasa. ketika saya ingin membuang sampah sembarangan, dikarenakan tidak ada tempat sampah, saya selalu merasa ada yang mengawasi dan takut didenda 5000 Rupiah, Jika ingat hal tersebut saya selalu cengingisan sendiri. hehe .
Hal ini kedengarannya sangat tidak penting, namun faktanya, saat ini sampah telah menjadi masalah besar bagi kehidupan manusia. Maka diperlukan kesadaran dari masing - masing indivudu untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan. Karena jika hanya mengandalkan sang penguasa saja, maka berat rasanya bangsa ini untuk mendapatkan predikat bangsa terbersih se-Internasional.
Mungkin ada teman-teman yang satu SMA atau Satu angkatan dengan saya? Atau ada yang sekolahnya memiliki peraturan yang sama? Atau ada ibu/bapak guru yang memnaca ini ? :D share pengalamannya di bawah yuk. hehe
Semoga Waktu Anda tidak terbuang sia-sia membaca tulisa ini.
Terima kasih
0 notes
Photo

Dikala Subuh. Dikala subuh, Dimana mentari mulai menyapa, Rembulan yang sayu redup berselimut awan, Embun masih lembut menggenggam doa, Dan bisingnya langkah penuh harapan menyambutnya. Dikala subuh, Sebuah janji pencipta menghiasi, Sujudnya upuk fajar rasul menyukai, Lantunan kalam illahi lembut membasuh hati, Bisikan cinta penuh syukur harapkan bakti. (at Jakarta, Indonesia)
0 notes
Text
Manusia dan Misterinya
Perbincangan singakat sore ini dengan sahabat lama. Kami adalah manusia yang di pertemukan dibelahan dunia yang sama dengan kultur yang sama, serta dengan kepribadian yang berbeda. Ia adalah orang yang ekspresif sedangkan saya sebaliknya.
Kami dipertemukan disebuah sekolah di negeri yang maju dalam segi pemikiran dan teknologi, namun tetap mengutamakan agama sebagai landasan pacunya.
Jika diingat masa-masa 5-6 tahun silam, kami adalah bocah dengan air liur yang selalu menetes di setiap mimpinya. Namun, mimpi itu nyata rasanya. tak ada rasa takut waktu itu untuk bermimpi, bahkan tidak ada rasa malu untuk membagikan dan bercerita tentang mimpi apa yang menjadi teman air liru kita semalam.
Ada sebuah cerita yang menarik (bagi saya, kalo bagi kamu bodo amat), ketika kami baru menginjakan kaki di kelas 10, kami adalah orang yang percaya diri pada kemampuan masing-masing. Ia adalah orang yang jago di bidang bahasa, tepatnya bahasa inggris, karena ia lulusan pesantren waktu SMP, dan di pesantreannya itu menggunakan bahasa asing sebagai bahasa sehari-hari. Sedangkan saya adalah anak yang gak jago apa-apa. kerjanya cuma tidur, makan dan membuang makanan yang sudah di olah (Bo*er).
Waktu itu dia melontarkan kalimat, bahwa dia mengajak taruhan prestasi kepada saya, kalo dia peringkatnya diatas saya, maka saya harus traktir dia, dan begitupun sebaliknya, jika dia dibawah saya, maka dia yang harus traktir saya.
Dari situlah kami selalu bersaing secara sehat untuk menjadi pemenangnya di setiap semester. Dan pada akhirnya dia sendiri yang menyerah. karena setiap semester dia selalu kalah oleh saya.
Namun, kini dunia kita sudah berbeda. saya sekarang sedang membelah diri, menata mimpi-mimpi yang tenggelam oleh air liur yang sudah lama menggenang di danau kampus. sedangkan dia sudah meniti karir menjadi seorang ahli di bidang export import.
Diusia yang terbilang muda dia sudah mendapatkan porsi kerja dan tanggung jawab yang luar biasa besar. mungkin tanggung jawabnya itulah yang menyebabkan bardannya menjadi kurus kering tak bernyawa saat ini, beda dengan pertemuan sebelumnya, dia lebih berisi dan cabi-cabi lucu gitu :3 .
Tak disangka, orang yang disekolahnya biasa saja dahulu, malah prestasi akademiknya jauh terpaut dari saya. sekarang sudah menjadi orang penting dan menjadi nyawa di perusahaanya.
itulah manusia dengan misterinya, Banyak pelajaran yang dapat dikecup di setiap hembusnya, Semua bergantung pada jemari ditanggannya, Ingin dipakai untuk menunjuk dan meminta, Atau dipakai untuk menampar jiwa yang lemah agar tertawa.
Jonesial, 05 November 2016
0 notes
Text
SEBIDANG MALAM
Sepi berhimpun riuhnya gelombang malam, Malaikat terlelap lebih nyenyak dengan bisikan gerimis yang menangis, Hanya bertumpu pada sebidang cahaya diubunku, Tak sempurna putihnya melempar bercak cahaya indah purnama.
Bangkit di sepertiga Mu bukti rindu umatMu, Kokoh dihembuskan Ayat Suci menembus sanubari, Terenyuh syukur berbalut muhasabah diri. Terangi lentera hati dalam sebidang malam.
Jakarta, 02 November 2016
0 notes